Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Antara Pendidikan Ibu dan Sumber Informasi dengan Status Imunisasi Anak Di Kelurahan Wonokusumo Kota Surabaya Tahun 2019 Karlina, Karlina; Syahrul, Fariani
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.235

Abstract

Imunisasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh guna terhindar dari penyakit, khususnya PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi). Pemberian imunisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari pribadi anak maupun pihak lain. Kegagalan imunisasi dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan dan kesehatan anak, yang secara tidak langsung juga akan berdampak pada orang sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan pendidikan ibu dan sumber informasi dengan status imunisasi baduta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah baduta di RW XVI Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya dengan jumlah 59 orang. Data yang diperoleh berupa data sekunder dari kegiatan PKL mahasiswa ahli jenis S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Adanya hubungan sangat lemah antara pendidikan ibu (r=0,158) dan sumber informasi (r=0,170) dengan status imunisasi baduta. Saran yang dapat diberikan adalah ibu dan keluarga berpartisipasi saat ada penyuluhan kesehatan khususnya terkait imunisasi.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demensia : Literature Review : Factors that are Associated with the Occurrence of Dementia : Literature Review Adwinda, Rana Nadiyah; Fariani Syahrul
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2856

Abstract

Latar belakang: Demensia sering dianggap sebagai penyakit yang sering terjadi pada usia lanjut, sehingga gejala yang muncul seringkali tidak terdeteksi, sementara gejala dapat dirasakan pada usia muda (early onset of dementia), sehingga pada tahap pra lanjut usia, pencegahan tidak dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian demensia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Literatur bersumber dari 3 database jurnal: PubMed, Wiley Online Library, dan Google Scholar yang dapat diakses secara terbuka. Literatur yang diperoleh dipilih sesuai dengan kriteria yang ditentukan seperti artikel full-text, diterbitkan mulai tahun 2017 sampai tahun 2022, artikel menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, penelitian yang berfokus pada kejadian demensia, dan bukan merupakan artikel studi literatur. Hasil: Pencarian menghasilkan 12 artikel untuk ditinjau. Hasil dari penelitian ini adalah faktor host dan environment berhubungan dengan kejadian demensia. Penelitian mengenai faktor yang berhubungan dengan kejadian demensia menemukan faktor host yang mencakup usia, jenis kelamin, ras dan etnis, sikap, pendidikan, pendapatan, kondisi kesehatan, dan status perkawinan, serta faktor environment yaitu, tempat tinggal, pelayanan kesehatan, dukungan sosial, interaksi sosial, dan sumber informasi. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian demensia ditemukan di semua literatur yaitu usia, jenis kelamin, ras dan etnis, pendidikan, sikap, kondisi kesehatan, pendapatan, status perkawinan, tempat tinggal, pelayanan kesehatan, dukungan sosial, interaksi sosial, dan sumber informasi. Sebagian besar faktor memiliki hubungan dengan kejadian demensia.
Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Masyarakat dalam Vaksinasi Covid-19 : Literature Review: Factors Related to Covid-19 Vaccination Uptake among Folks : Literature Review Salsabila, Zahro; Syahrul, Fariani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2882

Abstract

Latar belakang: Coronavirus disease (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh novel coronavirus SARS CoV-2 berpusat di Wuhan, China. Penyakit ini merupakan zoonosis yang disebarkan oleh hewan ke manusia. Seiring berkembangnya zaman, Covid-19 dapat dicegah dengan vaksin Covid-19. Namun pada pelaksanaannya terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat dalam vaksinasi Covid-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat dalam vaksinasi Covid-19. Metode: Desain studi penelitian ini adalah studi literatur 3 mesin pencari digunakan untuk menemukan literatur yaitu Google Scholar, Science Direct, dan PubMed. Pemilihan literatur dengan kriteria yang ditetapkan seperti terpublikasi tahun 2020-2022, desain studi cross-sectional dan kohort, penelitian di wilayah Asia, Amerika, dan Eropa, akses full-text gratis, dan penelitian bukan telaah literatur. Literatur terpilih sebanyak 21 artikel. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah faktor keraguan keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19, ketakutan KIPI, sikap tenaga kesehatan tentang vaksinasi Covid-19, akses vaksin Covid-19 di wilayah kerja fasilitas kesehatan, kebijakan kewajiban vaksinasi Covid-19, dan demografi sosial sebagian besar memiliki hubungan dengan keikutsertaan masyarakat dalam vaksinasi Covid-19. Kesimpulan: Faktor yang diteliti dalam penelitian ini sebagian besar berhubungan dengan keikutsertaan vaksinasi Covid-19. sumber informasi yang adekuat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap vaksinasi Covid-19. Peningkatan akses menuju vaksinasi Covid-19 perlu mendapatkan perhatian khusus untuk memperluas jangkauan sasaran vaksinasi Covid-19.
PENGARUH ROKOK ELEKTRIK TERHADAP GANGGUAN PARU PADA REMAJA DI PERKOTAAN DI INDONESIA : STUDI LITERATUR Azyan, Muhammad Azri; Syahrul, Fariani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56763

Abstract

Penggunaan rokok elektrik atau vape menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada kalangan remaja di wilayah perkotaan. Produk ini sering dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional, sehingga menarik minat remaja untuk menggunakannya. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa aerosol yang dihasilkan rokok elektrik mengandung sejumlah zat kimia yang berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan rokok elektrik terhadap gangguan paru pada remaja di wilayah perkotaan melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif sistematis. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar dan Garuda dengan rentang tahun publikasi 2021–2026 menggunakan kombinasi kata kunci terkait rokok elektrik, remaja, dan gangguan paru. Berdasarkan proses seleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh enam artikel penelitian yang dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik pada remaja berkaitan dengan berbagai keluhan gangguan pernapasan, seperti batuk kering, sesak napas, napas pendek, wheezing, nyeri dada, dan mudah lelah. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian remaja mulai menggunakan rokok elektrik sejak usia dini dengan durasi penggunaan yang relatif lama sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan fungsi paru. Faktor seperti rendahnya persepsi risiko kesehatan serta pengaruh lingkungan sosial turut memengaruhi perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan guna meningkatkan kesadaran remaja terhadap dampak penggunaan rokok elektrik terhadap kesehatan paru.
Faktor Risiko Computer Vision Syndrome (CVS) pada Mahasiswa pada Masa Pandemi Covid-19 Alifia Merza Safaryna; Dian Prasasti Kurniawati; Fariani Syahrul; Reni Prastyani
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 1 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (JUNI 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.200-206

Abstract

Background: Sophisticated technology provides many conveniences for humans, as well as education that cannot be separated from it, especially during this COVID-19 pandemic in which the learning methods are carried out online. This is what causes the intensity of using a computer or laptop to increase so that it can trigger the occurrence of visual impairment, namely Computer Vision Syndrome (CVS). There is no definite data regarding CVS and CVS research on university students, especially in Surabaya, is still very small. Objectives: This study aims to analyze the risk factors for CVS among college students during the COVID-19 pandemic. Methods: This research was analytic observational research with a cross-sectional research design. This research was conducted from December 2020 to June 2021. The sampling method used was a systematic random sampling addressed to 249 Public Health undergraduate students from the second, fourth, and sixth semesters. The instrument used was CVS-Q with additional questions related to respondent identity, medical history, and computer-usage behavior. Furthermore, the data were analyzed by calculating the Odds Ratio (OR) with a 95% confidence interval (CI). Results: Gender (OR = 2.54) and a history of eye disorders (OR = 4.01) were risk factors for Computer Vision Syndrome (CVS) in S1 Public Health Science students. Conclusions: This research shows that the risk factors for CVS are gender and a history of eye disorders. The students who use computers with high intensity should take CVS precautions, such as applying the 20-20-20 rule, using anti-radiation glasses, adjusting the brightness of the computer screen, adding an anti-glare on the computer screen, avoiding working in a dark room, and performing an ergonomic body position when using a computer.
Faktor Penyakit Komorbid dan Riwayat Kontak Erat terhadap Kejadian COVID-19 di Surabaya Selatan Jessie Angeline Nathasya; Septa Ria Agina Perangin Angin; Fariani Syahrul; Ratna Dwi Wulandari
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 2 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i2.2023.779-784

Abstract

Background: Comorbid diseases are one of the risk factors that can worsen the condition of COVID-19 patients. Patients with confirmed COVID-19 with comorbid diseases need special care, therefore, it is necessary to receive treatment in a hospital. The human-to-human transmission rate of SARS COV-2 is very fast and easy. Close contact with confirmed cases of COVID-19 is very possible for transmission to occur because this virus can be easily spread through droplet sparks. Cases and death rates from Covid-19 continue to grow over time. On March 7, 2021, the highest proportion of confirmed cases of covid-19 in Surabaya was in South Surabaya and East Surabaya, the resulting proportion was 0.82%. South Surabaya has a higher severity than East Surabaya (death rate from COVID-19 = 6%). Objectives: This study aims to analyze the magnitude of risk factors for comorbid diseases and close contact history the incidence of COVID-19 in South Surabaya. The benefit of this research is to assist the government in making policies to handle the surge in COVID-19 cases in South Surabaya. Methods: This study uses the type of observational analytical research with cross sectional design and sampling techniques used are participatory sampling. The number of samples is calculated using the formula Murti (1997). The sample size was 89. Statistical analysis used Prevalence Ratio (PR). Results: Respondents with negative PCR swab test result is 60,7% and positive result is 39,3%. Respondent with comorbid disease only as many as 17 respondents with the majority having comorbid hypertension. Respondent with close contact history is 71,9%. Comorbid diseases have a risk of covid-19 incidence in South Surabaya with PR = 2.06 while close contact history, PR = 2.34. Conclusions: Comorbid diseases have a risk of 2.06 times with the incidence of COVID-19 in South Surabaya. As for close contact history, it has a risk of 2.34 times with the incidence of COVID-19 in South Surabaya. The close contact history factor has a higher probability value in incidence of COVID-19 in South Surabaya. The Surabaya city government can pay special attention to people with comorbid diseases and increase tracing of close contacts with COVID-19 patients.
Co-Authors Adelia Perwita Sari Adelia Perwita Sari, Adelia Perwita Adwinda, Rana Nadiyah Ainun Azizah Ramdhani Aisyah Noer Auliyah Madani Pertiwi Al Himny Rusydy, Muhammad Alfilia Lusita Ali Iqbal Tawakal Ali Iqbal Tawakal Alifia Merza Safaryna Almeida, Denisca Anasiya Nurwitasari Anisah, Mufidah Annis Catur Annis Catur Adi Annisa Fitria Ansariadi Ansariadi Arief Hargono Arina Farmalabitta Annis Arina Mufida Ersanti Arina Mufida Ersanti Ariza, Nahya Rahmatul Azizah, Rofiqotin Azyan, Muhammad Azri Benyamin Bebengu, Yahya Binti Abdul Malik, Qurrotu 'Ainiy Chatarina U. W. Damayanti, Siska Dwi Daniek Suryaningdiah Daniek Suryaningdiah Daniek Suryaningdiah, Daniek Daniel Christanto Darajat , Zakiah Denisca Vanya Almeida Dewi, Ratna Candra Diah Patria Nuringtyas Dian Eka Puspitasari Dian Eka Puspitasari, Dian Eka Dian Prasasti Kurniawati Dina Andesty Djazuli Chalidyanto Dwinata, Indra Dwiono Mudjianto Elsa Adlina Limbong Elsa Adlina Limbong, Elsa Adlina Eny Qurniyawati Eva Agustina Faradillah Rahmy Savitri Fathrizqita Aghnia Raudhany Fatmasari Febriani, Nur Rahma Fitrah Bintan Harisma Ghanynafi, Abdullah Gomaa Nasr, Nayla Mohamed Hari Basuki N Hario Megatsari Helda Helda Hermin Yulianti Heru Saprudin Hidajah, Atik C. Hilda Nuruzzaman I Ketut Gita Iga Ema Dini Jatu, Madu Puspita Nuansa Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Jessie Angeline Nathasya Karlina Karlina Kartini Kartini Kawi, Nurhayati Kusuma, Eva Flourentina Lalu Madahan Laura Navika Yamani Lipu, Yanto Ludita, Mirza Madu Puspita Nuansa Jatu Mahmud Aditya Rifqi Meivin Istiqomah, Meivin Mohammad Fahmi Rasyidi Muamar Afdhal Mahendra Mufida Ersanti, Arina Nahariyani, Firda Chaerunnisa Neneng Dwi Septiani Nikmatur Rohmah Nur Annisha Karunia Latief Nuraidah, Lutfi Fajar Nurcandra, Fajaria Pasaribu, Anggi Prabawa Pertiwi, Aisyah Noer Auliyah Madani Ponconugroho Ponconugroho Prabasanti, Mezaluna Prameswari, Ambarsih Prastyani, Reni Priantika, Maulidya Yuni Rahayu Lubis Ramadhan, Ramadivan Bagus Ratna Dwi Wulandari Renti Mahkota Riris Diana Rachmayanti Riska Nur Safitri Riska Nur Safitri, Riska Nur Rizka 'Afifatussalamah Rizma Dwi Nastiti Romadhona, Salsabila Rosita Dwi Yuliandari Rosita Dwi Yuliandari Salisa, Wizara Salsabila, Zahro Santi Martini Septa Ria Agina Perangin Angin Septiani, Neneng Dwi Shafira Putri, Maurilla Siti Shofiya Novita Sari Ssekalembe, Geofrey Syahrani, Aulia Izza Syahril, Shakila Aliyahputri Teguh Mubawadi Tri Sulistijorini, Hinu Turmuzi Turmuzi Wahyono, Tri YM. Widyadhana, Engrasia Wizara Salisa Wizara Salisa Wizara Salisa Wizara Salisa Yashwant Vishnupant Pathak Yudied Agung Mirasa Yuliandari, Rosita Dwi Zhafira, Dinda