Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Academic Burnout pada Mahasiswa yang Menjalani Pembelajaran Online Budiarti, Bellina Widya; Appulembang, Yeni Anna
Psychology Journal of Mental Health Vol 3 No 1 (2021): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.804 KB) | DOI: 10.32539/pjmh.v3i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peran hardiness terhadap academic burnout pada mahasiswa yang menjalani pembelajaran online di Kota Palembang. Hipotesis dari penelitian yaitu ada peran hardiness terhadap academic burnout. Responden pada penelitian ini berjumlah 200 mahasiswa angkatan 2018, 2019, dan 2020 yang menjalani pembelajaran online di kota Palembang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidental. Penelitian ini menggunakan dua buah skala utama sebagai alat ukur, yakni skala academic burnout yang mengacu pada dimensi dari Schaufeli, Martínez, Pinto, Salanova, dan Barker (2002) dan skala hardiness yang mengacu pada aspek Kobasa, Maddi, dan Kahn (1982). Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R square = 0,383 dan p = 0,000 (p<0,05). Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa hardiness memiliki peran yang signifikan terhadap academic burnout. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.
Psychological Capital Terhadap Kesiapan Untuk Berubah Pada Driver Online -, Uswah Tri Utami; Appulembang, Yeni Anna
Psychology Journal of Mental Health Vol 3 No 1 (2021): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.69 KB) | DOI: 10.32539/pjmh.v3i1.53

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psychological capital terhadap kesiapan untuk berubah pada driver online di PT.Gojek Indonesia. Hipotesis dari penelitian yaitu ada peran psychological capital terhadap kesiapan untuk berubah pada driver online. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 200 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis insidental sampling. Penelitian ini menggunakan dua buah skala, yakni skala psychological capital yang mengacu pada dimensi dari Luthans, Youssef dan Avolio (2007) dan skala kesiapan untuk berubah yang mengacu pada dimensi dari Holt, Armenakis, Feild dan Harris (2007). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai R square = 0,021, F = 4,327 dan p = 0,038 (p<0,05). Hasil menunjukkan bahwa psychological capital memiliki peran yang signifikan terhadap kesiapan untuk berubah. Dimana kontribusi psychological capital terhadap kesiapan untuk berubah sebesar 2,1%. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima. Kata kunci: Psychological Capital Terhadap Kesiapan Untuk Berubah Abstract. This study aims to determine the role of psychological capital toward readiness to change on online drivers at PT Gojek Indonesia. The hypothesis of the study is role for psychological capital toward the readiness to change. Participants in this study were 200 driver. The sampling technique used is non-probability sampling in the form of incidental samplingThis study uses two scales as a measuring instrument, Which was a psychological capital scale that referred to the dimensions of Luthans, Youssef and Avolio (2007) and the readiness to change scale that referred to the dimensions of Holt, Armenakis, Feild and Harris (2007). Data analyzed using simple regression. The result of simple regression show R square = 0,021, F = 4,327and p = 0,038 (p<0,05). This result means that psychological capital has a significant role toward readiness to change. Thus the hypothesis is accepted and psychological capital contribution toward readiness to change is 2,1%. Keywords: Psychological Capital, Readiness to Change
KONSELING KELOMPOK UNTUK MENURUNKAN STRESS AKADEMIK MAHASISWA TINGKAT AKHIR Elsa Fadhila Rahmi; Appulembang, Yeni Anna
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 2 No. 2 (2023): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v2i2.55

Abstract

Berbagai macam tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa baik terkait akademik maupun non akademik. Salah satu tantangan yang berat ketika mahasiswa sudah berada pada tingkat akhir. Mahasiswa dituntut untuk bisa mengerjakan tugas akhir atau skripsi dan juga melakukan Praktek Kerja Nyata di Lapangan (PKL). Ketidakmampuan pemenuhan tuntutan akademik ini pada akhirnya memicu reaksi fisik, perilaku, pikiran, dan emosi negatif. Apabila tidak diatasi dengan baik, maka dapat berujung kepada distres dan memperburuk kondisi akademik mahasiswa. Asesmen yang dilakukan adalah survei Google Formulir dan wawancara kepada Mahasiswa oleh karena itu, dalam pengabdian masyarakat ini, peneliti memberikan berupa konseling kelompok dan webinar dengan tujuan agar mahasiswa memahami permasalahan akademiknya dan mengetahui solusi yang baik untuk mengatasinya agar tidak mengarah kepada distress. Adapun teknik-teknik konseling kelompok yang digunakan dalam penelitian ini adalah person-centered yang mencakup acceptance, respect, understanding, reassurance, reflection of feeling, restatement. Sebagai hasil dari intervensi yang telah dilakukan, dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah diberikannya intervensi menggunakan skala stress akademik ESSA. Dari hasil pengukuran terlihat adanya perbedaan dimana subjek yang awalnya memiliki skor stres akademik yang tinggi mengalami penurunan. Hasil ini juga ditemukan penurunan skor stres akademik pada masing-masing subjek. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Stress Akademik, Mahasiswa Tingkat Akhir Abstract Various kinds of challenges are faced by students both academic and non-academic. One of the tough challenges is when students are at the final level. Students are required to be able to do their final project or thesis and also do Real Work Practice in the Field (PKL). This inability to meet academic demands ultimately triggers negative physical, behavioral, thoughtful, and emotional reactions. If not handled properly, it can lead to stress and worsen students' academic conditions. The assessment carried out is a Google Form survey and interviews with students, therefore, in this community service, researchers provide group counseling and webinars with the aim that students understand their academic problems and know good solutions to overcome them so as not to lead to distress. The group counseling techniques used in this study are person-centered which includes acceptance, respect, understanding, reassurance, reflection of feelings, and restatement. As a result of the intervention, measurements were made before and after the intervention using the ESSA academic stress scale. From the measurement results, it can be seen that there is a difference where subjects who initially have high academic stress scores have decreased. These results also found a decrease in academic stress scores in each subject. Keywords: group counseling, stress academic, final year
Peningkatan Pemahaman Orang Tua dalam Penilaian Status Gizi pada Anak Rizona, Firnaliza; Appulembang, Yeni Anna; Rahmawati, Fuji; Citra, Viona Fracellia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v3i2.2397

Abstract

Ketidakseimbangan status gizi anak baik gizi kurang maupun gizi lebih menjadi masalah yang dihadapi sebagian besar negara saat ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan orang tua yaitu melakukan deteksi dini status gizi pada anak. Namun masih banyak orang tua yang belum memahami cara penilaian status gizi pada anak. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah orang tua dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang cara penilaian status gizi pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan ceramah dan demonstrasi untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang cara penilaian status gizi. Hasil kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pemahaman orang tua tentang cara menentukan status gizi anak. Berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan keluarga dalam hal ini orang tua dapat memberikan peran optimal untuk mendukung anak agar dapat berperilaku sehat sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya obesitas.
Konseling Kelompok Untuk Menurunkan Stress Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Appulembang, Yeni Anna; Rahmi, Elsa Fadhila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i4.5117

Abstract

Berbagai macam tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa baik terkait akademik maupun non akademik. Salah satu tantangan yang berat ketika mahasiswa sudah berada pada tingkat akhir. Mahasiswa dituntut untuk bisa mengerjakan tugas akhir atau skripsi dan juga melakukan Praktek Kerja Nyata di Lapangan (PKL). Ketidakmampuan pemenuhan tuntutan akademik ini pada akhirnya memicu reaksi fisik, perilaku, pikiran, dan emosi negatif. Apabila tidak diatasi dengan baik, maka dapat berujung kepada distres dan memperburuk kondisi akademik mahasiswa. Asesmen yang dilakukan adalah survei Google Formulir dan wawancara kepada Mahasiswa oleh karena itu, dalam pengabdian masyarakat ini, peneliti memberikan berupa konseling kelompok dan webinar dengan tujuan agar mahasiswa memahami permasalahan akademiknya dan mengetahui solusi yang baik untuk mengatasinya agar tidak mengarah kepada distress. Adapun teknik-teknik konseling kelompok yang digunakan dalam penelitian ini adalah person-centered yang mencakup acceptance, respect, understanding, reassurance, reflection of feeling, restatement. Sebagai hasil dari intervensi yang telah dilakukan, dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah diberikannya intervensi menggunakan skala stress akademik ESSA. Dari hasil pengukuran terlihat adanya perbedaan dimana subjek yang awalnya memiliki skor stres akademik yang tinggi mengalami penurunan. Hasil ini juga ditemukan penurunan skor stres akademik pada masing-masing subjek. Selain itu, penurunan nilai mean antara pretest dan posttest. Dimana mean skor pretest adalah 48,80 dan mean skor posttest adalah 40,40.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KECERDASAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TUAH NEGERI KABUPATEN MUSI RAWAS Puspita, Tari; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Appulembang, Yeni Anna
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v16i2 Desember.737

Abstract

Latar Belakang: Setiap anak berhak untuk mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak karena masa depan bangsa dan dunia ini tergantung kepada mereka. Akan tetapi banyak anak yang tidak mendapatkan hak dalam hal kasih sayang, gizi, perlindungan, keamanan serta kebutuhan untuk hidup dan berkembang. Sekitar 10 juta anak meninggal sebelum usia 10 tahun dan lebih dari 200 juta anak tidak berkembang sesuai potensi mereka, karena adanya kesalahan dalam pengasuhan yang merupakan kebutuhan dasar bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Pola asuh orang tua berperan besar terhadap perkembangan kecerdasan anak. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kecerdasan pada anak Sekolah Dasar di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87 secara random dari anak sekolah dasar di SDN Lubuk Rumbai dan Simpang Semambang Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Data karekteristik anak dan orang tua diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data pola asuh diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Tingkat kecerdasan anak diukur dengan metode CFIT. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil:hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 97,2% siswa memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata sedangkan72% siswa yang mendapatkan pola asuh non otoriter, memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata (p=0,007.,OR=13,243). Siswa yang mendapat pola asuh otoriter 13.243 kali beresiko memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Simpulan: terdapat hubungan yang siginifikan (p≤0,05) antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecerdasan siswa SD di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Perlu adanya edukasi terhadap orang tua dalam menerapkan pola asuh pada anak. Pola asuh yang baik akan menghasilkan anak yang cerdas. Anak yang cerdas merupakan investasi bagi orang tua, negara dan bangsa. ABSTRACT Background: Every child has the right to get a decent life and education because the nation's future and the world depend on them. However, many children do not get the rights to affection, nutrition, protection, security and the needs to live and develop. Around 10 million children die before the age of 10 years, and more than 200 million children do not develop according to their potential due to lack of parenting which is a basic need for children to grow and develop optimally. Parenting patterns play a significant role in the development of children's intelligence. Objective: This study analyses the relationship between parenting styles and the level of intelligence in elementary school children in Tuah Negeri District, Musi Rawas Regency. Methods: This research is an analytical observational study using a cross-sectional design with a sample of 87 children taken randomly from elementary school children at SDN Lubuk Rumbai and Simpang Semambang, Tuah Negeri District, Musi Rawas Regency. Data on the characteristics of children and parents were obtained through questionnaires, while data on parenting patterns were obtained through questionnaires and interviews. Children's intelligence level is measured by the CFIT method. Data were analyzed using the chi-square test. Results: This study indicates that 97.2% of students have an intelligence level below the average, while 72% of students who receive non-authoritarian parenting have an intelligence level below the average (p=0.007., OR=13.243). Students who receive authoritarian parenting are 13,243 times at risk of having a below-average intelligence level. Conclusion: there is a significant relationship (p≤0.05) between parenting patterns and the level of intelligence of elementary school students in Tuah Negeri District, Musi Rawas Regency. There needs to be education for parents in implementing parenting patterns for children. Good parenting will produce intelligent children. Intelligent children are an investment for parents, country and nation.
Alexithymia dengan adult attachment: Sampel pada penyintas kekerasan dalam rumah tangga yang sedang berpacaran Appulembang, Yeni Anna; Tarigan, Angeline Zefany; Nugroho, Indra Prapto; Wijaya, Novtria Rahmadita
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v6i1.28550

Abstract

Attachment pada dewasa biasanya ada pada pasangan yang berperan sebagai figur lekat yang dikenal dengan adult attachment. Penelitian ini ingin menguji hubungan antara alexithymia dengan adulth attachment pada anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sedang dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui uji korelasional. Populasi penelitian berusia 18-40 tahun, sedang berpacaran, pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga saat usia di bawah 18 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel penelitian sebanyak 108. Alat ukur yang digunakan yaitu alexithymia dan adulth attachment. Alexithymia terdiri dari tiga dimensi yaitu difficulty identifying feelings, externally oriented cognitive style of thinking, difficulty describing feeling. Variabel adulth attachment terdiri dari dua dimensi yaitu anxious attachment dan avoidance attachment. Berdasarkan uji korelasi dengan Spearman Rank antara alexithymia dengan anxious attachment diperoleh nilai r sebesar 0,205 dan nilai p sebesar 0,034 (p<0,05) yang bermakna terdapat hubungan positif. Berikutnya antara alexithymia dengan avoidance attachment diperoleh nilai r sebesar 0,205 dan nilai p sebesar 0,004 (p< 0,05) yang bermakna terdapat hubungan positif. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara alexithymia dengan anxious attachment, begitupula terdapat hubungan positif antara alexithymia dengan avoidance attachment.
Penyuluhan Kesehatan melalui Permainan Edukasi dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Anak tentang Makanan Sehat dan Gizi Seimbang Rizona, Firnaliza; Appulembang, Yeni Anna; Rahmawati, Fuji; Aprilia, Zesi; Padiana, Rijal Akbar Difa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v4i2.4582

Abstract

Jumlah anak sekolah yang menderita permasalahan gizi seperti obesitas, stunting, dan wasting semakin meningkat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman tentang bagaimana menyediakan makanan yang sehat dan mengandung komposisi gizi yang seimbang untuk anak sesuai usianya. Selain orang tua yang menyediakan makanan untuk anak, anak sendiri harus memiliki pengetahuan yang baik tentang makanan apa yang baik untuk mereka konsumsi. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah anak sekolah dasar dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang makanan sehat dan gizi seimbang melalui penyuluhan Kesehatan yang dilakukan melalui permainan edukasi. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan ceramah sebagai pengantar dengan media leaflet dan dilanjutkan dengan edukasi melalui permainan yang dimodifikasi dari permainan monopoli tentang makanan sehat dan gizi seimbang. Hasil kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan anak sekolah tentang makanan sehat dan gizi seimbang. Berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan anak lebih memiliki kesadaran dalam memilih makanan sehat setelah mengetahui makanan sehat dan gizi seimbang yang dapat membuat anak terhindar dari permasalahan gizi.
Optimalisasi Dukungan Orang Tua dalam Upaya Pencegahan Obesitas pada Siswa Rizona, Firnaliza; Appulembang, Yeni Anna; Rahmawati, Fuji; Purwanto, Sigit; Latifin, Khoirul
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4781

Abstract

Obesitas terus menjadi masalah gizi yang terus meningkat dari tahun ke tahun salah satunya terjadi pada anak usia sekolah. Dukungan keluarga dalam upaya pencegahan obesitas pada anak sangat diperlukan terutama dalam mencegah anak melakukan perilaku yang tidak sehat. Namun masih banyak orang tua yang tidak tahu dan tidak peduli untuk mendukung anak agar terhindar dari kelebihan berat badan ini.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan dukungan orang tua dalam membantu pencegahan obesitas pada anak. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah orang tua siswa sekolah dasar untuk meningkatkan dukungan keluarga tentang obesitas pada anak. Kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi kelompok terfokus dan ceramah. Sasaran sebanyak 20 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan orang tua tentang obesitas sebelum dan setelah dilakukan kegiatan. Berdasarkan kegiatan ini diharapkan agar orang tua dapat mengoptimalkan perannya dalam membantu siswa berperilaku yang sehat terutama dalam upaya mencegah terjadinya obesitas karena anak masih bergantung pada orang tua dalam menentukan pilihan untuk berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
KETERHUBUNGAN SOSIAL DAN KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN: PENGARUHNYA TERHADAP MENCARI BANTUAN AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENYUSUN SKRIPSI Nugroho, Indra Prapto; Appulembang, Yeni Anna; Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Alfath, Esa Arsyiatul
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v7i1.2786

Abstract

Proses penyusunan skripsi merupakan fase krusial dalam pendidikan tinggi yang sering menimbulkan tekanan akademik pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterhubungan sosial dan ketakutan akan kegagalan terhadap perilaku mencari bantuan akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Perilaku mencari bantuan akademik didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk mencari dukungan atau bantuan dalam menyelesaikan tugas akademik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda. Responden penelitian melibatkan 200 mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani proses penyusunan skripsi. Hasil analisis regresi menunjukkan data nilai R Square 0,294 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan keterhubungan sosial dan ketakutan akan kegagalan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku mencari bantuan akademik. Implikasi penelitian menunjukan pentingnya mahasiswa dengan tingkat ketakutan akan kegagalan yang tinggi untuk dapat menggunakan rasa takut sebagai pendorong untuk lebih aktif mencari bantuan akademik. Institusi Pendidikan dan Pembimbing akademik perlu menyediakan ruang komunikasi bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan saling memberikan dukungan, baik secara formal melalui konseling akademik, maupun secara informal melalui sesi berbagi pengalaman, pelatihan dan mentoring.