Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Pada Ibu Balita Di Kelurahan Lambara Ummu Aiman; Nurulfuadi Nurulfuadi; Ariani Ariani; Aulia Rakhman; Devi Nadila; St Ika Fitrasyah; Linda Ayu Rizka Putri
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.522

Abstract

Praktek pemberian gizi yang tidak benar merupakan penyebab utama awal terjadinya stunting, sehingga pemenuhan dan pemberian gizi yang benar pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) akan menentukan kualitas hidup seorang manusia. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu dalam praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang benar mulai dari frekuensi, porsi dan tekstur yang sesuai dengan usia dan budaya pemberian makan di daerah setempat. Lokasi pengabdian yaitu di kelurahan Lambara Kota Palu, dimana pesertanya adalah ibu bayi dan anak. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pelatihan ini ada 3 yaitu ceramah, praktek dan Pre-post test. Hasil dari kegiatan pelatihan PMBA ini adalah pengetahuan peserta mengalami peningkatan sebesar 18% tentang PMBA setelah diberikan edukasi serta praktek langsung.
Faktor yang Berkaitan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ongka Amin, Nur Afiah; Septiani, Sella; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Hijra, Hijra; Fandir, Abdul
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1976

Abstract

Prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia tahun 2019 sebesar 48,9% dan angka ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan Riskesdas 2013 sebesar 37,1%. Dampak negatif ibu hamil yang mengalami anemia terjadi pada outcome kehamilan, yaitu bayi yang baru dilahirkan dapat mengalami intra uterine growth retardation (IUGR), kelahiran prematur atau bahkan keguguran, dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah (BBLR). Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ongka Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan responden adalah ibu hamil sejumlah 109 responden. Analisis data menggunkan uji kruskal wallis dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada hubungan antara kepatuhan mengonsumsi TTD dengan anemia (p=0,012), dan tidak ada hubungan antara paritas (p=0,833), pendapatan keluarga (p=0,559), tingkat kecukupan protein (p=0,191) dengan anemia. Ada hubungan antara konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan anemia pada ibu hamil, dikarenakan ibu hamil lupa, malas, dan pusing setelah mengonsumsi TTD. Namun, tidak ada hubungan antara paritas dengan anemia karena pihak puskesmas mendukung program pemerintah, yaitu program keluarga berencana (KB). Tidak ada kaitan antara pendapatan keluarga dan anemia karena pendapatan keluarga bukanlah satu-satunya faktor risiko anemia. Namun sesuai hasil penelitian ibu hamil didominasi oleh usia 24-31 tahun, sehingga usia ibu hamil yang matang dapat mencegah terjadinya anemia. Tidak ada hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan anemia karena pemilihan makanan yang kurang bervariasi.
Relationship between Fast Food Consumption, Sedentary Lifestyle, and Physical Activity with Body Mass Index (BMI) among Students of Madrasah Aliyah Alkahiraat Pusat Palu Post-Covid-19 Pandemic Rakhman, Aulia; Hamid, Megawati ABD.; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Nadila, Devi; Aiman , Ummu
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i1.286

Abstract

The prevalence of obesity in Indonesia is 31.0%, which means that many Indonesians have obesity problems, including teenagers. Palu City is ranked tenth out of 33 provinces, with a percentage of 32.9%. Fast food consumption, sedentary lifestyle, and physical activity affect Body Mass Index (BMI). This study aims to determine the relationship between fast food consumption, sedentary lifestyle, and physical activity and the Body Mass Index (BMI) of grade X and XI students of MA Alkhairaat Pusat Palu. The research method used is quantitative with a cross-sectional study design. The study population was 246, and a sample of 159 respondents was used using a proportional random sampling technique. Data collection was conducted using FFQ, ASAQ, and physical activity questionnaires. Data were analyzed using the Chi-Square statistical test. The univariate analysis results of respondents with abnormal BMI were 64 people (40.3%), and those with normal BMI were 95 people (59.7%). Based on bivariate analysis, the results of variables that have a relationship with Body Mass Index (BMI) are fast food consumption (p = 0.000). In contrast, variables that have no relationship with Body Mass Index are sedentary lifestyle (p = 0.917), and physical activity (p = 0.256). It is expected that adolescents can adopt a healthy lifestyle under the principles of balanced nutrition.
TINGKAT PENGETAHUAN KADER TENTANG PEMANTAUN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA KONDISI DARURAT Nurulfuadi, Nurulfuadi
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v6i2.2065

Abstract

Prevalence stunted among toddlers in Palu City in 2022 is 24.7%, wasted at 12.8%, and underweight at 24.7%, and overweight at 1.9%. Child growth and development problems, including the decline in post-disaster nutritional status in Palu City which has increased compared before the disaster. This can be caused by lack of access to health services and inadequate health personnel. Therefore, training to monitor the growth and development of toddlers in emergency conditions needs to be carried out. The aim of this study is to increase the knowledge of cadres as one of the health workers in the smallest unit, namely the posyandu in Duyu Village, Tatanga District, Palu City regarding monitoring the growth and development of toddlers during emergency conditions. The partner in this study is the Head of Duyu Village, Palu City. The methods used are lectures and direct practice. The results showed that the training had a positive influence on increasing cadres' knowledge about monitoring the growth and development of toddlers in emergency conditions. This study is an effort to increase the positive aspects of cadre knowledge.
EDUKASI UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMPLEMENTASI MAKANAN BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG DAN AMAN UNTUK PENANGULANGAN STUNTING Nurulfuadi, Nurulfuadi; Ekawati, Try Nur; Randani, Aldiza Intan; Dewi, Maghfira Sagita; Desmeli, Desmeli; Natasha, Alya
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2234

Abstract

Prevalensi stunting pada sebagian besar kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah masih di atas rata-rata nasional, salah satu diantaranya yaitu Kabupaten Sigi yang mempunyai jarak terdekat ke ibukota provinsi, sejauh 30 km dengan prevalensi stunting pada tahun 2022 sebesar 36,8%. Besar prevalensi ini tergolong dalam kategori permasalahan kesehatan masyarakat tingkat sangat serius (>30%). Oleh karena itu, program penanganan dan pencegahan stunting khususnya pada Balita perlu dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang konsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman berbasis pangan lokal untuk penanggulangan Stunting. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, dan praktek. Peserta pada kegiatan ini berjumlah 27 orang. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori sedang. Selain itu, tidak ditemukan adanya perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberi edukasi. Berdasarkan hasil kegiatan ini maka diperlukan upaya berkelanjutan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu khususnya dalam pemberian makan pada balita untuk pencegahan stunting.
Balanced nutrition education for adolescents: Pre-post test approach to increase awareness of healthy diets in disaster-prone areas Febiani Riskika; Ummu Aiman; Aldiza Intan Randani; Nurulfuadi; Try Nur Ekawati Lukman; Linda Ayu Rizka Putri
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 4 No 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.118

Abstract

Adolescents are vulnerable to nutritional problems, especially in disaster-prone areas where access to nutritious food is limited. Sigi District, Central Sulawesi, was severely affected by the 2018 earthquake and liquefaction, which disrupted food security and increased instant food consumption. This study aimed to evaluate the effectiveness of balanced nutrition education using a pre-test and post-test approach in improving students’ knowledge of healthy eating at SMK 1 Sigi. The intervention involved 30 students who received lectures and leaflets on the Balanced Nutrition Guidelines. Knowledge was assessed through pre- and post-tests, and differences were analyzed statistically. Results indicated a significant increase in mean knowledge scores from 37.31 ± 15.89 to 65.77 ± 21.20 (p < 0.05). The proportion of students in the poor category decreased from 93.33% to 30%, while those in the fair and reasonable categories increased substantially. These findings highlight that simple educational interventions can enhance adolescents’ nutritional awareness in disaster-affected areas. Therefore, balanced nutrition education should be integrated into school health programs as a sustainable preventive strategy
TINGKAT PENGETAHUAN KADER TENTANG PEMANTAUN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA KONDISI DARURAT Nurulfuadi, Nurulfuadi; Nadila, Devi; Tangkas, I Made; Randani, Aldiza Intan; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Afadil, Adila Humaira; Djibran, Anifah Salsabila; Desmeli, Desmeli
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Vol 4, No 2 (2024), April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v4i2.1234

Abstract

Prevalensi balita stunted di Kota Palu pada tahun 2022 mencapai 24.7%, wasted sebesar 12.8%, underweight sebesar 24.7%, sedangkan overweight sebesar 1.9%. Permasalahan tumbuh kembang anak, termasuk penurunan status gizi pasca bencana di Kota Palu meningkat jika dibandingkan sebelum bencana terjadi. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang kurang memadai. Oleh karena itu, pelatihan pemantauan tumbuh kembang balita pada kondisi darurat (emergency nutrition assesment) perlu dilakukan. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan ibu-ibu kader sebagai salah satu petugas kesehatan di unit terkecil, yaitu posyandu di Keluruhan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu terkait pemantauan tumbuh kembang balita saat kondisi darurat (emergency nutrition assesment). Mitra pada kegiatan ini yaitu Lurah Duyu Kota Palu. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan praktek langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan pengetahuan kader tentang pemanataun tumbuh kembang balita pada kondisi darurat. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan aspek positif pengetahuan kader.
Ketahanan Pangan, Asupan Zat Gizi dan IMT Pada Remaja Pasca Bencana Di Kota Palu Aiman, Ummu; Hartini, Diah Ayu; Ariani, Ariani; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Rakhman, Aulia; Fitrasyah, St Ika; Pradana, Fendi; Nadila, Devi
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.284

Abstract

Bencana memiliki dampak yang dapat merugikan manusia, termasuk remaja yang merupakan masa emas dimana anak harus dibekali makanan yang cukup gizi sebagai acuan dasar untuk kelangsungan hidupnya yang akan datang tanpa mengalami gangguan yang akan mengganggu proses tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan pangan, asupan zat gizi dan indeks masa tubuh (IMT) pada remaja pasca bencana di Kota Palu. Metode yang digunakan adalah survey deskriptif dan dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Palu yang dekat dengan lokasi bencana gempa bumi, tsunami dan liquifaksi dengan total sampel 96 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan kategori tahan pangan lebih besar (61,46%) dibandingkan dengan kategori rawan pangan dengan kelaparan (10,42%) dan kategori rawan pangan tanpa kelaparan (28,12%). Kemudian asupan energi dengan kategori kurang lebih besar (98,96%) dibandingkan dengan kategori cukup (1,04%) dan IMT siswa sebagian besar masuk dalam kategori underweight (58,33%). Kesimpulan bahwa remaja yang terkena dampak bencana masih termasuk dalam kategori tahan pangan namun asupan gizi kurang yang mengakibatkan berat badan kurang sehingga berpengaruh pada IMT kategori underweight.
Permasalahan gizi pada anak balita pasca gempa: Studi kasus di Palu, Sigi, dan Donggala Nurulfuadi, Nurulfuadi; Ariani, Ariani; Hartini, Diah Ayu; Aiman, Ummu; Nadila, Devi; Rahman, Aulia; Husna, Sa'adatul
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i1.302

Abstract

Palu, Sigi, and Donggala districts experienced a 7,7 magnitude earthquake on September 28 2018. This incident was declared a national disaster. The impact of the disaster is a decrease in the nutritional status of children under five. Nutritional problems in children under five after the earthquake can be caused by paralysis of health service, lack of availability of clean water, poor environmental sanitation, infectious diseases, and lack of consumption of nutritious food. This research is a descriptive study wich to identify nutritional problems in children under five after the earthquake in Palu, Sigi, and Donggala districts. The type of data used is secondary data, including height, weight, and age. The results showed that the nutritional status of under five children based on the weight for age index were underweight 32,1% and very underweight 16,6%. Nutritional status based on the weight for height index, were malnutrition 13,7% and poor nutrition 4,9%. The nutritional status based on the height for age index were stunting 55,7%. The conclusion that the stunting is a nutritional problem with the highest prevalence after the earthquake. The health of children under five is easily influenced by food security, the environment, and the economy. The high prevalence stunting post-earthquake can be caused by job losses, damage to agricultural land and plantations, disruption of the economic system and development in the area which has an impact on low access to food for families.
The Relationship Between Sociocultural Determinants with Exclusive Breastfeeding Practices in the Working Area of Sigenti Public Health Center, Tinombo Selatan Subdistrict, Parigi Moutong Regency Riskika, Febiani; Bawiling, Sindi Anastasya; Aiman, Ummu; Rakhman, Aulia; Amin, Nur Afia; Rahmawati, Reny; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Lukman, Try Nur Ekawati; Nadila, Devi
Journal of Global Nutrition Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v5i2.144

Abstract

The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia has reached only 66.1%, falling short of the global target of 70% by 2030. This indicates that breastfeeding practices remain suboptimal. This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge, educational level, family support, and food taboos with exclusive breastfeeding practices in the working area of Sigenti Public Health Center, Tinombo Selatan Subdistrict, Parigi Moutong Regency. A quantitative method with a cross-sectional approach was employed. The study population consisted of 126 mothers, from which a sample of 95 respondents was obtained using the Slovin formula and purposive sampling technique. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p < 0.05. The results revealed a significant association between maternal knowledge and exclusive breastfeeding practices (p = 0.001). However, no significant relationships were found between educational level (p = 0.454), family support (p = 0.267), and food taboos (p = 0.513) with exclusive breastfeeding practices. The study concludes that low maternal knowledge is a key factor contributing to the suboptimal practice of exclusive breastfeeding. Additionally, other influencing factors such as community perceptions and the role of healthcare providers were also identified