Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Faktor Lingkungan Rumah yang Mempengaruhi Penyakit Asma pada Pasien dan Keluarga yang Terkena Penyakit Asma Asisifa, Mukayin; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15981

Abstract

ABSTRAK Sebanyak 235 juta orang di dunia hidup dengan asma. Negara dengan penghasilan rendah dan menengah ke bawah prevalensi kematian akibat asma mencapai lebih dari 80%. Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Dengan manajemen asma yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderitanya. Asma adalah salah satu kondisi kronis yang paling umum terjadi dengan tingkat prevalensi tertinggi di kalangan masyarakat. Hal ini terkait dengan morbiditas yang signifikan, pemanfaatan layanan kesehatan dan hilangnya produktivitas . Meskipun ada kemajuan dalam terapi asma dan perluasan asuransi kesehatan ; lingkungan biologis, fisik dan psikososial masih dapat mempengaruhi aktivitas penyakit asma . Memahami faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan biologis, fisik, dan psikososial, penderita asma merupakan bagian integral dalam penanganan asma. Kata Kunci: Edukasi Asma, Pengaruh Lingkungan Penyakit Asma, Asma.  ABSTRACT As many as 235 million people in the world live with asthma. In countries with low and lower middle income, the prevalence of deaths due to asthma reaches more than 80%. Asthma is an incurable disease, so far no cure has been found. With good asthma management, sufferers can improve the quality of life.Asthma is one of the most common chronic conditions with the highest prevalence rate among the population. It is associated with significant morbidity, healthcare utilization and loss of productivity . Despite advances in asthma therapy and expansion of health insurance ; the biological, physical and psychosocial environment can still influence asthma disease activity . Understanding the influencing factors in the biological, physical and psychosocial environment of asthma sufferers is an integral part of treating asthma. Keywords: Asthma Education, Environmental Influences on Asthma, Asthma.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) terhadap Kualitas Tidur dan Kecemasan pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Haji Pemanggilan Kabupaten Lampung Tengah Rama Rajasa Ferlanda Alam; Djunizar Djamaludin; Eka Trismiyana; M. Arifki Zainaro
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17036

Abstract

ABSTRACT Based on data presented by the World Health Organization (2020), in total research conducted on 182 countries in the world, the results of this research found that the prevalence of hypertension was 13%, increasing in the range to 41%.The percentage of hypertension (based on diagnosis) in Lampung Province increased from 7.4% in 2013 to 15.10% in 2018 or 545,625 cases in 2018. Meanwhile, in 2022 it will reach 1,825,516 (28.22%) people. with 5 districts with the highest incidence rate, one of which is Central Lampung District which occupies fifth position with a prevalence of 30.4%. It is known the influence of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Therapy on Sleep Quality and Anxiety in Hypertension Sufferers at the Pemanggilan Haji Health Center, Central Lampung. Quantitative research type, Quasi-experiment design, one group pre and posttest design. The research population was 136 patients and a sample of 30 respondents using accidental sampling technique. Analyze univariate and bivariate analysis data using dependent t-test. Based on the results of the analysis using the dependent t-test, the mean dan SD values for pretest anxiety (67.33 ± 4.172) and sleep quality (47.80 ± 7.218) were obtained, while the mean and SD values for posttest anxiety (10.20 ± 3.671) and sleep quality (2.23 ± 1.223). The obtained p-values= 0.001 where pα means Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that there is an effect of SEFT on improving sleep quality and reducing anxiety levels for hypertension suffers at the Pemanggilan Haji Health Center, Central Lampung. It’s hoped that this research will provide general information related to SEFT therapy which is effective in treating sleep quality problems and anxiety in hypertension sufferers. Keywords: Hypertension, SEFT, Anxiety, Sleep Quality  ABSTRAK Berdasarkan data yang dikemukakan oleh World Health Organization (2020), secara total penelitian yang dilakukan terhadap 182 negara yang ada di dunia, dari hasil penelitian tersebut mendapatkan prevalensi dari hipertensi sebesar 13% hingga meningkat dalam rentang menjadi 41%. Persentase Hipertensi (berdasarkan diagnosis) di Provinsi Lampung meningkat dari 7,4% pada tahun 2013 menjadi 15,10% pada tahun 2018 atau sebanyak 545.625 kasus pada tahun 2018. Sedangkan pada tahun 2022 mencapai angka 1.825.516 (28,22%) jiwa dengan 5 Kabupaten dengan angka kejadian tertinggi salah satunya Kabupaten Lampung Tengah menempati posisi ke lima dengan prevalensi 30,4%. Diketahui pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Kualitas Tidur dan Kecemasan Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Haji Pemanggilan Lampung Tengah. Jenis penelitian kuantitatif, desain Quasi-experiment rancangan one group pre and post test design. Populasi penelitian sebanyak 136 pasien dan sampel 30 responden dengan teknik accidental sampling. Analisa data analisis univariate dan bivariate dengan Uji t-dependen. Berdasarkan hasil analisis melalui uji t-dependen diperoleh nilai mean dan SD pretest kecemasan (67.33 ± 4.172) dan kualitas tidur (47.80 ± 7.218) sedangkan nilai mean dan SD posttest kecemasan (10.20 ± 3.671) dan kualitas tidur (2.23 ± 1.223). Diperoleh nilai p value = 0,001, dimana pα maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh SEFT terhadap peningkatan kualitas tidur dan penurunan tingkat kecemasan penderita hipertensi di Puskesmas Haji Pemanggilan Lampung Tengah. Diharapkan penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan terapi SEFT yang efektif dalam mengatasi masalah kualitas tidur dan kecemasan pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, SEFT, Kecemasan, Kualitas Tidur
Dampak Sosial Value Terhadap Trust Preseptor Mahasiswa Keperawatan M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.12623

Abstract

ABSTRACT Trust can be formed through social values which provide a significant and measurable contribution to the effectiveness of student learning in carrying out their duties. The research aims to determine the influence of social values on trust—quantitative research method with SEM data analysis. The results of the social value research influenced -0.83. When receptors do not understand and cannot implement Social Value, it will hurt building Trust. This research contributes to developing human resources and developing student skills, maintaining and developing social values and trust in carrying out their professional duties. Preceptors to increase competency to improve preceptor performance. For higher education quality assurance management is planning and developing human resources for health workers, especially nursing preceptors. Keywords: Learning Effectiveness, Skills Improvement, Resource Development ABSTRAK Trust bisa terbentuk melalui social value yang memberikan kontribusi signifikan dan terukur terhadap efektivitas pembelajaran mahasiswa dalam menjalankan tugasnya. Tujuan penelitian unutk mengetahui pengaruh social value terhadap trust. Metode penelitian kuantitatif dengan analisis data SEM. Hasil penelitian social value berpenagruh sebesar -0,83. Ketika preseptor tidak paham dan tidak mampu mengimplementasikan Social Value, maka akan berdampak buruk terhadap terbangunnya Trust. Penelitian ini berkontribusi kepada pembinaan sumber daya manusia dan pengembangan keterampilan mahasiswa, menjaga dan menumbuh kembangkan nilai sosial dan trust dalam menjalankan tugas profesinya. Para preseptor dalam rangka meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kinerja preseptor. Untuk manajemen penjamin mutu Perguruan Tinggi sebagai perencanaan dan pengembangan SDM tenaga Kesehatan khususnya preseptor keperawatan. Kata Kunci: Efektivitas Pemebelajaran, Peningkatan Keterampilan,  Pembinaan                   Sumber Daya
Hubungan Kepemimpinan Transaksional Preseptor Akademik Terhadap Kinerja Praktik Mahasiswa Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Ni Luh Sumo; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.17415

Abstract

ABSTRACT Transactional leadership style is one of the factors that can improve the practical performance of nursing students. This leadership approach is needed to support the learning and development of nursing students.  This research aims to explore and analyze the relationship between academic preceptor transactional leadership and student practical performance nursing. By understanding the dynamics and influence of this type of leadership, it is hoped that it can provide in-depth insight into other factors that can influence nursing students' practical performance. It is known that there is a relationship between the transactional leadership style of academic preceptors and the practical performance of nursing students in the field. This research uses a quantitative type of research. Quantitative research uses an analytical survey approach with cross-sectional methods. The population of this study was 247 students from the Malahayati University nursing study program. The sample used was 229 respondents. The results of the analysis show that the majority of academic preceptors have low transactional leadership, and the majority of practical students' performance is poor, p-value 0.001 (0.05). There is a relationship between the transactional leadership of academic preceptors and students' practical performance.  Keywords : Leadership Style, Transactional, Practical Performance  ABSTRAK Gaya kepemimpinan transaksional merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja praktik mahasiswa keperawatan pendekatan kepemimpinan ini diperlukan dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara kepemimpinan transaksional preseptor akademik dengan kinerja praktik mahasiswa keperawatan. Dengan memahami dinamika dan pengaruh dari jenis kepemimpinan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja praktik mahasiswa keperawatan. Diketahui adanya hubungan gaya kepemimpinan transaksional preseptor akademik terhadap kinerja praktik mahasiswa keperawatan di lapangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif. penelitian  kuantitatif  menggunakan  pendekatan  survey  analitik  (analytical survey) dengan metode crosssectional. Populasi penelitian ini berjumlah 247 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati. Sampel yang digunakan 229 responden. Hasil analisis menunjukan sebagian besar preceptor akademik dengan kepemimpinan transaksional yang rendah, dan Sebagian besar kinerja mahasiswa praktik kurang baik, p-value 0,001 (0,05). Ada hubungan antara kepemimpinan transaksional preseptor akademik terhadap kinerja praktik mahasiswa. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Transaksional, Kinerja Praktek
Hubungan Fasilitas Kesehatan dan Komunikasi Perawat dengan Tingkat kepuasan Pasien di UPTD Puskesmas Krui Al Khairul Rizwan; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumanignsih
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.12817

Abstract

ABSTRAK In the last ten years the level of public trust in health care centers has decreased. One way to improve it is to measure the level of patient satisfaction, which according to the regulation of Menteri Kesehatan 2019 patient satisfaction with services have to be 100%. Health facilities and nurse communication are important factors in determining the level of patient satisfaction, because health facilities and nurse communication are the first things that will be assessed by patients when they are in a health service center. Know the correlation between health facilities and nurse communication on the level of patient satisfaction at UPTD Puskesmas Krui in 2023. This study used Quantitative method. The design of this study was Analytic Survey with a cross-sectional approach. The population of this study were all of patients at UPTD Puskesmas Krui in January 2023 amount 109 patients. In this study the number of respondents were 86 people and used Purposive Sampling Tchnique. In this study, majority of respondents were pre-elderly, the most gender was female and the results of the analysis showed a p-value of 0.001 (0.05), which meant that there was a significant relationship between health facilities and the level of patient satisfaction, the results of the analysis showed a p-value -value 0.001(0.05). There are a significant relationship between nurse communication and the level of patient satisfaction at the UPTD Puskesmas Krui in 2023. Keywords: Health Facilities, Nurse Communication, Satisfaction  ABSTRAK Sepuluh tahun terakhir ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pusat pelayanan kesehatan semakin menurun. Salah satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan melakukan pengukuran tingkat kepuasan pasien, yang mana menurut peraturan Menteri Kesehatan 2019 kepuasan pasien terhadap pelayanan haruslah 100%. Fasilitas kesehatan dan juga komunikasi perawat merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan seorang pasien, karena fasilitas kesehatan dan komunikasi perawat adalah hal pertama yang akan dinilai oleh pasien ketika ia berada di suatu pusat pelayanan kesehatan. Diketahui hubungan antara fasilitas kesehatan dan komunikasi perawat terhadap tingkat kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Krui Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien UPTD Puskesmas Krui, terhitung 109 Pasien pada bulan Januari 2023, sehingga didapati sampel berjumlah 86 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Pada penelitian ini mayoritas responden adalah dengan usia pra lanjut usia, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dan hasil analisis menunjukan p-value 0,001 (0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara fasilitas kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien, hasil analisis menunjukan nilai p-value 0,001 (0,05). Ada hubungan yang signifikan antara komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Krui pada tahun 2023. Kata Kunci: Fasilitas Kesehatan, Komunikasi Perawat, Kepuasan
Hubungan Motivasi Perawat dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Yosi Adelta; M. Arifki Zainaro; Triyoso Triyoso
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i3.7657

Abstract

ABSTRACT Performance is a world issue today. This happens as a consequence of the community's demands for the need for excellent service or high quality services that are inseparable from standards, because performance is measured based on standards. One method of assessing the performance of nurses is by looking at the standards of nursing care. individual work motivation that encourages the achievement of a nurse's performance. Motivation is something that encourages someone to behave in achieving a goal. To find out the relationship between nurse motivation and nurse performance in the Class III Inpatient Room at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2022. This type of research uses quantitative, analytical survey research design with a cross sectional approach, the population and sample are nurses at Pertamina Bintang Amin Hospital as many as 38 respondents, the sampling technique uses purposive sampling, data analysis uses univariate and bivariate using chi square. Seen by 38 respondents, 13 respondents (34.2%) have good motivation, 10 respondents (26.3%) good nurse performance and 3 respondents (7.9%) poor nurse performance. nurses are not good as many as 25 respondents (65.8%) with good nurse performance as many as 9 respondents (23.7%) and nurse performance is not good as many as 16 respondents (42.1%). Most of the nurses' motivation is in poor category. Most of the nurses' performance is in poor category. The results of data analysis using the chi square test obtained p-value values that have a relationship between nurse motivation and nurse performance in the third class inpatient room at Pertamina Bintang Amin Hospital in the year 2022 Keywords: Nurse Motivation and Nurse Performance  ABSTRAK Kinerja (performance) menjadi isu dunia saat ini. Hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau pelayanan yang bermutu tinggi yang tidak terpisahkan dari standar, karena kinerja diukur berdasarkan standar. Salah satu metode dalam menilai kinerja perawat yaitu dengan melihat standar asuhan keperawatan.  motivasi kerja individu yang mendorong pencapaian kinerja seorang perawat. Motivasi merupakan suatu yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku dalam mencapai suatu tujuan. Diketahui hubungan motivasi perawat dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2022. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, Populasi dan sampel adalah perawat di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin sebanyak 38 responden, teknik sampling menggunakan purposive sampling, analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan chi square. Dilihat 38 responden, perawat yang memiliki motivasi baik sebanyak 13 responden (34,2%) dengan kinerja perawat baik sebanyak 10 responden (26,3%) dan kinerja perawat kurang baik sebanyak 3 responden (7,9%), sedangkan motivasi perawat kurang baik sebanyak 25 responden (65,8%) dengan kinerja perawat baik sebanyak 9 responden (23,7%) dan kinerja perawat kurang baik sebanyak 16 responden (42,1%). Sebagian besar motivasi perawat kategori kurang baik.Sebagian besar kinerja perawat dengan kategori kurang baik.Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapat nilai p-value ada hubungan motivasi perawat dengan kinerja perawat di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2022 Kata Kunci: Motivasi Perawat dan Kinerja Perawat
Edukasi Penanganan Terhadap Kondisi Keracunan Makanan Pada Anak Listiana Listiana; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16070

Abstract

ABSTRAK Keracunan pada anak merupakan masalah kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan segera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab utama keracunan pada anak, gejala, faktor, ciri ciri, pencegahan danpenanganan pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan tinjauan literatur, analisis data klinis dari rumah sakit, serta survei pada orang tua dan pengasuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keracunan pada anak paling sering disebabkan oleh konsumsi obat-obatan yang tidak sengaja, bahan kimia rumah tangga, dan tanaman beracun. Faktor risiko utama meliputi kurangnya pengawasan orang dewasa, penyimpanan bahan berbahaya yang tidak aman, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya potensial. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua dan pengasuh serta pengembangan kebijakan yang mendukung lingkungan rumah yang aman bagi anak-anak. Saran yang diberikan mencakup peningkatan program edukasi tentang pencegahan keracunan dan perbaikan regulasi terkait penyimpanan bahan berbahaya di rumah. Kata Kunci: Keracunan pada anak, Pencegahan, Edukasi.  ABSTRACT Poisoning in children was a serious health issue requiring immediate attention. The aim of this study was to identify the primary causes of poisoning in children, analyze risk factors, and develop effective prevention strategies. The methods used in this research involved a literature review, analysis of clinical data from hospitals, and surveys of parents and caregivers. The results of the study showed that poisoning in children was most often caused by the accidental ingestion of medications, household chemicals, and toxic plants. The main risk factors included lack of adult supervision, unsafe storage of hazardous materials, and lack of knowledge about potential dangers. The conclusion of this study emphasized the importance of education for parents and caregivers, as well as the development of policies supporting a safe home environment for children. The recommendations provided included enhancing educational programs on poisoning prevention and improving regulations related to the storage of hazardous materials at home. Keywords: Child poisoning, Prevention, Education.
Edukasi Aktifitas Fisik dan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Nova Indriana; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16148

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup berbahaya hingga mendapat julukan “The silent killer” kerena hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh dan berisiko menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan suatu keadaan klinis ketika pengukuran sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Seiring meningkatnya usia pada lansia terjadi perubahan pada seluruh sistem, salah satunya perubahan sistem kardiovaskuler. Perubahan tersebut meliputi penurunan elastisitas dinding aorta, penebalan katup jantung dan katup jantung menjadi kaku, penurunan kemampuan jantung memompa darah sehingga dapat menyebabkan hipertensi pada lansia. Pencegahan dan penanggulangan hipertensi dapat dilakukan dengan olahraga teratur atau aktifitas fisik diantaranya berjalan, bersepeda, berenang, melakukan pekerjaan rumah dan senam anti hipertensi. Senam anti hipertensi adalah bagian dari aktifitas fisik yang dapat mengurangi berat badan dan menghilangkan stres, yang menjadi dua faktor tertinggi risiko penyebab hipertensi. Kata Kunci: Edukasi, Senam Hipertensi, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is dangerous enough to have earned the nickname "The Silent Killer" because hypertension can attack anyone without any signs appearing on the body and has the risk of causing death. Hypertension is a clinical condition when the systolic measurement is more than 140 mmHg and the diastolic measurement is more than 90 mmHg. As the elderly age increases, changes occur in the entire system, one of which is changes in the cardiovascular system. These changes include a decrease in the elasticity of the aortic wall, thickening of the heart valves, stiffening of the heart valves, and a decrease in the heart's ability to pump blood, which can cause hypertension in the elderly. Prevention and management of hypertension can be done with regular exercise or physical activity including walking, cycling, swimming, doing housework and anti-hypertension exercises. Anti-hypertension exercise is part of physical activity that can reduce body weight and eliminate stress, which are the two highest risk factors for hypertension. Keywords: Education, Hypertension Exercise, Elderly.
Penyuluhan Kesehatan tentang Pengobatan Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Rostika Januar; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.15982

Abstract

ABSTRAK Tekanan darah menjadi salah satu faktor yang memiliki efek sangat penting dalam sistem sirkulasi. Tinggi atau rendahnya tekanan darah akan mempengaruhi homeostatis di dalam tubuh manusia . Pada orang dewasa muda tekanan darah berkisar 120/70 mmHg dalam posisi istirahat. Namun secara fisiologis, tekanan darah bervariasi dari waktu ke waktu karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi. Tekanan darah di atas 140/90 mmHg yang diukur pada tiga kesempatan terpisah disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi menjadi penyebab utama kematian ketiga secara global. Pengobatan  dasar  untuk  hipertensi  adalah  non-farmakologis  terapi,  dan  termasuk  penurunan  berat badan,  asupan  natrium  terbatas,  aktivitas  fisik,  dan penghentian  merokok  dan  konsumsi  alkohol. Khomsan (2009) juga menyatakan bahwa buah mentimun memiliki efek hipotensif yang dapat menurunkan tekanan darah dan efek diuretik yang dapat melancarkan air seni sehingga menurunkan jumlah cairan yang beredar dalam aliran darah pada akhirnya dapat mengurangi beban kerja jantung. Hal ini berarti cara kerja terapi dengan mengkonsumsi jus mentimun sama halnya dengan obat-obatan antihipertensi golongan diuretik dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, mentimun sangat bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah karena kandungan kalsium, magnesium, kalium, dan fosfornya yang tinggi Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Obat Tradisional, Mentimun, Hipertensi , Lansia.  ABSTRACT Blood pressure is one of the factors that has a very important effect on the circulatory system. High or low blood pressure will affect homeostatic in the human body. In young adults, blood pressure ranges from 120/70 mmHg in the resting position. But physiologically, blood pressure varies from time to time due to several influencing factors. Blood pressure above 140/90 mmHg measured on three separate occasions is called hypertension or blood pressure.Hypertension is the third leading cause of death globally. The basic treatment for hypertension is non-pharmacological therapy, and includes weight loss, limited sodium intake, physical activity, and cessation of smoking and alcohol consumption. Khomsan (2009) also stated that cucumbers have a hypotensive effect that can lower blood pressure and a diuretic effect that can promote urine so that it reduces the amount of fluid circulating in the bloodstream can ultimately reduce the workload of the heart This means that the way therapy works by consuming cucumber juice is the same as diuretic antihypertensive drugs in lowering blood pressure. In addition, cucumbers are very beneficial in lowering blood pressure due to their high content of calcium, magnesium, potassium, and phosphorus Keywords: Health Counseling, Traditional Medicine, Cucumber, Hypertension, Elderly.
Edukasi Tersedak Pada Anak dengan Tehnik Hemlich Manuver di Posyandu Anggrek Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Indah Wahyuninsih; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.15989

Abstract

ABSTRAK Tersedak adalah kondisi darurat yang sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun. Pengetahuan mengenai teknik Heimlich manuver sebagai pertolongan pertama sangat penting untuk mengurangi risiko fatalitas akibat tersedak. Penyuluhan  ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua dan  pengasuh,  mengenai teknik Heimlich manuver  melalui penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi, demonstrasi langsung, dan latihan praktik dengan anak salah satu peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Pengapdian Masyarakat  ini menyimpulkan bahwa penyuluhan teknik Heimlich manuver efektif dalam meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat tersedak pada anak. Kata Kunci: Edukasi, Anak,Tersedak, Tehnik Hemlich Manuver.  ABSTRACT Choking is an emergency condition frequently occurring in children, particularly those under five years old. Knowledge of the Heimlich maneuver as a first aid technique is crucial to reduce the risk of fatality from choking. This study aims to educate parents, caregivers, and teachers about the Heimlich maneuver technique through an outreach program. The methods included material presentations, live demonstrations, and hands-on practice with mannequins. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills. This study concludes that Heimlich maneuver training is effective in improving preparedness for choking emergencies in children. Keywords: Education, Child,Choking, Heimlich Maneuver Technique.
Co-Authors A Muammar Khoddafi Ade Gunawati Sandi Agustina, Respa Ahmad Gunawan Al Khairul Rizwan Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Aniharyati Aniharyati Apriyadi Apriyadi Aria Winara Perkasa Aryanti Wardiyah Asisifa, Mukayin Ayesha Norabela Azis, Jhon Bahren Nortajulu Berly, Indah Rohmafresha Chrisanto, Eka Yudha Dani, Kharisma Wulan Deny Eka Liasari Destiana Rosa Devy Annieza Zahra Dewi Kusumanignsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati, Dewi Dherlirona Dherlirona Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Donna Caesarani Ananda Dwi Nopriyanto Dwiky Dermawan Santari Eka Novita Sari Eka Sartika, Eka Eka Trismiyana Elliya, Rahma Elpi Ulandari Erlina Wati Erna Listyaningsih Esti Handayani Fadlurahmi, Fadlurahmi Fara Millinia Suwares Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Hadi, Riswan Hafiffah Handayani Harkina, Prida Heki Febrianto Hermawan, Dessy Ibrahim, Idris Idawati Kn Indah Wahyuninsih Indriana, Nova Ismanto Nasim Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Joko Martono Julhana, Julhana Karyanto Karyanto Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Ariyanti Lilis Marlia Linawati Novikasari Listiana Listiana M Kelvin Alvaredo Mardani Mardani Martiningsih Martiningsih, Martiningsih Melia Novita Mentari Permatasari Mufidah, Ghina Aliya Muhamad Kurniawan Muhammad Nurhidayat Muhtar Muhtar Mutia Ade Dea Naziah Naziah Naziah Naziah Ni Luh Sumo Nova Indriana Novikasari, Linawati Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Oktaviyani, Dwi Parid Khoirudin Perkasa, Aria Winara Prima Dian Furqoni Putri, Afdilah Mianda Putri, Asri Mutiara Putri, Qori Anisa Rahma, Reka Putri Rahmawati, Reka Putri Rama Rajasa Ferlanda Alam Reka Putri Rahma Reka Putri Rahmawati Respa Agustina Rian Maylina Sari Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rifaie, Mahda Rizka Faer Rika Yulendasari Rike Saputra Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Rostika Januar Ryalita, Novindri Sadaukur Br Barus Sandi Esa Prayoga Sari, Eva Aprilia Sekardhyta Ayuning Tias Setia, Larasati Eka Setiawati, Octa Reni Suhartini Suhartini Susanto Susanto Susi Anisia Laila Susmarini, Neta Teguh Pribadi Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Utama, Putri Yolanda Utomo, Budi Setia Wahid Tri Wahyudi Wahyuninsih, Indah Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yeni Novita Yosi Adelta Yufia Lensi Zonet Dwi Lembayung