p-Index From 2021 - 2026
10.467
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Jurnal Dedikasi Jurnal Gamma Jurnal Bahasa dan Sastra Asas: Jurnal Sastra Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia BAHASA DAN SASTRA Agrointek Jurnal Teknologi Pertanian agriTECH AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Panggung JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Jurnal Organisasi Dan Manajemen Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Tonil, Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Journal of Community Service and Empowerment Wacana : Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Food Technology and Halal Science Journal Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra MAHADAYA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran DIMASATRA Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi @Artikulasi Panggung Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Refleksi sosial dalam antologi cerpen Kita Susah Tidur sejak Dilahirkan karya Aksan Taqwin Embe Suganda, Nurkalina Pratiwi; Permadi, Tedi; Harini, Yostiani Noor Asmi
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i1.1111

Abstract

This study presents the dominant social reflection category that appears in the short story anthology Kita Susah Tidur sejak Dilahirkan by Aksan Taqwin Embe. Twelve stories are delivered in a light and simple manner, and the topics discussed in each story reflect the circumstances that occur in the real world. This study uses a qualitative descriptive method in the form of a literature study with Alan Swingewood's literary sociology approach. The results of the study show that in the short story anthology Kita Susah Tidur sejak Dilahirkan, four dominant categories of social reflection appear, namely land confiscation in the short stories Hari Muram and Bisikan-Bisikan; violence against women in the short stories Selawat Sepasang Lansia, Bisikan-Bisikan, Anjing yang Menggagalkan Pernikahan, and Menjemput Tubuh; fishermen's lean season in the short stories Menyisir Kematian and Anjing yang Menggagalkan Pernikahan, and gender stereotypes in the short story Pengarang yang Bermartabat. These four categories of social reflection are relevant to the real world because they are reinforced by Alan Swingewood's theory of literary sociology, which sees literary works as social documents and formulates the concept that literary works can be seen as social reflections.
PENCERITAAN DALAM NASKAH DRAMA KANON COVID-19 KARYA EKO TUNAS Suganda, Nurkalina Pratiwi; Yostiani Noor Asmi Harini
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 1 (2023): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami penceritaan dalam naskah drama “Kanon Covid-19” karya Eko Tunas. Penghayatan drama bukan hanya berasal dari menghadiri pementasan saja, melainkan dari pendalaman naskah juga. Salah contohnya adalah melalui kajian struktural. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif berupa studi pustaka dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima elemen struktural: (1) tokoh dan penokohan berupa Angin dan Kunang yang masing-masing memiliki peran dan tujuan yang berbeda, (2) peristiwa yang disebabkan oleh perbedaan tujuan tokoh utama serta alur berupa pengaluran maju, (3) latar dan ruang berupa latar tempat (menara kora dan urban pinggiran yang terbuang), latar waktu (penanda waktu), serta latar suasana (mencekam, menakutkan, mencemaskan, serta menyedihkannya sebuah kesunyian), (4) penggarapan bahasa yang unik karena menggunakan diksi yang berkaitan dengan kehilangan dan kesepian, dan (5) tema berupa kehidupan Kunang dan Angin ketika virus corona mulai menyebar yang kemudian menghadirkan subtema berupa romansa dan politik serta amanat tersirat bahwa manusia sebagai makhluk sosial pasti membutuhkan manusia lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penceritaan dalam naskah drama “Kanon Covid-19” karya Eko Tunas memiliki keunikannya sendiri. Keunikan tersebut ditunjukkan dalam lima elemen struktural hasil penelitian.
Peran Bahasa dalam Interaksi Manusia dan Artificial Intelligence pada Terapi Kesehatan Mental Jatmika Nurhadi; Undang Sudana; Yostiani Noor Asmi Harini; Sri Wiyanti; Atika Rahma Amalia; Helda Nur Azizah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi bahasa yang digunakan oleh Artificial Intelligence (AI) dalam terapi kesehatan mental serta dampaknya terhadap pengalaman terapi pasien. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana AI membangun interaksi kebahasaan dengan pasien dalam konteks terapi kesehatan mental di Indonesia ketika stigma terhadap gangguan psikologis masih menjadi tantangan utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pemanfaatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental, terutama bagi individu yang memiliki keterbatasan dalam mengakses terapis manusia. AI terbukti dapat membantu mengidentifikasi pola perilaku pasien, memberikan umpan balik terkait kondisi psikologis, dan menawarkan strategi manajemen stres yang berbasis kognitif-perilaku. Namun, penelitian juga menemukan bahwa keterbatasan AI dalam mengekspresikan empati dan membangun koneksi emosional dengan pasien menjadi kendala utama dalam efektivitas terapi berbasis AI. Selain itu, tantangan terkait infrastruktur teknologi yang belum merata dan rendahnya literasi digital masih menghambat pemanfaatan AI secara optimal di berbagai wilayah, terutama di Indonesia.
REPRESENTASI LEMAHNYA HUKUM DAN KETIDAKADILAN DI INDONESIA BAGI PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA KARYA WREGAS BHANUTEJA H, Cantika Eka Rahmah; Harini, Yostiani Noor Asmi
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.960

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan representasi lemahnya hukum dan ketidakadilan di Indonesia bagi penyintas kekerasan seksual dalam film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan, ialah analisis isi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis isi menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Penyalin Cahaya memperlihatkan gambaran bagaimana kekerasan kekerasan seksual terjadi tanpa kita sadari dan dilakukan oleh orang terdekat kita. Kekerasan seksual/pelecehan seksual bisa terjadi dimanapun bahkan kapanpun. Dalam penelitian ini, representasi yang muncul selain memberikan gambaran kekerasan seksual, yaitu merepresentasikan adanya bentuk kelemahan hukum dan ketidakadilan bagi penyintas kekerasan seksual terjadi adanya relasi kuasa dan juga ideologi kelas dalam film Penyalin Cahaya. Relasi kuasa terjadi pada pelaku yang mempunyai kuasa yang paling tinggi sehingga korban dibuat bungkam lemah tak berdaya untuk menyuarakan kebenaran.
The Change of Name of Character in the Legend of Nyi Roro Kidul as a Trace of the Spread of Islam at Palabuhanratu Sukabumi Regency Shobah, Fitri Nurul; Durachman, Memen; Harini, Yostiani Noor Asmi
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.836

Abstract

The phenomenon of name changes can be found among public figures and the general public who decide to embrace Islam and change or choose Islamic names as evidence of the spread of Islam. Not only in real life, name changes also occur in legends, one of which is in the legend of Nyi Roro Kidul in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. The purpose of this study is to show the pattern of name changes that can be used as an indicator of the spread of Islam in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. The method used in this study is a qualitative method, with observation and interview techniques. The results of this study found five figures who experienced name changes as part of the spread of Islam in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. This change can be interpreted as a form of cleansing or self-purification. She returned to being a holy or virgin figure, as per the concept tazqiyah in Islam, namely self-purification through a spiritual journey which ultimately took her to a higher level, both in the spiritual aspect and her status as Queen of the South Coast.
Representasi Sifat Kikir dalam Legenda Awal Mula Babakan Aso, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia Setiawan, Janten Hidayat; Harini, Yostiani Noor Asmi; Durachman, Memen
Jurnal Bahastra Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i2.9714

Abstract

This study aims to reveal the representation of miserliness as depicted in the local legend "Awal Mula Babakan Aso Hese Cai" from the Purwakarta region. Employing a qualitative method, the research analyzes the legend’s structure, narrative context, function, and meaning through Todorov’s narrative theory (1975). Data were collected through interviews with local informants and analyzed to uncover the socio-cultural dimensions embedded within the legend. The findings indicate that the miserly character is portrayed negatively, with miserliness presented as a destructive trait that ultimately leads to punishment—in this case, the disappearance of lake water. The legend is deeply rooted in the cultural and oral traditions of Purwakarta, shaped by existing local narratives and transmitted through generations via oral storytelling. Its primary function is didactic, emphasizing moral values and promoting the importance of generosity over selfishness. The meaning embedded within the legend suggests that greed leads to social and environmental consequences, whereas sharing is a virtue upheld by the community. Thus, the legend serves not only as a narrative artifact but also as a reflection of local wisdom and collective moral consciousness.
The Change of Name of Character in the Legend of Nyi Roro Kidul as a Trace of the Spread of Islam at Palabuhanratu Sukabumi Regency Shobah, Fitri Nurul; Durachman, Memen; Harini, Yostiani Noor Asmi
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.836

Abstract

The phenomenon of name changes can be found among public figures and the general public who decide to embrace Islam and change or choose Islamic names as evidence of the spread of Islam. Not only in real life, name changes also occur in legends, one of which is in the legend of Nyi Roro Kidul in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. The purpose of this study is to show the pattern of name changes that can be used as an indicator of the spread of Islam in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. The method used in this study is a qualitative method, with observation and interview techniques. The results of this study found five figures who experienced name changes as part of the spread of Islam in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. This change can be interpreted as a form of cleansing or self-purification. She returned to being a holy or virgin figure, as per the concept tazqiyah in Islam, namely self-purification through a spiritual journey which ultimately took her to a higher level, both in the spiritual aspect and her status as Queen of the South Coast.
REPRESENTASI PELECEHAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA KARYA WREGAS BHANUTEJA Firdaus, Sajidah Al-Lathifah; Harini, Yostiani Noor Asmi; Durachman, Memen
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 21, No 2: September 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v21i2.13547

Abstract

Artikel ini menunjukkan bentuk representasi pelecehan seksual dalam film “Penyalin Cahaya” yang disutradarai Wregas Bhanuteja melalui konotasi, denotasi, dan mitos.  Peneliti menonton, mengidentifikasi, dan memaknai bentuk representasi pelecehal seksual. Terdapat 10 gambar yang representasi pelecehan seksual pada film “Penyalin Cahaya” yaitu konotasi kisah Medusa berambut ular yang memiliki makna khusus pada bahasa Inggris seperti “snake in the grass” yang mengacu pada penipuan dan pengkhianatan juga dilambangkan sebagai makhluk jahat. Selanjutnya denotasi yang lebih sering digunakan yaitu pengambilan gambar dengan medium-shot dengan sudut pandang normal menunjukkan ekspresi dari para pemerannya. Mitos yang dominan adalah sang pelaku dapat melakukan pelecehan seksual kepada siapapun tanpa memandang jenis kelamin, pakaian korban, ataupun perilaku korban.Kata kunci: representasi, pelecehan seksual, film Penyalin Cahaya.
ANALISIS MISE EN SCÈNE DALAM FILM PENDEK TILIK 2018 Usman, Khairunnisa Pratiwi Maulida; Harini, Yostiani Noor Asmi
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 20, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v20i1.9512

Abstract

Film memiliki dua unsur yang dapat mempengaruhi jalan cerita yaitu unsur naratif dan unsur sinematik. Mise En Scene merupakan salah satu elemen dari unsur sinematik pada film, Mise En Scene merupakan segala hal yang terdapat pada pandangan di depan kamera. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui Mise En Scene dalam film pendek berjudul Tilik 2018. Dalam menganalisis film, Mise En Scene sendiri memfokuskan diri pada sesuatu yang ada di depan kamera seperti desain set atau latar, pencahayaan, akting serta pergerakan para aktor. Tilik merupakan salah satu film pendek yang dapat dibahas mengenai 1) bagaimana setting latar yang terdapat pada cerita, 2) bagaimana kostum serta tata rias yang digunakan apakah membuat karakter yang sesuai dengan pemain atau tidak, 3) akting para pemain sudahkan sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak. Hasil akhirnya memfokuskan pada actor Bu Tejo yang sangat mendominasi karakternya. Bu Tejo yang membuat film pendek TILIK ini dapat terkenal karena akting yang bagus dapat membuat para penonton kesal dengan hasil karakternya. Film Tilik merupakan film pendek yang terkemas dengan unik karena cara pengambilan gambar yang hanya begitu saja, namun banyak arti dari setiap scene yang akan dibahas menggunakan elemen Mise En Scene.   Kata Kunci: Mise En Scene, film Tilik, Sinematik Abstract: The film has two elements that can influence the storyline, namely narrative elements and cinematic elements. Mise En Scene is one of the elements of the cinematic element in the film, Mise En Scene is everything that is visible in front of the camera. In analyzing the film, Mise En Scene itself focuses on something that is in front of the camera such as set or background design, lighting, acting and the movements of the actors. Tilik is one of the short films that can be watched to discuss about 1) what is the background setting in the story, 2) how are the costumes and make-up used to make the characters suit the players or not, 3) the acting of the players is in accordance with what is expected or not. The end result focuses on the actor Bu Tejo who really dominates his character. Bu Tejo, who made the short film TILIK, became famous because his good acting made the audience annoyed with his character. Film Tilik is a short film that is uniquely packaged because the way it is shot is just like that, but the many meanings of each scene will be discussed using Mise En Scene elements. Keywords: Mise En Scene, Tilik film, Cinematic
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KOPI EXCELSA DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG MENGGUNAKAN BISNIS MODEL CANVAS Hariri, Rifan; Harini, Noor; Sutawi, Sutawi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i2.10732

Abstract

Excelsa coffee in Wonosalam Subdistrict in terms of profit is still not equal to Arabica and Robusta coffee so there needs to be a development strategy. The purpose of this research is to formulate a business development strategy for Excelsa coffee in Wonosalam Subdistrict. This research uses qualitative research. The sampling technique used was snowball sampling. In the snowball sampling technique, informants gave recommendations to the researchers to interview other informants who understood more about Excelsa coffee in Wonosalam Subdistrict. The results obtained show that the development of Excelsa coffee business in Wonosalam Subdistrict can be done by collaborating with hotels, restaurants, cafes and the local tourism industry, using social media to interact with customers, marketing without going through middlemen, targeting the lower middle class segment of society and there also needs to be another source of income in the form of using coffee plantations as agro-tourism and selling coffee derivative products.
Co-Authors Abiyasa Eka Saputra Achmad Naufal Adi Sutanto Afifa Husna Aghniya Lucky Prasasti Agung Dwi Ahmad Wahyudi Ai Siti Zenab Aisah Aisah Aisya Mardiani Alfajri Ula Ashfarina Alifa Shaliha Tsabita Alifia, Hafidzatu Taslima Amalia, Atika Rahma Ani Rostiyati Annis Mulyani Aprih Santoso Arief Dwinanto Aryani, Arisma Dila Athaya Milda Putri Yuwana Atika Rahma Amalia Audina Aura Sarie Ayu Lestari Azizah, Helda Nur Azka Azkia Amelia Cambara, Hegar Krisna Damat, Damat Desiana Nuriza Putri Desy Rachmatullah Devi Dwi Siskawardani Devi Heryanti Dian Puspita Didik Suhariyanto Dina Srirahayu Dwi Okta Indriani Dwi Pramsiska Dzurotun Nasifah Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elianarni, Dahlia Elsa Yuniarti Ety Setyaningsih Ety Setyaningsih, Ety Fakhri Ahmad Wafi Faradiba Hijriani Harahap Fawwaz Akbar Al Amin Febriyanti, Adinda Kamilah Fiki Herianto Firdaus, Sajidah Al-Lathifah Fitriatusyifa, Maulida Gloriapoerwa, Trixie H, Cantika Eka Rahmah Hanif Alamudin Manshur Hanif Alamudin Mansur Hegar Krisna Cambara Helda Nur Azizah Herlina Diah Ayu Rosita Husna, Afifa Iis Indra Rasyid Julianto Indriyani Indriyani Intan Satia Hotimah Irawan, Tofan Andrew Izzah Nazilatul laili Joko Susilo Utomo Joko Triwanto Kusumawardhana, Gelar Taufiq Lestar, Ayu Listiari Hendraningsih Liza Ni’matul Azizah Ma'mur Saadie Ma'ruf, Muhammad Amar Maulida Fitri Iswari Meisa Arya Putri Gunawan Memen Durachman Moch Wachid Moch Wachid, Moch Moch. Wachid Mochammad Arif Saputra Mochammad Wachid Mujahid, Abdullah Nabila, Jihan Nafidzah Nur Nenden Lilis Aisyah Nova Anggraeni Novaria, Novi Novianti Fitria Rahmadhona NS, Maureen Danysha Nugraha, Robby Nurhadi, Jatmika Nursahila, Belgis Alfia Okta Pringga Pakpahan Oktaviani, Adellia Prasetio, Anggih Puspitasari, Ade Putri Adek Putro Putri Naufal Nurotul Zannah Putri, Elita Mahda Gatra Putri, Zahra Meidina Rahayu Relawati Retno Muji Rahayu Rif'an Hariri Rif'an Hariri Rista Anggriani Rista Anggriani S. Sukardi S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sanjaya, Basanty Pramesthi Setiawan, Janten Hidayat Shandra Berliana Shandra Berliana Shobah, Fitri Nurul Sri Winarsih Sri Wiyanti Suci Sundusiah Sucipto, Hanna Aulia Rahmah Sudana, Undang Suganda, Nurkalina Pratiwi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sutawi Sutawi Sutawi Tabga, Yoseba Tedi Permadi Teguh Setyawan Theresia, Helena Triadi, Rai Bagus Tyas Anugrah Hirgawati Usman, Khairunnisa Pratiwi Maulida Verta Hedyana Vinindika, Nabila Vritta Amroini Wahyudi Vritta Amroini Wahyudi W. Warkoyo Wahid Muhammad Shodiq Wahid Muhammad Shodiq Wahyu Amalia Wahyudi Warkoyo . Wibowo, Yessi Maulidhia Nugrahani Wijayanti, Ervina Dwi Yasmin Nurinbaity Yulianeta Yuniar Sawitri Yuniar Sawitri, Yuniar Zannah, Putri Naufal Nurotul