Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Profil hematologi anjing lokal di wilayah endemik rabies Agus Wijaya; Ronald Tarigan; Koekoeh Santoso; Yusuf Ridwan; Etih Sudarnika; Abdul Zahid Ilyas; Denny Widaya Lukman; Ardilasunu Wicaksono; Arifin Budiman Nugraha; Usamah Afiff; Sri Murtini; Edi Sukmawinata; Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.224 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.1.1-2

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan satu dari 24 provinsi di Indonesia yang dilaporkan belum bebas Rabies. Usaha pembebasan wilayah Jawa Barat dari penyakit Rabies sangat strategis mengingat posisi Jawa Barat berada di antara daerah bebas Rabies. Jampang Tengah menjadi salah satu kecamatan di Sukabumi yang pada tahun 2016 dilaporkan telah terjadi 13 kasus gigitan Rabies. Penelitian ini menggunakan 81 sampel darah anjing lokal yang dikoleksi dari enam desa di kecamatan Jampang Tengah dan diperiksa dengan menggunakan alat Rayto® hematology analyzer. Parameter profil hematologi dikelompokkan berdasarkan perbedaan umur dan jenis kelamin anjing. Hasil pemeriksaan hematologi secara umum berdasarkan umur menunjukkan nilai rataan yang lebih besar pada anjing lokal umur ≥1 tahun dan konsentrasi leukosit menunjukkan nilai statistik yang signifikan berbeda (p<0.05). Berdasarkan jenis kelamin, nilai rataan parameter hematologi secara umum lebih tinggi pada anjing lokal betina dan adanya perbedaan signifikan (p<0.05) pada konsentrasi leukosit dan granulosit.
Koksidiosis pada kangguru pohon kelabu (Dendrolagus inustus) di tempat konservasi ex situ Yusuf Ridwan; Arifin Budiman Nugraha; Hammada Raudlowi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 4 (2021): ARSHI Veterinary Letters - November 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.4.63-64

Abstract

Koksidiosis merupakan penyakit yang dapat menyerang berbagai jenis hewan termasuk kangguru. Informasi koksidiosis pada kangguru dahan kelabu masih sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi kasus koksidiosis pada kanguru pohon kelabu yang meliputi pengamatan gejala klinis, dan mengidentifikasi jenis koksidia. Hasil observasi pada dua ekor kangguru pohon kelabu menunjukkan penurunan aktivitas, lemah, lesu dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan feses menunjukkan kedua hewan menderita koksidiosis dengan rata rata jumlah ookista tiap gram feses sebesar 450. Hasil identifikasi menunjukkan jenis koksidia yang menginfeksi adalah dari genus Eimeria spp.
Deteksi molekuler Babesia spp. menggunakan PCR pada anjing dari Bogor dan Jakarta, Indonesia Veerasamy, Suganti; Nugraha, Arifin Budiman; Cahyaningsih, Umi; Fitri, Arni Diana; Satyawardana, Wirokartiko
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.73-74

Abstract

Babesiosis pada anjing disebabkan oleh infeksi Babesia spp.; namun, metode deteksinya terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi Babesia spp. pada anjing dari Bogor dan Jakarta melalui PCR. Sampel darah (n=56) dikumpulkan dan diperiksa menggunakan apusan darah dengan pewarnaan Giemsa 10% dan PCR yang menargetkan gen 18S rRNA. Profil hematologi juga dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,5% anjing ras campuran dari Bogor positif terinfeksi Babesia spp. melalui kedua metode. Anjing yang terinfeksi menunjukkan jumlah sel darah merah yang berkurang dan jumlah sel darah putih yang meningkat, yang mengindikasikan anemia dan respons imun. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode molekuler untuk diagnosis yang akurat dan mendukung perlunya program pencegahan dan pengendalian.