Claim Missing Document
Check
Articles

Jurnalisme Indonesia di Era Disrupsi Informasi Eko Sumardi; Indah Suryawati
PROPAGANDA Vol 2 No 1 (2022): PROPAGANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/prop.v2i1.446

Abstract

The phenomenon of online journalism requires that some providers of news content in conventional media transform themselves into multiplatform. It aims to be able to survive in the competition of the media industry. Not surprisingly, most of the conventional news media that still survive today have sites on the internet. Some only follow content from the parent company, but some others only provide additional material. These related sites operate to the same standards of practice and professionalism as their parent company does. It could be said that journalism is entering a time called a period of disruption. A period of disruption is a time when change occurs so unexpectedly, is fundamental and touches almost all joints of people's lives. And the presence of online journalism has revolutionized news where speed is a major factor. News is no longer an 'already ongoing' event, but an 'ongoing' event that should be broadcast by the media. Some features in online journalism are actually cited as a variety of causes of the erosion of idealism and credibility in online journalism. The impact of internet technology caused the online news media to undergo a radical revolution that made it different from journalism in the mass media in general.
Perempuan Subaltern Dunia Ketiga Dalam Tinjauan Teori Feminisme Poskolonial Gayatri Chakravorty Spivak Indah Suryawati; Alexander Seran; Ridzki Rinanto Sigit
FOCUS Vol 2 No 2 (2021): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v2i2.336

Abstract

Istilah subaltern dihadirkan sebagai sinonim kaum proletar. Gayatri Spivak menekankan   pentingnya   melihat   mekanisme hegemonik yang tidak  disadari  mengenai  penggunaan atribut kata subaltern. Mereka berada dalam wacana  hegemonik  yang  berarti  ada  semacam manipulasi secara tidak sadar atas apa yang mereka lakukan. Dalam kajian  teoritis  Spivak,  kelompok  subaltern  adalah  kelompok  yang suaranya selalu direpresentasikan, sementara representasi hanyalah alat untuk menuju dominasi nyata. Oleh karena itu, masyarakat yang tertekan dan terjajah (subaltern), harus berbicara, harus mengambil inisiatif, dan menggelar aksi atas suara mereka yang terbungkam. Karena kekuasaan kolonial terus dipertahankan dalam dan melalui discourse (wacana) yang berbeda-beda. Sebagai kritikus feminis poskolonial Gayatri Spivak terus menerus menantang pemikiran kontemporer Barat dengan menunjukkan betapa wacana-wacana dan praktik-praktik kelembagaan dan budaya dominan telah secara konsisten mengecualikan dan meminggirkan kaum jelata (subaltern), terutama perempuan subaltern. Fokusnya pada sejarah perempuan subaltern dan kritiknya terhadap proyek subaltern telah secara radikal menantang cara identitas politik dikonseptualisasikan dalam banyak pemikiran kontemporer. Penekannya pada kemampuan kaum subaltern untuk berbicara.
Communication Management of the Religious Harmony Forum of DKI Jakarta in Overcoming Intolerance and Radicalism Dudi Iskandar; Indah Suryawati; Liliyana Liliyana
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 6, No 1 (2022): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v6i1.16659

Abstract

In two national surveys on tolerance, equality, and cooperation among religious communities conducted by the Ministry of Religious Affairs at 2019 and 2021, the DKI Jakarta harmony index was below the national average. This study aims to capture the activities and communication management patterns of the Religious Harmony Forum of DKI Jakarta, especially in overcoming intolerance and radicalism. Both intolerance and radicalism are often cited as triggers for the emergence of religious disharmony in DKI Jakarta. The results of this study show that, first, the communication management of the DKI Jakarta FKUB is not well-organized as a modern organization that always follows the developments based on communication and information technology. Second, the problem of the forum lies in the weakness of social regulations and government actions in implementing recommendations. Third, the role of this forum must be wider, and more innovative to support the country at a macro level to prevent intolerance and radicalism. 
Sikap Media Dalam Kasus Dugaan Korupsi Gibran-Kaesang Indah Suryawati; Titi Widaningsih
Avant Garde Vol 10, No 1 (2022): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v10i1.1680

Abstract

Reports of alleged corruption cases Gibran-Kaesang to the KPK have attracted the attention of online media. Kompas.com and Wartaekonomi.co.id are news portals that consider this important issue. The purpose of this study is to explain Kompas.com and Wartaekonomi, co.id attitude in reporting the Gibran-Kaesang corruption alleged report and to uncover the form of domination in the news. The method used is Robert N. Entman framing model. The paradigm used is the constructive paradigm. The object of research is the reporting of alleged corruption by Gibran-Kaesang on Kompas.com and Wartaekonomi.co.id during the period from January 10, 2022 to January 21, 2022. The results show that Kompas.com and Wartaekonomi.co.id construction is presented differently. Kompas.com constructs this reality from the political aspect, while Wartaekonomi.co.id from the political and legal aspects. Kompas.com tends to be neutral. Unlike the case with Wartaekonomi.co.id, which is more daring to be against it. Kompas.com does not highlight certain images in its reporting. In fact, Wartaekonomi.co.id highlighted Ubedillah's positive image and created a negative image of Gibran. Wartaekonomi.co.id seems to position its news portal as an alternative media that forms an alternative public space, namely a room for protest and critical politics, even though it is not maximized.
ANALISIS EKONOMI POLITIK IKLAN KINERJA PEMERINTAHAN JOKOWI 2 MUSIM, 65 BENDUNGAN Indah Suryawati; Titi Widaningsih
JURNAL SIGNAL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.714 KB) | DOI: 10.33603/signal.v9i2.5608

Abstract

Iklan Kementerian Komunikasi dan Informatika berjudul "2 Musim, 65 Bendungan" adalah iklan kontroversial pada tahun 2018 yang menampilkan keberhasilan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla, setahun sebelum Pemilihan Presiden berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya iklan politik dalam iklan kinerja pemerintahan Jokowi "2 Musim, 65 Bendungan menggunakan analisis ekonomi politik media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif ekonomi politik media. Metode analisis data yang akan digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif, dengan mengolah data yang diperoleh sedemikian rupa, menganalisa dan menginterpretasikan sehingga diperoleh jawaban yang tepat dari permasalahan yang dipaparkan. Hasil penelitian menunjukkan pesan yang muncul dalam iklan "2 Musim, 65 Bendungan dapat dimaknai sebagai iklan politik karena berisi pesan-pesan politik terselubung. Konten video yang menampilkan keberhasilan pembangunan sejumlah bendungan tersebut memiliki nilai jual tinggi bagi pemerintah saat itu (penguasa). Apalagi jika dikaitkan dengan rencana Jokowi mencalonkan diri sebagai kandidat dalam Pilpres 2019. Iklan "2 Musim, 65 Bendungan menjadi perantara yang tepat untuk mencapai tujuan utama dari pemerintah sebagai pembuat iklan dalam upaya membangun citra, popularitas dan mungkin saja untuk menjaga kekuasaan Jokowi. Apalagi dalam iklan tersebut, jelas-jelas pihak pemerintah hanya diwakili oleh sosok Jokowi. Tidak nampak sosok Jusuf Kalla sebagai wakil presiden atau sosok menteri-menteri kabinet pemerintahan Jokowi yang terkait dengen proyek pembangunan bendungan tersebut.Kata Kunci: Iklan Politik, Bioskop, Jokowi, Ekonomi, Media
Politainment News Framing of DPR RI Members Mulan Jameela on The Online Media Fitria Ulfa Ulfa Fitria; Indah Suryawati
KOMUNIDA : Media Komunikasi dan Dakwah Vol 10 No 01 (2020): Komunida: Media Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.226 KB) | DOI: 10.35905/komunida.v10i01.1275

Abstract

The success of Mulan Jameela to become members of the Indonesian Parliement 2019-2024 drew the attention of online media. However. Some online media deliberately package this event in the form of politainment news. This research aims to find out the news framing of Mulan politainment news when officially appointed as a member of the Indonesian Parliament 2019-2024. The research method used is the Framing Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. Pan Kosicki's framing device is divided into four large structures : syntactic structure, script structure, thematic structure, and rhetorical structure. The object of the research was the news texts Mulan as members of the Indonesian Parliament in Tribunnews.com and Detik.com in the October 2019 period. The results showed that the cognitive tools used by Tribunnews.com and Detik.com in coding information and interpreting events about Mulan as members of the Indonesian Parliament are constructed differently. Okezone.com framing tends to benefit Mulan. While framing Tribunnews.com, Detik.com, Liputan6.com, dan Kompas.com tend to corner Mulan. Where the most highlighted side is the clothing choices used by Mulan, the legal cases faced and the endorsement that received the KPK response. While Mulan success in holding seats in the Indonesian Parliament 2019-2024 period is not so highlighted. Keywords: framing; news; online media; politainment
Analisis Kesiapan Guru Kelas Dalam Merencanakan Pembelajaran Matematika Pada Era Pandemi Covid-19 Dr. Dian Aswita, S. Pd., M. Pd; Fitria wulandari; Indah Suryawati
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v3i2.115

Abstract

Pembelajaran matematika di kelas tinggi biasanya berlangsung secara tatap muka, namun berubah semenjak adanya pandemi covid-19 saat ini. Pandemi ini berdampak sangat besar pada berbagai sektor dikehidupan masyarakat tak terkecuali dengan sekolah. Pada saat pandemi covid-19 seperti saat ini, guru harus benar-benar mampu menyajikan pembelajaran dengan menggunakan teknologi atau disebut dengan pembelajaran daring. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SD Negeri 52 Banda Aceh diketahui bahwa selama masa covid, guru melakukan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan sistem daring. Tentunya guru menghadapi banyak kendala dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran matematika dikarenakan sistem ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 3 orang wali kelas 4 hingga kelas 6 di SD Negeri 52 Banda Aceh. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah siap dalam merencanakan pembelajaran matematika pada era pandemi covid-19 hal ini dapat terlihat dari guru yang telah menyiapkan nomor telepon orang tua/wali peserta didik sebelum proses pembelajaran matematika secara daring dimulai, guru juga membuat grup Whatsapp sebagai media interaksi dan komunikasi kepada orang tua/wali peserta didik, tersedianya handphone, laptop dan akses internet yang memadai, guru juga membuat RPP pembelajaran daring sebelum proses belajar mengajar dilakukan serta tidak adanya kendala dalam pembuatan RPP matematika secara daring dan guru juga dapat memastikan bahwa orang tua/wali peserta didik mendukung proses pembelajaran matematika secara daring.
Literasi Media Online pada Kalangan Remaja Untuk Meningkatkan Pemahaman Etika Berkomunikasi di Media Sosial Denada Faraswacyen L. Gaol; Indah Suryawati; Rachmi Kurnia Siregar; Dudi Iskandar
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 6 No 2 (2023): IKRAITH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v6i2.2409

Abstract

The Nahdlatul Ulama Student Association (IPNU) is an autonomous body of Nahdlatul Ulama (NU)based on students, students, and santri, as a forum for fostering the next generation of scholars andsuccessors of the nation's struggle. IPNU is an organization whose members are millennials (generation Y)and generation Z. The organization certainly has problems faced, one of which is related to the ethics ofcommunicating on social media by the younger generation of IPNU Ciledug. From one of the problemsfaced by IPNU, a Community Service activity was designed by Communication Studies Lecturers at BudiLuhur University with the title Online Media Literacy among Adolescents as an Effort to ImproveUnderstanding of Communication Ethics in Social Media. This activity can be useful as a means of learningfor the younger generation at IPNU Ciledug to be able to apply communication ethics in online media after understanding online media literacy in accordance with the planned program and in accordance with theexpected target. The output targets to be achieved from this community service activity are: (1)Implementation documentation in the form of activity videos; (2) Articles in PKM journals; (3) Increasedknowledge, abilities, skills of IPNU Ciledug members in understanding the ethics of communicating onsocial media. The implementation of this community service activity consists of 3 stages, namely; (1) Thepreparation stage, to identify problems, apply for permits to the IPNU Ciledug management, and makepreparations for the implementation of online media literacy activities; (2) the implementation stage ofonline media literacy activities; and (3) the activity evaluation stage, by giving a questionnaire to thetraining participants to find out the response of IPNU Ciledug to this community service activity.
TRANSFORMASI MEDIA CETAK KE PLATFORM DIGITAL (Analisis Mediamorfosis Harian SOLOPOS) Indah Suryawati; Sukma Alam
JURNAL SIGNAL Vol 10, No 2 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i2.7240

Abstract

Terjadinya peningkatan jumlah pengguna media berita online dalam lima tahun terakhir dibanding dengan pengguna media berita konvensional memaksa media cetak untuk melakukan transformasi ke platform digital. Salah satu media yang telah melakukan transformasi media (mediamorfosis) adalah Harian SOLOPOS yang terbit di Solo, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui dan mendeskripsikan mediamorfosis Harian SOLOPOS ke platform digital; dan kedua, untuk menemukan dan menjelaskan model perubahan yang terjadi setelah konsep mediamorfosis diimplementasikan oleh Harian SOLOPOS. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivis. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus karena objek penelitian ini fokus pada mediamorfosis di Harian SOLOPOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian SOLOPOS benar-benar bermigrasi ke dalam pengelolaan secara digital dengan mendirikan SOLOPOS.com. PT Aksara Solopos, penerbit Harian SOLOPOS, mendirikan Solopos Digital Media yang terdiri atas layanan berupa produk-produk penyebar informasi yang menggunakan teknologi digital. Penataan juga menyentuh perubahan struktur organisasi dan manajerial, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), alur dan pola kerja serta dilakukan konvergensi. Di mana konvergensi media SOLOPOS dilakukan dengan mengintegrasikan SOLOPOS (media cetak), SOLOPOS.com (media online), SOLOPOS FM (radio) dan SOLOPOS TV (TV streaming). Model perubahan yang terjadi, SOLOPOS menerapkan tata kelola single newsroom untuk memaksimalkan pengelolaan Harian SOLOPOS, SOLOPOS.com dan SOLOPOS TV. Bahkan reporter SOLOPOS bukan lagi “menjadi’ reporter koran, melainkan berubah menjadi reporter multiplatform baik online, radio maupun TV. Tata kelola seperti ini berdampak pada pemasukan iklan. Meski SOLOPOS.com terlihat lebih unggul dibanding Harian SOLOPOS maupun SOLOPOS TV terkait pemasukan iklan, namun pola pengelolaan iklan dibuat sedemikian rupa dalam bentuk penawaran paket iklan. Kata kunci: Media cetak, Mediamorfosis, Platform digital
Construction of Reporting on the 2024 Female Presidential Candidates on Tirto.id, Tempo.co, and Kompas.com Dudi Iskandar; Indah Suryawati; Liliyana Liliyana
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 2 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v6i2.6433

Abstract

In the middle of a patriarchal culture, several females pushed the competition map for the 2024 presidential candidate which was dominated by males. However, the votes were insignificant and only a few names appeared in the survey results. Apart from the 30% affirmative action, the role of the media in promoting gender mainstreaming in politics is needed because news about female presidential candidates is still relatively rare. Therefore, this research aims to reveal the news of the 2024 female presidential candidate survey results presented by tirto. id, tempo.co, and kompas.com. This was conducted using the framing analysis method of the Robert Matthew Entman model consisting of two dimensions, namely issue selection, and aspect highlight, as well as four framing elements, including problem definition, sources, moral decisions, and problem-solving. The result showed several interesting points. First, all the media analyzed presented news about females’ inability and resources based on the results of various surveys. Second, all news presented an interpretive journalism model that reads and interprets survey data by experts. Third, although they try to deny the patriarchal ideology, the majority present male commentators who review female political communication. This means that ideology still surrounds the three online media studied.Keywords: Female presidential candidates, news, online media, framing analysis ABSTRAKDi tengah kultur patriarkhi, beberapa perempuan menyeruak peta persaingan capres 2004 yang didominasi capres laki-laki. Meski begitu suaranya tidak signifikan, hanya beberapa nama saja yang muncul dihasil survei. Selain affirmative action 30 persen, peran media mendorong pengarusutamaan gender di bidang politik sangat dibutuhkan. Saat ini pemberitaan tentang capres perempuan relatif jarang. Padahal melalui pemberitaan yang masif dan kontinyu, capres perempuan akan diperhitungkan. Di tengah capres perempuan yang jarang diberitakan, penelitian ini menemukan signifikansinya. Bahwa capres perempuan jarang diberitakan dibandingkan capres laki-laki. Penelitianbertujuan menguak berita hasil survei capres perempuan 2024 yang disajikan tirto.id, tempo.co, dan kompas.com. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing model Robert Matthew Entman yang memiliki dua dimensi (seleksi isu dan penonjolan aspek) serta empat elemen framing (Pendefinisain masalah, sumber masalah, keputusan moral, dan penyelesaian masalah). Sebagai kesimpulan, penelitian ini menemukan beberapa poin menarik. Pertama, semua media yang diteliti menyajikan berita tentang kekurangmampuan dan sumber daya perempuan yang minim berbasis hasil berbagai survei. Kedua, semua berita menyajikan model jurnalisme interpretatif yang membaca dan menafsirkan data hasil survei oleh para ahlinya. Ketiga, meski mencoba menyangkal ideologi patriarkhi, tetapi mayoritas berita menyajikan komentator laki-laki yang mengulas komunikasi politik perempuan. Artinya, ideologi patriarkhi masih menyelimuti ketiga media online yang diteliti.Kata Kunci: Capres perempuan, berita, media online, analisis framing