Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH MODEL COOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA DI KELAS IV UPTD SD INPRES PERUMNAS 2 KOTA KUPANG Ana Maria L. Pereira; Angelikus N. Koten, Adam B. N. Benu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31387

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of students on the material of the state of matter and its changes in class IV UPTD SD Inpres Perumnas 2 Kupang City. The purpose of this study was to determine the effect of the JIGSAW type cooperative learning model on student learning outcomes on the material of the state of matter and its changes in class IV UPTD SD Inpres Perumnas 2 Kupang City. The method used is quantitative with 'one group pretests-posttest design, with a research sample of 30 students using total sampling technique (saturated sample). Data were collected through observation and tests and analyzed using the t-test. The results of the study showed that there was an effect of the cooperative learning model on student learning outcomes on the material of the state of matter and its changes in class IV UPTD SD Inpres Perumnas 2 Kupang City. This is evidenced by the data from the research conducted by the researcher which showed a comparison of the average posttest of 83.57> from the average pretest value of 54.50. Furthermore, the results of the hypothesis testing that has been formulated can be seen that the sig value (2-tailed) is 0.000 <0.05, so it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted, which means that the hypothesis in this study is accepted, namely that there is a positive influence of the implementation of the JIGSAW type Cooperative Learning model on student learning outcomes on the material of the form of matter and its changes in class IV UPTD SD Inpres Perumnas 2 Kupang City.
Problem-Solving Skills on Prospective Teachers: Digital Problem-Based Learning in Geometry Koroh, Taty Rosiana; Bulu, Vera Rosalina; Nawa, Netty E. A.; Benu, Adam; Andini, Fransiska
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5862

Abstract

This study aims to determine whether using a digital problem-based learning strategy improves the problem-solving skills of prospective elementary school teacher education students. The research is quantitative and uses a quasi-experimental design. This study implemented a nonequivalent control group design. This study included 66 students divided into two groups: an experimental class using the digital problem-based learning model and a control class using the problem-based learning model. Data were collected using pretest and posttest instruments in both courses before and after the therapy, as well as a questionnaire to assess the attractiveness of learning using the DPBL learning paradigm. The N-gain technique was used to examine the effectiveness of the DPBL model on the problem-solving abilities of prospective elementary school teacher students. The results show an N-gain value of 0.69, which is quite effective when interpreted using N-gain criteria. This means that the digital problem-based learning model can help improve the problem-solving skills of prospective elementary school teacher education students.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA YANG BERKAITAN DENGAN WUJUD ZAT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEVEMENT DIVISION PADA SISWA KELAS IV SDN 1 BONIPOI KOTA KUPANG Puor, Prudensius Bala; Sampe, Markus; Benu, Adam Bol Nifu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan wujud zat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada siswa kelas IV SDN 1 Bonipoi Kota Kupang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi wujud zat karena metode pembelajaran yang kurang bervariasi dan kurang mendorong partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan tes, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 24 siswa kelas IV yang terdiri dari 15 laki-laki dan 9 perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data yang meliputi data observasi dan analisis data hasil tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita terkait wujud zat. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 66,67%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 91,67%. Aktivitas guru dan siswa juga mengalami peningkatan dari kategori baik menjadi sangat baik. Hasil ini menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita, khususya pada materi wujud zat. Penelitian ini menyarankan agar model STAD dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SD BERTINGKAT NAIKOTEN TERHADAP MATERI KERUANGAN YANG DIAJARKAN MENGGUNAKAN PETA Glorya Mona Taunino; Tabani, Marie De Mondvort; Kewa Lamalelang , Klara D.; Eoh Ndolu , Tasya Gracya Belinda; Benu, Adam Bol Nifu; Musa, Habibi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42686

Abstract

Special understanding is a fundamental ability that elementary school students need to develop as a foundation for recognizing their surrounding environment and understanding relationships among spatial elements such as location, direction, distance, distribution patterns, and spatial interconnections. In social studies (IPS) learning at the elementary level, spatial understanding is essential because it is closely related to geography content, which should be taught contextually and bassed on student's real enviroments. One strategic medium to develop spatial understanding is maps, as they provide concrete spatial representations that help students visualize geographic phenomena. However, many elementary students still experience difficulties in reading map symbols, understanding orientation, and identifying spatial realtionships. Similar condition were found at SD Negeri Bertingkat Naikoten, where maps have been used in learning, yet their contribution to students’ spatial understanding had not been clearly identified. This study aims to analyze the level of critical spatial thinking of fourth grade students at SD Bertingkat Naikoten in learning spatial material using maps. The research employed a descriptive quantitative method. The population consisted of all fouth grade students, with the sample being all students of class IV B. Data were collected trough classroom observation and written tests in the form of multiple choice and essay based on indicators of spatial critical thinking in map reading. The data were analyzed using descriptive statistic. The results show that most students achieved good to very good levels of spatial understanding. The dominance of these categories indicates that students were able to comprehend basic spatial concepts effetively trough map based learning. These findings suggest that help students organize and reason spatial information. Overall, the study confirms that the effective use of maps can significantly support the development of spatial thinking among elementary school students. 
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI IPA TENTANG ADA APA SAJA DIBUMI KITA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KELAPA LIMA KOTA KUPANG Depa, Rosalia; Yudhawardana, Hartoyo; Benu, Adam Bol Nifu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3753

Abstract

Skripsi oleh Rosalia Depa,NIM 2101140166,PGSD tahun 2025 dengan judul : “Pengaruh Penggunaan Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Materi IPA tentang Ada  Apa Saja di Bumi Kita di SD Negeri Kelapa Lima Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa kelas V pada materi “Ada Apa Saja di Bumi Kita” di SD Negeri Kelapa Lima, Kota Kupang. Model PBL dipilih karena dianggap memiliki pendekatan yang efektif dalam membantu peserta didik memahami materi melalui penyelesaian masalah nyata, meningkatkan aktivitas dan tanggung jawab belajar, serta memberikan kesempatan untuk mentransfer pengetahuan sebagai problem solving. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan dua kelompok: kelompok eksperimen (menggunakan PBL) dan kelompok kontrol (menggunakan metode ceramah konvensional). Kedua kelompok diuji menggunakan pretest dan posttest. Pada kelompok eksperimen, pembelajaran mengikuti lima fase PBL: orientasi masalah, organisasi, investigasi mandiri, pengembangan dan presentasi hasil, serta analisis dan evaluasi pemecahan masalah. Hasil analisis data menggunakan SPSS 25 menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal (uji Kolmogorov–Smirnov; sig. > 0,05) dan homogen (uji homogenitas; sig. = 0,463). Selanjutnya, uji hipotesis dengan independent‑sample t‑test menunjukkan nilai sig. (2‑tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, model PBL memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V pada materi tersebut. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efek positif PBL terhadap hasil belajar IPA pada tingkat SD (Aditya Dewana, 2017; Henny Ernawati, 2017). Oleh karena itu, PBL direkomendasikan sebagai model pembelajaran efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa.
Efektivitas Penggunaan Kartu Flashcard Bergambar Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Materi Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Cacah Pada Siswa Kelas 1 Di UPTD SD Inpres Perumnas 1 dimas apolos pada; Vera Rosalina Bulu; Adam Bol Nifu Benu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7698

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media flashcard bergambar berbasis digital terhadap pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan jumlah cacah pada siswa kelas I SD Inpres Perumnas 1 Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimental dan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 31 siswa kelas I. Variabel bebas adalah penggunaan flashcard digital, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar matematika. Data dikumpulkan melalui tes dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji t sampel berpasangan, dan N-Gain. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan flashcard digital terhadap hasil belajar. Nilai rata-rata pretest 51,29 meningkat menjadi 90,00 pada posttest. Uji-t menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima. Uji N-Gain menunjukkan peningkatan 0,8178 (81,78%) dalam kategori tinggi. Kesimpulannya, media flashcard digital efektif meningkatkan pemahaman konsep bilangan cacah pada siswa kelas I.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran IPAS materi sistem peredaran darah manusia untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di Kelas V SDK Anugerah Haukoto : Model problem based learning Hellen Secund Keyti Maner Kilmas; Silvester Petrus Taneo; Adam Bol Nifu Benu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9700

Abstract

Skripsi oleh Hellen S K M Kilmas NIM.2101140066 dengan judul : Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Pembelajaran IPAS materi sistem peredaran darah manusia untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas V SDK Anugerah Haukoto. Masalah dalam penelitian adalah Bagaimana Penerapan Model problem based Learning untuk Meningkatkan Hasil belajar Peserta Didik pada materi sistem peredaran darah manusia kelas V SDK Anugerah Haukoto? Tujuan penelitian ini adalah untukMeningkatkan Hasil Belajar IPAS tentang Sistem Peredaran darah manusia di kelas V SD Kristen Anugerah Haukoto.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, teknik tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini berjumlah 19 orang peserta didik yang terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan, dengan teknik analisis data yakni mencari persen (%) untuk mengetahui minimal ketuntasan dengan deskriptif kualitatif.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH 1–20 DI KELAS II SD GMIT KUANINO 3 Ice Trisnawati Nday Ngana; Angelikus Nama Koten; Adam Bol Nifu Benu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9798

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Matematika di kelas II SD GMIT Kuanino 3. Dari 18 siswa, hanya 10 orang (55,56%) yang aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah 1–20. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 55% menjadi 92,5% dan 97,5%, sementara aktivitas siswa meningkat dari 46,38% menjadi 93,47%. Ketuntasan belajar meningkat dari 55,56% menjadi 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING CERITA PENDEK MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS II UPTD SDN 1 BONIPOI Elda Yewangu; Markus Sampe; Adam Bol Nifu Benu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11815

Abstract

This study was motivated by the low ability of second-grade students at UPTD SDN 1 Bonipoi to read short stories aloud, as indicated by mispronunciations, inaccurate intonation, and a lack of expressive reading corresponding to story content. The research aimed to improve students’ ability to read short stories aloud through the application of the Project Based Learning (PjBL) model. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 21 students, comprising 11 boys and 10 girls. Data collection techniques included observation of teacher and student activities and a reading-aloud test. The data were analyzed qualitatively and descriptively to identify improvements in students’ reading performance. The findings revealed that the implementation of the Project Based Learning model significantly improved students’ reading-aloud abilities. In the first cycle, the average score increased from 63.4 (pre-action) to 72.1, though some students were still hesitant and lacked confidence in expressing the story’s meaning. In the second cycle, a more substantial improvement was observed, with the average score rising to 84.7 and 95,23% of students achieving the Minimum Mastery Criteria (KKM). Additionally, both teacher and student activities improved consistently from the “fair” to the “excellent” category. Therefore, the application of the Project Based Learning model proved effective in enhancing students’ ability to read short stories aloud, making learning more engaging, active, and meaningful in the elementary school context.