Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DI KELURAHAN BONTONOMPO Indah Natasya; Nur Rahmah; Mohammad Wijaya
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v1i2.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk kompos dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman bunga telang di Kelurahan Bontonomp. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yaitu P1 dengan penambahan pupuk kompos 200 gram, P2 dengan penambahan pupuk kompos 300 gram, P3 dengan penambahan pupuk kompos 400 gram, dan P4 dengan penambahan pupuk kompos 500 gram dengan masing-masing tiga ulangan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang serta kandungan unsur hara yang terdapat pada pupuk kompos yang telah dibuat diantaranya yaitu nitrogen (N), phosphor (P), kalium (K) dan C-Organik. Untuk data pertumbuhan kemudian dianalisis menggunakan Teknik Analisis Varians ANOVA yang kemudian dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pupuk kompos berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang tanaman bunga telang. Untuk pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah cabang terbaik yaitu pada penambahan pupuk kompos dengan dosis 500 gram (P4). Semakin banyak pupuk kompos yang diberikan akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan yang dihasilkan. Hal tersebut terjadi karena benyaknya ketersediaan cadangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman bunga telang.
PENGARUH PENAMBAHAN AIR TEBU SEBAGAI SUMBER KARBON TERHADAP FERMENTASI SPONTAN BIJI KOPI ROBUSTA ASAL KABUPATEN TORAJA Greys Baran; Andi Sukainah; Mohammad Wijaya
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i1.2281

Abstract

Kopi salah satu komoditas hasil pertanian yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Sulawesi Selatan salah satu provinsi penghasil kopi karena dipengaruhi oleh iklim yang baik, dimana kopi yang banyak dibudidayakan yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Tanaman kopi robusta memiliki aroma yang khas dan kandungan kafein yang tinggi. Salah satu metode yang efektif dalam pengolahan biji kopi robusta untuk meningkatkan kualitas biji kopi robusta adalah proses fermentasi dengan penambahan air tebu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penambahan konsentrasi air tebu, yaitu K (0%), A (2%), B (4%), C (6%), D (8%), E (10%), F (12%) dan G (14%). Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji sidik ragam ANOVA pada taraf signifikan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penambahan air tebu berpengaruh  terhadap mutu dan kadar kafein biji kopi robusta. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penambahan air tebu pada konsentrasi 14% memiliki kadar kafein yaitu 1,90%.
Penerapan Teknologi Pirolisis Secara Terpadu Dari Pemanfaatan Limbah Kayu di Desa Paccellekang Mohammad Wijaya; Harfiana Abbas, Gusma; Yani, Setyawati; Fadly, Dewiyanti; Puji Cahyani, Vika
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Agustus : NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i3.6459

Abstract

Natural resource management in Paccellekang Village, which includes rice paddies, plantations, and teak trees, remains suboptimal despite its significant potential, particularly the abundant wood waste. This wood waste largely originates from agricultural activities, plantations, and small-scale wood processing. Currently, this waste is often simply burned or dumped, potentially polluting the environment and causing air pollution. However, if managed properly, wood waste can be transformed into high-value products that can provide financial benefits to the community. This community service activity aims to empower farmer groups through training in processing wood waste into marketable products such as charcoal, liquid smoke, and wood flour. These products not only have economic value but are also useful in various sectors, for example, liquid smoke as a natural preservative, charcoal as an environmentally friendly fuel, and wood flour as an industrial raw material. The program implementation method uses a structured approach that includes initial observations to identify potential partners and needs, outreach to provide a comprehensive understanding of the program's objectives, and training in wood waste processing technology. Furthermore, intensive mentoring and evaluation of implementation results are provided to ensure program sustainability. The results demonstrated that the farmer group members understood the concept of productive wood waste management and demonstrated high enthusiasm for developing innovative products. This program successfully improved the community's skills in utilizing local resources while reducing the negative impact of waste on the environment. Thus, this activity contributed to increasing community income and supporting sustainable economic development in Paccellekang Village.
Penerapan Teknologi Pembakaran Dari Limbah Bambu Dan Pelatihan Pembuatan Tepung Arang Di Desa Borong Palala Wijaya, Mohammad; Wiharto, Muhammad; Syaripuddin, Syaripuddin
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Borong Pa ́la ́la Kecamatan Pattalasaang Kabupaten Gowa terdiri dari lahan pertanian dan perkebunan. Lahan persawahan terdiri beberapa petak sawah, tanaman holtikulura, jumlah penduduk Desa Borong Pa ́La ́la adalah 300 jiwa terdiri dari pria 136 dan wanita 164 dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 30 KK. Dalam pelaksanaan sosialisasi dan FGD, bahwa kelompok tani Sumbarrang mendapatkan bantuan alat dan teknologi inovasi yang akan diterapkan di dusun sumbarrang tersebut, yang mana tim anggota terdiri 20 orang hadir saat pelaksana kegiatan Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan dan memberi pelatihan kepada kelompok Tanii sumbarrang di Dusun sumbarrang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa untuk bisa membuat produk produk baru arang dan asap cair bambu dan Tepung sehingga dapat menambah nilai jual limbah bambu. Selain itu hasil berjualan produk arang dan asap cair dari limbah bamboo juga bisa menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat di dusun Sumbarrang. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat kemitraan ini dilakukan secara bertahap dan sistematis dengan cara: Tim PKM akan melakukan observasi lokasi mitra Kelompok Tani Sumbarrang . Setelah pengamatan maka metode yang diterapkan oleh tim yaitu melakukan pembinaan dan pendampingan untuk mitra.. Keberlanjutan dari PKM ini agar kelompok tani Sumbarrang mampu meningkatkan pengetahuan dan cara mengolah limbah bamboo dengan teknologi pembakaran ini agar bisa menopang petani di Dusun Sumbarrang agar lebih terampil dan mampu meningkatkan produk asap cair dan arang bisa menginspirasi agar terus berkarya dan menghasilkan produk produk ionvatif yang bermanfaat untuk kesejakteraan bagi masyarakat dan di pasarkan dalam bentuk e commerce.
Analisis Kandungan Kimia Kopi Arabika (coffea arabica) Dengan Penambahan Kayu Sanrego Sebagai Minuman Fungsional Hijrahwati; Muhammad Rais; Mohammad Wijaya
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 1 No. 2 (2023): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v1i2.468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kopi arabika dengan konsentrasi penamabahan bubuk kayu sanrego. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Teknik analisis data yaitu dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), Hasil penelitian menujukkan bahwa kadar polifenol dan aktivitas antioksidan yang memiliki nilai tertinggi yaitu pada konsentrasi 20% bubuk kayu sanrego dengan persentase rata-rata 12,05% untuk aktivitas antioksidan dan kadar polifenol sebesar 24,22% dan berdasarkan uji organoleptik, warna terbaik adalah perlakuan kontrol (0% bubuk kayu sanrego) dengan nilai rata-rata sebesar 3,63; aroma terbaik adalah perlakuan Kontrol (0% bubuk kayu sanrego) dengan nilai rata-rata sebesar 3,63; dan rasa terbaik adalah perlakuan Kontrol (0% bubuk kayu sanrego) dengan nilai rata-rata 3,41. Hasil uji proksimat didapatkan nilai persentase kadar air tertinggi terdapat pada konsentraasi penambahan bubuk kayu sanrego sebanyak 20% yaitu 3.91%. Kadar abu tertinggi terdapat pada konsentrasi 0% atau control dengan persentase sebanyak 5.97%. Pada persentase kadap protein tertinggi terdapat pada konsentrasi 0% yaitu 15.52%. Persentase kadar lemak tertinggi terdapat pada konsnetrasi 0% sebanyak 14.44% dan pada hasil uji kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada penambahan konsentrasi 20% bubuk kayu sanrego sebanyak 67.32%.
Analisis Perbandingan Kadar NPK dan Rasio C/N Pada Limbah Air Cucian Beras Putih, Beras Hitam dan Beras Merah Sebelum dan Setelah Fermentasi As'ad, Muhammad; Wijaya, Mohammad; Sulfikar, Sulfikar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80940

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan studi eksperimen eksploratif yang bertujuan: (i) mengukur kadar NPK dan rasio C/N pada air cucian beras putih, hitam, dan merah; (ii) menilai pengaruh fermentasi terhadap parameter tersebut; serta (iii) mengevaluasi potensi air cucian beras sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Analisis dilakukan menggunakan metode mikro-Kjeldahl untuk nitrogen, spektrofotometri untuk fosfor, fotometri nyala untuk kalium, dan Walkley–Black untuk C-organik. Kadar NPK (%) air cucian beras putih, hitam, dan merah berturut-turut adalah: putih 0,14; 1,25; 0,02; hitam 0,14; 0,03; 0,04; merah 0,14; 0,44; 0,09. Rasio C/N berturut-turut sebesar 17,42; 2,14; 10,71. Fermentasi pada air cucian beras putih meningkatkan N sekitar 3,43 kali, P sebesar 24,8%, dan K sekitar 4,5 kali, serta menurunkan rasio C/N dari 17,42 menjadi 4. Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi memodifikasi komposisi hara dan menurunkan rasio C/N, meskipun kadar NPK absolut masih relatif rendah. Sebagai studi eksploratif tanpa replikasi dan uji statistik, hasil awal ini bersifat indikatif namun konsisten dengan hipotesis bahwa air cucian beras berpotensi dimanfaatkan sebagai POC sederhana dan lebih bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dibanding air biasa. Selanjutnya disarankan standardisasi kondisi fermentasi, replikasi dengan uji statistik, validasi pada beras hitam dan merah, uji hayati pada tanaman indikator, serta fortifikasi dengan bahan organik kaya hara atau bioaktivator untuk mencapai kualitas POC yang memenuhi standar praktik budidaya. Kata Kunci: Air cucian Beras, NPK, rasio C/N, fermentasi, Pupuk Organik cair ABSTRACTThis exploratory experimental study quantified macronutrient content and C/N ratios in rice-washing water from white, black, and red rice; assessed the effect of fermentation; and evaluated its potential as a feedstock for liquid organic fertilizer. Nitrogen was determined by micro-Kjeldahl, phosphorus by spectrophotometry, potassium by flame photometry, and organic carbon by the Walkley–Black method. The NPK contents (%) of white, black, and red rice-washing water were, respectively: white 0.14; 1.25; 0.02; black 0.14; 0.03; 0.04; red 0.14; 0.44; 0.09. The corresponding C/N ratios were 17.42; 2.14; and 10.71. Fermentation of white rice-washing water increased N by approximately 3.43-fold, P by 24.8%, and K by approximately 4.5-fold, while decreasing the C/N ratio from 17.42 to 4. These results indicate that fermentation can modify nutrient composition and lower the C/N ratio although absolute NPK levels remain comparatively low. As an exploratory study without replication or statistical testing, the findings are preliminary but support the feasibility of using rice-washing water as a simple liquid organic fertilizer with greater plant-growth benefits than plain water. Further work should standardize fermentation conditions, include replicated experiments with statistical analysis, validate effects in black and red rice-washing water, conduct plant bioassays, and explore fortification with nutrient-rich organics or bioactivators to approach agronomic standards.Keywords: Rice washing water; fermentation; NPK (nitrogen, phosphorus, potassium); C/N ratio; liquid organic fertilizer  
PEMEBRDAYAKAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN TAHU ALAMI DAN MANAJEMEN USAHA PRODUK AMPAS TAHU Wijaya, Mohammad; Danial, Muhammad; Nur Alam, Muhammad
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Edisi Desember
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v3i1.10853

Abstract

Kelompok perajin industri pengolahan tahu memiliki potensi dan peluang usaha yang baik, di antaranya khususnya industri makanan, bakso, warung makan untuk kawasan Makassar dan Gowa membutuhkan produk tahu olahan tanpa bahan pengawet sintetik.. Untuk itu pengrajin tahu berusaha mengejar target omset untuk menghasilkan produk olahan tahu yang alami dan tanpa bahan pengawet sintetik. Limbah industri tahu terdiri ampas tahu dan cairan tahu yang masih berlimpah dan perlu upaya sentuhan teknologi tepat guna dan melibatkan masyarakat khususnya yang tinggal disekitar lokasi industri pengolahan tahu Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah Langkah Pertama. rendam kedelai selama 2-3 jam, kedelai yang sudah direndam kemudian digiling hingga halus dan jangan lupa diberi air agar hasilnya tidak mengental, langkah Ketiga, setelah halus kemudian adonan direbus hingga mendidih selama + 1 jam, Kemudian disaring dengan manual menggunakan kain saring Langkah. Kelima. Lalu diberi asam asetat ini berfungsi untuk membantu proses penggumpalan pada sari kedelai. Langkah Keenam. Proses penggumpalan sari kedelai Langkah Ketujuh. Selanjutnya setelah di press adonan tahu dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan dan produk samping berupa air tahu murni. Luaran berupa Produk pakan ternak untuk sapi local Sehingga mampu meningkatkan /kesejakteraan masyarakat pengrajin dengan membentuk unit usaha UKM (Mitra) yang dikoordinir oleh masyarakat dan pemerintah setempat.