Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pupuk Organik Cair di Desa Arul Item, Kabupaten Aceh Tengah Marden, Hafizd Arwaa; Nanda, Ari Julia; Santika; Herika, Siska Maulida; Mulyani, Sri; Idayana, Ulfa; Izwar; Irawan, Jekki
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i1.251

Abstract

Limbah kopi bersifat racun terhadap lingkungan karena mengandung kafein, tanin, dan polifenol. Serta proses degradasinya pun membutuhkan oksigen dalam jumlah yang besar. Upaya pengembangan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan cara mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik. Pengabdian pemanfaatan limbah kopi di Desa Arul Item bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani kopi dan produktivitas pertanian organik dengan menggunakan tanaman kopi sebagai bahan baku untuk membuat pupuk organik. Pengabdian ini menggunakan metode yang komprehensif, mulai dari sosialisasi, observasi lapangan, dan survei lapangan bersama masyarakat serta analisis laboratorium untuk memahami dampak tanaman kopi pada kualitas dan kesuburan tanah. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pehamanan petani tentang pembuatan pupuk organik serta menemukan bahwa tanaman kopi dari produksi lokal dapat diubah menjadi pupuk tanah yang kaya nutrisi, meningkatkan kualitas tanah dalam berbagai aspek seperti pertumbuhan tanaman, kesehatan tanah, dan kualitas pangan. Identifikasi varietas kopi di Desa Arul Item juga penting untuk menilai efektivitas tanaman kopi sebagai bahan baku. Pengabdian ini Juga berhasil mengidentifikasi sederhana, Arabika yang memiliki keasaman yang kuat dan aroma kompleks, serta Robusta yang memiliki rasa yang kuat dan pahit. Kegiatan ini membantu mengoptimalkan penggunaan pupuk organik, dan meningkatkan kreativitas petani dalam kegiatan pertanian, serta memahami manfaat dan konsekuensi penggunaan tanaman kopi sebagai bahan baku dapat mengarah pada praktik pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan.
Pendampingan Kepada Masyarakat Tentang Manajemen Pengelolaan Gambut (Histosol: Level Hemic) Desa Keub Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh Putra, Iwandikasyah; Abubakar, Yusya; Baihaqi, Akhmad; Anhar, Ashabul; Bagio; Fazlina, Yulia Dewi; Irawan, Jekki; Jalil, Muhammad
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.996 KB) | DOI: 10.57251/mabdimas.v2i1.432

Abstract

This assistance is expected to provide additional information about peat soil management to the people of Keub Village, Arongan Lambalek District, West Aceh Regency, Aceh Province. Farmers can independently manage any problems that arise on peat soils, so they are able to take the right steps in current and future management efforts so that the land can produce optimally. Its management includes physical (mechanical), chemical, and biological aspects. Utilization of peat based on improving the community's economy and preserving the ecology of peat requires careful and measured preparation, including; the construction of integrated canal blocks by carrying out control and evaluation through strengthening institutional capacity including communities around peat (practitioners) and academics in a holistic manner in a definitive manner, with the hope that the use of peatlands will not have a negative impact on the current and future environment.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pupuk Organik Cair di Desa Arul Item, Kabupaten Aceh Tengah Marden, Hafizd Arwaa; Nanda, Ari Julia; Santika; Herika, Siska Maulida; Mulyani, Sri; Idayana, Ulfa; Izwar; Irawan, Jekki
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i1.251

Abstract

Limbah kopi bersifat racun terhadap lingkungan karena mengandung kafein, tanin, dan polifenol. Serta proses degradasinya pun membutuhkan oksigen dalam jumlah yang besar. Upaya pengembangan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan cara mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik. Pengabdian pemanfaatan limbah kopi di Desa Arul Item bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani kopi dan produktivitas pertanian organik dengan menggunakan tanaman kopi sebagai bahan baku untuk membuat pupuk organik. Pengabdian ini menggunakan metode yang komprehensif, mulai dari sosialisasi, observasi lapangan, dan survei lapangan bersama masyarakat serta analisis laboratorium untuk memahami dampak tanaman kopi pada kualitas dan kesuburan tanah. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pehamanan petani tentang pembuatan pupuk organik serta menemukan bahwa tanaman kopi dari produksi lokal dapat diubah menjadi pupuk tanah yang kaya nutrisi, meningkatkan kualitas tanah dalam berbagai aspek seperti pertumbuhan tanaman, kesehatan tanah, dan kualitas pangan. Identifikasi varietas kopi di Desa Arul Item juga penting untuk menilai efektivitas tanaman kopi sebagai bahan baku. Pengabdian ini Juga berhasil mengidentifikasi sederhana, Arabika yang memiliki keasaman yang kuat dan aroma kompleks, serta Robusta yang memiliki rasa yang kuat dan pahit. Kegiatan ini membantu mengoptimalkan penggunaan pupuk organik, dan meningkatkan kreativitas petani dalam kegiatan pertanian, serta memahami manfaat dan konsekuensi penggunaan tanaman kopi sebagai bahan baku dapat mengarah pada praktik pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan.
Empowerment of Communities Through the Production of Functional Sorghum-based Food in Langung Village, West Aceh Andriani, Dewi; Eka Putri, Nafisah Eka Putri; Eka Putri, Suci; Irawan, Jekki; Putri Arisma, Mawaddah; Agam Syahputra, Rizki; Ulhaq, Riza; Lestari, Rachmatika; Yasrizal, Yasrizal
SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/spekta.v6i1.12149

Abstract

Background: This innovation aims to enhance the skills members and support nutritional improvement efforts to prevent stunting in the area. The program also includes training in packaging and product branding to increase the competitiveness and market in local markets. Contribution: Sorghum is being promoted as an alternative food source due to its nutritional content, which can help regulate blood sugar levels and prevent stunting in the community. Method: The methods used included community education, mentoring, and community development. The stages of the activity consisted of socialization, training on sorghum-based food products, product packaging and branding, data collection, and evaluations. Results: The results of the sorghum flour cookie processing showed that 80% of respondents stated the taste was delicious, and 72% said the eggroll product was delicious. Conclusion: This activity has a positive impact on product diversification for the partners and is expected to be sustainable for community empowerment. Sustainability is supported through mentoring, the development of SOPs, partnerships and community-based business units, as well as the role of local policies in strengthening agriculture.
Penerapan fly ash and bottom ash (FABA) sebagai perbaikan kesuburan tanah guna pertumbuhan dan hasil bawang merah Irawan, Jekki; Andriani, Dewi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.23388

Abstract

Kebutuhan bawang merah terus meningkat setiap tahunnya akan tetapi produksi bawang merah terhambat akibat kondisi iklim dan serangan penyakit. Kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk  menjadi penyebab keterbatasan produksi bawang merah. FABA (Fly Ash and Bottom Ash) menjadi solusi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, sehingga harapannya mampu meningkatkan produksi bawang merah. Metode yang digunakan  Participatory Action Research (PAR) dengan empat tahapan, sosialisasi budidaya bawang merah dan pemanfaatan FABA, praktik lapang, pemeliharaan budidaya dan evaluasi. Hasil kegiatan ini dievaluasi dengan 3 kriteria tolak ukur pencapaian yaitu evaluasi partisipatif, formatif dan sumatif. Hasil evaluasi partisipatif menunjukkan bahwa setelah pendampingan 100% masyarakat mampu memahami teknik budidaya bawang merah, dan 96% mampu menjelaskan pemanfaatan FABA dan pengaplikasiannya untuk bawang merah. Hasil evaluasi formatif menunjukkan rangkaian kegiatan yang telah terlaksana di lapangan. Dimulai dari pengolahan lahan, penaman hingga pengendalian hama dan penyakit. Evaluasi Sumatif menunjukkan 92% masyarakat meningkat sangat banyak dalam memahi teknik budidaya bawang merah, dan 80 - 90 % kemampuan meningkat dalam mengolah dan mengaplikasikan FABA pada tanaman bawang merah. Secara keseluruhan pengaplikasian FABA pada bawang merah berjalan secara efektif di Desa Gampong Ladang Aceh Barat.
Technical Assistance in Shallot Cultivation through the Application of IoT (Internet of Things) as an Innovative Technology in Gampong Ladang, West Aceh Irawan, Jekki; Izwar, Izwar; Masykur, Masykur; Darsan, Herri; Andriani, Dewi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.563

Abstract

Kebutuhan bawang merah terus meningkat setiap tahunnya akan tetapi produksi bawang merah terhambat akibat kondisi iklim dan serangan penyakit. Aceh berpotensi sebagai wilayah pengembangan produksi bawang merah dan selaras dengan tujuan pemerintah Aceh untuk meningkatkan komoditas hortikultura. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan produksi bawang merah dengan pengaplikasian Internet of Things (IoT) agar lingkungan dapat terkontrol baik dari kelembaban, suhu dan pengaturan penyiraman. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, praktik budidaya bawang merah, penerapan IoT dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemampuan petani meningkat dalam budidaya bawang merah, baik secara teori dan praktik di lahan. Hasil evaluasi sebelum kegiatan sosialisasi menunjukkan 90% masyarakat belum memahami mengenai IoT dan pengaplikasiannya, kemudian setelah kegiatan kemampuan masyarakat meningkat dan memahami kinerja IoT, dimana 87% petani dapat memantau kondisi tanaman bawang merah secara lebih efisien dan 90% petani menyatakan bahwa air yang digunakan lebih hemat dan efektif dengan sistem irigasi berbasis IoT. Budidaya bawang merah berbasis IoT diharapkan mendukung pertanian modern yang berkelanjutan serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pengembangan dan perluasan teknologi ini disarankan untuk menjangkau lebih banyak petani di daerah lain.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI BIOSAKA Andriani, Dewi; Izwar; Jekki Irawan; Nhyra Kamala Putri; Marzati
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrofarm.v4i1.11416

Abstract

Long bean is a vegetable from the legume family that is rich in protein, vitamins, minerals, and dietary fiber. This study aims to determine the growth and yield response of two long bean varieties to different biosaka concentrations. The study used a two-factor Randomized Block Design with interaction. The first factor consisted of two long bean varieties: V1 = Fagiola IPB Variety, and V2 = Parade Tavi, while the second factor was the biosaka concentration (B), which included three levels: B0 = 0 ml, B1 = 30 ml/l, and B2 = 60 ml/l. The results showed that the Parade Tavi variety and Fagiola IPB variety only significantly differed in the fresh weight per sample, while the biosaka concentration significantly affected the stem diameter. The Parade Tavi variety at the first harvest, 45 days after planting (DAP), had a stem diameter of 5.08 mm, fruit length of 32.12 cm, fresh weight per sample of 2.68 g, dry weight per sample of 0.48 g, and fresh weight per plot of 527.33 g. Meanwhile, the 60 ml/l biosaka concentration at the first harvest, 45 DAP, had a stem diameter of 5.62 mm, fruit length of 32.49 cm, fresh weight per sample of 2.79 g, dry weight per sample of 0.49 g, and fresh weight per plot of 532.33 g. These average values were relatively better compared to the Fagiola IPB variety and the 30 ml/l biosaka concentration. However, no interaction was found between the varieties and biosaka concentrations for all observed parameters.
Viabilitas dan Vigor Benih Serta Perbedaan Karakter Vegetatif Plasma Nutfah Padi Lokal Aceh dengan Varietas Padi Unggul Nasional yuliana, yuliana; Irawan, Jekki; Maulidia, Vina
Jurnal Agrotek Lestari Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v11i2.12494

Abstract

Aceh as one of the provinces rich in local rice variety diversity is part of the wealth of germplasm in Indonesia. In the West-South Aceh (Barsela) region, local rice that is very diverse is still widely cultivated by farmers. Local rice has advantages that are useful for improving rice varieties in the future. This research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University. The materials used in this study were local Aceh rice germplasm seeds of the Siputeh, Jantong, Tinggong and Sigupai varieties, the introduction of IRBB-27, superior varieties Inpari 32 and, manure, inorganic fertilizers, and the soil used was top soil. While the tools used in this study were buckets, hoes, watering cans, digital cameras, labels, markers/pencils, rollers and observation books, scoops, rulers, analytical scales, and wood. Varieties affect the viability and vigor of rice seeds, the best results were found in the treatment of local Aceh Tinggong rice germplasm. The height growth of local, introduced and superior national rice plants varies greatly between one variety and another. The highest rice plant is the local rice germplasm of Aceh Siputeh, while the largest number of tillers is in the local rice germplasm of Aceh Tinggong. These genotypes can be used as genetic sources for the assembly of new superior varieties.Keywords: Aceh local rice, genetics, plant breeding
Food Security and Independence Strategy Through Enhancing the Knowledge and Skills of Group-Based Cattle Farmers in the Cattle Farming Business Izwar, Izwar; Irawan, Jekki; Mahrizal, Mahrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10434

Abstract

Sumber Rezeki Group is a cattle farming group that has been established since 2021, located in Rambong Payong Village, Aceh Jaya. Despite the livestock system being a community-based one, all group members benefit from the income generated from the sale of cattle, which is managed collectively. The purpose of this service is to improve the knowledge and skills of livestock groups in managing the livestock system so that it is effective and well-coordinated. The method of implementing this service is carried out with several stages of implementation, including 1). Socialization, 2). Training, 3). Application of technology, and 4). mentoring. 5) The evaluation and program objectives, which are based on the program evaluation results, are inextricably linked to the indicators of each problem solution. This includes the evaluation of the pre-test and post-test results, as well as the analysis of the observation sheet from the six main indicators, specifically a) fermentation/concentrate formulation.  b). Prevention and control of disease. c). Utilization of livestock manure. d) Independent HPT production using the Silvopastora Agroforestry system; e) Bookkeeping and financial management. e). The marketing system, market analysis, and promotion obtained an average increase in knowledge and skills of members of the source of livelihood group of 80%, in addition to the increase in profits obtained by the partner group from the selling price of Rp. 1,200,000, - increased to Rp. 2,000,000, - per livestock within 7 months.
Analisis Kesesuaian Pengembangan Agrowisata Durian (Durio Zibethinus Murr) di Desa Sarah Raya Kabupaten Aceh Jaya: Analysis of the Suitability of Durio Zibethinus Murr Agrotourism Development in Sarah Raya Village, Aceh Jaya District Izwar; Jalil, Muhammad; Irawan, Jekki; Putra, Iwandikasyah; Fajri, Maulidil
Jurnal Riset Perkebunan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Riset Perkebunan (JRP)
Publisher : Jurusan Budidaya Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrp.5.1.34-44.2024

Abstract

Research on the analysis of the suitability of the durian agrotourism area will have a positive impact on the long-term plans of the local government and the community who are planning the Sarah Raya village area as the durian center of Aceh Jaya. This research was carried out in Sarah Raya Village, Pasie Raya District, Aceh Jaya Regency. The method used in this research is quantitative descriptive, aimed at describing findings and measurement data in the field systematically, factually and comprehensively. This research examines the feasibility and suitability of land in Sarah Raya Village for cultivating durian plants as well as the potential and support for developing durian agrotourism areas in Sarah Raya Village. Indicators and field observation results show an annual average temperature of 26.1 °C in 2021-2022, relative humidity of 80% in 2022, Andosol soil type, altitude of 200-600 m above sea level, and rainfall of 3175.9 mm in 2021-2022, while Ph is in a neutral position of 5-7, the results of these measurements show that Sarah Raya Village is very suitable as a durian agro-tourism area, apart from that the potential and community support for the development of agro-tourism in Sarah Raya Village is very positive. This can be seen from the average response of 71% of respondents who gave a positive response to the development of agro-tourism areas.