Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

CORRELATION OF BODY MASS INDEX WITH ANEMIA IN ADOLESCENT GIRLS AT SECONDARY SCHOOL PGRI 2 JAMBI CITY Aghadiati, Faradina; Sari, Yesi Mustika; Liani Setyarsih; Putri Lubis, Izmi Arisa; Wulandari, Alifah
Journal of Indonesian Specialized Nutrition Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Indonesian Specialized Nutrition
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/jisn.v3i3.47

Abstract

Background: Anemia remains a major public health problem affecting adolescents worldwide, particularly girls who are vulnerable due to rapid growth and menstrual blood loss. In Indonesia, the prevalence of anemia remains high (25–40%), driven by poor dietary habits, low adherence to iron supplementation, and overall nutritional status. While Body Mass Index (BMI)-for-age is a recognized determinant of anemia risk, local evidence, particularly from Jambi City, remains scarce. Methods: This cross-sectional study involved 30 female students aged 15–18 years. The data utilized were collected during a Community Service Program (PKM). BMI for age z-scores were calculated using the WHO 2007 Growth Reference. Hemoglobin levels were measured using a portable hemoglobinometer (HemoCue Hb 301). The relationship between BMI-for-age categories (underweight, normal, overweight) and anemia status was analyzed using the Chi-square test. Results: The overall anemia prevalence was 40%. Based on BMI for age, participants were categorized as underweight (n=8), normal (n=18), and overweight (n=4). Anemia prevalence varied significantly across categories: underweight (75.0%) showed the highest rate, followed by normal (33.3%), and overweight (25.0%). Statistical analysis revealed a significant association between BMI-for-age and anemia (p = 0.041). Conclusions: Anemia was present across all BMI categories, with the highest prevalence among underweight adolescents. These findings indicate that nutritional status strongly influences anemia risk and should be prioritized in adolescent health programs. Integrating school-based strategies such as routine growth and hemoglobin monitoring, iron–folic acid supplementation, and engaging nutrition education.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Uluan Toba Lubis, Izmi Arisa Putri; Silaban, Elza D.C; Jairani, Eka Nenni; Lubis, Putri Rahmi Virani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan periode yang rentan karena pada fase ini terjadi berbagai perubahan signifikan, baik secara fisik maupun psikologis. Di usia ini, remaja kerap menghadapi berbagai persoalan yang bisa berdampak negatif terhadap kesehatannya, khususnya dalam hal status gizi. Salah satu permasalahan gizi yang paling umum dijumpai adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Salah satu pencegahan dari kekurangan zat besi ini adalah dengan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang sudah dicanangkan oleh pemerintah untuk remaja putri melalui sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMA Negeri 1 Uluan Toba. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 120 siswi yang dipilih menggunakan tekhnik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi variabel pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan teman sebaya. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), dukungan keluarga (p = 0,000), dan dukungan teman sebaya (p = 0,000) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Remaja putri yang memiliki pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya yang baik akan memiliki banyak peluang untuk patuh dalam mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Edukasi 'Sadar Anemia': Peningkatan Kesadaran Remaja Man Batubara Tentang Pentingnya Deteksi Dini Gejala Anemia Dan Penerapan Pola Makan Kaya Zat Besi Izmi Arisa Putri Lubis; Athira Demitri; Winda Sauci Br Panjaitan; Vania Amanda; Dhea Syafitri; Putri Rahmi Virani Lubis
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i3.577

Abstract

Iron Deficiency Anemia is a common health problem among adolescents, particularly females, and is associated with decreased concentration, fatigue, and reduced academic performance. This community service program aimed to increase students’ awareness and knowledge regarding early detection of anemia symptoms (5L) and the adoption of iron-rich dietary practices. The intervention was conducted through interactive health education sessions involving lectures, discussions, and questions and answers with 30 students of MAN Batubara. The results indicated an improvement in students’ understanding of anemia symptoms, early behavioral changes in choosing iron-rich foods, and the emergence of local student leaders who supported peer awareness. This participatory educational approach proved effective in enhancing nutritional literacy and collective awareness toward anemia prevention among adolescent
Perubahan Karakteristik Melalui Edukasi Pesan Gizi Seimbang dengan Media Permainan Pada Anak Panjaitan, Winda Sauci; Yulita, Yulita; Lubis, Izmi Arisa Putri; Andini, Atika Putrie
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 3 (2024): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i3.241

Abstract

Latar Belakang; Pesan gizi seimbang berisi pesan-pesan yang dibuat oleh kementerian kesehatan Indonesia, yang bertujuan untuk menghimbau masyarakat agar dapat mengonsumsi makanan sesuai gizi seimbang, menurunkan tingkat kesakitan dan diperuntukan bagi setiap individu agar tetap mempertahankan hidup sehat. Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang pesan gizi seimbang dengan media permainan ular tangga terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa di SD Negeri Lawe Desky Kabupaten Aceh Tenggara. Metode; Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain one group pretest-posttest. Tenik pengambilan sampel menggunakan Quota sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 28 orang siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas. Uji Paired Sample t-test untuk variabel pengetahuan karena berdistribusi normal, dan uji Wilcoxon untuk variabel sikap dan tindakan karena tidak berdistribusi normal. Hasil; Hasil menunjukkan rata-rata skor Pre-Test pengetahuan 50,14%, sedangkan Post-Test 71,64%. Rata-rata skor Pre-Test sikap 65,71%, dan Post-Test 83,25%. Untuk tindakan, skor Pre-Test 71,00%, dan Post-Test 85,00%. Kesimpulan; Semua p-value < 0,000 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa. Saran untuk pihak sekolah agar dapat menggunakan berbagai media permainan sebagai suatu media baru dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga dapat memberikan hiburan pada siswa agar proses pembelajaran tidak monoton dan pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterima dan dipahami dengan baik.
Hubungan Asi Eksklusif, Lama Menyusui dan Frekuensi Menyusui dengan Status Gizi Bayi 0-6 Bulan: Relationship Between Exclusive Breastfeeding, Duration and Frequency of Breastfeeding with Infant Nutritional Status 0-6 months Lubis, Izmi Arisa Putri; Asih Setiarini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2409

Abstract

Latar Belakang: Status gizi yang baik dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi, namun apabila status gizi bayi buruk dapat mempermudah bayi terserang penyakit, oleh karena itu dibutuhkan zat gizi yang cukup untuk bayi. ASI merupakan makanan utama untuk bayi sampai berusia 6 bulan. Tujuan: Penelitian yaitu untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif, lama menyusui dan frekuensi menyusui terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sampel penelitian yaitu ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan yang diambil menggunakan teknik aksidental mengikuti jadwal posyandu sampai sebanyak 72 bayi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Medan Tuntungan Kota Medan. Pengambilan data dengan wawancara kuesioner dan mengukur BB dan PB menggunakan timbangan bayi dan alat ukur panjang badan bayi. Analisis menggunakan menggunakan uji Chi Square. Hasil: Didapatkan bahwa ibu yang menyusui bayi secara eksklusif sebesar 26,4% dan tidak asi ekslusif sebesar 73,6%. Frekuensi ibu menyusui yang lebih dari 8 kali yaitu 98,6 %, lama menyusui ibu sebagian besar memiliki rata-rata durasi 10-30 menit yaitu 55,6%. Hasil bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan p value >0,05 yaitu antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi berdasarkan BB/U, PB/U dan BB/PB., lama menyusui dan status gizi berdasarkan BB/U, PB/U dan BB/PB, dan frekuensi dengan status gizi berdasarkan BB/U dan PB/U, Namun ada hubungan yang signifikan dengan p value <0,05 yaitu anatara frekuensi menyusui dengan status gizi berdasarkan BB/PB. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara pemberian ASI eksklusif, lama menyusui dan frekuensi menyusui terhadap status gizi bayi. Namun berdasarkan penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna secara statistik terhadap frekuensi menyusui dengan status gizi bayi berdasarkan BB/PB.
LITERASI GIZI MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUSLIMAT YPWI KOTA JAMBI Lubis, Izmi Arisa Putri; Purba, Tuty Hertati; Lubis, Putri Rahmi Virani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.55461

Abstract

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang pesat sekaligus fase rentan terhadap masalah gizi, khususnya anemia pada remaja putri. Rendahnya literasi gizi dan kurangnya pemahaman dalam mengenai tanda serta gejala anemia menyebabkan upaya pencegahan anemia tidak optimal sehingga berpotensi menurunkan konsentrasi belajar dan prestasi akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi gizi dan kesadaran remaja putri dalam upaya pencegahan anemia melalui edukasi berbasis media visual.Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif dengan media poster dan diskusi kepada 32 siswi SMA Muslimat YPWI Kota Jambi. Materi edukasi mencakup pengertian anemia, tanda dan gejala, sumber makanan kaya zat besi, , serta strategi pencegahan melalui perbaikan pola makan dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah. Kegiatan dilaksanakan selama 60 menit dan diikuti sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta.Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dan keterlibatan aktif peserta dalam proses edukasi. Siswa mampu mengidentifikasi tanda dan gejala anemia serta memahami strategi pencegahannya. Edukasi berbasis media visual membantu penyampaian informasi gizi secara lebih sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan ini menegaskan pentingnya literasi gizi sebagai strategi promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan remaja secara berkelanjutan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN MATERNAL DIETARY DIVERSITY SCORE DURING PREGNANCY AND INFANT NUTRITIONAL OUTCOMES: A LITERATURE REVIEW Putri Lubis, Izmi Arisa; Basrowi, Ray Wagiu; Darus, Febriansyah; Muaris, Hindah
Journal of Indonesian Specialized Nutrition Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Indonesian Specialized Nutrition
Publisher : PT. Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/jisn.v4i1.71

Abstract

Background: Maternal nutrition during pregnancy is crucial for fetal development and long-term infant health. Dietary diversity is commonly used as an indicator of diet quality, reflecting the adequacy of macro-and micronutrient intake. This study aimed to examine the association between the Maternal Dietary Diversity Score (MDDS) during pregnancy and infant health outcomes.Methods:This study was a systematic literature review of 11articles. This article wassourced from scientific journal articles on Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed for original observational studies published between 2015 and 2025.Results:The majority of research was carried out utilizing cohort, cross-sectional, or case-control designs in developing nations in Asia and Africa. Research continuously shows that a more varied diet for mothers is linked to better birth outcomes, especially higher birth weight and a lower chance of low birth weight (LBW). Additionally, a number of studies found that babies born to mothers who varied their diets were less likely to have low birth weights. Conclusions:MDDS is crucial for preventing LBWand supporting the baby's long-term growth and immunity. The quality of food choices and focused nutrition education are equally as important as the quantity of food groups