Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KANDUNGAN ASAP CAIR TERHADAP OKSIDASI LEMAK IKAN TERI GALER (Stolephorus indicus) ASIN KERING SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Shadillah Sekar Pratiwi; Fronthea Swastawati; Akhmad Suhaeli Fahmi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.6744

Abstract

Ikan teri asin kering merupakan ikan yang diolah dengan proses penggaraman dan pengeringan. Proses pengeringan pada ikan teri asin mengakibatkan kandungan asam lemak tidak jenuh mudah teroksidasi akibat suhu yang digunakan. Penambahan asap cair sebagai antioksidan mampu menghambat oksidasi lemak ikan teri asin kering selama penyimpanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan asap cair terhadap laju oksidasi ikan teri galer asin kering selama penyimpanan suhu ruang. Penelitian ini bersifat experimental laboratories dengan rancangan split plot in time dengan 2 faktor, yakni perlakuan tanpa asap cair dan penambahan asap cair konsentrasi 6% sebagai main plot, serta lama waktu penyimpanan (0, 7, 14 dan 21 hari) sebagai sub plot. Data kadar air, aktivitas air, kadar garam, kadar lemak, dan thiobarbituric acid (tba) dianalisis menggunakan uji ANOVA, jika terdapat interaksi antar perlakuan, dilakukan uji lanjut dengan Beda Nyata Jujur (BNJ). Data Uji Organoleptik dianalisis menggunakan metode Kruskal-Wallis, jika terdapat interaksi antar perlakuan, dilakukan uji lanjut Mann-Whitney. Ikan teri galer asin kering dengan penambahan asap cair konsentrasi 6% dapat menekan oksidasi lemak hingga hari ke-21 dengan kadar air 30,22±1,28 %; aktivitas air 0,74±0,03; kadar garam 7,61±0,42 %; kadar lemak 3,88±0,05 %; dan nilai TBA 0,33±0,07 mg Malonaldehid/kg.
ANALISIS KUALITAS DENDENG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS DAN KONSENTRASI GULA Bayu Fajar Nugraha; Sumardianto Sumardianto; Slamet Suharto; Fronthea Swastawati; Retno Ayu Kurniasih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2021.13146

Abstract

Dendeng merupakan pengawetan bahan makanan semi basah yang dibuat dari daging atau ikan, berbentuk tipis dan lebar, dibumbui dan dikeringkan. Informasi jenis dan konsentrasi gula yang tepat pada bumbu dendeng ikan belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu dendeng ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan formulasi yang digunakan, mengetahui pengaruh perbedaan jenis dan konsentrasi gula terhadap karakteristik dendeng ikan nila dan menentukan kombinasi jenis dan konsentrasi gula yang terbaik yang digunakan dalam pengolahan dendeng ikan nila. Penelitian ini bersifat experimental laboratories model Rancangan Acak Faktorial dengan pola 2x2 dan tiga kali pengulangan. Faktor pertama adalah jenis gula, yang terdiri dari gula pasir dan gula aren. Faktor kedua adalah konsentrasi gula, yang terdiri dari 20% dan 25%. Parameter yang diuji yaitu kadar air, Aw, kadar protein, tingkat kesukaan panelis (hedonik), uji warna dan total mikroba. Hasil uji menunjukkan mutu dendeng ikan nila yang dihasilkan dengan formulasi gula yang digunakan telah sesuai dengan persyaratan mutu dendeng, penggunaan perbedaan jenis dan konsentrasi gula berpengaruh nyata (P<5%) pada kadar air, Aw, dan kadar protein, sedangkan hasil yang tidak berbeda nyata ditunjukkan pada tingkat kesukaan panelis pada bau serta tekstur, total mikroba, dan warna. Kombinasi penambahan jenis dan konsentrasi gula terbaik adalah pada penambahan gula pasir sebesar 25% dengan kadar air 16,233% ± 0,24; Aw 0,631 ± 0,004; kadar protein 47,264% ± 0,63; nilai total mikroba 1x104 ; tingkat kecerahan (nilai L) 32,370 ± 4,04; nilai a* 3,997 ± 2,42; nilai b* 1,450 ± 2,32 dan tingkat kesukaan lebih disukai oleh panelis.
PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN CUKA (ASAM ASETAT) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP RESIDU FORMALIN PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) Nur Ikhsan Maulidani; Fronthea Swastawati; Slamet Suharto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9640

Abstract

Udang merupakan komoditas utama bagi perikanan Indonesia. Pendeknya daya simpan udang dan mudahnya udang mengalami penurunan mutu menyebabkan beberapa oknum menggunakan formalin untuk mengawetkan udang dengan cara ilegal. Formalin dapat direduksi dengan menggunakan asam, salah satunya adalah asam asetat. Penggunaan asam asetat diharapkan dapat mengurangi konsentrasi formalin pada udang vaname. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi asam asetat dan konsentrasi asam asetat yang paling efektif untuk mengurangi residu formalin pada udang vaname. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan percobaan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan tiga kali ulangan dengan faktor utama yaitu konsentrasi larutan asam asetat 6%, 8% dan 10%. Sampel udang vaname direndam dalam formalin 0,5% selama 60 menit, kemudian sampel direndam ke dalam larutan cuka dengan konsentrasi 6%, 8%, 10% serta kontrol tanpa perendaman asam asetat selama 60 menit. Parameter pengujian yang dilakukan adalah uji kuantitatif formalin, TVBN, pH, kadar air, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang vaname yang direndam dengan larutan cuka asam asetat 10% berpengaruh nyata terhadap nilai kuantitas formalin, TVBN, pH, kadar air, dan organoleptik dengan hasil kuantitas formalin (0,02±0,00), TVBN (13,74±1), pH (5,49±0,04), kadar air (80,08±0,2), dan organoleptik (kenampakan 7,30±0,46, bau 7,37±0,55, tekstur 7,33±0,47). Perendaman larutan cuka asam asetat 10% lebih efektif untuk menurunkan residu formalin pada udang vaname.
EFEK PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN ASAP CAIR KULIT DURIAN TERHADAP KUALITAS IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) ASAP Siti Khamidah; Fronthea Swastawati; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.5241

Abstract

Ikan manyung merupakan ikan berdaging putih yang banyak dijadikan sebagai bahan baku pembuatan ikan asap. Ikan asap dapat diproses menggunakan asap cair. Salah satu asap cair yang dapat digunakan yaitu asap cair kulit durian. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh lama perendaman asap cair kulit durian terhadap kualitas ikan manyung asap. Penelitian ini disusun dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan lama perendaman dalam asap cair kulit durian yang berbeda (0, 30, 60, dan 90 menit) dengan konsentrasi asap cair 5%. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji sensori, kadar lemak, kadar protein, kadar air, kadar abu, kandungan lisin, kadar fenol,  uji TPC (Total Plate Count), dan uji pH. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukan perlakuan lama perendaman 90 menit memberikan hasil terbaik dengan nilai sensori yaitu 8,56 ≤ μ ≤ 8,84, nilai kadar lemak 5,80±0,19%, kadar protein sebesar 83,68±0,02%, kadar air sebesar 48,31±0,17%, kadar abu tertinggi sebesar 6,86±0,12%, lisin sebesar 0,909±0,002%, fenol sebesar 349,23±11,59 ppm, nilai TPC sebesar 4,243±0,012 cfu/g, dan nilai pH sebesar 6,55±0,09. Penggunaan asap cair kulit durian dengan lama perendaman yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai sensori, kadar lemak, kadar protein, kadar air, kandungan lisin, kadar fenol, TPC, dan pH, namun, tidak berbeda nyata terhadap nilai kadar abu.
KUALITAS IKAN LAYANG (Decapterus sp.) ASIN ASAP DENGAN PERBEDAAN LAMA WAKTU PENGERINGAN Selvy Anita Br Perangin-angin; Retno Ayu Kurniasih; Fronthea Swastawati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2021.13143

Abstract

Ikan layang asin asap merupakan produk olahan dengan proses penggaraman, perendaman dalam asap cair, dan pengeringan. Asap cair dapat meningkatkan cita rasa, aroma, dan daya awet ikan. Proses pengeringan berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan nilai ekonomis ikan asin. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan yang berbeda terhadap kualitas ikan layang asin asap dan menentukan lama pengeringan terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbedaan lama waktu pengeringan (8, 12, dan 16 jam) dengan 3 kali ulangan. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar lisin, TPC dan sensori. Lama waktu pengeringan yang berbeda pada ikan layang asin asap mempunyai pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar lisin, dan sensori (kenampakan, bau, rasa dan tekstur). Hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05) ditunjukkan pada TPC dan sensori parameter jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengeringan pada ikan layang asin asap akan meningkatkan nilai kadar lemak, protein, dan sensori. Pengeringan ikan layang selama 16 jam memiliki kualitas yang terbaik dinilai dari kadar air 35,11%; kadar lemak 9,08%; kadar protein 56,96%; lisin 0,75%; TPC 4,043 cfu/g dan nilai sensori 8,47 < µ < 8,73.
Profil Asam Lemak dan Kolesterol Ikan Bandeng Asap dengan Asap Cair Bonggol Jagung dan Pengaruhnya terhadap Profil Lipid Tikus Wistar Aryanti Indah Setyastuti; Yudhomenggolo Sastro Darmanto; Fronthea Swastawati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.172 KB)

Abstract

Aplikasi asap cair bonggol jagung pada ikan bandeng asap dinilai mampu mempertahankan asam lemak tak jenuh yang berperan dalam menurunkan kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi lama perendaman 12 jam (L1); 24 jam (L2) dan perbedaan suhu pemanasan 800 (T1); 900 (T2); 1000 (T3) terhadap profil asam lemak serta pengaruh pemberian ikan bandeng asap (kontrol; 15 g; 20 g; dan 25 g) terhadap profil lipid tikus wistar. Analisa yang dilakukan adalah profil asam lemak; dan profil lipid tikus wistar (kolesterol, trigliserida, HDL, dan LDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ikan bandeng asap, terdeteksi asam lemak omega-6 (asam linoleat) sebesar 0,87% (pada L1T3); omega-3 sebesar 1,97% (pada L1T1); 1,76% (pada L1T2); 5,92% (pada L1T3); 0% (pada L2T1); 0% (pada L2T2); dan 4,14% (pada L2T3); omega-9 (asam oleat) sebesar 45,35% (pada L1T1); 37,8% (pada L1T2); 39,42% (pada L1T3); 43,11 (pada L2T1); 40% (pada L2T2); dan 33,16% (pada L2T3). Pemberian ikan bandeng asap pada tikus wistar memberikan dampak terhadap nilai kolesterol, trigliserida, HDL, dan LDL. Perlakuan pengolahan ikan bandeng asap tidak menunjukkan pengaruh terhadap nilai organoleptik ikan bandeng asap.
Efek Perbedaan Suhu dan Lama Pengasapan terhadap Kualitas Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) Cabut Duri Asap Dwi Yanuar Budi Prasetyo; Yudhomenggolo Sastro Darmanto; Fronthea Swastawati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.663 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v4i3.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama waktu pengasapan terhadap kualitas ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) cabut duri asap. Ikan bandeng cabut duri dibagi menjadi 9 grup direndam dalam larutan asap cair sekam padi 5% dan larutan garam 5% selama 30 menit kemudian ditiriskan pada suhu ruang selama ± 1 jam. Ikan bandeng yang telah direndam kemudian dimasukkan ke dalam oven dan dipanaskan pada suhu (S1=40°C, S2=60°C, S3=80°C) selama (T1=1jam, T2=2jam, T3=3jam). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kerpercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan suhu dan lamapengasapan memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kualitas ikan bandeng cabut duri asap. Kualitas terbaik didapatkan pada perlakuan 60°C selama 2 jam dengan nilai ketersediaan lisin 2,25%; kadar air 46,66%; protein 34,66%; lemak 10,58%; abu 2,6%; pH 5,6; fenol 635 ppm; kenampakan 3,8; warna 3,7; aroma 3,8; rasa 4,7; dan tekstur 4,7. 
KARAKTERISTIK KUALITAS IKAN ASAP YANG DIPROSES MENGGUNAKAN METODE DAN JENIS IKAN BERBEDA Fronthea Swastawati; Titi Surti; Tri Winarni Agustini; Putut Har Riyadi
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.062 KB) | DOI: 10.17728/jatp.142

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan IPTEK bagi masyarakat dengan memberikan informasi mengenai kualitas ikan asap yang diproses menggunakan smoking cabinet dan tungku tradisional. Penggunaan smoking cabinet dan tungku tradisional diharapkan dapat menjadi alternatif metode pengasapan yang ramah lingkungan, tidak menimbulkan bahaya karsinogen, serta menghasilkan kualitas ikan asap yang baik. Dalam penelitian ini, menggunakan jenis ikan lele  (Clarias batrachus) (L) dan patin (Pangasius pangasius) (P) karena banyak dijumpai di Indonesia dan sering diolah menjadi ikan asap. Sampel ikan diasapi menggunakan smoking cabinet (LSC dan PSC) dan tungku tradisional (LTr dan PTr), kemudian dilakukan analisa mengenai kualitas ikan asap meliputi organoleptik, analisa proksimat (kadar protein, lemak, air, dan abu), pH, kandungan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) terutama Benzo (α) Pyrene (BαP), senyawa karbonil meliputi phenol, asam organik, dan formaldehid. Rancangan penelitian ini menggunakan pola faktorial 2x2x2, meliputi perbedaan metode pengasapan dan jenis ikan dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pengasapan dan jenis ikan memberikan perbedaan sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai proksimat (kadar protein, lemak, air, abu).   Kandungan phenol, formaldehid, dan asam organik yang lebih tinggi adalah menggunakan tungku. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua metode pengasapan dan jenis ikan tersebut dapat diterapkan untuk pengolahan pengasapan ikan meskipun terdapat kecenderungan karakteristik yang spesifik pada produk yang dihasilkan dalam hal kenampakan, bau, tekstur dan rasa.
PEMANFAATAN BAHAN ALAMI UNTUK MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger neglectus) Eko Susanto; Tri W. Agustini; Fronthea Swastawati; Titi Surti; Akhmad S. Fahmi; Mahmud F. Albar; Muhammad K. Nafis
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.3063

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan sosor bebek dan jahe merah sebagai bahan pengawet alami ikan serta mencari rasio terbaik ikan dan es pada penanganan ikan kembung. Penelitian ini memanfaatkan daun sosor bebek (Kalanchoe pinnata Lamk.Pers) dan jahe merah (Zingiber officinalle var. Amarum) sebagai pengawet alami pada ikan kembung (Rastrelliger neglectus) yang didinginkan dengan perbandingan ikan dan es yang berbeda. Perlakuan pada penelitian ini adalah perlakuan sosor bebek 20% dan jahe merah 9%. Ikan kembung disimpan dalam rasio ikan dan es yang berbeda (1:1 (kontrol), 1:1, 3:1, 5:1 (dengan perlakuan bahan alami) selama 12 hari. Parameter yang diamati adalah perubahan organoleptik, TPC, dan TVBN. Perlakuan terbaik dihasilkan dari perlakuan rasio ikan dan es 1:1. Kedua bahan alami dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperpanjang shelf-life ikan kembung.
Shelf Life of Tilapia (Oreochromis niloticus) Dumplings with addition of Bagasse Liquid Smoke during Storage at Chilling Temperature (±5°C) Eka Handayani; Fronthea Swastawati; Laras Rianingsih
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.344 KB) | DOI: 10.22146/jfs.42017

Abstract

Tilapia (Oreochromis niloticus) can be used to process fish dumplings. Tilapia dumplings are susceptible to microbiological quality deterioration so that the shelf life is low. The liquid smoke of bagasse contains phenol, acid, and carbonyl that can be used as natural preservatives to extend the shelf life of fish dumplings. The aim of this study was to determine the effect of adding bagasse liquid smoke to the quality and shelf life of tilapia dumplings by treating the concentration of liquid smoke stored in chilling temperatures (±5°C). The material used tilapia and bagasse liquid smoke. The experimental method used split-plot in time 2 factors, differences concentration of liquid smoke (0% and 2.5%) and storage time (0, 5, 10, 15, 20 days) with 3 repetitions. The testing parameters of fish dumplings are a sensory test, total phenol, TPC, TVBN, and pH. Non-parametric data were analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney for further test. Parametric data were analyzed using ANOVA and BNJ for further test. The result shows that tilapia dumplings without the addition of liquid smoke rejected on the 10th day with a sensory value 5.63±0.47; total phenol 102.04±0.00; TPC 5.2×104±0.01CFU/g; and pH 7.42±0.08 while according TVBN value rejected on the 5th day with 15.13±0.64 mg/100g. Tilapia dumplings with addition of 2,5% liquid smoke rejected on the 15th day with an sensory value 5.87±0.45; total phenol 116.85±0.01; TPC 5.4×104±0.01CFU/g; TVBN 18.82±0.84 mg/100g and pH 7.33±0.10. Bagasse liquid smoke can increase the shelf life of tilapia dumplings up to 10 days during chilling storage.
Co-Authors - Sumardianto A Nova Zulfahmi A Suhaeli Fahmi Abdul Syakur Abiza Winner Natanael Aditya Nugroho Agus Tri Setyo Wicaksono Ahmad Nur Isnaeni Ahmad Sofie Thariq Akhmad S. Fahmi Ambaryanto Ambaryanto Aninditya Artina Setiaputri apri dwi anggo Arvianto, Arif Alpha Bagus Furqon Hadi Putera Bambang Cahyono Bayu Fajar Nugraha Bayu Kumayanjati Candra Ardianto Catur Sekarsari Defita Faridlotus Shalihah Dheni Rossarie Dheni Rossarie Dian Wijayanto Diana Chilmawati Diana Melantina Diana Nur Afifah, Diana Nur Dina Shofa Istifada Eka Handayani Eko Susanto Eko Susanto Etika Ratna Noer Faishal, Imam Farraz Farhan Alfarobi Karim Feniya Zulfa, Feniya Galih Mahendra Gunawan Wibisono Hanggoro Dwi Hutomo, Hanggoro Dwi Hasthi, Saputra Hersanti Sulistyaningrum Hilmi, Muhammad Zuhal Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikhtiar Dian Seni Budiarti, Ikhtiar Dian Seni Ima Wijayanti Insani Artati Zendrato Ismi Lailani Syarafina Jundissami', Muhammad Laras Rianingsih Lilin Budiati Ma'ruf, Widodo Farid Mahmud F. Albar Manurung, Hendro J Marchelia Putri Maria Mexitalia Maulina Tiara Megawati Mekarsari, Tri Kinasih Wahyu Mohammad Ainun Najih Muflihatul Muniroh Muhammad K. Nafis Muhammad Khalid Nashiruddin, Muhammad Khalid Namaskara, Fadhillah Sanitya Nidaul Fauziah Nur Ikhsan Maulidani Nur Muttaqien Zuhri Pamungkas, Rizki Ade Putra Prasetyo, Dwi Yanuar Budi Pudyastuti Anggit N Purnamayati, Lukita Putut Har Riyadi Putut Har Riyadi Retno Ayu Kurniasih Rina Indiarti Riza Yuniarti Rizky Amalia Ramadayanti Rizky Yanuari Rofi Rifki Ghazali Romadhon Romadhon Rosihun, Muhammad Sarrah Nadhifah Azmy Selvy Anita Br Perangin-angin Setyastuti, Aryanti Indah Shadillah Sekar Pratiwi Siti Khamidah Sitoresmi, Riris Slamet Suharto Slamet Suharto, Slamet Sumartini Sumartini Suminto Suminto Titi Surti Titi Surti Titi Surti Tri W. Agustini Tri Winarni Agustini Tri Winarni Agustini Valiant Widiyanto Widodo Farid Ma'ruf Widyaningsih, Nur Wijayanti, Ph.D, Ima Winda Intansari Windah Delima Lestari Siagian, Windah Delima Lestari y S Darmanto Y. S. Darmanto Y. S. Darmanto Y.S. Darmanto YS Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yusuf Satria Pratama