Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : sari pediatri

Hubungan antara Kadar Feritin Serum dan Kualitas Hidup Anak Talasemia Mayor dengan Hemosiderosis Widya Basmara, Tiara Arista; Wibowo, Satrio; Nugroho, Susanto; Tjahjono, Harjoedi Adji
Sari Pediatri Vol 26, No 5 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.5.2025.314-20

Abstract

Latar belakang. Talasemia mayor termasuk dalam penyakit kelainan darah yang diturunkan secara genetic autosomal resesif. Penyakit ini membutuhkan transfusi darah berulang sebagai terapi dari talasemia mayor dengan komplikasi berupa peningkatan kadar feritin serum berlebih yaitu hemosiderosis. Kualitas hidup anak dapat diukur dengan instrumen Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQL) yang terdiri atas fungsi fisik, emosi, sosial, dan sekolah. Kadar feritin serum yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan. Tujuan untuk mengetahui hubungan kadar feritin serum dan kualitas hidup anak talasemia mayor dengan hemosiderosis Metode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelatif dengan metode crosssectional. Kadar feritin serum didapatkan dari rekam medik dan kualitas hidup diukur dengan menggunakan PedsQL kategorik general. Digunakan uji statistik korelasi Pearson untuk uji normalitas normal dan Rank Spearman pada uji normalitas tidak normal. Hasil. dari analisis bivariate didapatkan hasil signifikan (p<0,05) antara kadar feritin serum dengan fungsi fisik dan fungsi sekolah. Pada hasil analisis bivariate antara kadar feritin serum dengan kualitas hidup anak talasemia mayor dengan hemosiderosis, fungsi emosi, dan fungsi sosial didapatkan hasil tidak signifikan (p>0,05)Kesimpulan. untuk penelitian lebih lanjut dibutuhkan metode penelitian yang berbeda untuk menganalisis lebih dalam terkait faktor-faktor yang turut serta mempengaruhi masing-masing variabel.
Manifestasi Sindrom Metabolik pada Berbagai Regimen Dosis dan Durasi Terapi Steroid pada Anak dan Remaja Tjahjono, Harjoedi Adji; Labetubun, Nia Sahra; Permadi, Prasetya Ismail; Olivianto, Ery; Wibowo, Satrio
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.371-6

Abstract

Latar belakang. Penggunaan steroid jangka panjang pada anak dengan penyakit kronis berisiko memicu efek samping metabolik serius, namun saat ini masih terdapat kesenjangan data mengenai bagaimana dosis spesifik memengaruhi komponen sindrom metabolik secara individual pada populasi pediatrik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan dosis dan lama terapi steroid terhadap manifestasi klinis sindrom metabolik pada anak dan remaja, dengan fokus mengevaluasi hubungan antara dosis steroid dan lama terapi terhadap obesitas sentral, tekanan darah, kadar glukosa, serta profil lipid. Metode. Pendekatan penelitian menggunakan desain observasional analitik cross sectional pada lima puluh lima subjek anak yang menerima terapi steroid di Rumah Sakit Dokter Saiful Anwar Malang. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan antropometri, pengukuran tekanan darah, serta uji laboratorium profil lipid dan glukosa darah puasa. Hasil. Paparan steroid dosis tinggi memiliki nilai statistik signifikan terhadap kejadian sindrom metabolik dengan nilai p sebesar 0,03. Manifestasi yang berhubungan signifikan dengan paparan dosis tinggi adalah obesitas sentral dengan nilai p sebesar 0,02. Sebaliknya, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada parameter tekanan darah, glukosa darah, dan profil lipid antarkelompok paparan. Pemberian kombinasi terapi steroid secara intravena dan peroral juga menunjukkan hubungan bermakna terhadap manifestasi hipertrigliseridemia dengan nilai p sebesar 0,02. Kesimpulan. Terapi steroid paparan tinggi terbukti meningkatkan risiko obesitas sentral meskipun komponen metabolik lainnya belum menunjukkan perubahan bermakna. Praktisi klinis disarankan melakukan pemantauan lingkar pinggang dan antropometri lainnya secara rutin selama masa terapi steroid untuk memantau risiko sindrom metabolik.