Articles
Percontohan Placemaking Melalui Narasi Ruang Publik Lorong Bintan
Maria immaculata ririk winandari;
Punto Wijayanto;
Virginia Suryani Setiadi;
Mayissa Anggun Pekerti;
Aurum Obe Titu Eki
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/juara.v4i2.14884
Lingkungan permukiman Lorong Bintan merupakan permukiman tua bersejarah di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sebagai kawasan pusaka, permukiman yang mayoritas penghuninya adalah etnis Tionghoa ini mengalami penurunan kualitas lingkungan. Kondisi ini menyebabkan kawasan kurang terawat dan kotor di beberapa lokasi. Bangkitnya kesadaran penghuni akan tingginya sejarah dan peninggalan pusaka di lingkungan permukiman mereka menyebabkan Kawasan tersebut mulai berbenah diri. Pemahaman mengenai potensi lingkungan sebagai lingkungan pusaka serta pengetahuan dan ketrampilan mengenai penataan kawasan pusaka melalui kegiatan pendukung kawasan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menghidupkan kawasan. Pendekatan placemaking berdasar partisipasi masyarakat menjadi solusi yang dianggap tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sasaran PKM adalah peningkatan kualitas lingkungan permukiman di Kawasan Lorong Bintan. Tujuan PKM adalah memberikan percontohan placemaking secara partisipatif melalui narasi sejarah Kawasan Lorong Bintan. Metode yang dilakukan adalah pendampingan perencanaan dan perancangan placemaking. Peserta percontohan adalah pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjung Pinang Kota, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Hasil program menunjukkan bahwa rasa memiliki warga terhadap asset pusaka di lingkungannya dapat ditingkatkan melalui percontohan placemaking ruang publik. Bukti rasa memiliki tersebut ditunjukkan dengan pembuatan mural di dinding bangunan di Lorong Bintan.
PENERAPAN STRATEGI DESAIN PASIF DI BANGUNAN PUSAT KREATIF
Maria Immaculata Ririk Winandari;
Viviana Khoerunnisa Baharessa;
Sri Tundono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v7i2.5329
Konsumsi energi bangunan yang berlebihan dapat mengakibatkan pemanansan global. Dampak dari pemanasan global ini menyebabkan kenaikan suhu yang dapat menggangu tingkat kenyamanan termal dalam bangunan. Hal tersebut dapat ditanggulangi dengan penerapan prinsip Arsitektur Berkelanjutan yaitu efisiensi energi. Upaya penghematan energi dilakukan melalui strategi desain pasif, yaitu pengaplikasian skylight, jendela, dan sun shading. Penerapan desain pasif ini berfokus dalam mengoptimalkan pencahayaan alami dan penghawaan alami yang dapat mengurangi konsumsi energi listrik pada bangunan. Optimalisasi ini juga sebagai upaya memperoleh kenyamanan termal dalam bangunan Pusat Kreatif sehingga menciptakan suasana ruangan yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas pengguna ruang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui posisi, bentuk, dan material pada jendela, sun shading, skylight yang efektif digunakan pada perancangan Pusat Kreatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah (1) penerapan flat skylight menggunakan material glazing Polycarbonat (2) Penerapan jendela tipe pivot window dan fixed window (3) Penerapan sun shading bentuk kisi-kisi vertikal di sisi timur-barat dengan material bambu.
ADAPTASI ATAP DAN BUKAAN PADA BANGUNAN KOLONIALLANGGAM NEOKLASIK DI JAKARTA
Arief Wahyu Nur Hidayat;
Maria Immaculata Ririk Winandari
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 19 No. 2 (2021): RUANG PUBLIK ERA COVID 19, DESAIN DIGITAL DAN TEKNO-KONSERVASI BANGUNAN
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/agora.v19i2.8890
Kota Jakarta terletak di daerah tropis yang lembab, sehingga bangunan bangunan tradisionalnya selalu bersifat “terbuka”. Pada abad 17 beberapa langgam arsitektur yang dibawa dari Belanda yang beriklim dingin tersebut apabila dilihat dari aspek kenyamanan termal di daerah tropis-lembab jelas amat bertentangan. Dengan adanya perbedaan iklim, budaya, sumber daya manusia dan bahan material yang didapatkan mempengaruhi desain arsitektur neoklasik yang diterapkan di masing-masing tempat. Metode Kuasi Kualitatif digunakan untuk menemukan apa saja adaptasi yang dilakukan dan faktor yang mempengaruhinya. Variabel yang diteliti terdiri dari atap dan bukaan pada fasade bangunan. Penelitian ini menghasilkan hipotesa, tidak semua bangunan kolonial Belanda di Indonesia memiliki sun shading sebagai pelindung fasade bangunan terhadap iklim Indonesia.
PENGARUH GERAKAN PELESTARIAN PUSAKA TERHADAP ADAPTASI BANGUNAN BERSEJARAH DI KOTA LASEM
Maria Immaculata Ririk Winandari;
Punto Wijayanto;
Ristya Arinta Safitri;
Mohammad Ischak
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 20 No. 2 (2022): RUANG PUBLIK, ELEMEN BANGUNAN DAN KONTEKSTUAL
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/agora.v20i2.15016
Gerakan pelestarian merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga keunikan dankelestarian kawasan dan kota pusaka. Dalam konteks kota pusaka, pembangunan perkotaansangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pelestarian ruang kota. Penelitian inimengeksplorasi hubungan antara gerakan pelestarian dengan karakter pola ruang KotaLasem. Tujuan penelitian adalah menemukan keterkaitan antara pola ruang dengan gerakanpelestarian pusaka. Metode penelitian menggunakan historis-interpretatif melalui datasekunder dikombinasikan dengan observasi lapangan. Variabel penelitian terdiri dari aktordan kegiatan pelestarian serta perkembangan ruang kota. Hasil penelitian menunjukkanbahwa aktor pelestarian terdiri dari pemilik bangunan, pengelola, dan komunitas pelestarian.Kegiatan pelestarian yang dilakukan banyak terkait pelaksanaan seni budaya danmempertahankan fisik bangunan bersejarah. Serta adanya pengaruh gerakan pelestarianterhadap adaptasi fungsi bangunan pusaka di Kota Lasem.Kata kunci : Lasem, gerakan pelestarian pusaka, konservasi, adaptasi, bangunan pusaka
Rancangan Hemat Energi terhadap Desain Hotel Resort di Pantai Kuta
Winandari, Maria Immaculata Ririk;
Rachmansyah, Muhammad Raihan;
Iskandar, Julindiani
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jam.v25i1.10880
Hotel resort merupakan salah satu tipe bangunan dengan tingkat penggunaan energi yang cukup besar. Energi tersebut diperlukan untuk memenuhi kenyamanan pengunjung. Penggunaan energi yang besar akan berpengaruh pada biaya operasional lahan. Salah satu cara yang digunakan untuk menghemat penggunaan energi tersebut adalah dengan rancangan bangunan hotel resort yang hemat energi melalui penerapan konsep arsitektur berkelanjutan. Salah satu penerapan konsep berkelanjutan adalah melalui penghematan penggunaan listrik dan air. Paper ini menjelaskan penerapan hemat energi di hotel resort yang paling optimal. Metode kuantitatif digunakan untuk mendapatkan rancangan hemat energi melalui penggunaan simulasi dari aplikasi EDGE. Variabel yang digunakan meliputi panel surya, dimensi bayangan (shading), resapan air, dan sistem daur ulang air. Hasil menunjukan bahwa penerapan konsep hemat energi yang optimal untuk hotel resort adalah melalui persentase luas panel surya dari area atap, persentase shading dari lahan, penggunaan resapan air berdasarkan KDB, dan penggunaan proses daur ulang air.
PENERAPAN PLACEMAKING DI KORIDOR PASAR BARU, JAKARTA PUSAT
Lailika, Alfiani Nur;
Winandari, Maria Immaculata Ririk;
Wijayanto, Punto
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/v22i2.13346
Pasar Baru merupakan pusat perbelanjaan bersejarah dan salah satu destinasi wisata populer di Jakarta yang masih ramai dikunjungi. Pasar Baru memiliki keunggulan dari keragaman barang yang ditawarkan juga lokasi yang strategis di pusat Jakarta, dengan berbagai moda transportasi umum yang memudahkan akses pengunjung. Namun kondisi infrastruktur Pasar Baru telah mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Penelitian ini mengkaji Pasar Baru berdasarkan dua aspek placemaking, yaitu kenyamanan dan citra serta aksesibilitas dan membuat rekomendasi penataan berdasarkan penelitian. Tema ini dipilih karena selain dapat meningkatkan keramaian dan kualitas sebuah tempat, placemaking juga melibatkan perlindungan sejarah sebuah kawasan. Hasil pengamatan berdasarkan aspek kenyamanan dan citra menunjukkan kurangnya fasilitas untuk pengunjung, seperti tempat duduk dan penghijauan. Dari sisi aksesibilitas, meskipun akses transportasi umum di sekitar Pasar Baru cukup memadai, fasilitas untuk penyandang disabilitas seperti ubin pemandu belum tersedia. Untuk meningkatkan kenyamanan dan keindahan kawasan, direkomendasikan penataan berupa sterilisasi jalur pejalan kaki dari kendaraan bermotor, pengaturan sirkulasi, penambahan furnitur penunjang kenyamanan, serta pemasangan ubin pemandu dan redesain fasad bangunan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK CAGAR BUDAYA KALIPASIR MELALUI OPTIMALISASI POTENSI BERBASIS DIGITAL
Winandari, Maria Immaculata Ririk;
Setiadi, Virginia Suryani;
Wijayanto, Punto;
Hartono, Ebenezer Emanuel;
Rahmad, Dafa Al
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/akal.v6i1.21400
The community around the Cultural Heritage Area plays an important role in preservation efforts. One of the cultural heritage sites in Tangerang City is the Kalipasir Mosque and Cemetery. Engaging the community through tour guides is one way to involve them in these activities. This community group empowerment initiative aims to enhance the skills of the Kalipasir Cultural Heritage group and increase the number of tour guides capable of explaining the history and uniqueness of this heritage site. The method used is participatory training, which includes narrative development and tour guide training. The Cultural Heritage group is invited to participate in crafting the cultural heritage narrative and designing tourism routes. The outcomes of this community service program include tourism products such as an Instagram social media account, an infographic map, booklets, postcards, and fans, as well as publications in the form of journal articles, electronic media, videos, and posters. The implications of this PkM program, beyond increasing the number of tour guides, also strengthen the sense of ownership within the Kalipasir Cultural Heritage group.
ESTETIKA EKSPRESI STRUKTUR DI TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT
Septiani, Dwi Rachma;
Winandari, Maria Immaculata Ririk;
Iskandar, Julindiani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Structures in architecture acts as a load-bearing element on mechanical systems. In addition, structures can also provide spatial and aesthetic expressions in architectural with the use of certain techniques and materials that bring out the structure expression. The problem discuss in this paper relates to aesthetic parameters used to examine the structural expression on architectural. The research method used is descriptive analytical method conducted with study of the literature on aesthetics, based on parameters: visual complexity, texture and colour, symmetry of the form and familiarity using the case study of Ship Passenger Terminal building such as Qingdao Cruise Passanger Terminal, Kai Tak Cruise Terminal and Salerno Maritime Terminal.The result shows that visual complexity parameter were exposure the form of curved structures and folding structures, the use of lattice, single-mass, and different building imagery. The texture and colour parameter are subtle textures with curved patterns, use of aluminium or concrete materials,and ivory white to bring out the buildings with the color of the sea.The symmetry of the form parameter shows a natural scale, a rectangular geometric shape that is subjected to addition or subtraction, and the proportion 2:1 between the envelope and open façade. The familiarity parameter is repetition of asymmetric curved patterns form make rhythm that raises perception of the visual aesthetic of the building.
The Role of Place Identity in The Resiliency of Kalipasir Mosque as a Cultural Heritage Building
Ischak, Mohammad;
Winandari, Maria Immaculata Ririk;
Wijayanto, Punto;
Aziiz, Akhlish Diinal;
Karista, Ardilla Jefri
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/sinektika.v22i2.7287
The existence of Kalipasir Mosque as a Cultural Heritage building is one of the character-defining elements of the Pasar Lama Cultural Heritage area in Tangerang, Banten. Currently, Kalipasir Mosque is situated in the middle of a densely populated settlement and has become one of the tourist destinations in the Pasar Lama area. A prominent characteristic of the settlement's growth around the mosque is the large number of migrants who have moved and settled there, primarily due to the convenient and easy access to Tangerang city center. This phenomenon leads to a research question: Can the Kalipasir Mosque building sustain itself as a cultural heritage site amidst the changing characteristics of its surrounding settlements? A descriptive-analytical research method is employed to examine the place-making that occurs in the spaces around the mosque, shaped by the activities carried out by residents living in the adjacent settlement. Data exploration was conducted through interviews and data collection via questionnaires distributed to residents and worshippers around the mosque. The results of this research show that place identity plays a crucial role in the resilience of Kalipasir Mosque as a Cultural Heritage building. This place identity is shaped by several factors: the designation of Kalipasir Mosque as a Cultural Heritage building, the occurrence of religious and educational tourism, and the resulting pride felt by residents in the surrounding settlements.
Percontohan Placemaking Melalui Narasi Ruang Publik Lorong Bintan
winandari, Maria immaculata ririk;
Wijayanto, Punto;
Setiadi, Virginia Suryani;
Pekerti, Mayissa Anggun;
Eki, Aurum Obe Titu
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/juara.v4i2.14884
Lingkungan permukiman Lorong Bintan merupakan permukiman tua bersejarah di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sebagai kawasan pusaka, permukiman yang mayoritas penghuninya adalah etnis Tionghoa ini mengalami penurunan kualitas lingkungan. Kondisi ini menyebabkan kawasan kurang terawat dan kotor di beberapa lokasi. Bangkitnya kesadaran penghuni akan tingginya sejarah dan peninggalan pusaka di lingkungan permukiman mereka menyebabkan Kawasan tersebut mulai berbenah diri. Pemahaman mengenai potensi lingkungan sebagai lingkungan pusaka serta pengetahuan dan ketrampilan mengenai penataan kawasan pusaka melalui kegiatan pendukung kawasan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menghidupkan kawasan. Pendekatan placemaking berdasar partisipasi masyarakat menjadi solusi yang dianggap tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sasaran PKM adalah peningkatan kualitas lingkungan permukiman di Kawasan Lorong Bintan. Tujuan PKM adalah memberikan percontohan placemaking secara partisipatif melalui narasi sejarah Kawasan Lorong Bintan. Metode yang dilakukan adalah pendampingan perencanaan dan perancangan placemaking. Peserta percontohan adalah pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjung Pinang Kota, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Hasil program menunjukkan bahwa rasa memiliki warga terhadap asset pusaka di lingkungannya dapat ditingkatkan melalui percontohan placemaking ruang publik. Bukti rasa memiliki tersebut ditunjukkan dengan pembuatan mural di dinding bangunan di Lorong Bintan.