Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MASA REMAJA SEBAGAI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA Alima Fikri Shidiq; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.548 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18369

Abstract

ABSTRAKRemaja sebagai asset negara berperan sangat penting dalam proses pembangunan negara, dalam upaya peningkatan kualitas remaja dan pencegahan kenakalan remaja pemerintah membuat Perpres 87 No . 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, seiring dengan hal tersebut Pemerinta Kota Bandung membuat kebijakan Gerakan Maghrib Mengaji. Gerakan ini ditujukan bagi warga masyarakat kota Bandung agar dapat memanfaatkan waktu dengan mengisi selepas sholat Maghrib dengan kegiatan keagamaan atau pengkajian agama Islam. ‘Gerakan Maghrib Mengaji’ dapat menjadi wadah kegiatan bagi remaja, dengan mengisi kegiatan memperdalam dan memperluas pengetahuan dan pemahaman keagamaan. Sekaligus pula memperkuat karakter remaja dengan berlandaskan nilai dan norma religi yang kokoh. Penguatan karakter remaja yang berlandaskan pada nilai dan norma agama tersebut, diharpkan dapat mencegah timbulnya pemanfaatan waktu luang yang mengarah pada kegiatan-kegiatan tidak bermanfaat. Salain itu , lingkungan juga berperan penting dalam proses perkembangan remaja , sebab lingkungan akan dijadikan media eksperimen oleh para remaja dalam mengimplementasikan pengetahuan yang mereka dapatkan , implementasi tersebut bisa berdampak baik bagi diri dan lingkungannya , namun bisa juga berdampak buruk bagi mereka. Sehingga perlu adanya pendidikan karakter yang mengarahkan pengetahuan remaja agar mereka tidak melakukan tindakan tindakan yang berakibat buruk , dan mengotori nilai norma yang terkandung di masyarakat seperti kenakalan remaja. ABSTRACT Adolescents as state assets play a very important role in the process of state development, in an effort to improve adolescent quality and prevention of juvenile delinquency of the government makes presidential decree 87 no. 2017 on strengthening character education, in line with the regulation of Bandung mayor make policy Maghrib Recitation Movement where Bandung city people can use their spare time to obtain knowledge about religion . Therefore Maghrib recitation reviewing this can be a place for teenagers to explore well without violating the prevailing values and norms, weighing adolescence is a time when the capacity to gain knowledge efficiently reaches its peak.In addition, the environment also plays an important role in the process of adolescent development, because the environment will be used as an experimental medium by teenagers in implementing the knowledge they get, the implementation can have good impact for themselves and the environment, but it can also be bad for them. So that the need for character education that directs the knowledge of teenagers so that they do not take actions that result badly, and contaminate the value of norms contained in society such as juvenile delinquency.
PERAN CASE WORKER DALAM PENANGANAN ANAK YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM KELUARGA Viqa Nanda Prajatami; Santoso Tri Raharjo; Meilanny Budiarti S.
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.13641

Abstract

-
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PROSES REHABILITASI ANAK BERMASALAH DI PANTI SOSIAL PETIRAHAN ANAK (PSPA) SATRIA BATURADEN Afrida Eko Puteri; Nandang Mulyana; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13689

Abstract

Anak memiliki permasalahan yang kompleks. Salah satu masalah yang dihadapi anak adalah permasalahan pembelajaran. Panti sosial petirahan anak hadir sebagai sarana yang diberikan oleh Kementerian Sosial dalam upaya pembinaan dan rehabilitasi terhadap anak bermasalah dalam pembelajaran. Pekerja sosial memiliki peranan dalam penanganan anak bermasalah melalui rehabilitasi di panti sosial petirahan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengkaji peran pekerja sosial dalam rehabilitasi anak bermasalah di panti sosial petirahan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Panti Sosial Petirahan Anak Satria di Baturaden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari informan dan responden. Adapun hasil penelitian belum dapat dipaparkan karena peneliti belum melakukan penelitian di lapangan.
Strategi Komunikasi dalam Corporate Social Responsibility Perusahaan sebagai upaya Pemberdayaan Masyarakat Fachria Octaviani; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 4 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v4iI.4882

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) atau yang biasa dikenal dengan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan sebuah komitmen yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. CSR tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan keuntungan secara finansial perusahaan, tetapi juga dilakukan untuk pembangunan sosial, ekonomi, melembaga, dan berkelanjutan (Suharto, 2008). Dalam pelaksanaannya, CSR tidak dapat dipisahkan oleh pemberdayaan masyarakat (Community Development). Namun, implementasinya seringkali mengalami kendala karena terjadi berbagai masalah dalam komunikasi antara pengelola kegiatan dengan masyarakat yang menjadi sasaran program kegiatannya, dan masalah komunikasi yang terjadi cukup beragam. Dengan begitu, kegiatan program CSR memerlukan strategi komunikasi yang baik dalam pelaksanaanya. Metodelogi dalam kajian ini berjenis telaah pustaka yang dijadikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran buku, dan jurnal yang relevan terkait Teknik penulisan. Hasil penulisan menyatakan bahwa kegiatan CSR dalam pelaksanaannya tidak dapat dipisahkan oleh pemberdayaan masyarakat, maka dari itu tujuan utama kegiatan CSR dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya melalui strategi komunikasi yang baik. Kata Kunci : Corporate Social Responsibility (CSR), Pemberdayaan Masyarakat, Strategi Komunikasi
Family Development Session Pendidikan Education and Training in Efforts to Increase Mentoring Capacity for the Social Assistance of the Hope Family Program in Bandung Regency Rosma Sandratika; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 3 (2021): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i3.2328

Abstract

The Family Hope Program (PKH) is a conditional assistance given to someone who is poor and vulnerable to poverty which has an education component, a health component and a social welfare component. The PKH Beneficiary Family (KPM) is accompanied by a social assistant. One form of assistance is the existence of a Family Development Session (FDS) which aims to change the behavior of beneficiary families and encourage KPM to leave PKH. In conducting FDS, social assistants are required to have special knowledge, skills and attitudes so that the implementation of FDS is successful and has an impact as targeted. The knowledge, skills and attitudes of social assistants in this FDS activity are obtained through education and training activities. The purpose of this study is to describe FDS education and training in an effort to increase the capacity of mentoring for PKH social assistants in Bandung Regency. This study uses a descriptive qualitative approach. Data sources come from primary and secondary data sources. Data collection techniques used observation, in-depth interviews, focus group discussions and documentation studies.The results showed that in FDS education and training for PKH social assistants in Bandung Regency
PEMENUHAN KEBUTUHAN AFEKSI PADA ANAK (PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN KEPERCAYAAN DIRI DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK - LKSA) Imya Sinsi Munthe; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18276

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan afeksi pada anak dapat terpenuhi dan untuk melihat apa saja kegiatan yang diselengarakan oleh lembaga kesejahteraan sosial anak dalam meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak. Sumber data penelitian ini adalah pihak yang terkait dalam lembaga kesejahteraan sosial anak. Aspek kebutuhan anak yang dipelajari adalah kebutuhan psikososial, dan sosial emosionalnya. Artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pihak yang terkait di dalam lembaga kesejahteraan sosial anak. Dari hasil Artikel dapat diketahui bahwa pemenuhan kebutuhan afeksi pada anak sudah terpenuhi dengan baik sehingga anak-anak merasa senang dan nyaman tinggal di lembaga kesejahteraan sosial anak tersebut. Dengan terpenuhinya kebutuhan afeksi pada anak-anak di LKSA tersebut anak-anak mampu mengikuti setiap kegiatan yang mampu meningkatkan kemandirian serta kepercayaan diri mereka.
PRAKTIK CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DI INDONESIA Gina Bunga Nayenggita; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23119

Abstract

Dalam berbagai aktivitas membawa dampak nyata bagi kualitas kehidupan, baik bagi individu atau masyarakat. Berbagai permasalahan terjadi di Indonesia, sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri atau memang alam yang sudah mulai mengikis. Ulah manusia juga hadir dari beberapa perusahaan yang membuat adanya pencemaran lingkungan, udara dan lain sebagainya. Maka peran-peran manusia atau sebuah organisasi turut andil dalam menangani permasalahan di Indonesia. Dan dari sanalah lahir sebuah gagasan CSR. CSR merupakan merupakan komitmen usaha untuk beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup dan tanggung jawab kemitraan dari karyawan dan keluarganya, pemerintah, perusahaan komunitas lokal, dan komunitas luas. CSR dapat melakukan dengan pemberdayaan masyarakat setempat secara nyata yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.  In various activities it has a real impact on the quality of life, both for individuals and society. Various problems occur in Indonesia, mostly caused by human behavior itself or indeed nature has begun to erode. Human activities are also present from several companies that make environmental pollution, air and so on. Then the roles of humans or an organization contribute to addressing problems in Indonesia. And from there came the idea of CSR. CSR is CSR is a business commitment to operate legally and contribute to improving the quality of life and responsibility of partnerships from employees and their families, the government, local community companies, and the wider community. CSR can do with the empowerment of local communities that are actually needed by the surrounding community.
RELASI ORANGTUA, ANAK DAN PEER GROUP (PENEMUAN KONSEP DIRI PADA REMAJA, KASUS PADA SISWA SMAN TANJUNGSARI SUMEDANG) Hana Hanifah; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18277

Abstract

Remaja merupakan tahapan yang kompleks. Individu banyak mengalami perubahan pada saat remaja. Remaja dikenal sebagai kelompok usia yang haus akan identitasnya. Usaha untuk menemukan atau menguatkan identitas diri suatu individu terlebih ukuran remaja sangat perlu dukungan dari berbagai pihak, internal dan eksternal. Cinta dan penghargaan menjadi faktor penting yang dibutuhkan remaja agar bisa memiliki konsep diri yang baik, karena pada teorinya seseorang dikatakan sukses apabila ia memiliki cinta dan penghargaan. Remaja dalam kasusnya hanya ingin dianggap keberadaannya. Peer group atau teman sebaya merupakan rumah yang sering ditemukan oleh remaja sebagai tempat untuk ia berekspresi dan menemukan jati dirinya. Untuk menjadi pribadi yang lengkap relasi dengan orangtua dan pihak-pihak yang hidup berdampingan dengannya pun perlu diperhatikan. Artikel ini menjelaskan alasan relasi orangtua-anak dan peer groupnya bisa membuat seorang remaja menemukan konsep dirinya.
PROGRAM CSR YAYASAN UNILEVER INDONESIA BERDASARKAN TEORI TRIPLE BOTTOM LINE Ricky Michael; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23116

Abstract

Perusahaan merupakan badan usaha yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, seperti membuka lapangan kerja dan menyediakan barang kebutuhan masyarakat. Akan tetapi tanpa disadari perusahaan memiliki dampak terhadap lingkungan masyarakat sekitar yang cenderung negatif. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan wujud pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Berguna untuk mencegah dan menangani potensi respon negatif hingga masalah yang timbul di sekitar perusahaan. Three bottom line yang merupakan konsep yang menjelaskan dan menata tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan melalui 3P (Planet, Profit, People). PT Unilever Indonesia Tbk. merupakan perusahaan swasta yang memiliki program CSR melalui Yayasan Unilever Indonesia. YUI yang memiliki tiga pilar yaitu Pilar Peningkatan Taraf Hidup; Pilar Lingkungan; Pilar Kesehatan, Kesejahteraan dan Nutrisi berkerja dengan misi mencari dan memberdayakan potensi masyarakat, memberikan nilai tambah bagi masyarakat.   The company is a business entity that provides many benefits to the community, such as opening jobs and providing goods for the community. However, the company unwittingly has an impact on the surrounding community environment which tends to be negative. Corporate Social Responsibility (CSR) is a manifestation of the implementation of corporate social responsibility to the community. Useful to prevent and deal with potential negative responses to problems that arise around the company. Three bottom line which is a concept that explains and organizes corporate responsibility towards the environment through 3P (Planet, Profit, People). PT Unilever Indonesia Tbk. is a private company that has a CSR program through the Unilever Indonesia Foundation. YUI which has three pillars, namely the Life Level Improvement Pillar; Environmental Pillar; The pillar of Health, Welfare and Nutrition works with the mission of finding and empowering community potential, providing added value to the community.
FENOMENA TERORISME SEBAGAI ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA DALAM PERSPEKTIF KESEJAHTERAAN SOSIAL Regita Khoirunnisa; Santoso Tri Raharjo; Muhammad Fedryansah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.20923

Abstract

Abstract. This research is motivated by acts of terrorism that are spiced with provocation that disturbs the public and interprets a sense of security and trust in the government which is a threat to the nation's disintegration. Economic factors (poverty). This study aims to discuss the phenomenon of terrorism as a threat to the nation's disintegration in the perspective of social welfare. The research method used is literature study. The conclusion is that terrorists are a group that has collective goals and decisions so that it grows and develops based on shared beliefs and is supported by domestic, international, and cultural factors. The attitude and understanding of radicalism towards religion or extreme fundamentalism is motivated by the various factors above to help someone fall into acts and networks of terrorism. There are several approaches to preventing and solving the problem of violence and terrorism, including an economic approach, an ideological approach, a psychological approach, and a spiritual approach. It takes the involvement of all components of society from families, communities, social institutions, educational institutions, and others in order to create a society that is prosperous, safe, peaceful, and free from violence and terrorism.Keywords: Terrorism, Disintegration of the nation, social welfareAbstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh aksi terorisme yang dibumbui oleh provokasi sehingga meresahkan masyarakat serta melemahkan rasa aman dan percaya terhadap pemerintah yang menjadi ancaman disintegrasi bangsa. Faktor ekonomi (kemiskinan) ditandai dengan kesejahteraan yang tidak merata, ketimpangan distribusi, hubungan antara pemilik modal dan kekuasaan, serta ketidakstabilan sistem ekonomi dan politik dapat menjadi menyebabkan munculnya kekerasan sosial dan terorisme. Penelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena terorisme sebagai ancaman disintegrasi bangsa dalam perspektif kesejahteraan sosial. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Kesimpulan atau hasil yang didapatkan dari artikel ini adalah teroris merupakan kelompok yang memiliki suatu tujuan dan keputusan secara kolektif sehingga tumbuh dan berkembang berdasarkan keyakinan yang dipegang bersama serta didukung oleh factor domestic, internasional, dan budaya. Sikap dan pemahaman yang radikalisme terhadap keagamaan atau fundamentalisme ekstrim disertai motivasi oleh berbagai faktor di atas seringkali menjadikan seseorang terjerumus dalam aksi dan jaringan terorisme. Ada beberapa pendekatan untuk mencegah dan menyelesaikan masalah kekerasan dan terorisme, diantaranya pendekatan ekonomi, pendekatan ideologi, pendekatan psikologi, dan pendekatan spiritual. Dibutuhkan keterlibatan dari seluruh komponen masyarakat dari keluarga, masyarakat, lembaga sosial, lembaga pendidikan, dan lain-lain agar terciptanya masyarakat yang sejahtera, aman, damai, dan terbebas dari kekerasan dan terorisme.Kata Kunci: Terorisme, Disintegrasi Bangsa, Kesejahteraan Sosial
Co-Authors -, Ishartono A. Rachim, Hadiyanto Adam Bagus Primohardjo Adam Bagus Primohardjo, Adam Bagus Afrida Eko Puteri Afrida Eko Puteri, Afrida Eko Agus Wahyudi Riana Ahmad Saalik Hudan Alfariz Alima Fikri Shidiq Amelia Febriani Putri Amelia Febriani Putri, Amelia Febriani Amirio Tri Kusuma Antik Bintari Aprilia, Marwah Dwita Aprilia, Nadya Putri Apsari, Nurliana C. Ardiansyah, Raka Putra Arie Surya Gutama Arini Fauziah Al haq Arini Fauziah Al haq, Arini Fauziah Aritonang, Johan Immanuel Aufar, Alma Fildzah Aziza Trizilvania Amadea Aziza Trizilvania Amadea, Aziza Trizilvania Bilantara, Naila Hisanah Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Cita Insaniah Muhammad Damayanty, Siska Danis Dea Rizky Danis Dea Rizky, Danis Dea Darwis, Rudi S. DARWIS, RUDI SAPARUDIN Dike Farizan Fadhlillah Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dyana C Jatnika Dyana C Jatnika, Dyana C Dyana C. Jatnika Dyana C. Jatnika, Dyana C. Dyta Mardyani Eko Putra, Muhammad Daffa Rizqi Eko Setiawan Eni Setiyawati Eni Setiyawati, Eni Eva Nuriyah Hidayat Faachira Faachira Fachria Octaviani Farakhiyah, Rachel Farrelia Azzahra Fedryansah, Muhammad Ferdiawan, Rachmat Putro Feronika, Ester Sarah Firda Dwi Anjani Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gea, Yusuf Krisman Gigin Ginanjar Kamil Basar Gina Bunga Nayenggita Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hana Hanifah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Imya Sinsi Munthe Irvan Sudirman Ishartono - Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Ishatono Ishatono Ishatono Ishatono, Ishatono Jayawarsa, A.A. Ketut Jouanka, Shenny Des Kamal , Mustfa Kessik, Gisela Khofiffah, Fanesha Khoirunnisa, Regita Kodaruddin, Wina Nurdini Lin Aqiela Lina Lisnawati Lina Lisnawati, Lina lukman effendi Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maulana, Guslal Achdi Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti, Meilanny Mirajani, Inara Muhamad Rizky Nurdin Muhammad Ali Equatora Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Nada Kusuma Nada Kusuma, Nada Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Neng Desty Cahyanti Shabilla Nisfi Fahriani A. Nisfi Fahriani A., Nisfi Fahriani Nulhakim, Soni Akhmad Nunung Nurwati Nur Utami, Adristinindya Citra Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Ollianti, Reni Novita Poluakan, Marcelino Vincentius Pratama, Yudhistira Anugerah Putri, Risya Ananda Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rahadian Riza Modana Rahadian Riza Modana, Rahadian Riza Rahmadani Rahmadani Ramadhani, Putri Erika Ratu Annisa Fairuz Regita Khoirunnisa Resti Fauziah Resti Fauziah, Resti Ricky Michael Riesnawaty, Risna Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini Risna Resnawaty Risna Resnawaty Risna Resnawaty, Risna Rizkia Annisa Frabandani Rizkia Annisa Frabandani, Rizkia Annisa Rosma Sandratika Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso, Meilanny Saputri, Anisza Eva Saragih, Evangelina Putri Shidiq, Alima Fikri Silva, Khairani Rahma Sindy Husnul Yaqien Soekamto, Restu Widhi Soni Ahmad Nulhaqim Sri Sulastri Susanto, Meilanny Budiarti Uswatun Hasanah Utami, Ezza Oktavia Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wahida, Dian Salma Wandi Adiansah, Wandi WIDAPRATAMA, FADILLA RAMA WIDAPRATAMA Wulandari , Arinda Putri Wulandari, Arinda Putri YAQIEN, SINDY HUSNUL Yesi Fitriani Yesi Fitriani, Yesi Yudhistira Anugerah Pratama Yumna Nurtanty Tsamara