Ridi Arif
Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Sonometri fetus kambing kacang usia 7 minggu hasil superovulasi menggunakan hormon PMSG Ridi Arif; . Andriyanto; Arief Boediono; Adi Winarto; Fadjar Satrija; Wasmen Manalu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.416 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.1.13-14

Abstract

Teknologi superovulasi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan sekresi endogen hormon kebuntingan. Salah satu manfaat dari peningkatan sekresi endogen hormon kebuntingan adalah perbaikan perkembangan lingkungan uterus selama kebuntingan. Kambing Kacang betina sebanyak 8 ekor dan telah dewasa kelamin dengan bobot rataan 22 kg dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol (tidak disuperovulasi) dan kelompok superovulasi menggunakan hormon Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) dengan dosis 15 IU/kgBB. Kambing Kacang percobaan diserentakkan berahinya menggunakan PGF2α sebanyak 2 kali dengan selang 11 hari. Penyuntikan PMSG dilakukan bersamaan dengan penyuntikan PGF2α kedua pada kelompok superovulasi. Setelah berahi, semua kambing dikawinkan secara alami dengan pejantan pilihan. Fetus kemudian diukur secara ultrasonografi (USG) pada usia kebuntingan 7 minggu. Hasil pengukuran menunjukkan kelompok Kambing Kacang hasil superovulasi memiliki ukuran fetus yang lebih panjang daripada kelompok kontrol (P<0.05). Ukuran diameter amnion terpanjang dan terpendek serta tebal dinding uterus terlihat cenderung meningkat pada kelompok superovulasi dibandingkan dengan kelompok kontrol (P>0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah superovulasi pada induk Kambing Kacang mampu meningkatkan pertumbuhan fetus sampai dengan usia kebuntingan 7 minggu.
Use of the MLX 90164 sensor and the ThingSpeak platform for internet of things-based animal body temperature check Ridi Arif; Okta Irviana Muminin; Nenis Rahma Wulandari; Koekoeh Santoso; Dhani S. Wibawa
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.2.35-36

Abstract

Sensor MLX 90614 adalah sensor IR yang digunakan untuk mengukur suhu tanpa kontak. Sensor ini dapat mengukur suhu objek dan suhu lingkungan pada kisaran -40 oC – 125 oC. Sensor ini banyak digunakan di berbagai bidang seperti pengukuran suhu ruangan, suhu mesin, suhu lingkungan, dan suhu tubuh. Sensor MLX 90614 belum sepenuhnya dapat digunakan secara langsung untuk melakukan pengukuran suhu karena default program yang sederhana sehingga hasil pengukuran tidak akurat. Oleh karena itu diperlukan optimasi untuk meningkatkan nilai presisi pendugaan suhu internal tubuh menggunakan sensor ini. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 6 ekor domba percobaan. Pemeriksaan suhu dilakukan melalui termometer kontak dan dibandingkan dengan pemeriksaan non-kontak oleh sensor MLX 90614. Hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata termometer kontak adalah 39,28±0,09 oC sedangkan hasil sensor MLX adalah 35,78±1,38 oC. Perbedaan suhu rata-rata adalah 3,5±1,48 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor koreksi perbedaan suhu perlu dimasukkan dalam kode skrip saat menjalankan sensor MLX 90614. Hasil pemeriksaan suhu oleh sensor dapat langsung dikirim secara real time ke platform ThingSpeak sehingga hasilnya dapat disimpan dan diakses di berbagai tempat dengan mudah. Penggunaan sensor MLX 90614 yang dipadukan dengan konsep IoT menggunakan ThingSpeak dapat mempermudah proses pemeriksaan suhu tubuh non-kontak, serta membuat data dapat diakses dan disimpan dengan mudah.
Multiinfeksi parasit nematoda pada rusa di Waru Farm Land, Ciampea, Kabupaten Bogor Arif, Ridi; Damayanti, Trianita; Kusmiati, Sri
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.5-6

Abstract

Rusa merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Saat ini rusa sering dipelihara dan dijadikan sebagai bagian dari wahana hiburan di tempat rekreasi alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian infeksi kecacingan pada rusa yang dipelihara di tempat rekreasi Waru Farm Land, Tegalwaru, Ciampea, Bogor. Sebanyak 9 rusa dipelihara oleh Waru Farm Land terdiri atas rusa totol dan rusa timor. Sampel diambil dengan cara mengoleksi secara langsung sesaat setelah rusa melakukan defekasi. Pemeriksaan sampel feses yang dilakukan meliputi uji flotasi, uji McMaster, dan filtrasi bertingkat. Hasil Pemeriksaan menunjukkan bahwa satu ekor rusa mengalami multiinfeksi nematoda parasit. Hasil pemeriksaan ditemukan telur tipe strongyle dan trichurid. Derajat infeksi menunjukkan nilai yang sangat ringan yaitu kurang dari 50 EPG, sehingga dapat disimpulkan bahwa infeksi kecacingan pada rusa di Waru Farm Land sangat rendah. Pengobatan dilakukan dengan pemberian anthelmintik pada rusa yang positif terinfeksi kecacingan sekaligus untuk mencegah terjadinya infeksi pada rusa lainnya.
Molecular detection of Haemonchus contortus on spotted deer (Axis axis) Arif, Ridi; Mifthadillah, Sekar Ayu; Natalie, Gabriella
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.4.113-114

Abstract

Spotted deer (Axis axis) as a protected endemic animal has the potential to be developed to provide economic value. However, in general, deer are often infected by endoparasitic diseases caused by various factors such as direct contact with infected areas to transmission through feed. As a result of endoparasitic infections, infected animals can experience malnutrition, physiological disorders, and even death. This study aims to identify nematode worm species using molecular diagnosis in spotted deer. Molecular identification of nematode species in deer feces was carried out by fecal sample collection and cultivation, larvae isolation, DNA extraction, PCR process, and electrophoresis. Molecular analysis using specific primer targeting the ITS gene. The PCR results showed the single band at 260 bp. Based on the result, the nematode species that has infected the spotted deer was Haemonchus contortus. These findings provide the first molecular-level confirmation of endoparasite infection in spotted deer in Indonesia, expanding the existing diagnostic information for wildlife health monitoring.
Co-Authors Abdul Zahid Adi Winarto Adi Winarto Afiff , Usamah Agik Suprayogi Agus Wijaya Alifiana Fitrianingrum Amrozi Andriyanto Andriyanto . Andriyanto Andriyanto Anum, Tasya Ardilasunu Wicaksono Arief Boediono Asih Wulan Sari Aulia Andi Mustika Aurilia Hemas Adytia Wardaningrum Az, Syadza Zahratun Nufus Azzah Hanifah Bondan Achmadi Christina Clarice Leksono Damayanti, Trianita Dede Sholeh Denny Widya Hikman Dhani S. Wibawa Dhea Ardhina Krisdamaiyanti Diah Nugrahani Pristihadi Didit Triatmojo Dina Nurzuliana Dita Pratama Putri Edi Sukmawinata Edwin Ligia Sastra Elok Budi Retnani Elpita Tarigan Erlangga, Wishnu Kusumo Agung Erli Chandra Fadjar Satrija Fayola, Tabina Triadinda Fitri, Raudhatul Ganjar Maulana Nugraha Ganjar Maulana Nugraha Habib, Afifah Arini Hamdika Yendri Hamida, Wanda HERA MAHESHWARI Hidayah, Safina Octavia Islami, Nurfara Juara, Fanggy Malindo Kedaton, Feni Gemala koekoeh santoso Kudang Boro Seminar Kusmiati, Sri Leliana Widi Leo Sapelani Soinbala Lina Noviyanti Sutardi Malikhatul Hasanah Maria Natasya Maulana, Muhammad Firlan Mifthadillah, Sekar Ayu Mohammad Alfinanda Santriagung Mohammad Miftahurrohman Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Darjat Darulfalah Muhammad Darjat Darulfalah Nastiti Kusomorini Nastiti Kusomorini Natalie, Gabriella Nenis Rahma Wulandari Ni Made Ria Isriyanthi Nugraha, Arifin Budiman Nursofyani, Aziizah Nurzuliana, Dina Okta Irviana Muminin Olivia Hafizah Fitri Qodari, Sahrul Reflianti, Reza Mahdiah Rindy Fazni Nengsih Risa Tiuria Risna Anggraeni Rivangga Yuda Hendika Riyani, Adelweiss Putri Rizal Akbari Rizky Diyu Purnama Ronald Tarigan Rotinsulu, Dordia Anindita Rustandi, Agniyya Muhshi Samara, Farhan Habibie Santriagung, Mochamad Alfinanda Sapto Nugroho sri murtini . Subangkit, Mawar Suryaningtyas Kusumadewi Tsania Royani Abdillah Ulfatin Khoiriyah Herowati Upik Kesumawati Hadi Wasmen Manalu Wibowo, Bagas Dwi Suryo Widiatmoko, Agus Yayuk Sri Rahayu Yusa Irarang Yustika Trisiana Agun Yusuf Ridwan Zainal Abidin