Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMA Muhammadiyah 2 Palembang M Deny Yussal Pratama; Kris Setyaningsih; Sri Eva Mislawaty
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya di SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Program PHBS merupakan salah satu upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat bagi seluruh warga sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru, serta pihak terkait dalam pelaksanaan program PHBS. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PHBS di SMA Muhammadiyah 2 Palembang telah berjalan melalui fungsi manajemen, yaitu koordinasi, motivasi, pengarahan, dan komunikasi. Koordinasi dilakukan melalui kerja sama antara kepala sekolah, guru, dan petugas UKS dalam penyediaan fasilitas serta pengaturan kegiatan kebersihan. Motivasi diberikan melalui keteladanan guru, pembiasaan perilaku sehat, dan pemberian arahan kepada siswa. Pengarahan dilakukan melalui penyampaian aturan dan pembinaan terkait kebersihan lingkungan sekolah, sedangkan komunikasi dilakukan melalui sosialisasi dan penyampaian informasi mengenai pentingnya PHBS. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi dukungan pihak sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kerja sama warga sekolah. Adapun faktor penghambatnya yaitu masih kurangnya kesadaran sebagian siswa dalam menjaga kebersihan, keterlibatan guru yang belum merata, serta koordinasi yang belum optimal. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kerja sama, pengawasan, dan pembiasaan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program PHBS dapat berjalan lebih efektif dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.  
Evaluasi Program Tahfidz Al-Qur’an di SMP Islam Az-Zahrah 2 Palembang Priansyah Pirdaus; Kris Setyaningsih; Bambang Irawan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10639

Abstract

Program tahfidz Al-Qur’an menjadi salah satu upaya lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an sekaligus berkarakter religius. Namun, dalam pelaksanaannya diperlukan evaluasi untuk mengetahui ketercapaian program, kendala yang dihadapi, serta upaya perbaikan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahfidz Al-Qur’an serta mengidentifikasi faktor kendala dan solusi dalam pelaksanaan program tahfidz di SMP Islam Az-Zahrahh 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi program tahfidz Al-Qur’an mencakup aspek input, proses, output, dan dampak. Pada aspek input, program telah didukung oleh ketersediaan guru pembimbing, jadwal kegiatan, serta sarana pendukung, meskipun keterlibatan orang tua dalam mendukung hafalan siswa masih perlu ditingkatkan. Pada aspek proses, pelaksanaan program berjalan sesuai rencana melalui metode talaqqi dan muroja’ah, tetapi masih ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan hafalan siswa. Pada aspek output, capaian hafalan siswa belum sepenuhnya merata karena adanya perbedaan motivasi dan kemampuan individu. Sementara itu, program tahfidz memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius siswa. Kendala utama dalam pelaksanaan program meliputi rendahnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, dan perbedaan kemampuan menghafal. Adapun solusi yang dilakukan yaitu melalui pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan, peningkatan kegiatan muroja’ah, serta evaluasi program secara berkala. Penelitian ini menunjukkan bahwa program tahfidz Al-Qur’an di SMP Islam Az-Zahrahh 2 Palembang telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan penguatan dalam aspek pendampingan dan evaluasi berkelanjutan agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.  
Pemeliharaan Sarana Perpustakaan di Madrasah Ibtidaiyah Ma’rifatul Ulum Banyuasin Maulana Zakariya; Kris Setyaningsih; Ibrahim Ibrahim
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5371

Abstract

This study aims to analyze in depth the implementation of library facility maintenance at MI Ma’ariful Ulum, covering aspects of awareness-building, understanding, organization, implementation, and documentation. This study employs a qualitative approach with a phenomenological research design, focusing on understanding experiences and real practices in library facility maintenance activities. The research subjects consisted of 13 people, including the principal, the vice principal for facilities and infrastructure, the librarian, teachers, and students. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation, while data analysis is conducted through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity tested using source and technique triangulation. The results indicate that the maintenance of library facilities has been carried out fairly well through habituation in maintaining cleanliness, providing understanding to school members, task distribution involving various parties, implementation of routine maintenance activities, and documentation through inventory books. However, maintenance activities are still relatively simple, not yet based on a preventive schedule, and the documentation system is still conducted manually. Therefore, it is necessary to develop a more structured system and utilize technology to improve the effectiveness of library facility maintenance
Generative AI in Personalized Learning: A Systematic Review of Implementation in Indonesia Mardeli Mardeli; Juwita Puspita Sari; Kris Setyaningsih; Muhamad Fauzi; Emilia Fitri; Novia Ballianie
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1672

Abstract

Indonesia's digital education transformation has experienced significant acceleration post-COVID-19 pandemic, with generative AI emerging as a disruptive technology offering revolutionary potential for personalized learning. However, significant knowledge gaps remain regarding how generative AI is implemented within Indonesia's unique educational context characterized by distinctive socio-cultural conditions, technological infrastructure, and educational policies. This study aims to map implementation patterns of generative AI in personalized learning across various educational levels in Indonesia and identify encountered challenges. Employing a systematic literature review methodology following PRISMA 2020 guidelines, the research analyzed 28 studies published between 2020-2024 from international and Indonesian local databases. Findings reveal concerning implementation distribution disparities with concentration in higher education and dominance of global commercial platforms like ChatGPT, indicating dependence on proprietary systems raising data sovereignty concerns. Effective implementations adopt hybrid human-AI orchestration models with tiered personalization reflecting Indonesian cultural values. Major challenges include three-level digital divides, low teacher competency in AI literacy, rigid curriculum structures, and absence of adequate data governance frameworks. This research contributes to developing contextual generative AI implementation frameworks and fills literature gaps on educational AI in Indonesia, though longitudinal research and explicit equity interventions remain necessary to ensure just and sustainable implementation.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Pembelajaran Sains Pencampuran Warna Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Miftahussalam Desa Tanjung Pinang 1 Kecamatan Tanjung Batu Endang Apriza; Saipul Annur; Ali Murtopo; Kris Setyaningsih
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jems.v13i2.22324

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam  Pembelajaran Sains Pencampuran Warna Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Miftahussalam Desa Tanjung Pinang I Kecamatan Tanjung Batu”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning Dalam Pembelajaran Sains Pencampuran Warna Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Miftahussalam Desa Tanjung Pinang I. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah anak-anak kelompok B dengan jumlah 15 anak di TK Miftahussalam Desa Tanjung Pinang I. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil hipotesis di dapatkan setelah dilakukan test awal (pretest) dan test akhir (posttest), selanjutnya peneliti menganalisis hasil penelitian. Hasil analisis data dalam pembuktian uji hipotesis diperoleh thitung = 57,55 sedangkan ttabel dengan taraf signifikansi 5%, dk = n-1 = 15-1 =14 sehingga 0,02514 didapat ttabel 2,144. Dengan semikian thitung> ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya ada pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di TK Miftahussalam Desa Tanjung Pinang 1. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh model discovery learning terhadap aspek perkembangan lainnya seperti sosial-emosional dan motorik halus anak. Selain itu, perlu dilakukan replikasi dengan jumlah sampel yang lebih besar dan melibatkan lembaga PAUD dari berbagai karakteristik wilayah guna meningkatkan generalisasi temuan.