p-Index From 2021 - 2026
4.284
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) EDUKASIA PALASTREN YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Ijtima'iyya: Journal of Muslim Society Research Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman Jurnal Sosiologi Agama AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies POLITICA: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam Journal of Instructional and Development Researches Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan Ijtimā`iyya: Journal of Muslim Society Research Akademika : Jurnal Pemikiran Islam re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Millah: Journal of Religious Studies Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Kartika: Jurnal Studi Keislaman Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman Dan Pendidikan Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Madania: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Tarbiyatuna
Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP PENGATURAN SANKSI SOSIAL DALAM MEMBERANTAS PERILAKU MENYIMPANG KORUPSI DI INDONESIA KONTEMPORER Hannan, Abd; Syarif, Zainuddin
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 14, No 2 (2023): YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v14i2.19605

Abstract

Corruption is one of the crucial problems in Indonesia which until now has not been able to be handled. Corruption occurs in almost all lines and structures of government, from the executive, and legislature to the judiciary, from government at the central level to the regional level. This research has the specific objective of examining the regulation of social sanctions in eradicating corruption in Indonesia from a sociological perspective. Methodologically, this research is library research conducted using a qualitative approach. After analyzing field data using the perspectives of legal sociology and corruption sociology, this study found that the idea of eradicating corruption through setting social sanctions from a sociological perspective means exile or castration. Social sanctions in this context contain the meaning of maximizing the social structure and institutions of society in an effort to exercise direct control as much as possible, both in the process of prevention and prosecution. These social institutions include educational institutions, political institutions, family institutions, religious institutions, and of course legal institutions.
POLA ASUH ORANG TUA DI ERA DIGITAL DALAM MEMBENTUK KEPEKAAN SOSIAL ANAK Quraisy, Sherly; Syarif, Zainuddin; Masruroh, Waqiatul
al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2024): al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62285/alurwatulwutsqo.v5i2.180

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan cara dan bagaimana sikap orang tua dalam mengayomi anak-anaknya pada proses pendidikan, bimbingan dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk kepekaan sosial anak di era yang serba-serbi digital seperti saat ini. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Dengan demikian, hasil penelitian setelah melakukan analisa data melalui teknik penelitian (observasi, wawancara dan dokumentasi); Pertama, pola asuh para orang tua di Dusun Pesisir Barat Dharma Camplong adalah para orang tua menerapkan bentuk asuh demokratis dan di Dusun Bajur Tamberu Daya ialah sebagian orang tua menggunakan pola asuh demokratis dan sebagian kecilnya menerapkan pola asuh otoriter. Kedua, dampak penggunaan media digital begitu berpengaruh terhadap proses pendidikan, pengasuhan, bimbingan serta pengawasan orang tua terhadap anak-anak, baik dari sisi orang tua yang menggunakan perangkat ataupun dari kalangan anak-anaknya. Ketiga, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam proses pengasuhan orang tua, terutama lingkungan keluarga, merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam proses tumbuh kembang peserta asuh (anak).
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI ISLAM Syarif, Zainuddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.722 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.222

Abstract

Al-Qur’an sebagai sumber dasar epistemologi Islam tidak hanya menjadi sumber keimanan tetapi juga sumber ilmu pengetahuan. Kendati demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memerlukan penelitian dan eksperimen lebih lanjut. Hal inilah yang mengilhami para pemikir Islam tempo dulu mampu menerapkan sistem keilmuan terpadu. Ini menunjukkan hubungan ilmu dan agama tidak bertentangan. Iman dan rasionalitas cukup padu dalam Islam. Sains dan teknologi, ekonomi, sosial dan politik semuanya tercakup dalam ajaran Islam. Etika dan nilai-nilai Islam merupakan perpaduan yang meliputi seluruh aktivitas manusia. Maka dari itu, model arah pengembangan pendidikan yang lebih relevan adalah dititikberatkan pada model interconnected entities bahwa masingmasing keilmuan sadar akan keterbatasannya dalam memecahkan persoalan manusia, maka terbangunlah kerja sama setidaknya dalam hal yang menyentuh persoalan pendekatan (approach) dan metode berpikir dan penelitian (process dan procedure).
MITOS NILAI-NILAI KEPATUHAN SANTRI Syarif, Zainuddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2012)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.514 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v7i1.376

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang nuansa nilai kepatuhan santri tehadap kiai, khususnya dalam perilaku politik. Di mata santri, kiai diidentifikasi sebagai sosok figur kharismatik dan model (uswah) dari sikap dan tingkah laku, serta figus ideal sebagai penyambung silsilah keilmuan para ulama pewaris ilmu masa kejayaan Islam. Dari identifikasi tersebut melahirkan pola kepatuhan atau ketaatan santri terhadap kiai, yang terbagi pada tiga varian, yaitu: 1) kepatuhan mutlak; 2) kepatuhan semu; kedua perilaku ini ditunjukkan oleh santri aktif yang memiliki ikatan guru dan murid dengan kiai; dan 3) ketaatan prismatik yang ditunjukkan oleh santri alumni. Walaupun mereka masih memiliki ikatan guru dan murid, tetapi dalam perilaku politik berani berbeda dengan kiainya.
PENDIDIKAN PROFETIK DALAM MEMBENTUK BANGSA RELIGIUS Syarif, Zainuddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.502 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v9i1.397

Abstract

Indonesia tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh globalisasi dan modernisasi atau yang bersifat material positivistik. Namun, Indonesia tidak bisa juga menjadi bangsa yang hedon dan tanpa nilai, bangsa Indonesia ikut modernisasi tanpa meninggalkan ajaran agama. Untuk itu, dibutuhkan pendidikan profetik yang memiliki basis misi utama  kependidikan  Nabi, yakni pembentukan karakter yang bermula dari penanaman tauhid kepada Allah yang Maha  Esa, yang dibarengi  dengan  pembentukan  karakter positif lainnya sebagai basis untuk membangun pribadi yang kuat baik  secara akidah maupun mental. Pendidikan  profetik sejatinya  merupakan  proses  untuk memanusiakan  manusia, sehingga menjadi bangsa yang  berkarakter religius, yang tidak hanya berorientasi pada proses transformasi ilmu pengetahuan,  melainkan juga  harus diarahkan  pada  proses  transfer  nilai religius.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Rizqiyati, Zurni; Kurniawan, Riski; Inayati, Mahfida; Syarif, Zainuddin
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v5i2.2839

Abstract

Abstract: Indonesia is a country that has racial, cultural, religious and ethnic diversity. This diversity can also cause conflicts if not managed properly. To prevent the occurrence of these conflicts, multicultural education is needed. Multicultural education is not explicitly mentioned in the National Education System Law, but the Law in the National Education System leads to multicultural education. The research method used is library research by analyzing articles on the implementation of multicultural education in practice which are presented in detail in the table. Implementation has three important aspects, namely, planning in the form of curriculum, implementation in the form of learning methods and evaluation in the form of application or impact of the implementation of the curriculum and teaching methods. In the implementation of multicultural education, there are also challenges and opportunities. The challenges are, the ambiguity of tolerance limits, the tendency of restrictions on homogeneous or similar groups and the lack of understanding of the younger generation in using social media. Keywords: education, multicultural, implementation Abstrak: Indonesia merupkan negara yang memiliki keragaman ras, budaya, agama dan etnis. Keberagaman tersebut juga dapat menyebabkan konflik jika tidak di kelola dengan baik. untuk mencegak terjadinya konflik tersebut dibutuhkan pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural tidak disebutkan dengan jelas dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, tetapi Undang-Undang dalam Sistem Pendidikan Nasional mengarah pada pendidikan multikultural. Metode penelitian yang digunakan adalah library reseach dengan cara menganalisis artikel-artikel tentang implementasi pendidikan multikultural dalam praktik yang disajikan secara rinci dalam tabel. Pengimplementasian mempunyai tiga aspek penting yaitu, perencanaan yang berupa kurikulum, pelaksanaan yang berupa metode pembelajaran dan evaluasi yang berupa iplikasi atau dampak dari terlaksananya kurikulum dan metode pembeljaran. Dalam pengimplementasian pendidikan multikultural juga mempunyai tantangan dan peluang. Tantangannya yaitu, ambigunya batasan toleransi, kecenderungan pembatasan pada kelompok homogen atau sejenis dan ketidak pahaman generasi muda dalam menggunakan media sosial.sedangkan peluangnya adalah pengembangan kesadaran antar budaya, dapat menciptakan pelajaran yang inklusif, meningkatkan empati dan kecakapan sosial, pemberdayaan individu. Kata kunci : pendidikan, multikultural, implementasi.
Strengthening Religious Moderation through Religious Education Based on Local Wisdom of Pesantren in Madura and the Tapal Kuda Region Syarif, Zainuddin; Abdul Mukti Thabrani; Imamuddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v19i2.14965

Abstract

This study examines strengthening religious moderation through religious education based on the local wisdom among the Pesantren in Madura and Tapal Kuda regions. This study is a field study conducted based on qualitative research. Based on the analysis of field data, this study found that strengthening religious moderation through local wisdom values ​​of pesantren in Madura and the Tapal Kuda region requires three elements, namely the existence of kiai, santri, and alumni, along with their social networks. These three elements are inseparable from Islamic boarding school life in educational activities and preaching. In strengthening religious moderation, all three play central and strategic roles and functions. They generally carry out these roles and functions in two approaches at once. First, the structural approach is carried out by strengthening moderation at the institutional level, in this case, education, and implementing teaching activities. Second, the cultural approach that strengthens religious moderation among pesantren in Tapal Kuda is carried out through cultural methods. The artistic process in question includes two things, namely religious understanding, and rituals in pesantren, where the majority of religious paradigms among pesantren in the Tapal Kuda region of Madura adhere to the knowledge of Ahlu sunah wal jamaah an-Nahdliyyah.
Fundamentalism and the Challemges of Religious Moderation in the New Normal Era Syarif, Zainuddin; Hannan, Abd
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 25, No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v25i1.4419

Abstract

This study examines the phenomenon of religious fundamentalism and its challenges of religious moderation in the midst the implementation of the new normal rules due to the Covid-19 pandemic. There are three focus research problems discussed in this study, namely; fundamentalism, moderation, and the new normal era. By using qualitative research and analysis based on the sociological theory of religion, this study finds a number of findings; first, one of the crucial issues in the midst of the implementation of the new normal Covid-19 policy is to promote the practice of fundamentalism in the name of religion. In many places, the problem of religious fundamentalism in the new normal era occurs in the form of crowd activities and religious crowds which do not follow the health protocol rules; second, the great danger of fundamentalism in the implementation of the new normal, it is not only because of their socio-religious activities which often violate health protocols, but also because their religious paradigm is identical to violence and anarchism, so that it often triggers socio-religious upheaval in society; third, the emergence of the phenomenon of religious fundamentalism in the new normal era today creates its own challenges for the future of moderation of religion throughout the world. The challenge lies in their religious paradigm, which often features fanatical, textual and exclusive attitudes, behaviors and ways of thinking. This attitude clearly contradicts moderation, which has always focused on universality values such as justice (al-adâlah), middle (al-tawassut), balance (al-tawâzun), and tolerance (al-tasâmuh). Studi ini mengkaji fenomena fundamentalisme agama dan problemnya terhadap moderasi beragama di tengah diterapkannya aturan new normal akibat pandemi Covid-19. Terdapat tiga fokus permasalahan penelitian yang dibahas dalam kajian ini, yaitu; fundamentalisme, moderatisme, dan era new normal. Dengan mempergunakan jenis penelitian kualitatif dan analisa berdasarkan teori sosiologi agama, studi ini mendapati sejumlah temuan; pertama, salah satu persoalan krusial di tengah pemberlakuan kebijakan new normal Covid-19 adalah mengemukanya praktik fundamentalisme atas nama agama. Di banyak tempat, problem fundamentalisme agama di era new normal terjadi dalam bentuk aktivitas keramaian dan kerumunan keagamaan yang dalam pelaksananya tidak mengikuti aturan protokol kesehatan; kedua, bahaya besar praktik fundamentalisme di tengah penerapan new normal, itu bukan saja karena aktivitas sosial keagamaan mereka yang seringkali melangar protokol kesehatan, namun juga karena paradigma keagamaan mereka yang identik dengan kekerasan dan anarkisme, sehingga tak jarang memicu gejolak sosial keagamaan di tengah masyarakat; ketiga, munculnya fenomena fundamentalisme agama di era new normal saat ini melahirkan tantangan tersendiri bagi masa depan moderasi agama di seluruh dunia. Tantangan tersebut ada pada paradigma keagamaan mereka yang seringkali menonjolkan sikap, perilaku, dan cara berpikir yang fanatik, tekstual, dan eksklusif. Sikap ini jelas jauh bersebrangan dengan moderatisme yang selama ini senantiasa menitikberatkan pada nilai keadilan universalitas seperti (al- adâlah), tengah-tengah (al-tawassut),  keseimbangan (al-tawâzun), dan toleran (al-tasâmuh). 
Manajemen Kepemimpinan Kiai dan Kontribusinya Terhadap Mutu Pendidikan Pesantren Syarif, Zainuddin
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 2 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v6i2.3112

Abstract

Pesantren is the most important part of some education in Indonesia, it is the oldest institution of Islamic education in Indonesia and is also part of indegenous culture. Pondok Pesantren has a religious purpose, according to founder kiai, the habit of establishing pesantren is influenced by personal experience of kiai during studying in pesantren.Tulisan try to analyze about management aspect in leadership of a kiai in pesantren and its contribution to quality of pesantren education, kiai has been able to strengthen existence pesantren institutions are mostly successful in producing santri who are mah-mahmah and qualified in religious matters, but are less able to respond and accommodate to the needs of the times.
Peran Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) dalam Menanggulangi Peredaran Narkoba di Pamekasan Syarif, Zainuddin
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 8 No. 1 (2019): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3485

Abstract

The results of this study reveal the meaning of the role of Ansor Anti-Narcotics Agency (BANAAR) behind the phenomenon of drug trafficking in the middle of many pesantren, especially in East Java Pamekasan Regency, where this area is in the midst of society which can be considered advanced in terms of education. From year to year, the drug density is increasingly showing its intensity. Based on data from the Pamekasan District Narcotics Board (BNK) showing that in the period of almost 2016, it increased to 15.69 percent if we compare the same case during 2015. There are at least four (4) points of significance from the results of this study which among others: 1) this study describes prevention pattern BANAAR cooperate with pesantren to drug distribution in Pamekasan Regency. 2) to find strategies and approaches undertaken by BANAAR in collaboration with BNK and the police who are persuasive refresif so that the circulation of narcotics can be minimized. 3) the role of BANAAR in guarding the flow of technological development, because technology is part of an important factor in pengidaran so that the level of drug problems in Indonesia is also increasing. 4) recommendations to BANAAR, as it has to prepare more mature and more seriously on the planning of targeted, effective, efficient and professional programs in the prevention of drug trafficking.