Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6 – 24 BULAN DI KAMPUNG TEMPURAN KECAMATAN TRIMURJO TAHUN 2012 M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Prima Dian Furqoni; Kiramah Wati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.953 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.130

Abstract

Pendahuluan: Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam suatu Institusi. Oleh sebab itu suatu institusi perlu mengembangkan pegawainya agar memiliki pegawai yang profesional dan ahli dibidangnya. Pegawai yang mempunyai keahlian dan kemampuan akan bekerja dengan baik dan termotivasi melakukan semua pekerjaannya. Kinerja menurut Supriyanto dan Ratna, 2007 (dalam Nursalam, 2014) adalah effort (upaya atau aktivitas) ditambah achievements (hasil kerja atau pencapaian hasil upaya). Kinerja merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan perencanaan strategis dan operasional organisasi oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kualitas dan kuantitas sesuai dengan kewenangan dan tugas tanggung jawabnya, legal dan tidak melanggar hukum, etika dan moral. Kinerja sendiri merupakan penjabaran visi, misi, tujuan dan strategi organisasi.Metode: Tujuan penelitian adalah diketahuinya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat tahun 2017. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat yang berjumlah 60 orang dan sampel sebanyak 60 orang, teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan sebagian besar motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat kurang baik yaitu sebanyak 32 orang (53,3%). Sebagian besar kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat kurang baik yaitu sebanyak 34 orang (56,7%). Ada hubungan antara motivasi kerja terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat dengan p-value = 0,000 dan OR = 16,200. Hendaknya pimpinan dapat mempertahankan motivasi kepada perawat, agar perawat selalu memiliki kinerja yang tinggi yaitu dengan memberikan insentif atau bonus kepada perawat yang bekerja lembur atau memiliki kinerja yang bagus. Diharapkan kepada Pimpinan RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat untuk dapat mempertahankan pemberian imbalan kepada tenaga kesehatan di RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat dimana mereka sudah merasa sangat puas dengan pemberian tersebut sehingga tenaga kesehatan dapat mempertahankan kinerja yang baik.
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT PADA IBU BERSALIN DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 Naziah Naziah; Nuraini Nuraini; M. Arifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.694 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.112

Abstract

Pendahuluan Pendidikan kesehatan dengan media booklet kepada penderita penyakit jantung koroner merupakan hal yang sangat penting karena dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien terhadap penyakit dan pengobatannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media booklet tentang pencegahan primer dan sekunder terhadap pengetahuan pasien CAD. Faktor –faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan dalam penkes adalah usia, pendidikan dan pengalaman seseorang.Metode Desain penelitian adalah quasi eksperimen, dengan pendekatan nonequivalent pre-post test control group design.Hasil Hasil analisis statistik didapatkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan dan kelompok intervensi yang diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan dengan menggunakan media booklet infromasi tentang pencegahan primer dan sekunder pada pasien CAD dengan p= 0.000.Diskusi Tingkat pengetahuan kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol tanpa diberikan pendidikan kesehatan.Penelitian selanjutnya agar melibatkan komponen edukasi dan counseling dengan media yang lebih menarik terhadap pasien-pasien coronary artery disease (CAD) dan sebagai protap dalam menajalankan pembinaan terhadap pasien rawat jalan.
ANALISIS ASPEK DARI HASIL PEMERIKSAAN PSIKOLOGI SEBAGAI PREDIKTOR PERFORMA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2013 DI TAHUN PERTAMA Sadaukur Br Barus; M. Arifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.067 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1360

Abstract

Background: Counseling is an individual approach method to help patients deal with, overcome problems and make efforts that can be done on their own, especially in patients undergoing dialysis. Self care is one of the basic human abilities in meeting their needs to maintain life, health and well-being. Self care management in HD patients includes fluid restrictions, diet regulation, treatment and treatment of vascular access.Purpose: To analyze the effect of information booklets in self-management knowledge and self-care behavior among patient with patients with chronic renal failure undergoing dialysis at Dustira Hospital, Cimahi.Methods: Quasi experiment with pre test and post test control group design used in this study.Results:  shows that the patient’s compliance on self care management is increase after counseling at intervention group with p value 0.000. family support confounding variable is the variable that affect patient’s compliance (with dialysis) on self care management. The recommendation for nurses is to continue the patient's health teaching using counseling, cooperate with the family to increase their compliance on self care management especially for the patient with dialysis.Keywords: Dialysis, Self Care Management, Booklet Pendahuluan: Konseling merupakan metode pendekatan individual untuk membantu pasien menghadapi, mengatasi masalah serta melakukan upaya yang dapat dilakukan dengan usaha sendiri khususnya pada pasien yang menjalani hemodialisa. Self care merupakan salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mempertahankan kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan. Self care management pada pasien HD meliputi pembatasan cairan, pengaturan diet, pengobatan dan perawatan akses vaskuler.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh booklet terhadap pengetahuan self care manajement pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa di Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi.Metode : Desain penelitian Quasi Eksperiment dengan Pre Test And Post Test With Control Group Desain, dengan jumlah sampel 56 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol.Hasil penelitian:  menunjukan pengetahuan self care management pada pasien yang dengan hemodialisa meningkat setelah diberi konseling 10-15 menit pada kelompok intervensi dengan P value 0.000.Simpulan: untuk perawat pelaksana diruang hemodialisa  dalam memberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling secara rutin dalam meningkatkan pengetahuan pasien menjalani terapi hemodialisa.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KUSUMADADI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2014 Rian Maylina Sari; Muhammad Arifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.047 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i4.38

Abstract

LEADERSHIP STYLE, MOTIVATION IN EFFECTIVE PATIENT ROUNDING TECHNIQUESBackground : The Nursing round is the way for a nurses to discuss more about the problems and needs of patients and is a learning process for nurses it hopes of improving cognitive, affective, psychomotor and motivated bias. The results of the interview with the head of the Raden Mattaher General Hospital operating room in Jambi found that nursing rounds were very rare.Purpose: The study is to determine the relationship between nurse motivation and leadership style of nursing rounds in the Surgical Inpatient Room of Raden Mattaher Hospital in Jambi City.Methods: The research was used a quantitative research with cross sectional approach. This study was conducted in the Surgical hospitalization rooms. The population of this study were all of nurses who worked in the Surgical Inpatient Room of Raden Mattaher Hospital in Jambi which totaling 38 nurses. The samples were taken in total sampling thenique. The data collection did by filling out a questionnaire. The data analysis used univariate and bivariate by using chi square test.Results: The results of this study indicated that of 38 respondents, 55.3% had low motivation, 71.1% with good leadership style and 57.9% who did a nursing round. There is no relationship between nurses' motivation for the nursing round with p value 0.122> 0.05. There is a relationship of leadership style to the nursing round because the p value is 0.002 <0.05.Conclusion: The results of this study indicate that the leadership style influences the nursing round.Latar Belakang: Ronde keperawatan merupakan media bagi perawat untuk membahas lebih dalam masalah dan kebutuhan pasien serta merupakan suatu proses belajar bagi perawat dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotor dan bisa termotivasi. Hasil wawancara kepada kepala ruangan bedah RSUD Raden Mattaher Jambi diketahui ronde keperawatan sangat jarang sekali dilakukan.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dan gaya kepemimpinan terhadap ronde keperawatan diruang rawat inap bedah RSUD Raden Mattaher Jambi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantiatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan diruang rawat inap bedah, dengan populasi penelitian seluruh perawat pelaksana yang berkerja diruang rawat inap bedah RSUD Raden Mattaher Jambi yang berjumlah 38 perawat. Sample diambil secara total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan pengisian kuesioner, analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 38 responden, 55,3% memiliki motivasi rendah, 71,1% dengan gaya kepemimpinan baik dan 57,9% yang melakukan ronde keperawatan. Tidak terdapat hubungan motivasi perawat terhadap ronde keperawatan dengan p value 0,002 > 0,05. Terdapat hubungan gaya kepemimpinan terhadap ronde keperawatan karena nilai p value 0,002<0,05.Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan mempengaruhi ronde keperawatan. 
Pengetahuan dan beban kerja perawat dengan penerapan kewaspadaan standar di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Parid Khoirudin; M Arifki Zainaro; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4769

Abstract

Knowledge, workload and Practices related to standard precautions among nurses at D. A.Dadi Tjokrodipo HospitalBackground : Universal precautions are efforts made to protect, prevent and minimize cross infections among patient personnel due to direct contact. In 2018, at Dr. A. Dadi Tjokrodipo Hospital Lampung City, there were 10 cases of injury due to needle sticks.Purpose : To know the relationship of knowledge, workload, and Practices related to standard precautions among nurses at Dr A dadi Tjokrodipo HospitalMethod: A quantitative, design of an analytic survey with a cross-sectional approach, the number of population, and the sample of 40 respondents, the sampling technique in this study is the total sampling. Conducting at Dr. A. Dadi Tjokrodipo hospital, with questionnaire and statistic test using chi-square test.Results : The respondents having excellent knowledge of 21 respondents (52.5%), the high workload is 21 respondents (52.5%), 21 respondents (52.5%) do not comply with the precautionary practice. There is a relationship between knowledge (p-value 0.025. OR 5.6), workload (p-value 0.028. OR 5.4).Conclusion: There is a relationship between knowledge and workload with the practice of standard precautions by nurses at Dr. A Dadi Tjokrodipo hospital Lampung. The suggestion is that it can increase the compliance of health workers in practice standard precautions in order to reduce the incidence of nosocomial infections.Keywords: Knowledge; Workload; Practices; Standard precautions; NursesPendahuluan : Universal Precautions merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka perlindungan, pencegahan dan meminimalkan infeksi silang (cross infections) antara petugas pasien akibat adanya kontak langsung. Pada tahun 2018 di RSUD Dr A dadi Tjokrodipo Bandar Lampung sebanyak 10 kasus perlukaan akibat tertusuk jarum suntik.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan beban kerja dengan penerapan kewaspadaan standar oleh perawat di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020.Metode : Penelitian kuantitatif, rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi dan sampel sebanyak 40 orang , teknik sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, dengan instrument penelitian kuisioner dan uji statistic menggunakan uji chi-square.Hasil : Distribusi frekuensi  responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 21 responden (52,5%), beban kerja tinggi yaitu sebanyak 21 responden (52,5%), tidak patuh  dalam penerapan kewaspadaan yaitu sebanyak 21 responden (52,5%). Ada hubungan pengetahuan (p value 0,025. OR 5,6 ),  beban kerja (p value 0,028. OR 5,4) dengan penerapan kewaspadaan standar oleh perawat di RSUD Dr A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020.Simpulan: Ada hubungan pengetahuan dan beban kerja  dengan penerapan kewaspadaan standar oleh perawat di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020. Sehingga disarankan agar dapat meningkatkan kepatuhan petugas kesehatan dalam penerapan kewaspadaan standar agar dapat mengurangi angka kerjadian infeksi nosokomial.
POLA ASUH ORANG TUA, USIA DAN JENIS KELAMIN SEBAGAI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL PRA-NIKAH DI KOTA BATAM M. Arifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.022 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i3.11

Abstract

Kinerja sumber daya manusia yang baik merupakan hal terpenting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan atau organisasi. Bila sebuah perusahaan ingin berkembang dengan pesat, perusahaan tersebut haruslah memiliki sumber daya manusia yang mampu menampilkan kinerja yang baik. Kinerja seseorang dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain keterampilan kognitif, kemampuan teknis, dan kecerdasan emosional. Hasil pra survey yang dilakukan oleh peneliti terhadap 10 orang perawat RSUD Alimuddin Umar yang telah mendapat predikat memiliki kinerja baik, mendapat hasil bahwa 7 (60%) orang diantaranya di identifikasi memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, hal ini sesuai dengan kriteria yang digambarkan menurut teori Goleman, dengan demikian peneliti menduga bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi sesorang terhadap kinerja yang ia tunjukkan dalam menjalankan pekerjaannya.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan rancangan analitik observasional, menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini direncanakan mengambil seluruh populasi berjumlah 70 orang dengan cara pengambilan sampel total sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat tahun 2017 adalah kurang baik yaitu sebanyak 42 orang (60,0%). kecerdasan emosi perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat tahun 2017 adalah rendah yaitu sebanyak 38 orang (54,3%). Ada hubungan kecerdasan emosi dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat tahun 2017 dengan p-value = 0,000 dan OR = 11,733. Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat maka diharapkan para perawat mempersiapkan diri sejak dini dalam melatih kecerdasan emosi, lebih mengenali dan mengelola emosi diri, memotivasi, dan meningkatkan relasi sosial agar dapat memahami konsep atau aspek-aspek tentang kecerdasan emosional sebagai pola pikir yang konstruktif dalam kehidupannya.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRABASAN KABUPATEN MESUJI TAHUN 2014 Muhammad Arifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.355 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sarana prasarana, pendidikan dan masa kerja terhadap kepuasan kerja dan kinerja perawat. Hipotesis yang diusulkan adalah apakah: a) Terdapat pengaruh sarana prasarana terhadap kepuasan kerja perawat, b) Terdapat pengaruh pendidikan dan masa kerja terhadap kepuasan kerja perawat, c) Terdapat pengaruh sarana prasarana terhadap kinerja perawat, d) Terdapat pengaruh pendidikan dan masa kerja terhadap kinerja perawat, e) Terdapat pengaruh kepuasan kerja perawat terhadap kinerja perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merancang suatu model yang dapat dijelaskan bagaimana pengaruh sarana prasarana, pendidikan dan masa kerja terhadap kepuasan kerja dan kinerja perawat. Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analisys) untuk mendapatkan pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kinerja perawat. Penelitian dilakukan pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan sampel 35 responden menggunakan tehnik total sampling, dan respondennya adalah perawat pelaksana. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa sarana prasarana, pendidikan dan masa kerja perawat, serta kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja perawat.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI BAWAH USIA 15 TAHUN DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Yeni Novita; Umi Romayati Keswara; Wahid Tri Wahyudi; M. Rifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.398 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.189

Abstract

Ketika seseorang memasuki masa lansia, mereka akan mengalami perubahan-perubahan baik secara fisik, psikologis, maupun sosialnya, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Perasaan cemas ini disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustasi yang mengancam, membahayakan rasa aman, keseimbangan atau kehidupan seorang individu atau kelompok biososialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Tahun 2013.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah sejumlah 154 lansia, Sample dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada Lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Tahun 2013 (p value 0,014 OR 4,354). Saran untuk petugas kesehatan hendaknya memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga lansia secara berkelompok dalam waktu 1 bulan atau 3 bulan sekali untuk meningkatkan kesadaran betapa pentingnya dukungan keluarga terhadap lansia.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA MANDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRANTI RAYA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Muhammad Arifki Zainaro; Dherlirona Dherlirona; Ayesha Norabela
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.34 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i2.196

Abstract

ABSTRACT: PATIENT SATISFACTION AND QUALITY OF CARE AT CLINIC (DIRA MEDIKA) GOTONG ROYONG BANDAR LAMPUNG    Background: The degree of public health of a country is influenced by the presence of health facilities. The health facilities reviewed in this section consist of health care facilities and government health education institutions that produce health workers. High quality healthcare services are an integral part of WHO's goals by using a key health care approach. Until now access to health services has become a priority in all WHO state members of the Southeast Asian region. Purpose: Known relationship of patient satisfaction and quality of care at Clinic Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung. Methods: This research type was quantitative research with cross sectional design. The population of this study were all patients who visited the Clinic Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung on December-February 2017 with the sample of 91 respondents with Accidental sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis used chi square. Results: Rating by responden in courtesy in poor category of 34 (37,4%),  of 50 (54,9%) Communication was unfavorable,  29 (31,9%) less of credibility, of 51 (56,0%) stated that security was poor and of 52 (57,1%) were dissatisfied. There influencing of courtesy with p value = 0.002, Communication p value = 0,001 Credibility p value = 0.001. Security and satisfaction p value = 0,001 Conclusion: There was correlation of patient satisfaction and quality of care at Clinic Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung. Suggestion to management to be improving quality of care by workshops to the staff nurses. Pendahuluan: Derajat kesehatan masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh keberadaan sarana kesehatan. Sarana kesehatan yang diulas pada pada bagian ini terdiri dari fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan kesehatan milik pemerintah yang menghasilkan tenaga kesehatan. Pembangunan kesehatan merupakan penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Jasa layanan kesehatan yang bermutu tinggi merupakan bagian terpadu dari tujuan WHO dengan menggunakan pendekatan kunci berupa layanan kesehatan primer. Hingga saat ini akses ke layanan kesehatan telah menjadi prioritas di semua anggota negara bagian WHO wilayah Asia Tenggara. Berdasarkan prinsip pemerataan, indikator cakupan paling banyak digunakan untuk memantau kinerja layanan kesehatan. Efektifitas dan efisiensi layanan kesehatan saat ini mendapat perhatian yang sama baik dari para pembuat kebijakan, penyedia layanan kesehatan dan masyarakat. Tujuan: Diketahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang  berkunjung ke Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung sampai dengan bulan Desember-Februari 2017 yaitu sebanyak 3.015 pasien, sampel sebanyak 91 responden dengan teknik Accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square.  Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Diketahui courtesy kurang baik dan sebanyak 34 responden (37,4%) 50 responden (54,9%) mengatakan Communication kurang baik, sedangkan 41 responden (45,1%) menyatakan Communication baik. 29 responden (31,9%) credibility kurang baik 51 responden (56,0%) menyatakan security kurang baik Diketahui sebanyak 52 responden (57,1%) tidak puas. Ada pengaruh courtesy p value = 0,002 communication p value = 0,001 Credibility t p value = 0,001 Security terhadap kepuasan pasiendi Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung kepuasan pasiendi Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung p value = 0,001 Simpulan: Terdapat hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung. Disarankan bagi klinik untuk kebijakan pemerintahan daerah dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan di Klinik pratama yang bekerjasama dengan BPJS pada umumnya dan Klinik Dira Medika  pada khususnya.  
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DEMAM TIFOID DI SMP NEGERI 26 BANDAR LAMPUNG Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; M. Arifki Zainaro
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i2.28

Abstract

ABSTRACT The World Health Organization (WHO) estimates the number of cases of typhoid fever in worldwide, reaching 16-33 million with 500-600 thousand deaths in each year. Typhoid fever is an infectious infection that can occur in children and adults. Children are the most susceptible to typhoid fever, although the symptoms experienced by children are lighter than adults. In almost all endemic areas, the incidence of typhoid fever occurs mostly in children aged 5-19 years. The goal after counseling is expected to increase students' knowledge of SMP Negeri 26 Bandar Lampung about typhoid disease. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and flipcharts. There was an increase in knowledge of students in Bandar Lampung Junior High School 26 against typhoid disease and ways of prevention and treatment. Thus, giving counseling to students about the prevention and treatment of typhoid fever is very effective. Keywords: Typhoid, Students, Counseling
Co-Authors A Muammar Khoddafi Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Agustina, Respa Ahmad Gunawan Aisyah Aisyah Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Apriansah, Rafel Apriyadi Apriyadi Aria Winara Perkasa Aryanti Wardiyah Ayesha Norabela Azis, Jhon Bahren Nortajulu Chrisanto, Eka Yudha Deny Eka Liasari Devy Annieza Zahra Dewanti, Meisya Adelina Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dherlirona Dherlirona Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Donna Caesarani Ananda Dwi Nopriyanto Dwiky Dermawan Santari Eka Novita Sari Eka Trismiyana Elliya, Rahma Elpi Ulandari Erlina Wati Erna Listyaningsih Esti Handayani Fara Millinia Suwares fatimah Fatimah Ferisca, Fidela Ferlanda Alam, Rama Rajasa Furqoni, Prima Dian Giri Widakdo Gunawan, M. Ricko Hafiffah Handayani Hartati, Eka Yuli Heki Febrianto Hermawan, Dessy Ibrahim, Idris Idawati Kn Indriana, Nova Ismanto Nasim Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Joko Martono Karyanto Karyanto Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Kusumanignsih, Dewi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Ariyanti Lilis Marlia Linawati Novikasari M Kelvin Alvaredo Mardani Mardani Melia Novita Mentari Permatasari Muhamad Kurniawan Muhammad Nurhidayat Mutia Ade Dea Naryati, Naryati Naziah Naziah Naziah Naziah Novikasari, Linawati Nuraenah, Nuraenah Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Parid Khoirudin Perkasa, Aria Winara Prima Dian Furqoni Rahma, Reka Putri Rahmawati, Reka Putri Reka Putri Rahma Reka Putri Rahmawati Respa Agustina Rian Maylina Sari Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rifaie, Mahda Rizka Faer Rike Saputra Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Ryalita, Novindri Sadaukur Br Barus Sandi Esa Prayoga Sari, Eva Aprilia Sekardhyta Ayuning Tias Suhartini Suhartini Sumo, Ni Luh Susanto Susanto Susi Anisia Laila Susmarini, Neta Teguh Pribadi Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Usastiawaty C.A.S Isnainy Utomo, Budi Setia Wahid Tri Wahyudi Wahyuninsih, Indah Yeni Novita Yosi Adelta Yufia Lensi Yulendasari, Rika Yuliawati Zonet Dwi Lembayung