Claim Missing Document
Check
Articles

KOMPARASI ARSITEKTUR HIGH TECH DI BANGUNAN STASIUN TRANSIT Carolina Dwi Nugraheni; Enny Supriyati Sardiyarso; Sri Handjajanti; Maria Immaculata Ririk Winandari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3369

Abstract

Stasiun transit merupakan bangunan yang memiliki peranan penting dalam mobilitas manusia dalam suatu perkotaan, yakni untuk mendukung perpindahan menuju suatu tempat. Untuk mendukung kegiatan utama stasiun transit, diperlukan fungsi – fungsi penunjang dan pelengkap pada bangunan transit agar dapat memenuhi kegiatan atau kebutuhan pengguna bangunan yang akan memperhatikan konteks sekitarnya. Selain itu bangunan juga perlu didukung sistem struktur yang memadai dan fungsional. Beberapa ciri arsitektur high tech dapat memenuhi kriteria atau kebutuhan pada bangunan transit dalam hal mengutamakan fungsi dan struktur yang fungsional. Metode penulisan yang digunakan adalah metode komparatif, menganalisa dan membandingkan bangunan transit yang ada dengan beberapa ciri arsitektur high tech. Hasil perbandingan menyatakan bahwa penerapan high tech pada bangunan transit berbeda – beda. Perbedaan dikarenakan adanya fungsi – fungsi penunjang yang berbeda di tiap stasiun, perbedaan juga disebabkan lokasi bangunan yang berbeda, dari segi eksistingnya maupun peranan stasiun itu sendiri. Sehingga dapat disimpulkan penerapan high tech pada bangunan transit dapat berbeda – beda walaupun memiliki acuan atau prinsip yang sama, hal ini untuk menyesuaikan kebutuhan akan bangunan transit itu sendiri maupun lingkungan bangunan transit berada.
KONSEP TATA RUANG CO-WORKING SPACE BAGI PERENCANAAN FASILITAS KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA Gusti Bagus Ananda; Enny Supriati Sardiyarso; Julindiani Iskandar; Maria Immaculata Ririk Winandari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3413

Abstract

Dewasa ini kegiatan berkumpul, berdiskusi, dan membangun relasi antar mahasiswa tidak hanya terjadi dalam ruangan yang disediakan oleh kampus, hal ini dipengaruhi perubahan pola perilaku mahasiswa yang berkembang seiring zaman. Muncullah konsep baru ruang beraktivitas untuk individu maupun kelompok, dimana setiap orangsaling berkolaborasi bersama orang lain dengan latar belakang yang beragam,konsep ini dikenal dengan nama co-workingspace. Universitas sebagai sebuah perguruan tinggi harus dapat beradaptasi dengan perubahan zaman untuk menghasilkan peluang inovasi dengan menyediakan co-workingspace bagi mahasiswa.Tujuan penulisan paper ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik tata ruang (layout) co-workingspace yang sesuai bagi mahasiswa Universitas Indonesia dengan pendekatan  arsitektur perilaku. Metode penulisan komparatif kualitatif dengan membandingkan 3 studi kasus yang diambil secara acak terhadap variabel arsitektur perilaku, yaitu: zonasi, sirkulasi, tata perabot, dan suasana ruangyang berhubungan dengan co-workingspace. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik penataan ruang pada co-workingspace yang ideal adalah pengaturan zonasi secara hirarkis dari yang bersifat publik sampai privat dengan jalur penghubung menembus ruang agar tercipta interaksi antara setiap pemakai ruang dan penataan perabot secara half-open untuk menyediakan ruang kolaborasi yang fleksibel juga untuk berkonsentrasi. Suasana ruang bersifat subjektif tetapi karakteristik orang yang berkegiatan pada co-workingspace umumnya menginginkan suasana yang santai.
EKSPRESI STRUKTUR DAN PENGOLAHAN CAHAYA DITERMINAL PENUMPANG BANDARA INTERNASIONAL Maghfira Inggita Dzikri; Maria Immaculata Ririk Winandari; Julindiani Iskandar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3450

Abstract

Kota Semarang sangat mendukung sebagai transit point dalam berbagai macam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. Kota Semarang dianggap mampu menjadi titik strategis atau gerbang yang menjadi pilihan masyarakat dari segi bisnis dan pariwisata. Sarana transportasi penting sebagai penghubung antar wilayah maupun negara. Bandar udara adalah salah satu bangunan publik yang dapat memperkenalkan karakteristik daerah sekaligus sebagai pintu gerbang kota dan wajah pertama kota. Bangunan bandara dapat dibuat menarik untuk memperlihatkan karakteristik daerah tersebut dari sisi modern dengan cara ekspresi struktur dan pengolahan cahaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif terhadap terhadap bandara internasional Kansai, bandara internasional Chhatrapati Shivaji dan bandara internasional Incheon.
Identification of Roof Shapes that Suitable for Buildings on Bangunharjo Street Corridor According to Public Perception Anashia Merliana Satriani; Maria Immaculata Ririk Winandari
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 2, No 1 (2019): October 2019
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.747 KB) | DOI: 10.14710/jadu.v2i1.5599

Abstract

Physical elements are the most easily observed and give visual impression that can absorbed by human memory. Physical element is formed by row of façade elements. Roof is the one of façade elements that very dominant form character. Bangunharjo is a corridor that dominant by residental functions in Semarang, Indonesia. Commercial demands and land efficiency make change to façade. Some of these changes adjust according to the perceptions of designers and buiding owners. But, the suitability of building and shape of façade elements must be assessed according to public perceptions. This study aims to find the shape of façade elements, especially roofs which suitable for Bangunharjo street corridor according public perception.The method of discussion is a quantitative method with a visual perception approach. For the result of the analysis it was found that the roof shape that most suitable for buildings on Bangunharjo is pelana (saddle roof) and limasan (pyramid roof).
ESTETIKA EKSPRESI STRUKTUR DI TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT Dwi Rachma Septiani; Maria Immaculata Ririk Winandari; Julindiani Iskandar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.554

Abstract

Structures in architecture acts as a load-bearing element on mechanical systems. In addition, structures can also provide spatial and aesthetic expressions in architectural with the use of certain techniques and materials that bring out the structure expression. The problem discuss in this paper relates to aesthetic parameters used to examine the structural expression on architectural. The research method used is descriptive analytical method conducted with study of the literature on aesthetics, based on parameters: visual complexity, texture and colour, symmetry of the form and familiarity using the case study of Ship Passenger Terminal building such as Qingdao Cruise Passanger Terminal, Kai Tak Cruise Terminal and Salerno Maritime Terminal.The result shows that visual complexity parameter were exposure the form of curved structures and folding structures, the use of lattice, single-mass, and different building imagery. The texture and colour parameter are subtle textures with curved patterns, use of aluminium or concrete materials,and ivory white to bring out the buildings with the color of the sea.The symmetry of the form parameter shows a natural scale, a rectangular geometric shape that is subjected to addition or subtraction, and the proportion 2:1 between the envelope and open façade. The familiarity parameter is repetition of asymmetric curved patterns form make rhythm that raises perception of the visual aesthetic of the building.
ARSITEKTUR UMA LULIK FUILORO, LOSPALOS KOTA, TIMOR-LESTE maria immaculata ririk winandari; Andre Mariano Dos Santos Belo
MODUL Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.21.2.2021.120-125

Abstract

Uma Lulik is a sacred house for the people of Timor-Leste. This house is the unification of Nain (owner, ruler or supreme), Beala (ancestor), Lulik (sacred "nature and its contents"), Lisan (tradition "family or human life".). Uma Lulik in Fuiloro is built or renovated every 10 to 20 years depending on the lia nain and fatal building problems that occur in Uma Lulik, to serve as a bond between families. Uma Lulik remains a comfortable place for people to carry out rituals with their ancestors, those who are here and those who have gone. The purpose of this study was to find the architectural characteristics of uma lulik in the fuiloro tribe, Lospalos City. Interpretive history method is used by looking at interpreting past conditions with the present. The result showed that Uma lulik in Fuiloro tribe characteristic has a single stilt-shaped building as a place for sacral ceremonies and storage of sacred goods. The interior consists of kitchen and Labor Dato. The shape of the roof is pointed with 55° as high as + 7m-9m. This building has square floor plan + 3m x 3m or + 4m x 4m, rectangular wall + 3m x 4m, and column of 4 round wood arrangements as high as + 3m-4m. Materials consist of ulin wood (ai-bessi), rose wood (ai-ná), acadiro (ai-acadirum), bamboo (au-maus), palapeira/palapa (ai-car) and gamuteira/ gamuti (au-naulurir). Ornaments are woven long ropes and carvings. Structural systems are ‘ikat’ and portal systems.
Sosiabilitas Pola Ruang di Kawasan Gua Maria Angelique Milleanda; Maria Immaculata Ririk Winandari; Julindiani Iskandar
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i1.3712

Abstract

Hal terpenting dalam sosiabilitas adalah cara agar pengunjung dapat merasakan tempat dan keterikatan yang lebih kuat antar sesama manusia. Tetapi berbeda dengan kawasan gua Maria tidak hanya keterikatan antara tempat dan manusia saja, kawasan tersebut juga harus membuat pengunjung merasa terhubung secara tidak langsung dengan Pencipta-Nya. Umumnya penyusunan kawasan gua Maria selalu terdapat ruang terbuka yang menjadi penghubung antara kawasan ibadah dan ruang publik. Kemudian alam menjadi komponen untuk membentuk pola ruang sakral. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiabilitas pola ruang yang diterapkan pada kawasan gua Maria. Langkah-langkah agar mendapatkan suatu pola ruang maka dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis elemen dari prinsip sociability pada placemaking yaitu, kehidupan jalanan (Street life), dan penggunaan pada malam hari (Evening Use), menggunakan studi kasus kawasan gua Maria antara lain kawasan gua maria Lourdes di Perancis, kawasan gua Maria Pohsarang di Kediri, dan kawasan gua Maria Sendangsono di Yogyakarta. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa jalanan sebagai tempat (Street life), perlu memperhatikan sepuluh kualitas dalam menciptakan ruang hidup pada jalanan. Prinsip kedua penggunaan pada malam hari (Evening Use), diperlukannya pencahayaan menciptakan ruang yang aman.
Pengoptimalan estetika desain fasad dengan fungsi utama dan penunjang pada gedung serbaguna UNDIP Irfan Riswan Mei; Maria Immaculata Ririk Winandari; Sri Handjajanti
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v4i1.232

Abstract

Sebuah kawasan sudah seharusnya memiliki karakter tersendiri yang khas. Hal yang sama berlaku juga untuk kawasan pendidikan. Salah satu cara untuk mencapai karakter khas tersebut melalui optimalisasi fasad bangunan. Gedung serbaguna UNDIP direncanakan bertaraf internasional sehingga memerlukan desain fasad yang optimal. Desain tersebut sudah seharusnya menyesuaikan dengan lingkungan sekitar namun terlihat modern. Perencanaan Gedung Serbaguna di kawasan tersebut memperhatikan faktor perkembangan kawasan UNDIP dengan mempertimbangkan penambahan fungsi, kegiatan, dan kapasitas. Paper ini mengeksplorasi estetika desain fasad bangunan setempat yang sesuai untuk diterapkan di Gedung serbaguna UNDIP. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan desain fasad yang optimal. Variable yang dieksplorasi meliputi atap bangunan, kolom, dan ornament kaca. Hasil menunjukkan bahwa setiap sisi bangunan harus memiliki fasad sesuai bangunan sekitar. Kesesuaian tersebut meliputi atap pelana, kolom soko guru, ornament kaca dengan desain cembung.
PERCONTOHAN RUANG KOMUNAL DI RUMAH SUSUN TAMBORA, JAKARTA BARAT Maria Immaculata Ririk Winandari; Julindiani Iskandar; Dedes Nur Gandarum; Sri Handjajanti
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 1, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.105 KB) | DOI: 10.25105/juara.v1i1.5909

Abstract

Communal space will be managed optimally for the development and maintenance carried out by pesertauni. In Tambora Flats (Rusunawa), spacious units of dwelling cause residents need communal space as a place for them to socialize quickly. Understanding and skills regarding the development and maintenance of independent (participatory) spaces are very much needed to improve the use of space, improve the quality of the environment, as well as improve the skills of low-cost housing residents. The target of PKM this time consists of piloting the construction of recycled concrete communal spaces and participatory communal maintenance rooms. The PKM program this time aims to increase knowledge and understanding of communal spaces and the ability to develop these spaces in a participatory manner. The purpose was made through a demonstration of communal space using concrete materials, concrete residue tests from the FTSP Concrete Laboratory as the main material for making benches and garden boundaries. The pilot participants were RW 11 management, RT 009 management, residents who work as artisans, and other residents of Tambora Rusunawa residents in Kelurahan Angke, Tambora District. Participatory agreement required by residents from the design process to completion. The communication room PKM Team Program provides an insight into the design of a good communal space with facilitators who encourage residents to get in the care of the space
PERCONTOHAN PAGAR PENGAMAN RUANG TERBUKA DI KELURAHAN KALIANYAR Maria Immaculata Ririk Winandari; Punto Wijayanto; Sri Handjajanti; Juliandini Iskandar; Aurum Obe Titu Eki
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 3, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.668 KB) | DOI: 10.25105/juara.v3i1.9878

Abstract

Kalianyar settlement has the highest density in Indonesia. These conditions make this settlement vulnerable to fire hazards. The need for open space, the dense environmental conditions, as well as the possibility of fire hazards require residents to prepare for the disaster threat. Understanding and skills regarding the disaster mitigation development and maintenance of open space is necessary to maximize the use of space, to improve the quality of the environment, as well as the skills of citizens. Community action plan is very important to improve the environment quality. The aim of this program is to provide a safety fence based on community action plan. The method used in this program is assisting the development process. This program can optimize the use of space while improving the environment quality. Participants were neighborhood officers and residents at RT 02 RW 07. The result showed that the sense of belonging to the open space can be improved through the fence construction pilot project. The sense of belonging is shown by painting the safety fence independently by residents.
Co-Authors Achmad Djunaidi Akbar Rahman Alyfia, Tiara Putri Anashia Merliana Satriani Andre Mariano Dos Santos Belo Angelique Milleanda Anita Tita Yulita Anto Sudaryanto Anugrah Sabdono Sudarsono Ardilla Jefri Karista Arief Wahyu Nur Hidayat Arya Abieta Asniawaty Kusno Aurum Obe Titu Eki Aziiz, Akhlish Diinal Bambang Hari Wibisono Basuki, Angeline Carolina Dwi Nugraheni Deasy Olivia Dedes Nur Gandarum Devina Pratisto Dwi Rachma Septiani Eka Saputra Eki, Aurum Obe Titu Enny Supriati Sardiyarso Enny Supriyati Sardiyarso Fairuz Satwiko Faradila Faradila Fatmasari, Ulfa Gandarum, Dedes Nur Gusti Bagus Ananda Handjajanti, Sri Hartono, Ebenezer Emanuel Heddy Shri Ahimsa-Putra Inavonna, Inavonna Irfan Riswan Mei Ischak, Mohammad Iskandar, Juliandini Iskandar, Julindiani Isnen Fitri Juliandini Iskandar Kariza Ayu Gayatri Sukasta Kridarso, Etty Retnowati Kridarso, Etty Retnowati Lailika, Alfiani Nur Maghfira Inggita Dzikri Mayissa Anggun Pekerti Mberu, Yuliana Bhara Mediastika, Christina Eviutami Mei, Irfan Riswan Mohammad Ischak Nadhira Aurelia Nadya Nilafianty Prasetya Nelly Fatmawati, Teungku Ni Wayan Meidayanti Mustika Nur Lailika, Alfiani Olivia , Deasy Pekerti, Mayissa Anggun Pratiwi, Sri Novianthi Punto Wijayanto Punto Wijayanto Punto Wijayanto Punto Wijayanto Punto Wijayanto, Punto Putra, Maharjuno Erlanda Rachmansyah, Muhammad Raihan Rahmad, Dafa Al Ressy Jaya Yanti Ristya Arinta Safitri Ristya Arinta Safitri, Ristya Arinta Rizka Drastiani Sangiru Kasmo Suweko Sangiru, Sangiru Saskia, Cut Sannas Satwiko Aryesti Maulana Septiani, Dwi Rachma Setiadi, Virginia Suryani Siti Sarah Kamilah Irfan Sitoresmi, Rurin Sri Handjajanti Sri Handjajanti Sri Novianthi Pratiwi Tjiook, Wiwi Tundono, Sri Utami, Sentagi Sesotya Virginia Suryani Setiadi Viviana Khoerunnisa Baharessa Walaretina, Rita Zulfi Aulia Rachman