Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pembinaan Kader Sadar Vaksin Covid-19 pada Anak di Puskesmas Natar Lampung Selatan Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3177

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Perkembangan penyakit Covid-19 di Indonesia sendiri masih fluktuatif. Angka kematian di Indonesia yang lebih tinggi dari dunia, juga menjadi hal yang harus segera diperbaiki. Saat ini ada banyak negara yang melakukan vaksinasi untuk membentuk herd immunity. Indonesia sendiri telah menjalankan program vaksinasi Covid-19 yang dimulai pada 13 Januari 2021, namun dinilai masih belum maksimal. Tingkat edukasi masyarakat diperberat dengan berbagai kabar hoaks mengenai vaksin menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan program vaksinisasi. Sehingga dibutuhkan suatu tim teredukasi yang diharapkan dapat memberikan gambaran positif mengenai vaksin covid-19. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kader vaksinasi teredukasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini mengundang oleh 9 orang komunitas perwakilan komunitas pedagang Pasar Panjang Bandar Lampung. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre test dan post test yaitu 60% menjadi 100%. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenaipengetahuan mengenai vaksinasi covid-19 dan hoaks seputar vaksinasi.Kata kunci: Covid-19, kader vaksin, hoaks
Tim Pendamping Kesiapan Masyarakat Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Menghadapi Era Transisi Pandemi Menuju Endemi Covid-19 Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari; T. Adjeng, Andi Nafisah; Andrifianie, Femmy; Oktoba, Zulpakor
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3230

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Pada kasus Covid-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrompernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.  Pada 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai Pandemi Dunia. Namun saat ini kita telah memasuki era transisi dari pandemi  menujuendemi Covid-19 yang ditandai dengan keluarnya Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2023. Namun, virus SARSCoV-2 ini masih ada di antara kita dan kita harus selalu waspada. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kadermasyarakat yang siap beradaptasi pada masa pandemi menuju endemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi . Kegiatan juga meliputipengobatan masal gratis. Kegiatan diikuti oleh 40 orang peserta. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai rerata pre-test dan post-test yaitu 56,7 menjadi 81,4. Berdasarkan hasil ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai masa transisi Covid-19 dari pandemi menuju endemi. Pengetahuan ini masih awam bagi masyarakat sehingga diperlukan peninjauan dan sosialisasi lebih lanjut.Kata kunci: Covid-19, pandemi, endemi
Kunjungan dan Konsultasi pada Penderita TBC di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; ., Sutarto; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3240

Abstract

Perlu ditegaskan bahwa langkah-langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 harus diperkuat, mengingat bahwa TBC masih menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi di Desa Cipadang mencakup kekurangan pengetahuan mengenai Tuberkulosis, termasuk pemahaman tentang gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan. Dampak dari kurangnya pengetahuan ini menyebabkan sebagian besar masyarakat meremehkan seriusnya masalah TBC, sering kali mengabaikan gejala awal penyakit. Kelompok usia di atas 40 tahun mendominasi, dengan 32 peserta (64,0%) dari total 50 individu peserta. Fakta ini menunjukkan bahwa kelompok usia ini memiliki risiko tinggi terkena TBC. Hasil kunungan dan konsultasi penderita TBC mencatat adanya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta perilaku konsumsi minum obat TBC sesuai dengan petunjuk dokter melalui kerabat keluarga sebagai pengawas minum obat.  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kujungan, konsulgtasi TBC, penderita
Komitmen Bersama dan Pelatihan Kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi Desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC) Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; Komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3241

Abstract

WHO melaporkan bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 didasarkan pada fakta bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Berdasarkan data angka penemuan kasus TBC (case detection rate = CDR) diketahui cakupan CDR Kabupaetn Pesawaran sebesar 35,3%, angka ini belum mencapai target sasaran 70%, rendahnya cakupan CDR ini memberi maksa masih banyak kasus TBC di massyarakat yang belum terdeteksi (ditemukan). Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dan faslitas pemeriksaan TBC yang masih terbatas.Demikian juga permasalahan secara di Kabupaten Pesawaran dan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan, termasuk desa Cipadang yang masuk wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan terkait dengan penemuan dan hasil pengibatan TBC Paru. Mitra berkomitmen untuk bersama-sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan membuat  komitmen bersama dan pelatihan kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi desa sehat bebas TBC (SAHABAT).  Komiten dicanangkan dihadiri oleh semua pamong desa dan tokoh masyarakat serta kader kesehatan. Peserta pelatihan kader berdasarkan hasil nilai kuesioner post-test dan pre-test bahwa terjadi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan kader TBC. Peningkatan ketrampilan / pengetahuan kader mengenai TBC dan penggalangan komitmen bersama diharapkan dapat mengurangi penderita TBC dan stigma negatif terhadap pasien TBC dan mempecepat eleminasi TBC di Desa Cipadang sehingga mewujudkan desa Cipadang menjadi desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC).  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kampaye, kader, komitmen
Analisis Faktor Risiko Terhadap Mortalitas Pasien Sepsis di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018-2021 Aiko Purba, Putri Grace; Wahyuni, Ari; Carolia, Novita; Sidharti, Liana
Medula Vol 16 No 2 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i2.1788

Abstract

Sepsis is an organ dysfunction due to dysregulation of infection response. It is characterized by cardinal inflammatory signs such as vasodilation, leukocyte accumulation, and increased microvascular permeability in tissues away from the site of infection. Sepsis is identified using clinical criteria, specifically the Sequential (Sepsis-Related) Organ Failure Assessment Score with ≥2 points. Sepsis is a leading cause of mortality in the Intensive Care Unit. Its mortality is triggered by several risk factors, including age, low Glasgow Coma Scale and Mean Arterial Pressure scores, and the presence of comorbidities. This study aims to analyze the relationship between these determinants and mortality among the Intensive Care Unit sepsis patients. This study used an observational analytic method with a cross-sectional approach. The subjects were sepsis patients in the Intensive Care Unit of RSUD DR. H. Abdul Moeloek Lampung in 2018-2021 who met the inclusion and exclusion criteria. The independent variables were age, Glasgow Coma Scale, Mean Arterial Pressure, and comorbidities, while the dependent variable was mortality. Samples were collected using total sampling technique. The results showed that age, Glasgow Coma Scale, Mean Arterial Pressure, and comorbid disease were significantly associated sepsis mortality, with p-values of 0.008, 0.029, 0.040, and 0.013, respectively. Thus, there is a relationship between age, Glasgow Coma Scale, Mean Arterial Pressure, and comorbid disease to the mortality among sepsis patients.
Reclamation of Post-Gold Mining Land Using Mycotrichocompost and Biochar: Effects on Corn (Zea Mays L.) Growth and Yield Karmaita, Yummama; Latifa, Dara; Wati, Rita; Wahyuni, Ari; Wentasari, Risa; Resdiar, Amda; Nurholis, Nurholis
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v10i1.474

Abstract

Post-gold mining lands are severely degraded ecosystems requiring intensive restoration to recover their agricultural productivity and ecological functions. One promising approach to enhance soil biological, chemical, and physical properties is the application of biochar combined with mycotrichocompost. This study aims to evaluate the effects of biochar and mycotrichocompost on soil nutrient availability (N, P, K) and on the growth and yield of maize cultivated on post-gold mining soil.  The study used a factorial randomized block design: level 1 giving  Biochar (0 tons/ha, 4 tons/ha, 8 tons/ha, 12 tons/ha), and level 2 fertilizer application mycotrichocompost at different doses (0 tons/ha, 5 tons/ha, 10 tons/ha), resulting in 12 treatment combinations resulting in total 36 experimental units. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Tukey's Honest Significant Difference (HSD) test at α = 0.05 using minitab 19. The addition of biochar and mycotrichocompost to former gold mining soil increased crop yields (9.93 tons/ha), plant growth (e.g., plant height: 152.3 cm and leaf length: 80.33 cm), physiological characteristics (e.g., chlorophyll a: 0.34 mg per gram of fresh leaf weight, chlorophyll b: 0.24 mg per gram of fresh leaf weight), and soil nutrient content (N: 0.14%, P: 271 ppm, and K: 1.87 ppm). In general, treatment A3B2 with a dose of 12 tons/ha of biochar plus 10 tons/ha of mycotrichocompost is the optimal combination.