p-Index From 2021 - 2026
5.981
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Majalah Ilmiah Sultan Agung International Journal of Education Kontinu: Jurnal Penelitian Didaktik Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Elemen NUMERICAL (Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika) Al Ishlah Jurnal Pendidikan Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Jurnal Ilmiah Didaktika : Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran Jurnal SOLMA Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal on Education Jurnal Pendidikan Matematika (Jupitek) ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Indonesian Journal of Community Services Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Jurnal Berdaya Mandiri Hipotenusa : Journal of Mathematical Society Range : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Math-UMB.EDU JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Jurnal Ilmiah Sultan Agung JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Jurnal Pendidikan Sultan Agung JEID Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Hipotenusa: Journal of Mathematical Society Indonesian Journal of Education and Pedagogy Jurnal Pendidikan Progresif Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share Bernuansa Islami Untuk Meningkatkan Disposisi Matematis Siswa Ubaidah, Nila; Wijayanti, Dyana
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.633 KB) | DOI: 10.30738/union.v8i1.6842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran matematika kontruktivisme model SSCS bernuansa Islami dalam meningkatkan disposisi matematis siswa SMA Negeri 1 Rowosari Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) secara keseluruhan tingkat pemahaman matematika siswa dalam kategori baik dan memuaskan. 2) kategori pemahaman matematika tiap indikator soal menunjukkan bahwa pada indikator pemahaman matematika yang kedua yaitu mengidentifikasi pola, menyusun definisi, serta mengaitkan konsep satu dengan yang lain, siswa kurang menguasai bahkan terbilang gagal. Untuk indikator yang lain, siswa sudah memahami dengan sangat baik. 3) Deskripsi pemahaman matematika siswa ditinjau dari disposisi matematis, siswa dengan kemampuan pemahaman matematika yang memuaskan dimiliki oleh siswa yang mempunyai tingkat disposisi matematis sangat tinggi, tinggi, dan sedang.
TINJAUAN SISTEMATIS: STRATEGIS SCAFFOLDING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Kusmaryono, Imam; Wijayanti, Dyana
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2020.10.1.6114

Abstract

This scientific article presents the results of a literature review on scaffolding strategies in mathematics education (2015-2020). The literature review was based on 32 scientific publications that met the inclusion criteria and were included in the final analysis with a total sample size of 1368 students (participants). In theory, this literature research aims to provide an empirical picture of the latest literature on the application of scaffolding strategies and analyze teacher-student interaction patterns when scaffolding is implemented in mathematics learning. The results of this literature review indicate that the pattern of teacher-student interaction when scaffolding support follows an approach: one-to-one scaffolding, peer-scaffolding, and computer-based scaffolding. here are three categories of teacher tendencies in providing scaffolding support,  namely: cognitive scaffolding, affective scaffolding, and metacognitive scaffolding. The results of the literature review also concluded that the application of scaffolding strategies in mathematics learning was effective in terms of reducing mathematics anxiety, motivating and increasing student achievement
Analisis Proses Pengajuan Pertanyaan Siswa Dalam Menyelesaikan Problems With No Specified Universal Set Given Dewi, Fatimah Candrawati; Aminudin, Mohamad; Wijayanti, Dyana
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.859 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.3128

Abstract

Abstract This study aims to describe the process of asking students questions in solving problems with no specified universal set given on rectangular material. The process of asking questions posed by students is adjusted to the problem-solving steps according to Polya, namely understanding the problem, making plans, implementing plans, and checking again. The research method used is qualitative with descriptive type. The instruments used in this study were tests and interviews. The test was given to all grade IX students of MTs Ma'arif Jumo who live in Pondok Pesantren Al-Falah Kalibarang. After the first stage of the test, three research subjects were selected. Selected subjects are determined based on the answers given by students with at least two possible answers accompanied by reasons and supporting evidence. Selected subjects were given a second test and then an interview was conducted. Based on the results of data analysis, the process for asking questions to each student varies depending on the answers given. Subjects Type 1 and Subject 3 go through three stages of asking questions, namely enabling action, thinking critically, and closing a session. Subject Type 2 went through four stages of asking questions, namely enabling action, thinking critically, addressing issues, and closing a session. The process that differentiates questioning between Type 1 and Type 3 subjects is that Type 1 does not try the other broad possibilities of the rectangle. Subject Type 1 is confused so there is no question. Unlike the Type 1 subject, the Type 3 subject has tried all the other possible areas of the rectangle, so that the Type 3 subject is sure the problem is resolved so that there are no questions at the addressing issues stage. Keywords: The Process Of Asking Questions, Problems With No Specified Universal Set Given, rectangular Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses pengajuan pertanyaan siswa dalam menyelesaikan problems with no specified universal set given pada materi segi empat. Proses pengajuan pertanyaan yang diajukan oleh siswa disesuaikan dengan langkah pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Tes diberikan kepada seluruh siswa kelas IX MTs Ma’arif Jumo yang tinggal di Pondok Pesantren Al-Falah Kalibarang. Setelah dilakukan tes tahap pertama terpilih tiga subjek penelitian. Subjek terpilih ditentukan berdasarkan jawaban yang diberikan oleh siswa dengan minimal dua jawaban kemungkinan disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung. Subjek terpilih diberikan tes tahap dua dan selanjutnya dilakukan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data proses pengajuan pertanyaan pada setiap siswa berbeda-beda tergantung jawaban yang diberikan. Subjek Jenis 1 dan Subjek 3 melalui tiga tahapan pengajuan pertanyaan yaitu enabling action, thinking critically dan closing a session. Subjek Jenis 2 melalui empat tahapan pengajuan pertanyaan yaitu enabling action, thinking critically, addressing issues, dan closing a session. Proses yang membedakan pengajuan pertanyaan antara subjek Jenis 1 dan Jenis 3 adalah Jenis 1 tidak mencoba kemungkinan-kemungkinan luas segi empat yang lain. Subjek Jenis 1 bingung sehingga tidak ada pertanyaan. Berbeda dengan subjek Jenis 1, subjek Jenis 3 telah mencoba semua kemungkinan luas segi empat yang lain, sehingga subjek Jenis 3 telah yakin dengan permasalahan yang diatasi sehingga tidak ada pertanyaan pada tahap addressing issues. Kata Kunci: Proses Pengajuan Pertanyaan, Problems With No Specified Universal Set Given, Segi empat
ANALISIS BUKU TEKS MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN MENGGUNAKAN MODEL PRAKSEOLOGI Maeliyastuti Mafatihatur Rizqi; Dyana Wijayanti; Mochamad Abdul Basir
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021): Delta : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/delta.v9i1.1226

Abstract

Himpunan merupakan contoh bentuk materi dasar dalam matematika. Mempelajari himpunan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan logika dan memacu berpikir secara logis. Namun, ditemukan banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi himpunan. Maka perlu adanya penunjang dalam pembelajaran tersebut yaitu salah satunya dengan menggunakan buku teks. Dengan banyaknya buku yang beredar, maka perlu selektif dalam pemilihan buku yang akan di gunakan. Maka perlu dilakukan analisis buku teks. Dengan demikian akan dilakukan analisis terhadap buku teks yang berfokus pada materi himpunan dengan menggunakan model prakseologi dengan menggunakan perbandingan dua buku teks matematika yaitu BSE dan Buku Erlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang akan di gunakan peneliti ada dua metode yaitu observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa model referensi epistemologi dan perbandingan dua buku yang berdasar model referensi epistemologi. Model referensi epistemologi yang akan peneliti bahas pada hasil penelitian ini berupa dua bentuk kajian teori dan lima bentuk kajian teknologi. Menghasilkan kesimpulan untuk kategori teori, buku teks yang memuat teori menyerupai referensi model epistemologi yaitu buku erlangga. Karena BSE tidak memuat teori pertama uji kemampuan bersyarat. Sedangkan untuk ketegori teknologi, kedua buku teks memuat teknologi bentuk pertama dan teknologi bentuk kedua. Selanjutnya yang mendekati teknologi bentuk ketiga yaitu buku Erlangga. Sedangkan untuk teknologi bentuk keempat, kedua buku teks memiliki presentase yang sama.
ANALISIS SOAL PEMECAHAN MASALAH PADA BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK PELAJARAN MATEMATIKA SD/MI Dyana Wijayanti
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 123 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Maret - Mei 2011
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan soal pemecahan masalah ditinjau dari: latar belakang soal, penyajian soal, banyak jawaban, variasi soal, serta banyak langkah penyelesaian yang dimuat dalam buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan memilih 25 buku dari 51 buku yang telah dinyatakan layak pakai oleh Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008. Buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI tersebut terdiri dari buku kelas 1 sampai kelas 6. Data penelitian berupa komponen soal pemecahan masalah diperoleh dan dihimpun melalui dokumentasi. Keabsahan data dilaksanakan dengan perpanjangan keikutsertaan, keajegan pengamatan, serta triangulasi dengan peneliti. Penelitian ini dilaksanakan dengan menganalisis komponen soal pemecahan masalah yang dimuat dalam buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI.Dari hasil penelitian dan pembahasan terhadap 25 buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI kelas 1-6 diperoleh informasi: banyaknya soal pemecahan masalah kurang dari 15% dari keseluruhan soal yang ada, 20 buku menunjukkan soal pemecahan masalah dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di atas 40%, 18 buku memiliki soal pemecahan masalah yang disajikan dalam bentuk gambar di atas 25%, soal dengan jawaban lebih dari satu sebanyak lebih dari 20% terdapat pada 3 buku, 22 buku memiliki variasi soal lebih dari 50%, soal pemecahan masalah dengan 2 langkah penyelesaian ditemukan pada 17 buku sebanyak lebih dari 30%, sementara soal pemecahan masalah dengan 3 langkah penyelesaian ditemukan sebanyak lebih dari 15%.Kata kunci : Komponen soal, Soal pemecahan masalah, Buku sekolah elektronik.
ANALISIS SOAL PEMECAHAN MASALAH PADA BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK PELAJARAN MATEMATIKA SD/MI Dyana Wijayanti
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 126 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Des 2011-Feb 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan soal pemecahan masalah ditinjau dari: latar belakang soal, penyajian soal, banyak jawaban, variasi soal, serta banyak langkah penyelesaian yang dimuat dalam buku sekolah elektronik   pelajaran  matematika SD/MI.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan memilih 25 buku dari 51 buku yang telah dinyatakan layak pakai oleh Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008. Buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI  tersebut  terdiri dari buku kelas 1 sampai kelas 6. Data penelitian berupa komponen soal pemecahan masalah diperoleh dan dihimpun melalui dokumentasi. Keabsahan data dilaksanakan dengan perpanjangan keikutsertaan, keajegan pengamatan, serta triangulasi dengan peneliti. Penelitian ini dilaksanakan dengan menganalisis komponen soal pemecahan masalah  yang dimuat dalam buku sekolah elektronik   pelajaran  matematika SD/MI.Dari hasil penelitian dan pembahasan terhadap 25 buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI kelas 1-6 diperoleh informasi: banyaknya soal pemecahan masalah kurang dari 15% dari keseluruhan soal yang ada, 20 buku menunjukkan soal pemecahan masalah dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di atas 40%, 18 buku memiliki soal pemecahan masalah yang disajikan dalam bentuk gambar di atas 25%, soal dengan jawaban lebih dari satu sebanyak lebih dari 20%  terdapat pada 3 buku, 22 buku memiliki variasi soal lebih dari 50%, soal pemecahan masalah dengan 2 langkah penyelesaian ditemukan pada 17 buku sebanyak lebih dari 30%, sementara soal pemecahan masalah dengan 3 langkah penyelesaian ditemukan sebanyak lebih dari 15%.Kata kunci : Komponen soal, Soal pemecahan masalah, Buku sekolah elektronik.
Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah bagi guru-guru SD di desa Geneng kabupaten Jepara Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Meilan Arsanti; Hevy Riski Maharani; M. Abdul Basir; Dyana Wijayanti
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.116-125

Abstract

AbstrakPendidikan dasar merupakan sekolah yang memiliki peran yang strategis dan fundamental bagi pembangunan bangsa. Sehingga penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar harus diarahkan dan menunjang secara optimal demi mencapai tuuan pendidikan nasional. Peraturan baru yang mengharuskan syarat pernah melakukan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru sebagai syarat naik golongan menjadi sebuah kendala yang cukup berat. Hal tersebut dikarenakan guru SD tidak terbiasa menulis atau melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Guru harus membuat dalam memenuhi kewajibannya jika ingin naik golongan dan pangkat khususnya dari IV a ke IV b atau dari pangkat Pembina ke Pembina tingkat 1 ke atas. Tujuan dari kegiatan ini ialah menjadikan guru mampu membuat karya tulis ilmiah antara lain PTK agar mampu dimanfaatkan untuk pengembangan profesi. Permasalahan yang dihadapi oleh guru ialah bagaimana mengoptimalkan pembuatan penelitian tindakan kelas guru-guru SD di desa Geneng. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan pendekatan workshop. Kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan latihan. Hasil dari kegiatan ini mencapai target. Capaian tersebut ialah guru mampu menghasilkan penelitian tindakan kelas yang baik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru. Ketercapaian target pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru dari target 30 guru. Sehingga, ketercapaian peserta 83% atau dapat dinilai baik. Simpulan dalam kegiatan ini ialah ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian ini dapat dinilai baik. Kata kunci: PTK; guru SD; karya tulis ilmiah. AbstractBasic education is a school that has a strategic and fundamental role for nation building. Related to the implementation of education in elementary schools must be aimed at optimally supporting and achieving national education. The new regulation which requires the requirement to carry out Classroom Action Research for teachers as a condition for boarding a class is a considerable obstacle. This is because elementary school teachers are not used to writing or conducting Classroom Action Research. The teacher must make it in fulfilling his obligations if he wants to rise in class and rank especially from IV a to IV b or from the rank of coach to coach level 1 and above. The purpose of this activity is to make teachers able to make scientific papers including PTK so that they can be utilized for professional development. The problem faced by the teacher is how to optimize the making of classroom action research for elementary school teachers in Geneng Village. Service activities are carried out using a Workshop approach. The activity uses lecture, discussion and practice methods. The results of this activity reach the target. The achievement is that the teacher is able to produce good classroom action research. The implementation of community service was followed by 25 teachers. The achievement of the target of implementing community service was followed by 25 teachers from the target of 30 teachers. So, the participants' achievement is 83% or can be considered good. The conclusions in this activity are the achievement of material targets planned for this service activity can be considered good. Keywords: PTK; elementary school teacher; scientific writing
Mengingat Sejarah untuk Mengawali Penerbitan “Kontinu: Jurnal Penelitian Didaktik Matematika” di awal tahun 2021 Dyana Wijayanti
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 1: Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.5.1.1-2

Abstract

Identifikasi Tingkat Berpikir Kreatif Siswa Melalui Penyelesaian Masalah Matematika dengan Tipe Soal Open-Ended Adelia Febby Indriana; Dyana Wijayanti; Nila Ubaidah
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.5.2.142-156

Abstract

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Trangkil dalam menyelesaikan soal open ended materi aritmatika sosial. Pengambilan subyek dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Subyek penelitian meliputi 6 siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Trangkil. Penelitian ini dilakukan dengan cara dokumentasi, tes tertulis dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Trangkil sebagai berikut: (1) siswa dengan kemampuan matematis tinggi memiliki tingkat kemampuan berpikir yang sangat kreatif (TKBK 4) dalam menyelesaikan soal open ended; (2) siswa dengan kemampuan matematis sedang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang kreatif (TKBK 3) dalam menyelesaikan soal open ended, dan; (3) siswa dengan kemampuan matematis rendah memiliki tingkat kemampuan berpikir yang kurang kreatif (TKBK 1) dalam menyelesaikan soal open ended. Dengan demikian, siswa perlu dibiasakan menyelesaikan masalah-masalah terbuka yang memiliki banyak cara penyelesaian dan jawaban benar yang beragam sehingga kemampuan berpikir kreatifnya dapat berkembang
Lintasan Pengambilan Keputusan dalam Penyelesaian Soal Kontradiktif pada Materi Geometri oleh Siswa SMA Pida Mahani; Dyana Wijayanti; Mohamad Aminudin
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 1: Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.5.1.35-48

Abstract