Claim Missing Document
Check
Articles

RESIDIVIS ANAK SEBAGAI AKIBAT DARI RENDAHNYA KESIAPAN ANAK DIDIK LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MENGHADAPI PROSES INTEGRASI KE DALAM MASYARAKAT Dyana C. Jatnika; Nandang Mulyana; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.034 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13691

Abstract

Anak didik lembaga pemasyarakatan merupakan anak berhadapan dengan hukum yang harus menjalani masa tahanan dalam sebuah proses pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Problematika yang dihadapi saat ini adalah banyaknya kasus kenakalan anak dengan pelaku adalah mantan narapidana anak yang bersifat residivis. Residivis anak adalah mantan narapidana anak yang melakukan kembali tindak kejahatan serupa dalam masyarakat atau disebut sebagai penjahat kambuhan. Penyebab dari adanya residivis anak adalah rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat oleh karena pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak yang kurang efektif dan tidak terintegrasi dengan kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan, baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat. Subyek penelitian adalah anak didik lembaga pemasyarakatan yang sedang menjalani 1/3 sisa masa tahanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian atas dasar studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat dari rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat adalah kasus residivis anak. Kesiapan anak dapat ditinjau berdasarkan jenis pembinaan fisik, mental, dan sosial yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan disebabkan oleh pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak yang kurang efektif. Adapun kebutuhan anak didik lembaga pemasyarakatan menjelang masa kebebasan dalam kehidupan bermasyarakat diantaranya adalah kebutuhan sosialisasi yang memungkinkan dirinya untuk mendapatkan kembali pemenuhan hak dan kebutuhan sebagai seorang warga negara.
EVALUASI PROGRAM PENGUATAN KELOMPOK (KUMM) KELOMPOK USAHA MANDIRI MASYARAKAT “LANCAR JAYA” OLEH DIVISI EKONOMI LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU DI KAMPUNG PEDURENAN KELURAHAN JATILUHUR KECAMATAN JATIASIH BEKASI Rahadian Riza Modana; Santoso Tri Raharjo; Nandang Mulyana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13644

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan 250 juta penduduk yang tersebar dari sabang sampai marauke dengan 11,27% penduduk kategori miskin dan mengedepankan sektor usaha kecil dalam sumbangsi perekonomiannya. Pada era reformasi ini banyak program – program pemberdayaan usaha kecil dari berbagai instansi baik dari pihak swasta, pemerintah maupun dari lembaga kemanusiaan. Hal itu menggugah saya untuk lebih mengetahui tentang program – program pemberdayaan usaha kecil tersebut dengan meneliti salah satu program dari salah satu lembaga kemanusiaan dari sudut pandang kesejahteraan sosial, saya akan meneliti objek program penguatan kelompok KUMM Lancar Jaya di daerah Jatiasih, Bekasi dengan cara mengevaluasinya dari tahap pelaksanaan awal sampai kepada bagaimana program itu berjalan.Strengthening Program Evaluation Group (KUMM) Society of Independent Business Group "Current Jaya" by the Economic Division of the National Institute of Humanitarian PKPU In the village Village Pedurenan Jatiluhur Jatiasih District of Bekasi
EKSISTENSI PROFESI PEKERJAAN SOSIAL DI INDONESIA Lina Lisnawati; Santoso Tri Raharjo; Muhammad Fedryansyah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13545

Abstract

Perjalanan panjang eksistensi Pekerjaan Sosial di Indonesia hingga saat ini masih menghadapi tantangan. Masih banyak pihak yang menganggap bahwa Pekerjaan Sosial merupakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Asal ada benda atau materi, serta kemauan untuk membantu orang lain atau menyelesaikan masalah sosial maka ia disebut Pekerja Sosial. Hal itu yang pada akhirnya membuat jumlah tenaga Pekerjaan Sosial masih minim. Eksistensi yang dimaksud adalah adanya kebutuhan dari masyarakat secara nyata terhadap Pekerja Sosial yang secara profesi atau tenaga ahli lainnya secara signifikan. Bagaimanapun juga, eksistensi terhadap Pekerjaan Sosial tidak begitu saja turun dari langit, melainkan hanya akan dapat diperoleh ketika para Pekerja Sosial dapat menunjukkan karya nyatanya dalam menciptakan Kesejahteraan Sosial bagi masyarakat Indonesia. Penggunaan istilah Pekerja Sosial Profesional inilah yang membedakan dengan profesi lainnya, dimana gelar tersebut disematkan pada orang-orang yang telah menempuh jenjang pendidikan di Ilmu Kesejahteraan Sosial.
PEMENUHAN HAK ANAK DALAM KELUARGA DI LINGKUNGAN PROSTITUSI Dike Farizan Fadhlillah; Santoso Tri Raharjo; Ishartono Ishartono
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.13262

Abstract

Dewasa ini anak sejatinya investasi bagi sebuah keluarga. Ia diciptakan sebagai generasi penerus yang hendaknya diarahkan untuk menjadi pribadi yang siap menyongsong masa depan. Keluarga berperan sebagai faktor pelaksana dalam mewujudkan nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan. Prostitusi dipandang negatif karena praktek prostitusi meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di sekitar lokasi prostitusi, selain itu keberadaan masyarakat di sekitar lokasi prostitusi yang tidak hanya orang dewasa saja melainkan anak–anak. Hal yang menjadi masalah adalah ketika Anak yang bertempat tinggal di lingkungan keluarga sekitar lokasi prostitusi, besar kemungkinan membawa pengaruh terhadap perkembangan psikologis anak, sehingga anak-anak akan terampas hak-haknya karena kekhawatiran yang berlebih pada orangtua yang takut anaknya terpengaruhi oleh lingkungannya tersebut. Selain itu mereka juga dihadapkan pada stigma masyarakat tentang lokasi prostitusi itu sendiri. juga pada masa anak-anak kemampuan anak dalam meniru sangatlah tinggi.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. ANEKA TAMBANG UBPE SEBAGAI SOLUSI MASALAH PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR Danis Dea Rizky; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13277

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya isu mengenai rendahnya pendidikan yang dialami oleh masyarakat kabupaten Bogor. Dilihat dari kondisi wilayah kabupaten Bogor pada bidang pendidikan, yaitu mengalami kerusakan fasilitas gedung sekolah, minimnya jumlah guru yang berstatus PNS, dan berpengaruh pada siswa menerima pelajaran yang tidak efektif. Permasalahan yang dihadapi kabupaten Bogor di bidang pendidikan ini tercermin dari ukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 1999. Dilihat dari hasil ukuran IPM tahun 1999 beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Bogor yaitu salah satunya kecamatan Nanggung cengan kondisi masyarakat tertinggal, pendapatan rendah, serta hubungan antar daerah tidak lancar atau terisolasi. Dilihat isu tersebut selain pemerintah yang dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kecamatan Nanggung maka perlu peran swasta melalui Corporate Social Responsibilit (CSR).PT. Antam UPBE Pongkor ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah operasi pertambangan melalui program CSR nya, yaitu pemberian bantuan guru honorer, siswa berprestasi, dan perbaikan sarana prasarana sekolah. Adanya program CSR yang dilakukan oleh PT. Antam UPBE akan membantu peningkatkan mata pencaharian masyarakat dan menciptakan kondisi kehidupan yang berkelanjutan.
PROSES PELAYANAN SOSIAL DI RUMAH YATIM AT-TAMIM KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG Eni Setiyawati; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.13640

Abstract

Hadirnya lembaga pelayanan sosial berbasis panti di Indonesia yang didirikan oleh swasta merupakan salah satu alternatif dalam menjawab permasalahan pemenuhan kebutuhan anak dan hak anak lainnya karena pemerintah belum mampu dalam menuntaskan permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan sosial bagi anak secara keseluruhan. Dari tahun ke tahun banyak lembaga pelayanan sosial berbasis panti atau pun agama berdiri di Indonesia, khususnya kabupaten Bandung. Salah satunya adalah Rumah Yatim At-Tamim yang memberikan pelayanan sosial dalam mendukung pemenuhan hak anak agar dapat tercapai kesejahteraan anak, termasuk pelayanan dalam memenuhi kebutuhan anak sehari-hari, baik kebutuhan primer maupun kebutuhan lain yang mendukung dan harus dimaksimalkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan studi dokumentasi. Bentuk pelayanan lain seperti perlindungan, perkembangan anak, mendapatkan pendidikan dan kesehatan pun perlu untuk dipertimbangkan sehimgga anak dapat menjalankan keberfungsian sosialnya dengan baik. Hal ini pun akan didukung jika lembaga pelayanan sosial mampu menjalankan proses pelayanan sosial dengan baik pula.
PELAYANAN ADVOKASI PENGHASIL PANGAN SKALA KECIL OLEH OXFAM INDONESIA Amelia Febriani Putri; Santoso Tri Raharjo; Maulana Irfan
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.13780

Abstract

Indonesia adalah negara agraris dengan luas daratan kurang lebih 190,9 juta ha. Dengan adanya pertambahan jumlah penduduk yang terus meningkat, dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi dan industri, menimbulkan konversi lahan pertanian. Masalah yang dihadapi oleh penghasil pangan skala kecil saat ini berupa konversi lahan pertanian menjadi alih fungsi untuk kepentingan non-pertanian. Ketidakberdayaan para penghasil pangan skala kecil untuk menjaga lahan pertanian yang mereka miliki menjadi penyebab terjadinya konversi lahan tersebut. Oxfam sebagai lembaga nirlaba internasional yang ada di Indonesia dimana salah satu aktivitasnya bergerak untuk memerangi ketidakadilan, termasuk kepada penghasil pangan skala kecil, dengan cara melakukan advokasi. Dalam hal ini praktik advokasi yang dimaksud adalah representasi. Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan gambaran bagaimana proses perlindungan penghasil pangan skala kecil yang dilakukan oleh Oxfam Indonesia pada program pelayanan advokasi. Metode penelitian yang akan dilakukan pada penelitian adalah metode penelitian deskriptif. Laporan penelitian ini akan berisi penjelasan untuk memahami sebuah proses dan pemaknaanya secara lebih dalam melalui interpretasi. Permasalahan konversi lahan yang menimpa penghasil pangan skala kecil ini tidak luput dari sasaran organisasi sosial agar masyarakat dapat hidup dengan sejahtera. Oxfam berupaya memastikan para penghasil pangan skala kecil mampu memperoleh haknya dalam hal akses dan kontrol terhadap sumber daya, khususnya tanah, untuk memproduksi pangan. Upaya lain juga dilakukan melalui pelibatan kaum muda dan konsumen perkotaan, media dan juga para pembuat kebijakan.
PROSES PELAYANAN SOSIAL BAGI WARIA MANTAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI YAYASAN SRIKANDI SEJATI JAKARTA TIMUR Chenia Ilma Kirana; Hery Wibowo; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.13703

Abstract

Wanita-pria, atau yang lebih dikenal dengan waria adalah salah satu kelompok minoritas yang keberadaannya sering dipinggirkan oleh masyarakat. Pandangan buruk dari masyarakat mengenai kaum yang seolah-olah ‘tidak bersyukur’ dengan kodratnya ini membuat waria sulit untuk mendapatkan pekerjaan secara layak. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang terpaksa menjadi pekerja seks komersial guna menyambung hidup. Tak hanya itu, persoalan menjadi waria adalah sulitnya mereka untuk memenuhi keberfungsian sosialnya karena dianggap tak lagi sesuai dengan nilai dan norma yang dianut masyarakat kebanyakan. Bagaimana agar para waria yang bekerja menjadi pekerja seks komersial ini sadar dan mau untuk keluar dari pekerjaan tersebut adalah dengan memberikan pelayanan sosial. Pelayanan sosial yang nantinya membuat mereka menyadari bahwa hidup waria layak dijalani dan bisa terus percaya diri ketika bermasyarakat.
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF PROGRAM PEMBERDAYAAN Yesi Fitriani; Santoso Tri Raharjo; Hery Wibowo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13273

Abstract

Ide utama pemberdayaan bersentuhan dengan konsep mengenai kekuasaan. Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan. Paparan singkat ini bertujuan untuk memberikan gagasan mengenai program-program pemberdayaan baik oleh pemerintah maupun swasta. Ditengah gencarnya pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, meskipun berbagai prestasi yang telah dicapai tetapi di sisilain masih terdapat banyak catatan buruk mengenai implementasi dan hasil dari pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.Dapat dilihat dari beberapa program pemberdayaan yang dijalankan selama ini, terutama oleh pemerintah pusat. Betapa banyak program pemberdayaan yang dijalankan namun berakhir dengan kegagalan. Atau pada kondisi lain, misi pemberdayaan yang diemban program-program tersebut justru bermuara pada semakin tidak berdayanya kelompok masyarakat yang seharusnya diberdayakan.Berpijak pada perspektif pembangunan kesejahteraan sosial, bahwa membangun dan memberdayakan masyarakat memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan isu-isu lokal dan global. Hal ini dilakukan agar program pemberdayaan masyarakat dapat berkelanjutan.
PENGASUHAN (GOOD PARENTING) BAGI ANAK DENGAN DISABILITAS Gabriela Chrisnita Vani; Santoso Tri Raharjo; Eva Nuriyah Hidayat
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.13263

Abstract

Setiap anak tidak terkecuali anak dengan disabilitas mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan pendidikan, dan hak-hak lainnya. Akan tetapi jumlah anak disabilitas di Indonesia yang ternyata tidak sedikit harus diperhatikan bersama terutama oleh lingkungan terdekat atau orangtua. Hal ini dibuktikan dengan adanya jumlah anak penyandang disabilitas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menurut Pendataan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Kementerian Sosial (2009) , terdapat 65.727 anak, yang terdiri dari 78.412 anak dengan kedisabilitasan ringan, 74.603 anak dengan kedisabilitasan sedang dan 46.148 anak dengan kedisabilitasan berat. Lalu berdasarkan Susenas Triwulan 1 Maret 2011, jumlah anak Indonesia sebanyak 82.980.000. Dari populasi tersebut, 9.957.600 anak adalah anak berkebutuhan khusus dalam kategori penyandang disabilitas. Anak dengan disabilitas memerlukan penanganan khusus, tetapi tidak semua orangtua yang tulus menerima anak dengan disabilitas dan memberikan kasih sayang secara penuh hal ini dapat terlihat dari penerimaan orangtua yang sedih, malu, dan terkejut. Dengan penerimaan tersebut, akan mengakibatkan orangtua tidak memperdulikan anak dengan disabilitas dan kurangnya perhatian atau kasih sayang orangtua kepada anak dengan disabilitas. Belum banyak orangtua yang menerima anak dengan disabilitas dengan hati yang tulus, yang mengakibatkan kurang terpenuhinya hak dan kebutuhan anak dengan disabilitas. Dalam hal ini, perlu adanya pengasuhan baik dari keluarga terutama kedua orangtua anak. Pengasuhan yang baik akan menghasilkan anak dengan disabilitas dapat memenuhi kebutuhan dan mendapatkan hak mereka sehingga dapat berfungsi secara sosial. Perlunya edukasi akan fungsi keluarga yang memang harus dipenuhi yaitu afeksi, keamanan, identitas,afiliasi, sosialisasi, kontrol harus diberikan orangtua kepada anak penyandang disabilitas. Pelayanan sosial bagi keluarga juga dapat diterapkan diadakan misalnya dengan pelayanan konseling keluarga, family life education (pendidikan kehidupan keluarga), dan parent support group dapat dilakukan oleh pekerja sosial dalam memberdayakan orangtua serta anak dengan disabilitas.
Co-Authors -, Ishartono A. Rachim, Hadiyanto Adam Bagus Primohardjo Adam Bagus Primohardjo, Adam Bagus Afrida Eko Puteri Afrida Eko Puteri, Afrida Eko Agus Wahyudi Riana Ahmad Saalik Hudan Alfariz Alima Fikri Shidiq Amelia Febriani Putri Amelia Febriani Putri, Amelia Febriani Amirio Tri Kusuma Antik Bintari Aprilia, Marwah Dwita Aprilia, Nadya Putri Apsari, Nurliana C. Ardiansyah, Raka Putra Arie Surya Gutama Arini Fauziah Al haq Arini Fauziah Al haq, Arini Fauziah Aritonang, Johan Immanuel Aufar, Alma Fildzah Aziza Trizilvania Amadea Aziza Trizilvania Amadea, Aziza Trizilvania Bilantara, Naila Hisanah Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Cita Insaniah Muhammad Damayanty, Siska Danis Dea Rizky Danis Dea Rizky, Danis Dea Darwis, Rudi S. DARWIS, RUDI SAPARUDIN Dike Farizan Fadhlillah Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dyana C Jatnika Dyana C Jatnika, Dyana C Dyana C. Jatnika Dyana C. Jatnika, Dyana C. Dyta Mardyani Eko Putra, Muhammad Daffa Rizqi Eko Setiawan Eni Setiyawati Eni Setiyawati, Eni Eva Nuriyah Hidayat Faachira Faachira Fachria Octaviani Farakhiyah, Rachel Farrelia Azzahra Fedryansah, Muhammad Ferdiawan, Rachmat Putro Feronika, Ester Sarah Firda Dwi Anjani Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gea, Yusuf Krisman Gigin Ginanjar Kamil Basar Gina Bunga Nayenggita Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hana Hanifah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Imya Sinsi Munthe Irvan Sudirman Ishartono - Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Ishatono Ishatono Ishatono Ishatono, Ishatono Jayawarsa, A.A. Ketut Jouanka, Shenny Des Kamal , Mustfa Kessik, Gisela Khofiffah, Fanesha Khoirunnisa, Regita Kodaruddin, Wina Nurdini Lin Aqiela Lina Lisnawati Lina Lisnawati, Lina lukman effendi Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maulana, Guslal Achdi Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti, Meilanny Mirajani, Inara Muhamad Rizky Nurdin Muhammad Ali Equatora Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Nada Kusuma Nada Kusuma, Nada Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Neng Desty Cahyanti Shabilla Nisfi Fahriani A. Nisfi Fahriani A., Nisfi Fahriani Nulhakim, Soni Akhmad Nunung Nurwati Nur Utami, Adristinindya Citra Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Ollianti, Reni Novita Poluakan, Marcelino Vincentius Pratama, Yudhistira Anugerah Putri, Risya Ananda Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rahadian Riza Modana Rahadian Riza Modana, Rahadian Riza Rahmadani Rahmadani Ramadhani, Putri Erika Ratu Annisa Fairuz Regita Khoirunnisa Resti Fauziah Resti Fauziah, Resti Ricky Michael Riesnawaty, Risna Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini Risna Resnawaty Risna Resnawaty Risna Resnawaty, Risna Rizkia Annisa Frabandani Rizkia Annisa Frabandani, Rizkia Annisa Rosma Sandratika Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso, Meilanny Saputri, Anisza Eva Saragih, Evangelina Putri Shidiq, Alima Fikri Silva, Khairani Rahma Sindy Husnul Yaqien Soekamto, Restu Widhi Soni Ahmad Nulhaqim Sri Sulastri Susanto, Meilanny Budiarti Uswatun Hasanah Utami, Ezza Oktavia Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wahida, Dian Salma Wandi Adiansah, Wandi WIDAPRATAMA, FADILLA RAMA WIDAPRATAMA Wulandari , Arinda Putri Wulandari, Arinda Putri YAQIEN, SINDY HUSNUL Yesi Fitriani Yesi Fitriani, Yesi Yudhistira Anugerah Pratama Yumna Nurtanty Tsamara