Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin

INTEGRASI TEOLOGI ISLAM, SUFISME, DAN RASIONALISME HARUN NASUTION Ermagusti, Ermagusti; Syafrial, Syafrial; Tri Hadi, Rahmad
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 21 No. 1 (2022): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.197 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v21i1.237

Abstract

This article describes the integration of Islamic theology, Sufism, and rationalism from Harun Nasution's Islamic thought. The more developed human life and way of thinking, the more advanced science and paradigm. Of course, one science and another will be interrelated and related. However, in current developments, scientific developments experience a dichotomy of scientific hegemony. The cause of this observation is to investigate the combination of technological know-how and any other in order that its miles were hoping that it will likely be greater complete, systematic, and comprehensive to observe Harun Nasution's Islamic thought. The study's approach used is a descriptive-analytical technique with bayani (observation/text analysis), irfani (intuitionism), and burhani (rationalism), also, data from articles, books, and various other research results in various literary magazines. The results of the study show that: First, bayani (text observation/analysis) emphasizes the authority of texts/nash (al-Qur'an and Hadith) and is justified by the instinct of concluding (istidlal). Thus, Islamic theology is the authority for textual on the role of reason in confirming matters related to matters of religiosity or human religiosity. Second, irfani (intuitionism; Sufism) emphasizes the knowledge obtained through the irradiation of the essence by God to His servant (kasyf) according to love-based spiritual training (riyadhah). Third, burhani (rationalism) is a means of confirmation of sources originating from texts, social and religious realities or beliefs, as well as intuitive or inner experiences. Thus, the three sources are integrated and have relevant values ​​to the life of modern Indonesian society.   Artikel ini menjelaskan tentang integrasi teologi Islam, sufisme, dan rasionalisme dari pemikiran Islam Harun Nasution. Semakin berkembangnya kehidupan dan cara berpikir manusia, maka semakin berkembang pula keilmuan dan paradigmanya. Tentu, antara satu ilmu dengan keilmuan lainnya akan saling berkaitan dan berhubungan. Namun, pada perkembangan saat ini, perkembangan keilmuan justru mengalami dikotomi atau hegemoni keilmuan. Tujuan penelitian ini menganalisis integrasi antara satu keilmuan dengan keilmuan lainnya, supaya diharapkan lebih utuh, sistematis dan komprehensif untuk meneropong pemikiran Islam Harun Nasution. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analisis dengan pendekatan bayani (observasi/analisis teks), irfani (intuisisme), dan burhani (rasionalisme), dan data diperoleh menurut aneka macam literatur artikel jurnal, buku, dan aneka macam output penelitian lainnya. Hasil penelitian mengambarkan bahwa: Pertama, bayani (observasi/analisis teks) yang menekankan dalam otoritas teks/nash (al-Qur’an dan hadis) dan dijustifikasi sang insting penarikan kesimpulan (istidlal). Maka, teologi Islam menjadi otoritas keterangan nash terhadap kiprah logika pikiran pada mengkonfirmasi hal-hal yang terkait menggunakan soal-soal keberagamaan atau religiusitas manusia. Kedua, irfani (intuisisme; sufisme) yang menekankan dalam pengetahuan yang diperoleh lewat penyinaran hakikat sang Tuhan pada hamba-Nya (kasyf) sesudah adanya olah ruhani (riyadhah) yang dilakukan atas dasar cinta. Ketiga, burhani (rasionalisme;) sebagai alat konfirmasi atas sumber yang berasal dari nash, realitas sosial dan keagamaan atau keyakinan, serta pengalaman intuitif atau batiniah. Sehingga, ketiga sumber tersebut saling terintegrasi satu sama lainnya, dan mempunyai nilai relevansi dengan kehidupan masyarakat modern Indonesia.
Co-Authors Abdul Kadir Abdul Razak Abdul Wahib Muhaimin Adib Alfalah Al Qorni, Lulut Ugi Wais Ali, Ririn Fujiarti Amelia Annisahaq Amelia, Rizca Andes Permadi Andika Prabowo Anggita, Amalia Annisa Rahmi, Annisa Apriani, Irna Apriliani, Rini Trisda Arif, Alya Fairuzi Asihing Kustanti Aulia, Selli Awangdani, Rezky Ayu Azaky, Andri Budi Setiawan Charlina, Charlina Charlina, Charlina Defliyanto Dewi, Gusmina Diana Sari Dini Nuraeni, Dini Djoko Koestiono Doni Setiawan Dwi Retno Andriani Eko Nopiyanto, Yahya Elmustian, Elmustian Elmustian, Elmustian Eltias, Yumna Ermagusti Ermagusti Fahriyah Fahriyah Fiona Sarah Musfita Firdaus, Mohammad Wahyu Fitri, Febti Aulia Fitriani, Resty Anindita Frederica, Frederica Fuadah, Alisa Durrotul Hadi Rumadi Hadi, Arief Rahman Hafiidha, Laila Nur Harbani, Arif Hari Mulya, Okta Harianti Chan, Tina Hasianthy Hutauruk, Sonia Nelly Hasibuan, Amir Fauzan Martua Hasnah Faizah AR Hery Toiba I Gusti Bagus Wiksuana Ibrahim Ibrahim Indriani, Tria Insanistyo, Bayu Ipa Sari Kardi Julio Warmansyah Kadir, Intan Saluwa A M. Nur Mustafa Ma'ruf, Zulfan Firdaus Maharani, Intan Mega Mangatur Sinaga Mangatur Sinaga Sinaga, Mangatur Sinaga Maria, Desri Ida Mochammad Muslich Mustadjab Muthiah Abda Azizah, Muthiah Abda Muzny, Ilmy Mulky Nelsa, Widya Nitami, Rodiah Noor Rizkiyah Nopiyanto, yahya eko Nugroho Tanda W. Nugroho, Tri Wahyu Nugroho Nuhfil Hanani Nur Ocvanny Amir Nurfadila Nurfadila, Nurfadila Nurhikmah Nurhikmah Nurul Fajar Muslimah Ningrum Nurul Fatimah Oddie Barnanda Rizky Oki Rasdana Prabowo, Jamaludin Adi Prihantini, Campina Illa Rangga Setiawan Ratya Anindita Rikatsih, Nindynar Rina, Sapta Rinaldi, Ego Riyanti Isaskar Roifah, Fathia Rosihan Asmara S, Ririn Deviyanti Sani, Evina Nahdiya Septian Raibowo SRI RAHAYU Sugihartono, Tono Suhardoyo, Favian Arsyi Suhartini Suhartini Sujarwo Sujarwo Sukmawati, Diana Ayu Suldin, Suldin Sutisyana, ari Syahrani, Rezki Puteri Tiara Dika Ashari, Tiara Dika Tri Hadi, Rahmad Ulfa, Risky Yanti Vantoria, Vantoria Vioryza Balgies Pangestika, Vioryza Balgies Wahyuni, Ulfa Warjito Warjito, Warjito Wayan Firdaus Mahmudy Wiwit Widyawati Yahya Eko Nopiyanto Yanti, Ulfa Nurazhari Yeni, Seppi Yundari, Yundari Yusma, Maili Zainuddin Zakki Faizin Fitrianto Zulhaini, Zulhaini