p-Index From 2021 - 2026
9.525
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Jurnal Dedikasi Jurnal Gamma Jurnal Bahasa dan Sastra Asas: Jurnal Sastra Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia BAHASA DAN SASTRA Agrointek Jurnal Teknologi Pertanian agriTECH Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Panggung JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Jurnal Organisasi Dan Manajemen Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Agroindustrial Technology Journal Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Tonil, Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Attractive : Innovative Education Journal Journal of Community Service and Empowerment Wacana : Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Food Technology and Halal Science Journal Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra MAHADAYA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran DIMASATRA Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia @Artikulasi Panggung Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

The Change of Name of Character in the Legend of Nyi Roro Kidul as a Trace of the Spread of Islam at Palabuhanratu Sukabumi Regency Shobah, Fitri Nurul; Durachman, Memen; Harini, Yostiani Noor Asmi
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.836

Abstract

The phenomenon of name changes can be found among public figures and the general public who decide to embrace Islam and change or choose Islamic names as evidence of the spread of Islam. Not only in real life, name changes also occur in legends, one of which is in the legend of Nyi Roro Kidul in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. The purpose of this study is to show the pattern of name changes that can be used as an indicator of the spread of Islam in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. The method used in this study is a qualitative method, with observation and interview techniques. The results of this study found five figures who experienced name changes as part of the spread of Islam in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. This change can be interpreted as a form of cleansing or self-purification. She returned to being a holy or virgin figure, as per the concept tazqiyah in Islam, namely self-purification through a spiritual journey which ultimately took her to a higher level, both in the spiritual aspect and her status as Queen of the South Coast.
Representasi Sifat Kikir dalam Legenda Awal Mula Babakan Aso, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia Setiawan, Janten Hidayat; Harini, Yostiani Noor Asmi; Durachman, Memen
Jurnal Bahastra Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i2.9714

Abstract

This study aims to reveal the representation of miserliness as depicted in the local legend "Awal Mula Babakan Aso Hese Cai" from the Purwakarta region. Employing a qualitative method, the research analyzes the legend’s structure, narrative context, function, and meaning through Todorov’s narrative theory (1975). Data were collected through interviews with local informants and analyzed to uncover the socio-cultural dimensions embedded within the legend. The findings indicate that the miserly character is portrayed negatively, with miserliness presented as a destructive trait that ultimately leads to punishment—in this case, the disappearance of lake water. The legend is deeply rooted in the cultural and oral traditions of Purwakarta, shaped by existing local narratives and transmitted through generations via oral storytelling. Its primary function is didactic, emphasizing moral values and promoting the importance of generosity over selfishness. The meaning embedded within the legend suggests that greed leads to social and environmental consequences, whereas sharing is a virtue upheld by the community. Thus, the legend serves not only as a narrative artifact but also as a reflection of local wisdom and collective moral consciousness.
The Change of Name of Character in the Legend of Nyi Roro Kidul as a Trace of the Spread of Islam at Palabuhanratu Sukabumi Regency Shobah, Fitri Nurul; Durachman, Memen; Harini, Yostiani Noor Asmi
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.836

Abstract

The phenomenon of name changes can be found among public figures and the general public who decide to embrace Islam and change or choose Islamic names as evidence of the spread of Islam. Not only in real life, name changes also occur in legends, one of which is in the legend of Nyi Roro Kidul in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. The purpose of this study is to show the pattern of name changes that can be used as an indicator of the spread of Islam in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. The method used in this study is a qualitative method, with observation and interview techniques. The results of this study found five figures who experienced name changes as part of the spread of Islam in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. This change can be interpreted as a form of cleansing or self-purification. She returned to being a holy or virgin figure, as per the concept tazqiyah in Islam, namely self-purification through a spiritual journey which ultimately took her to a higher level, both in the spiritual aspect and her status as Queen of the South Coast.
REPRESENTASI PELECEHAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA KARYA WREGAS BHANUTEJA Firdaus, Sajidah Al-Lathifah; Harini, Yostiani Noor Asmi; Durachman, Memen
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 21, No 2: September 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v21i2.13547

Abstract

Artikel ini menunjukkan bentuk representasi pelecehan seksual dalam film “Penyalin Cahaya” yang disutradarai Wregas Bhanuteja melalui konotasi, denotasi, dan mitos.  Peneliti menonton, mengidentifikasi, dan memaknai bentuk representasi pelecehal seksual. Terdapat 10 gambar yang representasi pelecehan seksual pada film “Penyalin Cahaya” yaitu konotasi kisah Medusa berambut ular yang memiliki makna khusus pada bahasa Inggris seperti “snake in the grass” yang mengacu pada penipuan dan pengkhianatan juga dilambangkan sebagai makhluk jahat. Selanjutnya denotasi yang lebih sering digunakan yaitu pengambilan gambar dengan medium-shot dengan sudut pandang normal menunjukkan ekspresi dari para pemerannya. Mitos yang dominan adalah sang pelaku dapat melakukan pelecehan seksual kepada siapapun tanpa memandang jenis kelamin, pakaian korban, ataupun perilaku korban.Kata kunci: representasi, pelecehan seksual, film Penyalin Cahaya.
ANALISIS MISE EN SCÈNE DALAM FILM PENDEK TILIK 2018 Usman, Khairunnisa Pratiwi Maulida; Harini, Yostiani Noor Asmi
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 20, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v20i1.9512

Abstract

Film memiliki dua unsur yang dapat mempengaruhi jalan cerita yaitu unsur naratif dan unsur sinematik. Mise En Scene merupakan salah satu elemen dari unsur sinematik pada film, Mise En Scene merupakan segala hal yang terdapat pada pandangan di depan kamera. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui Mise En Scene dalam film pendek berjudul Tilik 2018. Dalam menganalisis film, Mise En Scene sendiri memfokuskan diri pada sesuatu yang ada di depan kamera seperti desain set atau latar, pencahayaan, akting serta pergerakan para aktor. Tilik merupakan salah satu film pendek yang dapat dibahas mengenai 1) bagaimana setting latar yang terdapat pada cerita, 2) bagaimana kostum serta tata rias yang digunakan apakah membuat karakter yang sesuai dengan pemain atau tidak, 3) akting para pemain sudahkan sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak. Hasil akhirnya memfokuskan pada actor Bu Tejo yang sangat mendominasi karakternya. Bu Tejo yang membuat film pendek TILIK ini dapat terkenal karena akting yang bagus dapat membuat para penonton kesal dengan hasil karakternya. Film Tilik merupakan film pendek yang terkemas dengan unik karena cara pengambilan gambar yang hanya begitu saja, namun banyak arti dari setiap scene yang akan dibahas menggunakan elemen Mise En Scene.   Kata Kunci: Mise En Scene, film Tilik, Sinematik Abstract: The film has two elements that can influence the storyline, namely narrative elements and cinematic elements. Mise En Scene is one of the elements of the cinematic element in the film, Mise En Scene is everything that is visible in front of the camera. In analyzing the film, Mise En Scene itself focuses on something that is in front of the camera such as set or background design, lighting, acting and the movements of the actors. Tilik is one of the short films that can be watched to discuss about 1) what is the background setting in the story, 2) how are the costumes and make-up used to make the characters suit the players or not, 3) the acting of the players is in accordance with what is expected or not. The end result focuses on the actor Bu Tejo who really dominates his character. Bu Tejo, who made the short film TILIK, became famous because his good acting made the audience annoyed with his character. Film Tilik is a short film that is uniquely packaged because the way it is shot is just like that, but the many meanings of each scene will be discussed using Mise En Scene elements. Keywords: Mise En Scene, Tilik film, Cinematic
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KOPI EXCELSA DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG MENGGUNAKAN BISNIS MODEL CANVAS Hariri, Rifan; Harini, Noor; Sutawi, Sutawi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i2.10732

Abstract

Excelsa coffee in Wonosalam Subdistrict in terms of profit is still not equal to Arabica and Robusta coffee so there needs to be a development strategy. The purpose of this research is to formulate a business development strategy for Excelsa coffee in Wonosalam Subdistrict. This research uses qualitative research. The sampling technique used was snowball sampling. In the snowball sampling technique, informants gave recommendations to the researchers to interview other informants who understood more about Excelsa coffee in Wonosalam Subdistrict. The results obtained show that the development of Excelsa coffee business in Wonosalam Subdistrict can be done by collaborating with hotels, restaurants, cafes and the local tourism industry, using social media to interact with customers, marketing without going through middlemen, targeting the lower middle class segment of society and there also needs to be another source of income in the form of using coffee plantations as agro-tourism and selling coffee derivative products.
KONSTRUKSI NARATIF KKN DI DESA PENARI DALAM UTASAN POSTINGAN, NOVEL DAN FILM: KAJIAN SASTRA BANDINGAN Tsabita, Alifa Shaliha; Harini, Yostiani Noor Asmi; Aisyah, Nenden Lilis
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 22, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v22i1.14306

Abstract

Narasi yang awalnya muncul dalam bentuk utasan oleh @.SimpleMan pada 2019 berkembang menjadi novel pada 2019 dan kemudian diadaptasi menjadi film pada 2022. Penelitian ini menunjukkan konstruksi naratif  "KKN di Desa Penari" melalui tiga medium berbeda: utasan Twitter, novel, dan film. Metode yang digunakan berupa pendekatan deskriptif-komparatif. Setiap medium dianalisis dan dibandingkan, kemudian dijabarkan berdasarkan aspek-aspek yang terpengaruh karena perbedaan mediumnya. Setiap medium memberikan pengaruh terhadap alur, tokoh, dan latar. Utasan Twitter mengutamakan inti cerita dengan bahasa lugas dan keterbatasan kata, sedangkan novel menawarkan konstruksi naratif lebih mendalam dengan jumlah kata lebih banyak dibandingkan utasan. tanpa batasan kata. Sementara film sebagai medium audio-visual, menghadirkan konstruksi naratif melalui elemen sinematik seperti efek visual dan akting. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan medium berdampak pada transformasi cerita, termasuk penambahan, pengurangan, dan perubahan elemen naratif. Hal ini mencerminkan adaptasi cerita disesuaikan dengan karakteristik dari masing-masing medium.  
KARAKTERISTIK BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) HASIL FERMENTASI DENGAN UKURAN WADAH BERBEDA Desy Rachmatullah; Putri, Desiana Nuriza; Fiki Herianto; Harini, Noor
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v15i1.1409

Abstract

Proses pengolahan biji kakao sangat menentukan mutu biji kakao kering yang dihasilkan. Proses fermentasi mempunyai peran yang sangat penting dalam pengolahan biji kakao yaitu pembentukan cita rasa dan aroma biji kakao yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran fermentasi yang ideal dan mencari wadah fermentasi yang bisa digunakan dalam skala produksi kecil dan sederhana. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan fermentasi menggunakan dua ukuran wadah yang berbeda, yaitu kotak kayu besar dan kotak kayu kecil. Biji kakao difermentasi selama 3 hari (3x24 jam) dengan pembalikan dan pemantauan suhu setiap hari. Biji kakao hasil fermentasi dikeringkan dengan cara sun drying dan pengeringan mekanis (cocoa dryer) selama ±7 hari. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi dengan kotak kayu besar mempunyai efektifitas lebih baik dibandingkan kotak kayu kecil. Biji kakao yang dihasilkan dari fermentasi kotak kayu kecil juga dapat terfermentasi dengan baik sehingga kotak kayu kecil dapat digunakan sebagai alternatif untuk petani yang mempunyai hasil produksi tidak banyak.
Temporalitas dalam Novelet Aki Karya Idrus: Perspektif Heidegger Suganda, Nurkalina Pratiwi; Permadi, Tedi; Harini, Yostiani Noor Asmi
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v8i1.17264

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian eksistensialisme dalam sastra Indonesia, khususnya bagaimana karya sastra merepresentasikan pengalaman manusia dalam keterbatasan waktu. Novelet Aki karya Idrus menjadi menarik untuk dikaji karena menampilkan problematika kematian dan kehidupan yang berhubungan erat dengan konsep temporalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dimensi temporalitas dalam novelet Aki dengan menggunakan pisau analisis filsafat Martin Heidegger. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan konsep temporalitas Heidegger sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Aki merepresentasikan keberadaan manusia yang selalu berada dalam tiga dimensi waktu secara simultan, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu tercermin dari pengalaman hidup Aki sebelum ramalan kematiannya, masa kini berpusat pada tanggal 16 Agustus yang diyakini sebagai hari kematiannya, sedangkan masa depan digambarkan melalui harapan dan rencana hidupnya setelah hari tersebut. Ketiga dimensi ini membentuk konstitusi eksistensial yang menegaskan bahwa kehidupan manusia senantiasa terkait dengan keterarahan menuju kematian. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep temporalitas Heidegger tidak hanya hadir secara implisit, eksplisit, dan karikatural dalam novelet Aki, tetapi juga membuka perspektif baru mengenai kematian sebagai “Proyek Eksistensial”. Temuan ini menegaskan posisi Idrus sebagai pengarang yang mampu menghadirkan persoalan eksistensi manusia secara mendalam melalui karya sastra.
Karakteristik fisikokimia biji kakao (Theobroma cacao L) single-origin Sumbermanjing Wetan, Malang terfermentasi dengan variasi suhu dan lama penyangraian: Physicochemical characteristics of single-origin cocoa beans (Theobroma cacao L.) from Sumbermanjing Wetan, Malang fermented with variations in temperature and roasting time Elianarni, Dahlia; Lestar, Ayu; Harini, Noor; Manshur, Hanif Alamudin
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v16i2.6105

Abstract

Cocoa is one of the leading commodities in Sumbermanjing Wetan, Malang, East Java, Indonesia. In this study, only one source of cacao was used, so it is called single-origin. The cocoa beans produced by farmers are still of low quality, especially in terms of the strength of the aroma, color, and distinctive chocolate taste. Fermentation of cacao beans can repair the physicochemical and sesory quality. Roasting are important stages in the processing of cocoa beans which significantly contribute to the development quality of flavor and aroma that caused by heat. Several factors can influence roasting are temperature and duration. This research aimed to determine the effect of temperature and duration of roasting on the physicochemical characteristics of fermented cocoa beans. The method used was a factorial Completely Randomized Design (CRD) with treatment variations in temperature A (120 C; 140 C; 160 C) and time B (20 minutes, 40 minutes, 60 minutes). Higher temperatures and longer roasting times can reduce the yield, color intensity, and moisture content of cocoa beans and increase the pH level. The best treatment was obtained at A2B1 with a temperature of 140 °C and a roasting time of 20 minutes which had a yield of 76%; brightness level (L) 37; degree of redness (a) 5.4; yellowness level (b) 1.75; pH level 4.885;  water content 2.9%; fat content 48.12% and polyphenols 6.32 mgAE/g extract.
Co-Authors Achmad Naufal Adi Sutanto Afifa Husna Agung Dwi Ai Siti Zenab Aisah Aisah Aisya Mardiani Alfajri Ula Ashfarina Alifia, Hafidzatu Taslima Amalia, Atika Rahma Amalia, Wahyu Ani Rostiyati Annis Mulyani Aprih Santoso Aryani, Arisma Dila Athaya Milda Putri Yuwana Atika Rahma Amalia Ayu Lestari Ayu Rosita, Herlina Diah Azizah, Helda Nur Azka Azkia Amelia Cambara, Hegar Krisna Damat, Damat Desiana Nuriza Putri Desy Rachmatullah Devi Dwi Siskawardani Devi Heryanti Dian Puspita Didik Suhariyanto Dina Siti Logayah Dwi Okta Indriani Dwi Pramsiska Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elianarni, Dahlia Elsa Yuniarti Ety Setyaningsih Ety Setyaningsih, Ety Faradiba Hijriani Harahap Fawwaz Akbar Al Amin Febriyanti, Adinda Kamilah Fiki Herianto Firdaus, Sajidah Al-Lathifah Fitriatusyifa, Maulida Gloriapoerwa, Trixie H, Cantika Eka Rahmah Halimah Halimah Hanif Alamudin Manshur Hanif Alamudin Mansur Hegar Krisna Cambara Helda Nur Azizah Husna, Afifa Iis Indra Rasyid Julianto Indriyani Indriyani Intan Satia Hotimah Irawan, Tofan Andrew Izzah Nazilatul laili Joko Susilo Utomo Joko Triwanto Kusumawardhana, Gelar Taufiq Lestar, Ayu Listiari Hendraningsih Liza Ni’matul Azizah Ma'mur Saadie Ma'ruf, Muhammad Amar Maulida Fitri Iswari Meisa Arya Putri Gunawan Memen Durachman Moch Wachid Moch Wachid, Moch Moch. Wachid Mochammad Arif Saputra Mochammad Wachid Mujahid, Abdullah Nabila, Jihan Nafidzah Nur Nasifah, Dzurotun Nenden Lilis Aisyah Nova Anggraeni Novaria, Novi Novianti Fitria Rahmadhona NS, Maureen Danysha Nugraha, Robby Nurhadi, Jatmika Nursahila, Belgis Alfia Okta Pringga Pakpahan Oktaviani, Adellia Prasetio, Anggih Puspitasari, Ade Putri Adek Putro Putri, Elita Mahda Gatra Putri, Zahra Meidina Rahayu Relawati Retno Muji Rahayu Rif'an Hariri Rifan Hariri Rista Anggriani Rista Anggriani S. Sukardi S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sanjaya, Basanty Pramesthi Sarie, Audina Aura Setiawan, Janten Hidayat Shandra Berliana Shandra Berliana Shobah, Fitri Nurul Sri Winarsih Sri Wiyanti Suci Sundusiah Sucipto, Hanna Aulia Rahmah Sudana, Undang Suganda, Nurkalina Pratiwi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sutawi Sutawi Sutawi Tabga, Yoseba Tedi Permadi Teguh Setyawan Theresia, Helena Triadi, Rai Bagus Tsabita, Alifa Shaliha Tyas Anugrah Hirgawati Usman, Khairunnisa Pratiwi Maulida Verta Hedyana Vinindika, Nabila Vritta Amroini Wahyudi Vritta Amroini Wahyudi W. Warkoyo Wafi, Fakhri Ahmad Wahid Muhammad Shodiq Wahid Muhammad Shodiq Wahyudi Warkoyo . Wibowo, Yessi Maulidhia Nugrahani Wijayanti, Ervina Dwi Yasmin Nurinbaity Yulianeta Yuniar Sawitri Yuniar Sawitri, Yuniar Zannah, Putri Naufal Nurotul