Claim Missing Document
Check
Articles

Amplification Of Bacterial Isolate Sf1 Associated With Sponge Facaplysynopsis sp. From Tongkeina, North Sulawesi Liviani Rangian; Elvy Like Ginting; Stenly Wullur; Erly Kaligis; Sandra Tilaar; Reiny Tumbol
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 6 No. 2 (2018): ISSUE JULY-DECEMBER 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.2.2018.20636

Abstract

This study was conducted with the aim of amplifying the isolate of SF1 symbiont sponge Facaplysynopsis sp.  from Tongkeina, North Sulawesi. Samples are obtained and stored in the Lab. Molecular Biology and Marine Pharmacology, FPIK Unsrat. The genomic DNA of the samples was isolated using protocols from the Innu PREP Mini DNA Kit. The DNA of the SF1 symbionary bacteria was amplified by PCR (Polymerase Chain Reaction) using an 8F primer (5'-AGAGTITGATCCTGGCTA-3 ') and 1492 R (5'TACCTTACGACTT-3'). DNA bacteria SF1 successfully amplified marked by the appearance of the band of DNA that looks less clear, with a length of 600 bp.Keywords: Bacterial Isolate, Sponge,  AmplificationABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan mengamplifikasi isolat bakteri SF1 simbion spons Facaplysynopsis sp dari perairan Tongkeina, Sulawesi Utara. Sampel diperoleh dan tersimpan di Lab. Biologi Molekuler dan Farmasitika Laut, FPIK Unsrat. DNA genom dari sampel diisolasi menggunakan protokol dari Innu PREP DNA Mini Kit. DNA bakteri simbion SF1 diamplifikasi dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan menggunakan primer 8F (5’-AGAGTITGATCCTGGCTA-3’) dan 1492 R (5’TACCTTACGACTT-3’). DNA bakteri SF1 berhasil diamplifikasi ditandai dengan munculnya pita DNA yang terlihat kurang jelas, dengan panjang 600 bp.Kata Kunci: Bakteri Simbion, Spons, Amplifikasi
Isolation of Symbiotic Bacteria with Red Algae from Tongkaina Waters, North Sulawesi Elvy Like Ginting; Liviani Rangian; Letha L. Wantania; Stenly Wullur
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.2.2019.23728

Abstract

This study aims to isolate symbiotic bacteria with red algae from the waters of Tongkaina, North Sulawesi. The red algae taken were red algae that are similar to the genus Portieria and Gracilaria. Bacteria were cultured and isolated using Nutrient Agar (NA) + sea water. Before bacteria from red algae samples were cultured, each sample of red algae was crushed, homogenized and diluted. The results of this study, 5 bacterial isolates were successfully isolated from red algae similar to Portieria sp. and 5 bacterial isolates from red algae similar to Gracilaria sp. Each bacterial isolate has different morphological characteristics such as shape, colour, elevation, and edges. Of the 10 bacterial isolates, 3 bacterial cells are gram-positive cocci (round), and 7 of them are gram-negative bacilli (rod).Keywords: Red algae, bacteria, isolation, symbionts ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri simbion dengan alga merah dari perairan Tongkaina, Sulawesi Utara. Alga merah yang diambil adalah alga merah yang mirip dengan genus Portieria dan Gracilaria. Bakteri ditumbuhkan dan diisolasi menggunakan media Nutrien Agar (NA) + air laut.  Sebelum bakteri dari sampel alga merah ditumbuhkan, masing-masing sampel alga merah digerus, dihomogeniasi dan diencerkan.  Hasil penelitian ini, 5 isolat bakteri berhasil diisolasi dari alga merah mirip Portieria sp. dan 5 isolat bakteri dari alga merah mirip Gracilaria sp. Masing-masing isolat bakteri memiliki karakteristik morfologi yang berbeda seperti bentuk, warna, elevasi, dan tepian. Dari 10 isolat  bakteri  tersebut, 3 sel bakteri bersifat gram positif dengan bentuk bulat, dan 7 diantaranya bersifat gram negatif dengan bentuk batang.Kata kunci:  Alga merah, bakteri, isolasi, simbion
Screening of the Proteolytic Bacteria Symbiont with Algae Gracillaria sp. Riorifki Kabense; Elvy L. Ginting; Stenly Wullur; Nickson J. Kawung; Fitje Losung; Jhon L. Tombokan
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.2.2019.24487

Abstract

Marine algae are abundant natural resources in Indonesia but have not been optimally utilized. Utilization of seaweed is still limited as food ingredients such as Gracillaria sp. cultivated as an industrial export material. Algae Gracillaria sp. his life is symbiotic with a variety of types of bacteria. The aim of the study was to isolate and screening the protease activity of the symbionic bacteria of Gracillaria sp. This study succeeded in isolating 4 different bacteria based on morphological characteristics. The four isolates were S.G.,1,  S.G.2, S.G.3 and S.G.,4. Isolate S.G. 1 had the ability to produce ptotease with a proteolytic index of 1.5.Keywords : Gracilaria sp., Protease, Symbiont Bacteria ABSTRAKAlga laut merupakan sumberdaya alam yang melimpah di Indonesia tetapi belum optimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan rumput laut masih terbatas sebagai bahan makanan seperti Gracillaria sp. dibudidayakan sebagai bahan ekspor industri karajinan. Alga Gracillaria sp. hidupnya bersimbion dengan beraneka ragam jenis bakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengisolasi dan menguji aktivitas protease bakteri simbion alga Gracillaria sp. Penelitian ini berhasil mengisolasi 4 bakteri yang berbeda berdasarkan karakteristik morfologi. Keempat bekteri tersebut adalah S.G., 1 S.G., 2 S.G., 3 dan S.G., 4 Isolat bakteri  S.G., 1 memiliki kemampuan   menghasilkan ptotease dengan Indeks proteolitik sebesar 1,5.Kata Kunci  : Bakteri simbion, Gracillaria sp. protease
Pertumbuhan dan sintasan larva kerang mutiara Pinctada maxima pada sumber pakan berbeda Frista Tarigan; Stenly Wullur; Veibe Warouw; Inneke Rumengan; Elvy Ginting; Cysca Lumenta
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.1.2019.22815

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur pertumbuhan dan menentukan sintasan larva kerang mutiara yang dipelihara pada sumber pakan berbeda, yaitu pakan ikan mentah (penyiapan pakan mengikuti prosedur pada paten No. P00201609066 dan P14201802692) yang telah melalui proses perendaman pada beberapa produk probiotik (seperti: EM4, Probio FM, dan Starbio F9), mikroalga dan larva tanpa pemberian pakan sebagai kontrol. Larva kerang mutiara yang digunakan adalah larva yang telah berumur 14 hari, diambil dari PT.Arthe Samudra, Bitung, Sulawesi Utara. Larva dipelihara menggunakan wadah palstik berisi ± 700 ml air laut 35 ppt yang berisi aerasi dengan kecepatan sekitar ±0.66 ml/menit. Larva kemudian dipelihara selama 14 hari menggunakan sumber pakan berbeda sesuai dengan perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Setiap 2 hari sekali diambil sebanyak ±3 ml cuplikan sampel dan larva yang ada dalam cuplikan diukur bagian panjang, tinggi, dan pangkal larva. Pada akhir penelitian, larva dalam semua perlakuan dipanen dan jumlah larva dihitung untuk menentukan sintasan larva pada masing-masing perlakuan. Hasil pengukuran panjang (61.9 - 194.47 µm), tinggi (59.46 - 216.81 µm) dan lebar pangkal cangkang (21 - 88.1 µm) menunjukkan adanya pola pertumbuhan yang cenderung lebih stabil pada larva yang diberi pakan ikan mentah yang telah direndam dengan beberapa produk probiotik dan pada perlakuan pemberian pakan mikroalga dibanding pada perlakuan tanpa pakan. Adapun sintasan larva tertinggi terdapat pada larva yang diberi pakan mikroalga (102 ± 121.7 larva), kemudian larva pada pakan ikan mentah yang direndam pada beberapa produk probiotik; F9 (29 ± 18.02 larva), Probio FM (5.6 ± 1.52 larva) dan EM 4 (1.66 ± 1 larva).
ISOLASI BAKTERI LAUT DARI PERAIRAN MALALAYANG, SULAWESI UTARA Bella Wondal; Elvy Like Ginting; Veibe Warouw; Stenly Wullur; Sandra Olivia Tilaar; Ferdinand Frans Tilaar
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.3.2019.24448

Abstract

Marine bacteria have a lot of potential in exploring the enzyme that can be developed, such as a producer of proteorhodopsin, act as hydrocarbon chlorlastic and can degrade oil. This study aims to obtain isolates and can characterize the bacterial morphology. Malalayang Waters is one of the marine bacterial habitats that has potential area to be studied. This study aims to isolate marine bacteria from Malalayang Waters. These marine bacteria first were diluted into sea water before they were grown on Nutrient Agar (NA). Based on the results of this study it was found that marine bacterial isolated were separated based on their morphological characteristics. The dominant morphological characteristics were yellow whites which dominant shape were irregular.Keywords: bacterial, dilution, isolation.  Bakteri laut memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Seperti penghasil proteorhodopsin, berperan sebagai hidrokarbonoklastik dan dapat mendegradasi minyak. Perairan Malalayang merupakan salah satu habitat bakteri laut yang belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri laut dari Perairan Malalayang. Bakteri laut ditumbuhkan pada media agar + air laut, selain itu bakteri juga dilakukan pengenceran terhadap air laut sebelum bakteri ditumbuhkan pada media Nutrient Agar (NA). Berdasarkan hasil penelitian ini isolat bakteri  laut ditemukan, bakteri tersebut dipisahkan berdasarkan karakteristik morfologinya. Karakteristik morfologi yang dimiliki dominan berwarna putih kuning dan memiliki bentuk yang dominan tidak teratur. Hal ini dapat memperlihatkan perbedaan bakteri laut dari Perairan Malalayang yang tumbuh.Kata kunci: bakteri, pengenceran, isolasi.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI BAKTERI SIMBION SPONS MENYERUPAI Cribochalina sp DARI PERAIRAN MALALAYANG SULAWESI UTARA Gledys Giacinta Poluan; Elvy Like Ginting; Stenly Wullur; Veibe warouw; Fitje Vera Losung; Meiske Salaki
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.3.2019.24452

Abstract

Bacteria are found to be highly associated with various marine organisms, such as sponges. Sponges are known as the product of bioactive compounds. However, some of the compounds produced by sponges are obtained by the simbion-bacteria. Therefore this situation enables sponges simbion bacteria to play a major role in producing bioactive compounds that have been isolated from the sponge. The purpose of this study is to isolate and determine the characteristics of morphology of spongy simbion bacteria resembling Cribochalina sp, which was taken from Malalayang waters, North Sulawesi. Sponge simbion bacteria grow on NB media. Initially, a free-breeding colony was being done before bacteria were accrued in the NA media by 2% sponge broth (patent SID201906301) by means of Strike Plate methods. Based on to this study we had isolate five spongy simbion bacteria that resembling the Cribochalina sp. All five of these isolations have different characteristics of morphology in terms of color, shape, size, and elevation.      Keywords : bacteria, isolation, simbionts, sponges 
OKSIGEN TERLARUT DAN pH DI AIR SISIPAN SEDIMEN MANGROVE DAN PESISIR DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT Mikhael P. Pinontoan; James J.H. Paulus; Stenly Wullur; Rizald M. Rompas; Elvy Like Ginting; Wilmy E. Pelle
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.11.1.2023.52733

Abstract

This research was conducted in Bulutui Village, West Likupang District, related to theproblems raised how is the solubility of Dissolved Oxygen (DO) and the pH of sediment-insertedwater at mangrove locations, and on the coast, then this research aims to find out how the solubility ofoxygen (DO), and acidity (pH) of sediment-inserted water in mangrove ecosystems and on the coastin Bulutui Village, West Likupang District. Based on the results of measurements that have beencarried out in Bulutui Village, West Likupang District, it was found that the value of the dissolvedoxygen content at the mangrove location was in the range of 0.36 – 1.98 ppm, with an average of0.98 ppm, the pH value ranged from 6.16 – 6.89 with an average value of 6.04. In coastal locations,the dissolved oxygen content ranges from 1.26 to 2.87 ppm, with an average of 2.09 ppm, the pHvalue ranges from 6.78 to 8.90, with an average value of 8.34. The statistical t test showed that therewas a difference between the dissolved oxygen values in the sedimentary water in the mangrovesand the coast, as well as the acidity (pH). Keywords: sediment; Inset Water, Dissolved Oxygen, pH Acidity ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat, berkaitan denganpermasalahan yang dikemukakan bagaimanakah kelarutan Oksigen Terlarut (DO) dan pH air sisipansedimen pada lokasi mangrove, dan di Pesisir pantai, selanjutnya penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana kelarutan oksigen (DO), dan keasaman (pH) air sisipan sedimen padaekosistem mangrove dan di pesisir di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat. Berdasarkan hasilpengukuran yang telah dilakukan di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat ditemukan nilai darikandungan oksigen terlarut pada lokasi mangrove adalah berkisar 0,36 – 1,98 ppm, dengan rataratanya 0,98 ppm, nilai pH berkisar 6,16 – 6,89 dengan nilai rata rata 6,04. Pada Lokasi pesisirdengan kandungan oksigen terlarut berkisar 1,26 – 2,87 ppm, dengan rata rata 2,09 ppm nilai pHberkisar 6,78 – 8,90, dengan nilai rata – rata 8,34. Uji statistika t test menunjukkan adanyaperbedaan antara nilai oksigen terlarut pada air sisipan sedimen di mangrove, dan pesisir, demikianjuga keasaman (pH). Kata Kunci: Sedimen; Air sisipan, Oksigen Terlarut, Keasaman pH
PENAPISAN BAKTERI SIMBION LAMUN Thalassia hemprichii PENGHASIL ENZIM HIDROLASE Rizky I. Moroki; Elvy L. Ginting; Stenly Wullur; , Sandra Tilaar; Veibe Warouw; Edwin L.A. Ngangi
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.1.2022.55000

Abstract

The research aims to determine the ability of the seagrass symbiont bacteria Thalassia hemprichii to produce protease and amylase. The symbiont bacteria T. hemprichii had been cultured in the laboratory. Five isolate bacteria namely 3M.2, E2.2, E3.2, 6.2 and 5.2 were analyzed in this research. Bacterial enzyme activity was screened by growing the bacterium using the paper disc on skim milk agar and starch agar media for 2 x 24 hours. Enzyme activity was indicated by the formation of a clear zone around the bacterial colonies. The proteolytic (IP) and amylolytic indexes (IA) were calculated by dividing the diameter of clear zone with the bacterium colonies. The results showed that the bacterial isolate 3M.2, E2.2 and 6.2 could produce proteases in 24 hours incubation with IP of 1,67, 1,20 and 1,33, respectively. While isolate 5.2 could produce protease after being incubated for 48 hours with an IP of 1,03. During the 48 hours incubation time, there were decrease in the IP of bacterial isolates of 3M.2, E2.2 and 6.2. Furthermore, 3M.2 bacterial isolate was able to produce amylase in 24 hours of incubation with an IA of 1,27. Meanwhile, bacterial isolate E2.2 could produce amylase after being incubated for 48 hours with an IA of 1,17. Keywords: Seagrass T. hemprichii, hydrolase enzymes, amylase, protease ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan bakteri simbion lamun Thalassia hemprichii dalam menghasilkan enzim protease dan amilase. Sampel bakteri yang diuji merupakan bakteri yang telah dikultur di Laboratorium, berjumlah 5 isolat yakni 3M.2, E2.2, E3.2, 6.2 dan 5.2. Pengujian aktivitas enzim bakteri dilakukan dengan menumbuhkan bakteri pada media skim milk agar dan media amilum selama 2 x 24 jam dengan menggunakan metode kertas cakram. Aktivitas enzim ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar koloni bakteri yang tumbuh, dan selanjutnya dihitung indeks proteolitik dan amilolitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri 3M.2, E2.2 dan 6.2 dapat menghasilkan protease selama waktu inkubasi 24 jam dengan IP sebesar 1,67 dan 1,20 dan 1,33 secara berurutan. Sedangkan isolat 5.2 dapat menghasilkan protease setelah diinkubasi selama 48 jam dengan IP sebesar 1,03. Pada waktu inkubasi 48 jam, terjadi penurunan IP dari isolat bakteri 3M.2, E2.2 dan 6.2. Isolat bakteri 3M.2 mampu menghasilkan amilase pada waktu inkubasi 24 jam dengan IA sebesar 1,27, sedangkan isolat bakteri E2,2 dapat menghasilkan amilase setelah diinkubasi selama 48 jam dengan IA sebesar 1,17. Kata Kunci : Lamun T. hemprichii, enzim hidrolase, amilase, proteas
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI SPONS ASAL PERAIRAN PULAU BANTONG, BOLAANG MONGONDOW TIMUR Gian Losung; Fitje Losung; Rosita A.J. Lintang; Sandra O. Tilaar; Stenly Wullur; Henky Manoppo
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.1.2022.55003

Abstract

Sponges are one of the marine biota that produce bioactive compounds with various structural variations and one of their biological activities is as an antibacterial. This study aimed to examine the antibacterial activity of the crude sponge extract and fractions of the sponge fractionated by the liquid-liquid partition method. This antibacterial test was carried out on Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria using the disc diffusion method (Kirby-Bauer method). The final result of this study showed that crude extracts from all types of sponge samples had antibacterial activity with the diameter of the inhibition zone on S. aureus bacteria media: Acanthostrongylophora ingens (14.3 mm), Liosina paradoxa (7.5 mm), Stylotella aurantium (14.1 mm); on media of E. coli bacteria: A. ingens (11.1 mm), L. paradoxa (7.3 mm), S. aurantium (12 mm). In the antibacterial test of the sponge fractions carried out on samples of S. aurantium sponges also showed that all fractions had antibacterial activity with the diameter of the inhibition zone on S. aureus bacterial media: N-hexane fraction (7.6 mm), ethyl acetate fraction (12 mm), methanol fraction (8 mm); on E. coli bacteria media: N-hexane fraction (9.3 mm), ethyl acetate fraction (15.5 mm), methanol fraction (8.5 mm). Keywords: Sponge, Antibacterial, A. ingens, L. paradoxa, S. aurantium ABSTRAK Spons merupakan salah satu biota laut penghasil senyawa bioaktif dengan berbagai variasi struktur dan salah satu aktivitas biologisnya adalah sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak kasar spons dan fraksi-fraksi spons yang difraksinasi dengan metode partisi cair-cair. Pengujian antibakteri ini dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi cakram (metode Kirby-Bauer). Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kasar dari semua jenis sampel spons memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat pada media bakteri S. aureus: Acanthostrongylophora ingens (14.3 mm), Liosina paradoxa (7.5 mm), Stylotella aurantium (14.1 mm); pada media bakteri E. coli: A. ingens (11.1 mm), L. paradoxa (7.3 mm), S. aurantium (12 mm). Pada pengujian antibakteri fraksi-fraksi spons yang dilakukan pada sampel spons S. aurantium juga menunjukkan bahwa semua fraksi memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat pada media bakteri S. aureus: fraksi N-heksan (7.6 mm), fraksi etil asetat (12 mm), fraksi metanol (8 mm); pada media bakteri E. coli: fraksi N-heksan (9.3 mm), fraksi etil asetat (15.5 mm), fraksi metanol (8.5 mm). Kata Kunci: Spons, Antibakteri, A. ingens, L. paradoxa, S. aurantium
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI TERIPANG LAUT YANG DI PEROLEH DI PERAIRAN BUNAKEN Nia Nancy Kano; Fitje Losung; Remy E.P. Mangindaan; Rosita A.J. Lintang; Stenly Wullur; Reiny A. Tumbol
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.1.2022.55005

Abstract

Sea cucumber or sea cucumber is one of the marine fauna that lives in shallow sea areas that are included in members of thorn-skinned animals (Echinoderms). Sea cucumbers produce secondary metabolites which are usually used as self-defense. Sea cucumbers are capable of producing bioactive compounds that are beneficial to humans, namely antibacterial. The purpose of this study was to test the antibacterial activity of the crude extracts of the three sea cucumbers, Holothuria (Halodeima) atra, Bohadschia marmorata, Pearsonothuria graeffei crude extracts. and partition fraction of sea cucumber Pearsonothuria graeffei against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. Extraction begins with maceration of the sample using 95% methanol for three times and then the filtrate obtained is evaporated using a rotary vacuum evaporator. The extract obtained was fractionated by the Liquid Partition method using n-hexane, ethyl acetate, and methanol as solvents. The antibacterial activity testing method used was agar diffusion (Kirby and Bauer disc diffusion) with a concentration of 100 mg/ml of the test material and the amount of test material in a 30 l disc. The positive control used was Amoxsan for S. aureus bacteria and Ceftriaxone for E. coli bacteria while the negative control used methanol. For each bacterial medium the test was carried out with three replications and then the results were averaged. From this study, it was found that the three extracts of the sea cucumber samples and the three fractions of the sea cucumber P. graeffei were able to inhibit the growth of E. coli and S. aureus bacteria with moderate strength. The crude extract of B. marmorata showed the best activity against E. coli bacteria with an inhibition zone of 10 mm. Furthermore, crude extract of H. (H.) atra showed the best activity against S. aureus bacteria with an inhibition zone of 9 mm. Keywords : Sea Cucumber, Bunaken Island Waters, Partition, Antibacterial, Extract. ABSTRAK Teripang atau timun laut merupakan salah satu fauna laut yang hidup di daerah laut dangkal yang masuk dalam anggota hewan berkulit duri (Echinodermata). Teripang menghasilkan metabolit sekunder yang biasanya dipakai sebagai pertahanan diri teripang mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi manusia, yaitu antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak kasar teripang ketiga ekstrak kasar teripang Holothuria (Halodeima) atra, Bohadschia marmorata, Pearsonothuria graeffei dan fraksi partisi dari teripang Pearsonothuria graeffei terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi diawali dengan Maserasi sampel menggunakan metanol 95% selama tiga kali dan kemudian filtrat yang didapatkan dievaporasi dengan Rotary vacuum evaporator. Ekstrak yang didapatkan difraksinasi dengan metode Partisi Cair menggunaka pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Metode pengujian aktivitas antibakteri yang digunakan adalah difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer) dengan konsentrasi bahan uji 100 mg/ml dan banyaknya bahan uji dalam cakram 30 μl. Kontrol positif yang digunakan yaitu Amoxsan untuk bakteri S. aureus dan Ceftriaxone untuk bakteri E. coli sedangkan kontrol negatif menggunakan metanol. Untuk setiap media bakteri pengujian dilakukan dengan tiga ulangan dan kemudian hasilnya dirata-ratakan. Dari penelitian ini didapatkan ketiga ekstrak sampel teripang dan ketiga fraksi teripang P. graeffei mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus dengan kekuatan tergolong sedang. Ekstrak kasar B. marmorata menunjukkan aktivitas terbaik terhadap bakteri E. coli dengan zona hambat 10 mm. Selanjutnya ekstrak kasar H. (H.) atra menunjukkan aktivitas terbaik terhadap bakteri S. aureus dengan zona hambat 9 mm. Kata Kunci : Teripang, Perairan Pulau Bunaken, Partisi, Antibakteri, Ekstrak.
Co-Authors , Sandra Tilaar Abrianto A. O. Rompis Agung B. Windarto Agustian Peloa, Agustian Angkouw, Esther Angmalisang, Ping Astony Annisaqois, Manikmayang Antonius P. Rumengan Asy'ari, Asy'ari Bella Wondal Billy Theodorus Wagey Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Carolus Paulus Paruntu Chatrien Anita Sinjal, Chatrien Anita Cysca Lumenta Darus S. Paransa Darus Saadah J. Paransa Deiske A. Sumilat Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Edwin L.A. Ngangi Elvi L. Ginting Elvy Ginting Elvy L. Ginting Elvy L. Ginting Elvy L. Ginting, Elvy L. Elvy Like Ginting Elvy Like Ginting Erly Kaligis Erly Kaligis Erly Kaligis Fatti, Clara Ferdinand Frans Tilaar Fitje Losung Fitje Losung Fitje Losung Fitje Vera Losung Frista Tarigan Gian Losung Ginting, Elvy Ginting, Elvy Like Gledys Giacinta Poluan Grevo S Gerung Grevo S. Gerung Hengkengbala, Irvan R Henki Manoppo Henki Manoppo Henky Manoppo Henneke Pangkey Hens Onibala Herlina Pasaribu Herlina Pasaribu Hety B Lahope Indri Manembu Inneke F. M Rumengan Inneke Rumengan Inneke Rumengan James J.H. Paulus Jhon L. Tombokan Jhonly Solang Joice R.T.S.L Rimper Joice Rimper Joice Rimper Joshian N.W. Schaduw Julius Sampekalo Kurniati Kemer Laurentius T. X. Lalamentik Letha L. Wantania Liviani Rangian Mamuaja, Jane Marianne Mandagi, Stephanus Mangindaan, Remy Emile Petrus Mantiri, Desy M. H Medy Ompi Meiske Salaki Mikhael P. Pinontoan Mokoginta, Junio Marzuki Pratama Mokolensang, Jeffrie F. Mokosuli, Febrianty Dhea Mopay, Maratade N. Gustaf F. Mamangkey Natalie D Rumampuk Nia Nancy Kano Nickson J. Kawung Ode Mantra, Syahrun Palungan, Irpan Pankie Pangemanan Pankie Pangemanan Paulus, James Petrus P Letsoin Pipih Suptijah Purniasih, Ni Komang Pitri Reiny A Tumbol Reiny A. Tumbol Reiny Tumbol Reiny Tumbol Remy E. P Mangindaan Remy E.P. Mangindaan Remy E.P. Mangindaan Riorifki Kabense Rizald M. Rompas Rizald Max Rompas, Rizald Max Rizky I. Moroki Robert A. Bara Rondonuwu, Arie B. Rosita A.J. Lintang Rumampuk, Natalie Detty Rumampuk, Natalie Detty C. Sahari, Jefri Salaki, Meiske S. Sandra O. Tilaar Sandra Olivia Tilaar Sandra Tilaar Sandra Tilaar Sartje Lantu Sembiring, Sindiy Cloudya Silvester B Pratasik Singon, Cristio Smolak, Radoslav Sultan, Makkulau Suzanne L. Undap Talumepa, Anggun C. N. Tamara Angela Gabriela Siahaan Tindi, Monalisa Unstain N. W. J. Rembet, Unstain N. W. J. Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Wantania, Letha L. Wehantouw, Andre Wilmy E. Pelle