Claim Missing Document
Check
Articles

Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gangguan Neurologi sebagai Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Saraf pada Masyarakat Anak Agung, Padmiswari; Nadya Treesna Wulansari; Kadek Buja Harditya
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v7i2.514

Abstract

Neurological disorders are a major cause of disability worldwide, yet public awareness of early prevention remains low. This community service program aimed to improve knowledge and awareness of neurological health through education and screening activities in Guwang Village, Gianyar Regency. Fifty community members participated in blood pressure checks, reflex and coordination tests, and educational sessions on neurological disease prevention. The program was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Results showed that 36% of participants had hypertension and 22% showed mild neurological symptoms. Post-education assessments revealed a 30.8% increase in knowledge, indicating improved awareness and preventive behavior. This program effectively strengthened community understanding of neurological health and encouraged early detection efforts.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa) DAN GINSENG (Panax ginseng) SEBAGAI BAHAN MINUMAN HERBAL ALAMI Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 2 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i2.733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya paparan radikal bebas yang memicu stres oksidatif dan penyakit degenerative akibat faktor lingkungan dan makanan. Kunyit (Curcuma longa) dan ginseng (Panax ginseng) diketahui memiliki aktivitas antioksidan, namun informasi mengenai efektivitas kombinasinya dalam bentuk minuman herbal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kunyit dan ginseng menggunakan metode DPPH. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium. Desain penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tunggal kunyit dan ginseng memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan IC₅₀ masing-masing 76,40 µg/mL dan 82,75 µg/mL. Kombinasi ekstrak memberikan aktivitas lebih tinggi, terutama rasio 1:1 dengan IC₅₀ 43,25 µg/mL, yang tergolong sangat kuat dan berbeda nyata (p < 0,05) dibanding perlakuan lain. Kesimpulannya, kombinasi kunyit–ginseng, khususnya rasio 1:1, menunjukkan efek sinergis dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif minuman herbal fungsional.
EFEK NEUROPROTEKTIF EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP JUMLAH SEL NEURON HIPPOCAMPUS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIPAPAR STRES Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13391

Abstract

Stres merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap neurodegenerasi, menurunkan kelangsungan hidup sel otak, dan mengurangi kepadatan neuron di hippocampus. Senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan dan neuroprotektif, seperti Centella asiatica (pegagan), menarik perhatian sebagai agen terapeutik potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pegagan terhadap berat otak dan jumlah neuron hippocampus mencit jantan (Mus musculus) yang dipaparkan stres kronis. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak pegagan dengan dosis 100 mg/kg (P1), 200 mg/kg (P2), dan 300 mg/kg (P3). Berat otak dan kepadatan neuron hippocampus diukur setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kronis secara signifikan menurunkan berat otak dan jumlah neuron hippocampus pada kelompok K+ dibandingkan K–. Sebaliknya, pemberian ekstrak Centella asiatica mampu memperbaiki kedua parameter tersebut secara bergantung dosis, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok P3. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan potensi antioksidan, antiinflamasi, dan neurogenik dari Centella asiatica, yang diduga bekerja melalui regulasi penanda stres oksidatif, modulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), serta peningkatan faktor neurotropik. Kesimpulannya, ekstrak Centella asiatica memberikan efek protektif terhadap kerusakan otak akibat stres, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen neuroprotektif alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler, keamanan jangka panjang, serta efektivitas klinis pada manusia.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kewaspadaan Terhadap Gangguan Neurologi Melalui Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.790

Abstract

Neurological disorders are among the growing public health problems associated with aging and lifestyle changes. Lack of knowledge and awareness of early neurological symptoms often hinders efforts in early detection and prevention. This community service activity aimed to enhance public knowledge and awareness of neurological disorders through health examinations and educational interventions. The program was conducted in Renon Village, involving 50 participants from the general public and elderly groups. The methods included pre-test, basic neurological health screening, interactive health education, and post-test evaluation. The results showed a 32% increase in participants’ average knowledge scores after the intervention, with 22.4% of participants identified as having potential neurological risk factors such as hypertension, hyperglycemia, and decreased reflexes. The improvement in knowledge and community participation demonstrated the effectiveness of the participatory approach applied. These findings support the importance of integrating medical screening and community-based education as preventive strategies to maintain neurological health.
Edukasi Kandungan Antioksidan Kombinasi Daun Pegagan dan Mint sebagai Alternatif Minuman Herbal Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.792

Abstract

An unhealthy lifestyle, such as poor diet and lack of physical activity, increases the risk of degenerative diseases due to oxidative stress caused by free radicals. Antioxidants play a crucial role in neutralizing free radicals and protecting cells from damage. Gotu kola and mint leaves are known to contain high levels of antioxidants; however, their use as an herbal beverage remains underutilized. This study aims to enhance public understanding of the benefits of combining gotu kola and mint leaf extracts and to promote their consumption as a natural herbal drink. The methods used include a pretest, direct material presentation with leaflets, and a posttest. The pretest results indicated low to moderate initial knowledge among participants. After the session, posttest results showed a significant improvement in understanding. This education effectively increased public awareness of natural ingredients for a healthy lifestyle. Similar initiatives should be conducted continuously.
Phytochemical screening of mint leaves (Mentha sp.) as an innovation in biology learning Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja; Indrayoni, Putu; Dira, Made Asmarani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23727

Abstract

Phytochemistry-based practicums have the potential to strengthen students' cognitive understanding, psychomotor skills, and affective attitudes. This study examines the effectiveness of phytochemistry testing practicums using mint leaf (Mentha sp.) ethanol extract on the learning outcomes, psychomotor skills, and attitudes of biology students. The research subjects consisted of 30 second-year students selected using purposive sampling, as they had already completed the basic pharmaceutical biology course. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied, with instruments including a learning outcome test, observation sheets, and a response questionnaire. The phytochemical screening results confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids, which provided clear and easily observable visual indicators. Statistical analysis showed a significant increase in post-test scores compared to pre-test scores (p = 0.001). Observations revealed good performance in laboratory skills such as procedural accuracy, work safety, and teamwork, although color interpretation required further improvement. Questionnaire responses indicated that students perceived the practicum positively, particularly in terms of motivation, relevance to everyday life, and integration of theory with practice. These findings indicate that mint leaf-based phytochemistry practicums effectively support student learning, with an average score of 80.4 in the cognitive domain (Good–Very Good), 82 in the psychomotor domain (Good), and 85 in the affective domain (Very Good). The use of local plants as a practical medium also provides a contextual, low-cost, and innovative approach to biology education, with strategic potential to improve the quality of laboratory-based learning.Abstrak. Praktikum berbasis fitokimia berpotensi memperkuat pemahaman kognitif, keterampilan psikomotor, dan sikap afektif mahasiswa. Penelitian ini mengkaji efektivitas praktikum uji fitokimia menggunakan ekstrak etanol daun mint (Mentha sp.) terhadap hasil belajar, keterampilan psikomotor dan sikap mahasiswa biologi. Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa tahun kedua yang dipilih dengan teknik purposive sampling, karena telah menyelesaikan mata kuliah Biologi Farmasi Dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest, menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket respon. Hasil skrining fitokimia mengonfirmasi adanya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang memberikan indikator visual jelas dan dapat diamati dengan baik. Analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test (p = 0,001). Observasi menunjukkan keterampilan laboratorium mahasiswa berada pada kategori baik, khususnya dalam ketepatan prosedur, keselamatan kerja, dan kerja sama tim, meskipun interpretasi warna masih perlu ditingkatkan. Respon angket menunjukkan bahwa mahasiswa menilai praktikum ini secara positif, terutama dalam hal motivasi, relevansi dengan kehidupan sehari-hari, serta integrasi teori dengan praktik. Temuan ini menunjukkan bahwa praktikum fitokimia berbasis daun mint efektif mendukung pembelajaran mahasiswa dengan memperoleh rata-rata nilai 80,4 pada domain kognitif (Baik–Sangat Baik), 82 pada domain psikomotor (Baik), dan 85 pada domain afektif (Sangat Baik). Pemanfaatan tanaman lokal sebagai media praktikum juga menyediakan pendekatan kontekstual, berbiaya rendah, dan inovatif dalam pendidikan biologi, dengan potensi strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis laboratorium.
Implementasi Edukasi Kesehatan Herbal sebagai Upaya Promotif Pencegahan Gangguan Neurologi di Masyarakat Anak Agung, Padmiswari; Nadya Treesna Wulansari; Kadek Buja Harditya
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): (Article on Progress)
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i1.549

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of the Tianyar Village community regarding the use of pegagan leaves (Centella asiatica) and mint leaves (Mentha arvensis) as antioxidant sources to support neurological health. The implementation methods included interactive counseling, demonstrations of herbal drink preparation, and evaluation through pre-test and post-test assessments. The number of participants in this community service was 50 participants. The analysis technique employed descriptive quantitative analysis to compare scores before and after the educational intervention, along with observation of participants’ practical skills. The results showed an average increase in knowledge scores of 28.2%, and 90% of participants were able to independently prepare the herbal drink. The activity also produced a simple, natural-based herbal infusion product that is easy to prepare. In conclusion, participatory-based education and training effectively enhanced community health literacy and practical skills as promotive and preventive efforts against mild neurological disorders.
Co-Authors A.A.Istri Mas Padmiswari AA Istri Mas Padmiswari Abda Abda Adiana, I Nengah Adnyana, I Kadek Budi Agra Darmawati, I Dewa Ayu Agustini, Ni Komang Tri Anak Agung, Padmiswari Anggaraeni, Komang Rosa Tri Aristadewi, Ida Ayu Mas Artha, I Wayan Oktapratama Asthadi Mahendra Bhandesa, Asthadi Mahendra Devi, Ni Luh Putu Lusiana Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari Dharmapatni , Ni Wayan Kesari Dira, Made Asmarani Gst Kade Adi Widyas Pranata I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Agung Tresna Wicaksana I Gusti Bagus Panji Widiatmaja I Gusti Bagus Panji Widiatmaja Widiatmaja I Ketut Setiabudi I Ketut Swarjana I Made Bayu Jaya Kusuma I Putu Gde Yudara Sandra Putra I Putu Gede Sutrisna . Ida Ayu Anom Rastiti Ida Ayu Manik Damayanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Bagus Separsa Kusuma IGA Rai Rahayuni Kadek Maya Cyntia Dewi Komang Rosa Tri Anggaraeni Komang Rosa Tri Anggaraeni Komang Rosa Tri Anggaraeni LEWAR, EMANUEL ILEATAN Lewar, Emanuel Illeatan Luh Gede Nita Sri Wahyuningsih Made Rismawan Mahaputra, I Nyoman Arya Mahardewi, Ni Made Diah Nadya Treesna Wulansari Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Luh Putu Lusiana Devi Ni Made Candra Citra Sari Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sukaningsih Ni Wayan Sukma Antari Padmiswari, A.A Istri Mas Putra, I Gde Agus Shuarsedana Putri, I gusti Ayu Andita Arta Putu Indrayoni Putu Rima Sintyadewi Rastiti, Ida Ayu Anom Sanjana, I Wayan Edi Setiabudi, I Ketut Setyo Sri Raharjo Sri Ariani Sri Dewi Megayanti Sri Dewi Megayanti Strisanti, Ida Ayu Suptika Suptika Strisanti, Ida Ayu Suweca, I Gede Tri Anggaraeni, Komang Rosa Vitri Widyaningsih Wahyunadi, Ni Made Dewi Wahyuningsih, Luh Gde Nita Sri Wahyuningsih, Ni Luh Gede Nita Sri Wahyuningsih, NLG Nita Sri Widiatmaja, Gusti Panji Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Wulandari, Ni Putu Dita Wulansari , Nadya Treesna Yusniawati, Yustina Ni Putu