Claim Missing Document
Check
Articles

SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) PROGRAM “SENTRA INDUSTRI BUKIT ASAM” (SIBA) DUSUN BATIK KUJUR TANJUNG ENIM Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Hendri Mulyono
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i1.26069

Abstract

The Corporate Social Responsibility (CSR) activities carried out by companies should ideally be a social investment for them. The activities should not necessarily be aimed to meet their responsibilities since it would only bring a short-term good reputation and even potentially be a threat for them in the future. Indeed, as a social investment, the Corporate Social Responsibility (CSR) activities that are run for a long time will provide them with a business ‘change’ or ‘return’ in the form of profit for the company. The method used to measure the social impact of the CSR activities was Social Return on Investment (SROI) which not only could calculate the value of profits in the form of money, but included a broader concept covering social, economic and environmental values. The results of this study reveal that Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur Program that was initiated based on culture (history) has produced economic and business values for service users in the society. This resulted in a social investment impact value in the form of SROI Ratio of 5.39, which means that for every investment made by PTBA with Rp. 1,- they will get impact or benefit worth Rp. 5.39,-. Therefore, it can be seen from the social and economic values that the Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur Program is feasible and successful. Kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan idealnya dilaksanakan sebagai sebuah investasi sosial, bukan sekedar kegiatan yang bersifat sementara untuk menunjukkan tanggung jawab saja, karena hal demikian hanya akan mendatangkan citra baik sesaat dan akan menjadi ancaman bagi perusahaan di kemudian hari. Sebagai sebuah investasi sosial, pelaksanaan kegiatan CSR dalam jangka panjang akan mendatangkan “kembalian” (return) bisnis berupa profit bagi perusahaan. Metode yang digunakan untuk mengukur dampak sosial dari kegitan CSR adalah dengan menggunakan social return on investment (SROI) yang tidak hanya menghitung nilai keuntungan berupa uang saja, melainkan mencakup konsep yang lebih luas yaitu meliputi nilai sosial, ekonomi dan juga lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur yang diinisiasi dengan berbasis pada budaya (sejarah) telah menghasilkan nilai ekonomi dan bisnis bagi masyarakat penerima program, yaitu menghasilkan nilai dampak investasi sosial berupa SROI Rasio sebesar 5,39 artinya bahwa setiap investasi yang dilakukan oleh PTBA sebesar Rp. 1,- memperoleh dampak atau manfaat senilai Rp. 5,39,-. Bila ditinjau dari sisi sosial dan ekonomi, maka program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur dapat dikatakan layak dan berhasil.
FAKTOR KELUARGA DALAM KENAKALAN REMAJA: STUDI DESKRIPTIF MENGENAI GENG MOTOR DI KOTA BANDUNG Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Budi M. Taftazani
Sosiohumaniora Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.78 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i3.5491

Abstract

Penelitian yang berjudul Faktor Keluarga Dalam Kenakalan Remaja (Studi Deskriptif Mengenai Geng Motor Di Kota Bandung), diharapkan bisa menjelaskan faktor keluarga yang melatarbelakangi fenomena geng motor dan apa saja potensi yang bisa digali untuk pemecahan masalah geng motor khususnya di Kota Bandung. Kegiatan penelitian tentang “Geng Motor” merupakan penelitian deskriptif guna memahami akar penyebab dan potensi pemecahan masalah geng motor di Kota Bandung yang bersumber dari data primer dan sekunder. Sementara pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sumber data terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam terhadap informan yang berjumlah empat jenis imforman yang terdiri dari Orang Tua, Guru Sekolah, Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Anggota Geng Motor. Selain wawancara penelitian ini juga menggali informasi dari responden yang berjumlah 250 orang yang terdiri dari siswa SLTP dan SLTA dengan alat bantu berupa kuesioner. Sedangkan untuk data sekunder yang melengkapi kajian ini di lakukan pula penelusuran dari berbagai kebijakan atau dokumen yang terkait dengan kajian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor keluarga dapat mendorong remaja dalam berperilaku negatif. Fungsi keluarga lebih banyak pada sisi kurangnya perhatian, pengabaian, dan persoalan penerapan kontrol misalnya aturan yang dierapkan di rumah tidak berjalan efektif atau sebaliknya keadaan tidak teratur karena tidak ada aturan atau hanya terdapat aturan yang lemah. Berbagai kondisi struktural keluarga, tidak idealnya sistem kontrol yang diberikan keluarga, dan minimnya kedekatan remaja dengan orang tua baik secara emosi maupun secara fisik menjadi penyebab anak mencari keluarga baru yang bisa memberinya kebebasan dan merasa dihargai secara individu. Jelas banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan dari geng motor, secara individu dan secara komunitas karena pada dasarnya mereka itu mengerti akan hal yang baik dan buruk sehingga mereka pun mampu mengidentifikasi keahlian mereka sendiri dengan harapan stigma negatif mengenai geng motor yang berkembang di masyarakat bisa berkurang.
Perspektif Kekuatan dalam Pekerjaan Sosial Ishartono -; Santoso Tri Raharjo
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v5i1.9772

Abstract

A lot of social issues generally approached the issue of problem-based approach (PBA) with a variety of other derivative terms, namely medical model, the deficit approach, or a more traditional approach. Problem-based approach to focus more on weaknesses in the client’s self that causes problems, both at the micro, mezzo and macro levels. PBA is less attention to the potentials, aspirations, hopes and potential sources residing on the client and the client environment. Strength-based approach (strength perspective) as a perspective emerged in response to the previous approach. This approach started to pay attention to the potential, aspirations, expectations and resources that can be utilized within the framework of solving social problems. For the social work profession, this perspective provides a new angle to look at and address the social problems facing clients.Keywords: Problem Based Approach, Strength Perspective, Social Work
PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA TENTANG KESETARAAN GENDER Resti Fauziah; Nandang Mulyana; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13536

Abstract

Pengetahuan Masyarakat Desa tentang Kesetaraan Gender. Isu kesetaraan gender mulai merebak di Indonesia pada tahun 1990-an. Walaupun isu gender telah lama merebak di Indonesia, namun banyak orang yang masih salah mengartikan tentang konsep gender dan kesetaraan gender. Selain gender yang sering disamakan dengan arti seks (jenis kelamin), kemudian salah arti lainnya dimana kesetaraan gender seolah-olah dianggap sebagai tindakan atau keinginan menomorsatukan perempuan yang ada di belahan dunia. Sebuah penelitian pada kelompok perempuan petani pedesaan di Jambi mengungkapkan bahwa pada awalnya masyarakat setempat sangat risih berbicara dengan kesetaraan gender.Mereka beranggapan bahwa kesetaraan gender adalah hal yang tidak lazim dibicarakan, terlalu vulgar dan mendukung aliran liberalisasi serta sekularitas. Penulis memandang kesetaraan gender ini dapat dijunjung tinggi melalui perubahan pola pikir masyarakat yang berkembang saat ini. Pola pikir yang positif tentang kesetaraan gender akan membantu mengurangi kasus-kasus ketimpangan gender di Indonesia. Mengubah pola pikir masyarakat tentunya harus didasarkan pada pengetahuan masyarakat di daerah itu sendiri.Pekerja sosial khususnya bidang pekerja sosial feminis bertugas untuk mengubah pola pikir dan mengedukasi masyarakat baik kaum laki-laki maupun perempuan.Inti dari artikel ini bahwa masyarakat khususnya masyarakat pedesaan memerlukan tambahan pengetahuan tentang kesetaraan gender. Pemahaman tentang kesetaraan gender yang positif pada masyarakat memiliki banyak manfaatnya dalam kehidupan terutama untuk mengurangi kasus-kasus ketidakadilan gender dan permasalahan rumah tangga. Adapun yang menjadi dasar bagi pekerja sosial dalam melakukan intervensi ialah pendidikan, umur, dan sumber informasi di suatu daerah atau masyarakat tersebut.
BIMBINGAN KETERAMPILAN ANAK TUNAGRAHITA Adam Bagus Primohardjo; Santoso Tri Raharjo; Arie Surya Gutama
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.053 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13642

Abstract

Tunagrahita atau terbelakang mental merupakan kondisi di mana perkembangan kecerdasannya mengalami hambatan sehingga tidak mencapai tahap perkembangan yang optimal. Bimbingan keterampilan anak tunagrahita yang dilakukan oleh panti sosial bina grahita merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kesejahteraan sosial. Dengan adanya bimbingan keterampilan bagi anak tunagrahita diharapkan mampu berfungsi secara sosial. Soetarso dalam Pengantar Kesejahteraan Sosial mengemukakan, social grup work atau bimbingan sosial kelompok adalah suatu metode untuk bekerja dengan, dan menghadapi orang-orang di dalam suatu kelompok, guna peningkatan kemampuan untuk melaksanakan fungsi sosial; serta guna pencapaian tujuan-tujuan yang secara sosial dianggap baik. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena ingin mendalami pelaksanaan bimbingan keterampilan bagi anak tunagrahita di suatu panti sosial bina grahita dan hasil penelitian berupa rincian data yang lebih kompleks tentang fenomena yang sulit diungkapkan oleh metode kuantitatif dan tidak memerlukan pengolahan data secara statistika. Hasil dari penelitian kualitatif yang dibutuhkan peneliti adalah berupa informasi yang mendalam mengenai suatu kondisi pada objek tersebut.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY di PT. PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE Ratu Annisa Fairuz; Faachira Faachira; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.264 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20087

Abstract

 ABSTRACTCorporate social responsibility program activities also vary, not only limited to social and economic programs. Social, education, and environment can be the target of corporate social responsibility. One company that applies corporate social responsibility is PT. Prudential Life Assurance. PT. Prudential Life Assurance was first established in 1995. Prudential was originally Prudential Plc, a financial services group from the United Kingdom with more than 160 years of experience. By combining Prudential's international experience in the field of life insurance with knowledge of local business procedures. Prudential has been in Indonesia since 1999 and has a commitment to develop its business in Indonesia. In accordance with these three things Prudential focuses its CSR activities in the fields of education, children, and disaster relief and prevention. Through the theme of "A Million Heart for A Millon Dreams" which has been around since September 2012, Prudential has a one million Indonesian mission that was achieved after two years of CSR programs at Prudential. PT. Prudential implements CSR programs only at the center, namely in Jakarta. The program consists of Chevening Scholarship, Financial Literacy, English Language Classes in Children's Prisons, Chairman's Challenge, Cha-Ching Money Smart Kids, and Clean Action. PT. Prudential Life Assurance provides assistance in the form of goods because it is more useful and useful. This study aims to explain the CSR programs and activities that have been carried out by PT. Prudential Life Assurance in Bandung. The type of method used in this study is a descriptive research method with a qualitative approach. Data collection techniques conducted by researchers in collecting data are through observation, interview, documentation, and a combination of the three.ABSTRAKKegiatan program corporate social responsibility pun beragam, tidak hanya terbatas pada program sosial maupun secara ekonomi. Sosial, pendidikan, dan lingkungan dapat dijadikan sasaran pertanggungjawaban sosial perusahaan. Salah satu perusahaan yang menerapkan corporate social responsibility adalah PT. Prudential Life Assurance. PT. Prudential Life Assurance didirikan pertama kali pada tahun 1995. Pada awalnya Prudential merupakan Prudential Plc, grup  jasa keuangan asal inggris dengan pengalaman lebih dari 160 tahun. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal. Prudential yang berada di Indonesia telaah ada sejak tahun 1999 dan memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Sesuai dengan ketiga hal tersebut Prudential memfokuskan kegiatan CSR-nya pada bidang pendidikan, anak-anak, serta bantuan dan pencegahan bencana. Melalui tema “A Million Heart for A Millon Dreams” yang ada sejak September tahun 2012, Prudential mempunyai misi satu juta orang Indonesia yang berhasil dicapai setelah dua tahun berjalannya program CSR di Prudential. PT. Prudential melaksanakan program CSR hanya di pusat saja yaitu di Jakarta. Program tersebut terdiri dari Chevening Scholarship, Financial Literacy, Kelas Bahasa Inggris di Lapas Anak, Chairman’s Challenge, Cha-Ching Money Smart Kids, dan Aksi Bersih. PT. Prudential Life Assurance memberikan bantuan berupa barang karena agar lebih berguna dan bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan program maupun kegiatan CSR yang telah dilakukan PT. Prudential Life Assurance di Bandung. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dekskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam mengumpulkan data ialah melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan gabungan dari ketiganya.
PERKEMBANGAN PERILAKU KEPRIBADIAN REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG KEDUA ORANG TUA BERCERAI Aziza Trizilvania Amadea; Santoso Tri Raharjo; Budi M. Taftazani
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.205 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13584

Abstract

Dampak perceraian orang tua terhadap perilaku anak merupakan akibat dari perceraian yang membuat perilaku anak mengalami kemorosotan antara lain mengalami depresi, menkonsumsi alkohol, aktifitas seksual dini (pemerkosaan), menjadi keras kepala, sering minum mabok, mengganggu ketenangan tetangga, anak menjadi rendah diri. Hal tersebut perlu diperhatikan terutama ketika pelaku perceraian yang memiliki anak remaja. Dikarenakan remaja merupakan masa penuh kegoncangan, taraf mencari identitas diri dan merupakan periode yang paling berat. Adanya akibat yang langsung terhadap sikap dan tingkah laku serta akibat-akibat jangka panjangnya menjadikan periode remaja lebih penting daripada periode lainya.Selain itu perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental, terutama pada awal remaja, yang semua perkembangan itu menimbulkan perlunya penyesuaian mental dan membentuk sikap, nilai dan minat baru.
PEKERJAAN SOSIAL SEKOLAH DAN COPING BEHAVIOR SISWA SMA DALAM MENGHADAPI LINGKUNGAN SOSIAL DI SEKOLAH Rizkia Annisa Frabandani; Agus Wahyudi Riana; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.37 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13589

Abstract

Coping behavior atau penyesuaian diri yang dilakukan siswa SMA dalam menghadapi lingkungan sosial di sekolah adalah topik yang akan digambarkan dalam pembahasan ini. Dari tujuan tersebut maka fenomena yang menjadi latar belakang akan dibahas secara deskriptif.Untuk seorang remaja yang bersekolah, sekolah merupakan lingkungan yang hampir setiap hari dihadapi oleh remaja selain lingkungan rumah dan keluarganya. Sebagaimana halnya keluarga, sekolah sebagai lembaga pendidikan juga mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat disamping mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan kepada para siswa. Pada dasarnya setiap siswa yang masuk ke sekolah berasal dari beragam latar belakang, maka dari itu dibutuhkanlah penyesuaian diri untuk menghadapi lingkungan sekolah. Sekolah tentunya diharapkan memberikan pengaruh positif dalam perkembangan jiwa remaja agar mereka dapat berfungsi secara sosial, namun pada kenyataannya jika penyesuaian diri yang dilakukan siswa tidak sesuai dengan harapan, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh negatif juga dapat muncul pada diri siswa yang terbukti dengan adanya fenomena perilaku menyimpang pada siswa seperti tawuran antar siswa, seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang dikalangan siswa.Penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial sekolah baik dengan Problem Focused Coping (PFC) ataupun Emotion Focused Coping (EFC) tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi siswa, baik itu faktor jenis kelamin, kepribadian, tingkat pendidikan, situasi sosial ekonomi dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkanlah dukungan sosial yang mendorong siswa untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di sekolahnya agar mereka tetap bisa bersekolah.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA WISATA CIBURIAL KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Nisfi Fahriani A.; Santoso Tri Raharjo; Hery Wibowo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13643

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman, kini wilayah pedesaan mengalami beberapa perubahan. Perubahan tersebut dilakukan dalam salah satu cara pembangunan desa tersebut. Namun terdapat dampak negatif dari pembangunan desa ini, salah satunya mengenai persoalan sampah. Persoalan sampah di Desa Ciburial meningkat dikarenakan hadirnya cafe dan restoran di wilayah tersebut. Maka, penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan proses pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah di Desa Wisata Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian ini diupayakan untuk pengembangan konsep dan keilmuan khususnya dalam konsep keilmuan pekerjaan sosial, dan penelitian ini juga diharapkan menjadi bahan rekomendasi bagi Pemerintah Desa Ciburial untuk kegiatan pengelolaan sampah yang tepat untuk diterapkan di Desa Ciburial. Dengan menggunakan metode kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bentuk pemberdayaan masyarakat khususnya bagi ibu-ibu serta karang taruna Desa Ciburial yang menjalankan kegiatan pengelolaan sampah. Kegiatan ini meliputi pelatihan serta pemanfaatan barang tidak terpakai menjadi barang bernilai jual. Kegiatan ini dilakukan dengan digerakkan berbagai komunitas di Desa Ciburial. Untuk dapat mempertahankan berjalannya kegiatan pengelolaan sampah ini, maka diperlukan adanya dukungan pemerintah desa dalam hal menyediakan fasilitas penunjang untuk memberikan kemudahan terhadap kegiatan pengelolaan sampah tersebut. Selain itu juga dapat dengan dilakukan kerjasama program CSR bersama berbagai perusahaan untuk membantu kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah.
KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI INDONESIA Arini Fauziah Al haq; Santoso Tri Raharjo; Hery Wibowo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.933 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.13233

Abstract

Anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan, yang mana harus kita jaga dan diberikan bimbingan karena merupakan titipan Tuhan. Anak berhak mendapatkan hak-hak nya seperti hak mendapatkan pendidikan, hak mendapat tempat tinggal, hak mendapatkan kasih sayang yang mana orang tua wajib memberikannya agar anak tidak mudah terpengaruh dan tetap dalam pengawasan. Saat ini banyak anak yang tidak mendapatkan apa yang menjadi hak nya, banyak anak yang terlantar hingga ke jalanan dan mendapatkan kekerasan, baik fisik maupun kekerasan seksual. Kekerasan pada anak sudah sangat sering terjadi, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat umum. Anak yang menjadi korban kekerasan seksual akan mengalami depresi, anak akan cenderung pendiam, ketakutan ketika harus keluar rumah, murung, dan tidak banyak bicara. Kekerasan pada anak harus segera dihentikan, agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban. Anak yang menjadi korban harus kita tolong, diperjuangkan hak nya dan dilindungi kerahasiaannya. Anak yang menjadi korban kekerasan seksual perlu diberi terapi psikologi agar anak tetap semangat dalam menajalni hari harinya kedepan.
Co-Authors -, Ishartono A. Rachim, Hadiyanto Adam Bagus Primohardjo Adam Bagus Primohardjo, Adam Bagus Afrida Eko Puteri Afrida Eko Puteri, Afrida Eko Agus Wahyudi Riana Ahmad Saalik Hudan Alfariz Alima Fikri Shidiq Amelia Febriani Putri Amelia Febriani Putri, Amelia Febriani Amirio Tri Kusuma Antik Bintari Aprilia, Marwah Dwita Aprilia, Nadya Putri Apsari, Nurliana C. Ardiansyah, Raka Putra Arie Surya Gutama Arini Fauziah Al haq Arini Fauziah Al haq, Arini Fauziah Aritonang, Johan Immanuel Aufar, Alma Fildzah Aziza Trizilvania Amadea Aziza Trizilvania Amadea, Aziza Trizilvania Bilantara, Naila Hisanah Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Cita Insaniah Muhammad Damayanty, Siska Danis Dea Rizky Danis Dea Rizky, Danis Dea Darwis, Rudi S. DARWIS, RUDI SAPARUDIN Dike Farizan Fadhlillah Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dyana C Jatnika Dyana C Jatnika, Dyana C Dyana C. Jatnika Dyana C. Jatnika, Dyana C. Dyta Mardyani Eko Putra, Muhammad Daffa Rizqi Eko Setiawan Eni Setiyawati Eni Setiyawati, Eni Eva Nuriyah Hidayat Faachira Faachira Fachria Octaviani Farakhiyah, Rachel Farrelia Azzahra Fedryansah, Muhammad Ferdiawan, Rachmat Putro Feronika, Ester Sarah Firda Dwi Anjani Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gea, Yusuf Krisman Gigin Ginanjar Kamil Basar Gina Bunga Nayenggita Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hana Hanifah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Imya Sinsi Munthe Irvan Sudirman Ishartono - Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Ishatono Ishatono Ishatono Ishatono, Ishatono Jayawarsa, A.A. Ketut Jouanka, Shenny Des Kamal , Mustfa Kessik, Gisela Khofiffah, Fanesha Khoirunnisa, Regita Kodaruddin, Wina Nurdini Lin Aqiela Lina Lisnawati Lina Lisnawati, Lina lukman effendi Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maulana, Guslal Achdi Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti, Meilanny Mirajani, Inara Muhamad Rizky Nurdin Muhammad Ali Equatora Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Nada Kusuma Nada Kusuma, Nada Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Neng Desty Cahyanti Shabilla Nisfi Fahriani A. Nisfi Fahriani A., Nisfi Fahriani Nulhakim, Soni Akhmad Nunung Nurwati Nur Utami, Adristinindya Citra Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Ollianti, Reni Novita Poluakan, Marcelino Vincentius Pratama, Yudhistira Anugerah Putri, Risya Ananda Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rahadian Riza Modana Rahadian Riza Modana, Rahadian Riza Rahmadani Rahmadani Ramadhani, Putri Erika Ratu Annisa Fairuz Regita Khoirunnisa Resti Fauziah Resti Fauziah, Resti Ricky Michael Riesnawaty, Risna Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini Risna Resnawaty Risna Resnawaty Risna Resnawaty, Risna Rizkia Annisa Frabandani Rizkia Annisa Frabandani, Rizkia Annisa Rosma Sandratika Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso, Meilanny Saputri, Anisza Eva Saragih, Evangelina Putri Shidiq, Alima Fikri Silva, Khairani Rahma Sindy Husnul Yaqien Soekamto, Restu Widhi Soni Ahmad Nulhaqim Sri Sulastri Susanto, Meilanny Budiarti Uswatun Hasanah Utami, Ezza Oktavia Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wahida, Dian Salma Wandi Adiansah, Wandi WIDAPRATAMA, FADILLA RAMA WIDAPRATAMA Wulandari , Arinda Putri Wulandari, Arinda Putri YAQIEN, SINDY HUSNUL Yesi Fitriani Yesi Fitriani, Yesi Yudhistira Anugerah Pratama Yumna Nurtanty Tsamara