Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Sosialisasi Peranan Ekosistem Mangrove dan Aksi Penanaman di Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Siregar, Yusni Ikhwan; Ananda, Fajriani; Taufik, Hendra; Fuadi, Indra; Hutomo, Ragil Tribhakti; Nurafni, Melia; Elfina, Yetti; Imran , Imran; Lee, Seung Hun
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 5 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ekosistem mangrove mempunyai banyak fungsi dan peranan, namun ekosistem ini banyak mengalami kerusakan baik oleh faktor alam maupun faktor manusia. Perbaikan kondisi ekosistem mangrove telah dilakukan oleh beberapa kalangan melalui penanaman bibit mangrove kembali. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan peranan mangrove kepada masyarakat dan melakukan aksi penanaman mangrove, khususnya anggota Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Teluk Papal. Pada kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan praktek penanaman bibit mangrove dengan melibatkan secara langsung mansyarakat, mahasiswa Angkatan 2023 dan alumni serta dosen S3 Ilmu Lingkungan Universitas Riau. Peningkatan pengetahuan masyarakat terkait peranan dan fungsi hutan mangrove dilakukan evaluasi dengan meminta peserta mengisi kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Kegiatan penyuluhan ini menunjukkan hasil bahwa seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dengan mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim penyuluh dari awal sampai akhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (90%) sebelum adanya kegiatan pengabdian telah mengetahui peranan fisik hutan mangrove dalam melindungi pantai dari abrasi dan meningkat menjadi 100 % setelah kegiatan. Selanjutnya sebelum penyuluhan masih ada sekitar 10% peserta yang belum mengetahui mangrove dapat ditanam melalui buah dan bibit, menjadi 100 % mengetahuinya setelah penyuluhan. Sebagian besar peserta ini merupakan petani yang lahannya terabrasi maka ada sekitar 60% peserta belum mengetahui fungsi biologi hutan mangrove sebagai tempat hidup berbagai biota perairan, namun setelah dijelaskan menjadi semuanya (100%) dapat mengetahuinya. Pada akhir kegiatan semua peserta (100%) menyatakan kegiatan pengabdian bermanfaat untuk menambah pemahamannya tentang peranan mangrove, sehingga keberadaan mangrove sangat penting untuk melindungi pantai dari abrasi.
PENDAMPINGAN DIAGNOSA DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA) DI KELURAHAN DELIMA, PEKANBARU Elfina, Yetti; Muhammad Ali; Roy Ibrahim
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/28b1en58

Abstract

Tanaman hias merupakan termasuk komoditas hortikultura yang mamapu dikembangkan dan berpotensi dikembangakan di Indonesia. Budidaya tanaman hias dapat menjadi peluang usaha dan dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tanaman hias Sansevieria merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai tanaman hias baik di dalam maupun di luar rumah karena berbagai warna dan bentuk daunnya. Apabila tanaman hias Sansevieria pada bagian daun terserang penyakit akan menurunkan kualitas dan kuantitas. Belum adanya informasi tentang penyakit yang menginfeksi tanaman hias Sanseviera di lokasi pengabdian Taman Bunga Baginda Sedayu Flower, padahal informasi tentang penyakit tanaman hias ini sangat penting sehingga perlu dilakukan pendampingan usaha tani tanaman hias dalam mendiagnosis penyakit tanaman hias Sanseviera. Pengabdian dalam pendampingan usaha tani ini bertujuaan memberikan pengetahuan tentang penyakit tanamann Sanseviera, diagnosis penyakit, alternatif pengendalian yang dapat dilakukan serta evaluasi kegiatan. Pendampingan usaha tani yang telah dilakukan mengalami peningkatan pemahaman, terlihat dari peningkatan dari tanya jawab yang dilakukan diakhir pengabdian dan nantinya akan diterapkan dalam meningkatkan usaha tani tanaman hias.
Pendampingan Petani Tanaman Hias de Garden Arifin Ahmad dalam Diagnosa dan Pengendalian Penyakit Tanaman Anggrek Elfina, Yetti; Idwar; Asiah, Nur; Ibrahim, Roy
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i1.136

Abstract

Anggrek menjadi salah satu jenis tanaman hias yang populer digunakan, baik di dalam maupun luar ruangan, karena keindahan warna dan variasi bentuk bunganya. Serangan penyakit pada bagian tanaman dapat menurunkan kualitas dan kuantitasnya, sehingga berdampak pada kerugian ekonomi karena konsumen umumnya enggan membeli tanaman yang terinfeksi. Kurangnya informasi mengenai jenis penyakit yang menyerang tanaman hias, khususnya Anggrek, di lokasi pengabdian de Garden menunjukkan pentingnya dilakukan kegiatan pendampingan. Informasi mengenai penyakit tanaman hias sangat diperlukan guna mendukung upaya diagnosis dan pengendalian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai penyakit pada tanaman Anggrek, cara mendiagnosisnya, pilihan pengendalian yang dapat dilakukan, serta melakukan evaluasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan melakukan penyuluhan, pelatihan, pembuatan petak percontohan dan pretetst serta postest dengan kuisioner. Berdasarkan hasil pretest menunjukkan peserta tidak mampu menjawab 15% dari pertanyaan yang diajukan pada kuisioner kemudian setelah dilakukan pendampingan dilakukan posttest dan didapatkan peserta telah mampu menjawab dan memahami 80% kuisioner. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, yang tercermin dari hasil sesi tanya jawab di akhir kegiatan, dan dapat diimplementasikan untuk mendukung pengembangan usaha tani tanaman hias. Pendampingan yang dilakukan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan petani tentang hama dan penyakit dan cara pengendalian dengan sistem pengendalian hama terpadu.
Uji Kemampuan Bacillus spp. dalam Menghambat Ganoderma boninense Pat. Penyebab Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit Secara in Vitro Elfina, Yetti; Sukendi, Sukendi; Efriyeldi, Efriyeldi; Sutikno, Agus
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1816

Abstract

Penyakit busuk batang akar (BPB) merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan menurunnya efisiensi kelapa sawit. BPB disebabkan oleh Ganoderma boninense Pat. Alternatif pengendalian penyakit ini yang dapat dilakukan adalah dengan pengendalian hayati menggunakan Bacillus spp, karena bersifat ramah lingkungan.. Tujuan penelitian untuk menguji kemampuan Bacillus spp.  yang dapat menghambat G. boninense dan menentukan kap Bacillus spp. dalam mempengaruhi morfologi G. boninense penyebab BPB pada kelapa sawit secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimen dan terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan, yaitu: tanpa Bacillus spp., Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus cereus, Bacillus pseudomycoides, Bacillus velezensis 1, Bacillus velezensis 2, Bacillus velezensis 3. Data  hasil pengamatan dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% menggunakan program SPSS versi 25. Data hasil pengamatan yang diperoleh dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus spp. yaitu B. amyloliquefaciens, B. cereus,  B. pseudomycoides, B. velezensis 1, B. velezensis 2 dan B. velezensis 3 mampu menghambat G. boninense namun 3 Bacillus spp. yaitu B. cereus, B. pseudomycoides dan B. amyloliquefaciens tidak mampu menghasilkan zona hambat. B. velezensis 2 lebih baik dalam menghambat G. boninense dengan daya hambat 78,05%, zona hambat 58,8%, daya hambat filtrat 92,49%. Bacillus spp. mampu mempengaruhi karakteristik makroskopis dan mikroskopis G. boninense, dapat menyebabkan G. boninense tidak mampu menghasilkan konidia serta dapat menghambat perkecambahan spora G.boninense. 
Identifikasi Morfologi Jamur Penyebab Penyakit Busuk Tandan Kelapa Sawit dan Uji Konsentrasi Kitosan Terhadap Jamur Tersebut Secara in Vitro Yetti Elfina; Irfandri; Aisyah Sabirunah; Dimas Wijayanto; Herhadi Solihin; Iswandi; Rizki Bintang Ramadhan Harahap
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i3.56213

Abstract

Fruit bunch rot disease on oil palms can cause a decrease in oil palm productivity in Riau Province. An alternative to controlling oil palm bunch rot disease can be using an organic fungicide, namely chitosan. Research aims to identify the causes of oil palm bunch rot disease and test the effect of chitosan concentration in inhibiting this fungus in vitro. The treatments in this study were several concentrations of chitosan (K) consisting of: K0 = Chitosan 0 g.l-1; K1 = Chitosan 2.5 g.l-1; K2= Chitosan 5 g.l-1; K3 = Chitosan 7.5 g.l-1; K4 = Chitosan 10 g.l-1. The chitosan application was analyzed statistically using variance based on the F test at the 5% level using the SPSS application. Research results The cause of oil palm bunch rot disease in Pongkai Village, District XIII Koto Kampar, Kampar Regency, Riau is Marasmius palmivorus based on its morphology. Providing concentrated chitosan able to inhibit the growth of Marasmius palmivorus in vitro. Chitosan concentrations of 2.5 g.l-1, 5 g.l-1, 7.5 g.l-1, 10 g.l-1 able to inhibit the growth of the fungus Marasmius palmivorus with respective inhibitions of 36.52%, 45.68%, 50.55 %, 64.16%, The higher the chitosan concentration, greater the inhibition of fungal growth that occurs.
IDENTIFIKASI PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI MERAH (Capsicum annuum) DAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens) DI KELURAHAN AGROWISATA, KECAMATAN RUMBAI BARAT Ibrahim, Roy; Alhaviz, Alhaviz; Safitri, Dian; Elfina, Yetti; Zafitra, Zafitra
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 13 No. 5 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v13i5.6828

Abstract

Anthracnose is one of the main diseases in chili plants that causes a decrease in the quality and quantity of the harvest. This study aims to identify anthracnose disease in red chili (Capsicum annuum) and cayenne pepper (Capsicum frutescens) in Agrowisata Village, West Rumbai District. Observations were made through observation of symptoms in the field, pathogen isolation, and identification of colony and conidia morphology. The results of the observations showed the presence of typical anthracnose symptoms in the form of circular necrotic spots, dark sunken lesions, and rot on the fruit. Pathogen isolation on PDA media showed variations in colony color in both isolate sources, namely gray and peach in red chili and white and gray in cayenne pepper. Microscopic observations showed cylindrical conidia with both ends fusiform, according to the characteristics of Colletotrichum acutatum. Thus, it can be concluded that anthracnose disease in both types of chili is caused by C. acutatum. These findings are expected to be the basis for developing a more effective and sustainable disease control strategy for chili cultivation in the region.
APLIKASI BERBAGAI DOSIS BIOKOMPOS MAGGOT-BACILLUS BERBASIS SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DALAM MENGENDALIKAN Fusarium oxysporum PADA PERSEMAIAN BAWANG MERAH: APPLICATION OF SEVERAL DOSES OF HOUSEHOLD ORGANIC WASTE-BASED MAGGOT–BACILLUS BIOCOMPOST FOR CONTROLLING Fusarium oxysporum IN SHALLOT SEEDLINGS Hakiki, Arif Fashli; Elfina, Yetti
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.2.2

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan sehari-hari. Produktivitas bawang merah di Provinsi Riau masih rendah karena kurangnya kesuburan tanah dan tingginya kerugian panen akibat penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh F. oxysporum. Alternatif pengendalian penyakit rebah kecambah yang lebih ramah lingkungan adalah menggunakan biokompos sampah organik rumah tangga yang diperkaya larva/maggot lalat tentara hitam (Hermetia illucens) sebagai dekomposer dan agens hayati B. velezensis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aplikasi biokompos maggot bacillus (maba) berbasis sampah organik rumah tangga (SORT) dan menentukan dosis yang efektif dalam mengendalikan F. oxysporum pada bibit bawang merah. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga diperoleh 28 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biokompos maggot–Bacillus berbasis SORT mampu mengendalikan F. oxysporum penyebab rebah kecambah pada persemaian bawang merah. Dosis biokompos maggot–Bacillus berbasis SORT sebesar 12 ton/ha merupakan dosis yang paling efektif dalam mengendalikan F. oxysporum karena mampu meperlambat munculnya gejala pertama, menurunkan persentase bibit terinfeksi sebelum muncul di atas permukaan tanah, serta meningkatkan bobot segar dan bobot kering bibit tanaman.