Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Psychological Capital Terhadap Kesiapan Untuk Berubah Pada Driver Online -, Uswah Tri Utami; Appulembang, Yeni Anna
Psychology Journal of Mental Health Vol 3 No 1 (2021): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.69 KB) | DOI: 10.32539/pjmh.v3i1.53

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psychological capital terhadap kesiapan untuk berubah pada driver online di PT.Gojek Indonesia. Hipotesis dari penelitian yaitu ada peran psychological capital terhadap kesiapan untuk berubah pada driver online. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 200 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis insidental sampling. Penelitian ini menggunakan dua buah skala, yakni skala psychological capital yang mengacu pada dimensi dari Luthans, Youssef dan Avolio (2007) dan skala kesiapan untuk berubah yang mengacu pada dimensi dari Holt, Armenakis, Feild dan Harris (2007). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai R square = 0,021, F = 4,327 dan p = 0,038 (p<0,05). Hasil menunjukkan bahwa psychological capital memiliki peran yang signifikan terhadap kesiapan untuk berubah. Dimana kontribusi psychological capital terhadap kesiapan untuk berubah sebesar 2,1%. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima. Kata kunci: Psychological Capital Terhadap Kesiapan Untuk Berubah Abstract. This study aims to determine the role of psychological capital toward readiness to change on online drivers at PT Gojek Indonesia. The hypothesis of the study is role for psychological capital toward the readiness to change. Participants in this study were 200 driver. The sampling technique used is non-probability sampling in the form of incidental samplingThis study uses two scales as a measuring instrument, Which was a psychological capital scale that referred to the dimensions of Luthans, Youssef and Avolio (2007) and the readiness to change scale that referred to the dimensions of Holt, Armenakis, Feild and Harris (2007). Data analyzed using simple regression. The result of simple regression show R square = 0,021, F = 4,327and p = 0,038 (p<0,05). This result means that psychological capital has a significant role toward readiness to change. Thus the hypothesis is accepted and psychological capital contribution toward readiness to change is 2,1%. Keywords: Psychological Capital, Readiness to Change
KONSELING KELOMPOK UNTUK MENURUNKAN STRESS AKADEMIK MAHASISWA TINGKAT AKHIR Elsa Fadhila Rahmi; Appulembang, Yeni Anna
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 2 No. 2 (2023): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v2i2.55

Abstract

Berbagai macam tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa baik terkait akademik maupun non akademik. Salah satu tantangan yang berat ketika mahasiswa sudah berada pada tingkat akhir. Mahasiswa dituntut untuk bisa mengerjakan tugas akhir atau skripsi dan juga melakukan Praktek Kerja Nyata di Lapangan (PKL). Ketidakmampuan pemenuhan tuntutan akademik ini pada akhirnya memicu reaksi fisik, perilaku, pikiran, dan emosi negatif. Apabila tidak diatasi dengan baik, maka dapat berujung kepada distres dan memperburuk kondisi akademik mahasiswa. Asesmen yang dilakukan adalah survei Google Formulir dan wawancara kepada Mahasiswa oleh karena itu, dalam pengabdian masyarakat ini, peneliti memberikan berupa konseling kelompok dan webinar dengan tujuan agar mahasiswa memahami permasalahan akademiknya dan mengetahui solusi yang baik untuk mengatasinya agar tidak mengarah kepada distress. Adapun teknik-teknik konseling kelompok yang digunakan dalam penelitian ini adalah person-centered yang mencakup acceptance, respect, understanding, reassurance, reflection of feeling, restatement. Sebagai hasil dari intervensi yang telah dilakukan, dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah diberikannya intervensi menggunakan skala stress akademik ESSA. Dari hasil pengukuran terlihat adanya perbedaan dimana subjek yang awalnya memiliki skor stres akademik yang tinggi mengalami penurunan. Hasil ini juga ditemukan penurunan skor stres akademik pada masing-masing subjek. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Stress Akademik, Mahasiswa Tingkat Akhir Abstract Various kinds of challenges are faced by students both academic and non-academic. One of the tough challenges is when students are at the final level. Students are required to be able to do their final project or thesis and also do Real Work Practice in the Field (PKL). This inability to meet academic demands ultimately triggers negative physical, behavioral, thoughtful, and emotional reactions. If not handled properly, it can lead to stress and worsen students' academic conditions. The assessment carried out is a Google Form survey and interviews with students, therefore, in this community service, researchers provide group counseling and webinars with the aim that students understand their academic problems and know good solutions to overcome them so as not to lead to distress. The group counseling techniques used in this study are person-centered which includes acceptance, respect, understanding, reassurance, reflection of feelings, and restatement. As a result of the intervention, measurements were made before and after the intervention using the ESSA academic stress scale. From the measurement results, it can be seen that there is a difference where subjects who initially have high academic stress scores have decreased. These results also found a decrease in academic stress scores in each subject. Keywords: group counseling, stress academic, final year
Peningkatan Pemahaman Orang Tua dalam Penilaian Status Gizi pada Anak Rizona, Firnaliza; Appulembang, Yeni Anna; Rahmawati, Fuji; Citra, Viona Fracellia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v3i2.2397

Abstract

Ketidakseimbangan status gizi anak baik gizi kurang maupun gizi lebih menjadi masalah yang dihadapi sebagian besar negara saat ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan orang tua yaitu melakukan deteksi dini status gizi pada anak. Namun masih banyak orang tua yang belum memahami cara penilaian status gizi pada anak. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah orang tua dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang cara penilaian status gizi pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan ceramah dan demonstrasi untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang cara penilaian status gizi. Hasil kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pemahaman orang tua tentang cara menentukan status gizi anak. Berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan keluarga dalam hal ini orang tua dapat memberikan peran optimal untuk mendukung anak agar dapat berperilaku sehat sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya obesitas.
Konseling Kelompok Untuk Menurunkan Stress Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Appulembang, Yeni Anna; Rahmi, Elsa Fadhila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i4.5117

Abstract

Berbagai macam tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa baik terkait akademik maupun non akademik. Salah satu tantangan yang berat ketika mahasiswa sudah berada pada tingkat akhir. Mahasiswa dituntut untuk bisa mengerjakan tugas akhir atau skripsi dan juga melakukan Praktek Kerja Nyata di Lapangan (PKL). Ketidakmampuan pemenuhan tuntutan akademik ini pada akhirnya memicu reaksi fisik, perilaku, pikiran, dan emosi negatif. Apabila tidak diatasi dengan baik, maka dapat berujung kepada distres dan memperburuk kondisi akademik mahasiswa. Asesmen yang dilakukan adalah survei Google Formulir dan wawancara kepada Mahasiswa oleh karena itu, dalam pengabdian masyarakat ini, peneliti memberikan berupa konseling kelompok dan webinar dengan tujuan agar mahasiswa memahami permasalahan akademiknya dan mengetahui solusi yang baik untuk mengatasinya agar tidak mengarah kepada distress. Adapun teknik-teknik konseling kelompok yang digunakan dalam penelitian ini adalah person-centered yang mencakup acceptance, respect, understanding, reassurance, reflection of feeling, restatement. Sebagai hasil dari intervensi yang telah dilakukan, dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah diberikannya intervensi menggunakan skala stress akademik ESSA. Dari hasil pengukuran terlihat adanya perbedaan dimana subjek yang awalnya memiliki skor stres akademik yang tinggi mengalami penurunan. Hasil ini juga ditemukan penurunan skor stres akademik pada masing-masing subjek. Selain itu, penurunan nilai mean antara pretest dan posttest. Dimana mean skor pretest adalah 48,80 dan mean skor posttest adalah 40,40.
Alexithymia dengan adult attachment: Sampel pada penyintas kekerasan dalam rumah tangga yang sedang berpacaran Appulembang, Yeni Anna; Tarigan, Angeline Zefany; Nugroho, Indra Prapto; Wijaya, Novtria Rahmadita
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v6i1.28550

Abstract

Attachment pada dewasa biasanya ada pada pasangan yang berperan sebagai figur lekat yang dikenal dengan adult attachment. Penelitian ini ingin menguji hubungan antara alexithymia dengan adulth attachment pada anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sedang dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui uji korelasional. Populasi penelitian berusia 18-40 tahun, sedang berpacaran, pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga saat usia di bawah 18 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel penelitian sebanyak 108. Alat ukur yang digunakan yaitu alexithymia dan adulth attachment. Alexithymia terdiri dari tiga dimensi yaitu difficulty identifying feelings, externally oriented cognitive style of thinking, difficulty describing feeling. Variabel adulth attachment terdiri dari dua dimensi yaitu anxious attachment dan avoidance attachment. Berdasarkan uji korelasi dengan Spearman Rank antara alexithymia dengan anxious attachment diperoleh nilai r sebesar 0,205 dan nilai p sebesar 0,034 (p<0,05) yang bermakna terdapat hubungan positif. Berikutnya antara alexithymia dengan avoidance attachment diperoleh nilai r sebesar 0,205 dan nilai p sebesar 0,004 (p< 0,05) yang bermakna terdapat hubungan positif. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara alexithymia dengan anxious attachment, begitupula terdapat hubungan positif antara alexithymia dengan avoidance attachment.
Penyuluhan Kesehatan melalui Permainan Edukasi dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Anak tentang Makanan Sehat dan Gizi Seimbang Rizona, Firnaliza; Appulembang, Yeni Anna; Rahmawati, Fuji; Aprilia, Zesi; Padiana, Rijal Akbar Difa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v4i2.4582

Abstract

Jumlah anak sekolah yang menderita permasalahan gizi seperti obesitas, stunting, dan wasting semakin meningkat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman tentang bagaimana menyediakan makanan yang sehat dan mengandung komposisi gizi yang seimbang untuk anak sesuai usianya. Selain orang tua yang menyediakan makanan untuk anak, anak sendiri harus memiliki pengetahuan yang baik tentang makanan apa yang baik untuk mereka konsumsi. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah anak sekolah dasar dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang makanan sehat dan gizi seimbang melalui penyuluhan Kesehatan yang dilakukan melalui permainan edukasi. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan ceramah sebagai pengantar dengan media leaflet dan dilanjutkan dengan edukasi melalui permainan yang dimodifikasi dari permainan monopoli tentang makanan sehat dan gizi seimbang. Hasil kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan anak sekolah tentang makanan sehat dan gizi seimbang. Berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan anak lebih memiliki kesadaran dalam memilih makanan sehat setelah mengetahui makanan sehat dan gizi seimbang yang dapat membuat anak terhindar dari permasalahan gizi.
Optimalisasi Dukungan Orang Tua dalam Upaya Pencegahan Obesitas pada Siswa Rizona, Firnaliza; Appulembang, Yeni Anna; Rahmawati, Fuji; Purwanto, Sigit; Latifin, Khoirul
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4781

Abstract

Obesitas terus menjadi masalah gizi yang terus meningkat dari tahun ke tahun salah satunya terjadi pada anak usia sekolah. Dukungan keluarga dalam upaya pencegahan obesitas pada anak sangat diperlukan terutama dalam mencegah anak melakukan perilaku yang tidak sehat. Namun masih banyak orang tua yang tidak tahu dan tidak peduli untuk mendukung anak agar terhindar dari kelebihan berat badan ini.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan dukungan orang tua dalam membantu pencegahan obesitas pada anak. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah orang tua siswa sekolah dasar untuk meningkatkan dukungan keluarga tentang obesitas pada anak. Kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi kelompok terfokus dan ceramah. Sasaran sebanyak 20 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan orang tua tentang obesitas sebelum dan setelah dilakukan kegiatan. Berdasarkan kegiatan ini diharapkan agar orang tua dapat mengoptimalkan perannya dalam membantu siswa berperilaku yang sehat terutama dalam upaya mencegah terjadinya obesitas karena anak masih bergantung pada orang tua dalam menentukan pilihan untuk berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
KETERHUBUNGAN SOSIAL DAN KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN: PENGARUHNYA TERHADAP MENCARI BANTUAN AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENYUSUN SKRIPSI Nugroho, Indra Prapto; Appulembang, Yeni Anna; Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Alfath, Esa Arsyiatul
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v7i1.2786

Abstract

Proses penyusunan skripsi merupakan fase krusial dalam pendidikan tinggi yang sering menimbulkan tekanan akademik pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterhubungan sosial dan ketakutan akan kegagalan terhadap perilaku mencari bantuan akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Perilaku mencari bantuan akademik didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk mencari dukungan atau bantuan dalam menyelesaikan tugas akademik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda. Responden penelitian melibatkan 200 mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani proses penyusunan skripsi. Hasil analisis regresi menunjukkan data nilai R Square 0,294 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan keterhubungan sosial dan ketakutan akan kegagalan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku mencari bantuan akademik. Implikasi penelitian menunjukan pentingnya mahasiswa dengan tingkat ketakutan akan kegagalan yang tinggi untuk dapat menggunakan rasa takut sebagai pendorong untuk lebih aktif mencari bantuan akademik. Institusi Pendidikan dan Pembimbing akademik perlu menyediakan ruang komunikasi bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan saling memberikan dukungan, baik secara formal melalui konseling akademik, maupun secara informal melalui sesi berbagi pengalaman, pelatihan dan mentoring.
Edukasi Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Sikap Anak tentang Konsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang: Health Education as an Effort to Improve Children's Attitudes about Consuming Food with Balanced Nutrition Rizona, Firnaliza; Appulembang, Yeni Anna; Rahmawati, Fuji; Aprilia, Zesi; Citra, Viona Fracellia; Padiana, Rijal Akbar Difa
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 6 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i6.8768

Abstract

Nowadays, many schoolchildren suffer from nutritional problems such as obesity, stunting, and wasting. One of the causes is the lack of understanding and attitude of children in determining food consumption with balanced nutrition. In addition to parents taking care of their children's nutrition, children themselves also need to have the right attitude about what food is good for them. The target of this activity is elementary school children as many as 30 students to improve children's attitudes about food with balanced nutrition through health education conducted through lectures using leaflets and monopoly educational games. The results of this activity are an increase in the attitude of elementary school students about food with balanced nutrition, namely with an attitude in the good category before education by 40% increasing to 83.33% with a good category attitude. Based on this community service activity, it is hoped that children will be more appropriate in choosing foods with balanced nutrition so that it is hoped that nutritional problems in children can be reduced.
Menelisik Kecemasan Sosial dengan Social Networking Site (SNS) Addiction Pada Gen Z Appulembang, Yeni Anna; Fadhli, Muhammad; Fikri, Muhammad Zainal
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19053

Abstract

Rapid technological development has led to an increase in internet users, which in turn has spurred the emergence of numerous Social Networking Sites (SNS). High SNS usage is often associated with social anxiety. This study was conducted on Generation Z social media users who spend more than 4 hours a day using social media. The study included 250 subjects, employing an incidental sampling technique. Two psychological measurement tools were used in this study: The Social Anxiety Scale for Social Media Users (SAS-SMU) for social anxiety, and the Social Networking Addiction Scale (SNAS) for Social Networking Site addiction. Based on the research results, a p-value of 0.000 (<0.05) was obtained. These results indicate that social anxiety played a role in social networking site addiction by 46.5%, with the remainder influenced by other factors. This study recommends the importance of not using social media excessively, as it can have detrimental psychological effects on individuals. _____________________________________________________________Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan meningkatnya pengguna internet, hal ini yang melatarbelakangi munculnya sejumlah Social Networking Sites (SNS). Tingginya penggunaan SNS seringkali dikaitkan dengan social anxiety. Penelitian ini dilakukan pada generasi Z pengguna media sosial, menggunakan media sosial lebih dari 4 jam sehari. Jumlah subyek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 250 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel, insidental sampling. Alat ukur psikologi yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu kecemasan sosial menggunakan Social Anxiety Scale for Social Media Users (SAS-SMU) dan Social Networking Site addiction (SNS) menggunakan Social Networking Addiction Scale (SNAS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai nilai p sebesar 0,000 (<0,05), hasil ini menunjukkan bahwa ada peran kecemasan sosial dalam kecanduan situs jejaring sosial sebesar 46,5%, dan sisanya dipengaruhi faktor lain. Penelitian ini, merekomendasikan bahwa pentingnya untuk menggunakan media sosial secara tidak berlebihan karena dapat memberikan dampak yang buruk terhadap psikologis individu.