Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Effect of Storytelling Intervention on the Mental Health of Preschool Children Chatarina Suryaningsih; Nadyah Faadhillah Husain
Journal of Public Health Sciences Vol. 5 No. 02 (2026): In Press - Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.002219

Abstract

Every year, around 24.6% of children aged 0-17 years in the world experience mental health problems. One of the efforts to improve mental health is the introduction of reading from an early age through storytelling. The purpose of this study is to analyze the effect of storytelling intervention on mental health in preschool children. This research uses a Quasi-experimental design through the Nonequivalent Control Group Design approach. Sampling used the total sampling technique with a total of 61 children enrolled in Kartika VIII-42 Cimahi Kindergarten. Data were obtained using the Strength Difficulties Questionnaire. The tests used were the dependent t-test and the independent t-test. The results of the study were obtained in the intervention group; the mean before the intervention was 8.88 and the mean after the intervention was 6.69. In the control group, the mean before the intervention was 10.41 and the mean after the intervention was 10.69. The results of the independent t-test obtained a p-value after intervention in both groups of 0.002 (α < 0.05); there was a difference in mental health after intervention in the intervention group and the control group. It is hoped that storytelling will be used as a promotional effort in improving children's mental health, and the school will make storytelling activities a routine activity in helping children to improve their mental health from an early age.
Integrasi pendidikan gizi, kebersihan, dan regulasi emosi untuk kesehatan anak usia dini di PAUD pasca-pandemi Chatarina Suryaningsih; Endry Septiadi; Glady Haiqa Aurellia
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1170400

Abstract

Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan kesehatan holistik anak usia dini di lembaga PAUD perkotaan pascapandemi, dengan fokus pada gizi, kebersihan, dan regulasi emosi. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efektivitas model pembelajaran tematik integratif yang menggabungkan ketiga aspek tersebut dalam kurikulum PAUD. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran dengan desain konvergen paralel untuk memperoleh pemahaman komprehensif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pengukuran status gizi (indikator IMT/U), perilaku kebersihan (frekuensi cuci tangan), dan regulasi emosi (skala keterampilan sosial–emosional), sebelum dan sesudah intervensi pada 186 anak usia 3–6 tahun dari tujuh PAUD di Bandung Raya. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan FGD dengan guru, kepala sekolah, serta orang tua, lalu dianalisis tematik untuk menafsirkan dinamika implementasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik (p < 0,05): pengetahuan gizi (+23%), praktik cuci tangan sebelum makan (+41%), dan keterampilan regulasi emosi (+18%). Analisis kualitatif mengungkap tantangan berupa keterbatasan waktu pembelajaran, keterampilan pedagogis guru, serta sarana sanitasi. Integrasi data menunjukkan bahwa peningkatan perilaku anak lebih optimal ketika didukung oleh pelatihan guru berjenjang, modul tematik sederhana, serta keterlibatan orang tua melalui aktivitas berbasis rumah. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan model integrasi kesehatan holistik dalam kurikulum PAUD yang aplikatif di konteks perkotaan Indonesia. Implikasi praktis mencakup perlunya penguatan kapasitas guru, dukungan kebijakan lokal, serta kolaborasi lintas sektor (PAUD, Posyandu, BKB) untuk memastikan keberlanjutan.
Pengaruh Program Mentorship Terhadap Kompetensi Pengkajian Keperawatan Perawat Klinis I di RSPAD Gatot Soebroto Hermayanti Hermayanti; Iin Inayah; Fauziah Rudhiati; Chatarina Suryaningsih; Lilis Rohayani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63120

Abstract

Kompetensi pengkajian keperawatan merupakan kemampuan fundamental yang menjadi dasar proses keperawatan. Perawat Klinis I (PK I) berada pada tahap awal pengembangan kompetensi klinis sehingga memerlukan pembimbingan terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program mentorship terhadap kompetensi pengkajian keperawatan PK I di RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group melibatkan 48 PK I yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=24) dan kontrol (n=24). Kelompok intervensi memperoleh program mentorship selama 4 minggu, sedangkan kelompok kontrol menjalani pembinaan rutin. Kompetensi diukur menggunakan instrumen 20 butir yang telah divalidasi (I-CVI=1,00; S-CVI=1,00). Data yang belum memenuhi asumsi normalitas dilakukan reflected logarithmic transformation. Analisis menggunakan paired t-test dan independent t-test. Rata-rata skor kelompok intervensi meningkat dari 65,75±7,46 menjadi 96,08±2,12, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 65,08±7,66 menjadi 88,42±3,75. Paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna antara pretest dan posttest pada kedua kelompok (p<0,001). Independent t-test menunjukkan perbedaan bermakna pada skor posttest antara kelompok intervensi dan kontrol (p<0,001), dengan rata-rata kelompok intervensi lebih tinggi. Program mentorship berpengaruh terhadap kompetensi pengkajian keperawatan PK I dan dapat dipertimbangkan sebagai strategi pembinaan klinis untuk mendukung pengembangan kompetensi perawat.
Perbandingan Mecfix Support dan Konvensional Terhadap Penyembuhan Luka Pada Anak Post Operasi Posterior Sagittal Anorectoplasty (PSARP) di Ruang Perawatan Lantai 1 Paviliun Ade Irma Suryani Rspad Gatot Soebroto Hamimah Hamimah; Budiman Budiman; Fauziah Rudhiati; Dyna Apriany; Chatarina Suryaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63165

Abstract

Anak pascaoperasi Posterior Sagittal Anorectoplasty (PSARP) memiliki risiko gangguan penyembuhan luka karena lokasi luka berada pada area perineum yang rentan terhadap kontaminasi, kelembapan, gesekan, dan gangguan stabilitas. MECFIX Support dikembangkan sebagai alat fiksasi untuk mempertahankan posisi ekstremitas bawah, mengurangi tarikan mekanik pada luka, serta memberikan perlindungan selama proses penyembuhan. Mengetahui perbandingan MECFIX Support dan perawatan konvensional terhadap penyembuhan luka pada anak post operasi PSARP di Ruang Perawatan Lantai 1 Paviliun Ade Irma Suryani RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi experimental with control group design. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang dibagi menjadi kelompok MECFIX Support dan kelompok perawatan konvensional, masing-masing 17 responden. Penyembuhan luka diukur menggunakan instrumen REEDA melalui pengukuran pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji statistik nonparametrik Mann-Whitney. Rata-rata skor penyembuhan luka pada kelompok MECFIX Support mengalami penurunan dari 10,41 (SD 3,280) menjadi 3,12 (SD 1,269). Kelompok konvensional mengalami peningkatan dari 10,41 (SD 2,425) menjadi 12,35 (SD 2,668). Uji pengaruh MECFIX Support menunjukkan hasil signifikan (p=0,000). Uji perbedaan setelah intervensi menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok MECFIX Support dan konvensional (p=0,000), dengan mean rank kelompok MECFIX Support sebesar 9,00 dan kelompok konvensional sebesar 26,00. MECFIX Support berpengaruh signifikan dan memberikan hasil penyembuhan luka yang lebih baik dibandingkan perawatan konvensional pada anak post operasi PSARP di RSPAD Gatot Soebroto. MECFIX Support dapat dipertimbangkan sebagai alternatif metode fiksasi dalam mendukung stabilitas, perlindungan, dan proses penyembuhan luka post operasi PSARP pada anak.
Co-Authors Aat Sriati Abd Rahman Acep Hasan Achmad Setya Roswendi Ahmad Taufik Muliyana Ambar Sulianti, Ambar Anzani, Windi Wulan Argi Virgona Bangun Budiman Budiman D. Dela Rosa, Ronnell Dewi Amir, Mayasyanti Dewi Umu Kulsum Dewi Umu Kulsum Dini Mariani Dwi Hastuti Dwi Hastuti Dyna Apriany Dyna Apriany Emerson Aliswag Endry Septiadi Esteve Adrian Estiva Fauziah Rudhiati Fauziah Rudhiati Fides Adiviso Fitri Anggraeni Galih Jatnika Galuh Dyah Arum Pawesti Glady Haiqa Aurellia Hamimah Hamimah Hemi Fitriani Henny Suzana Mediani Herlina Febriyani, Putri Herlina Herlina Hermayanti Hermayanti Hikmat Rudyana Hikmat Rudyana Iin Inayah Iin Inayah Imelisa, Rahmi Inggit Risma Waluya Iqbal Sanjaya2 Ismafiaty Ismafiaty Juju Juhaeriah Juju Juhaeriah Kiki Gustryanti Laksono Trisnantoro Lilis Rohayani Lina Safarina Lina Safarina M. Budi Santoso Mark Santos Meivi Sesanelvira Michael Aggari Muhammad Budi Santoso Muhammad Fadli Nur Mulyati, Rini Musri Nadirawati Nadirawati Nadirawati Nadirawati Nadirawati Nadyah Faadhillah Husain Novi Nuraeni Nunung Nurjanah Nunung Nurjanah Nunung Nurjanah Oyoh Padila Padila Paulus Subiyanto Pawesti, Galuh Dyah Arum Rahmi Imelisa Rini Mulyati Rini Mulyati Rini Mulyati Rismaya, Via Ritha Melanie Sartika, Siti Setiawati Setiawati Setiawati Siti Sartika Siti Zulva Soleha Hendarsyah Sri Wulandari Novianti Sri Wulandari Novianti Sri Wulandari Novianti Suharjiman Suharjiman Suharjiman Suharjiman Susilowati Susilowati Syam Gunawan` Umu Kulsum, Dewi Virgona Bangun, Argi Wiwin Afridianti Yudistira, Andi Yuswandi Yuswandi