Claim Missing Document
Check
Articles

The Quality of Authentic Assessment Design in Outcome-Based Education and Its Relationship with Course-Level CLO Attainment Rates Wisudaningsih, Endah Tri; Aziz, Abd; Rachman, Poppy
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2025.142.409-418

Abstract

Purpose – This study evaluates six dimensions of authentic- assessment design within Outcome-Based Education (OBE) and examines their association with the course-level percentage of students meeting the Course Learning Outcome threshold (CLO_pass_%). Design/methods/approach – A cross-sectional document audit covered 30 courses in one academic program over one semester. Two calibrated raters scored OBE Alignment, Authenticity & Context, Cognitive Demand, Fairness & Feasibility, Feedback & Transparency, and Rubric Quality on 0-2 indicators converted to 0-100 scores. Analyses used descriptive statistics, Cronbach's alpha, Cohen's kappa, Pearson correlations, and sample-relative importance-performance screening. Findings – Authenticity & Context (M = 80) and Cognitive Demand (M = 76) scored highest, while Feedback & Transparency (M = 65) and Rubric Quality (M = 66) were lower. CLO_pass_% correlated with Rubric Quality (r = 0.45, p = .013), OBE Alignment (r = 0.42, p = .021), and Fairness & Feasibility (r = 0.38, p = .038). The composite score correlated at r = 0.55 (p = .002). Rubric Quality and Fairness & Feasibility were the higher- association, lower-performance priorities. Research Implications – The single-program, cross-sectional design supports association rather than causation. Programs may use the findings to review alignment, rubrics, fairness, and feedback processes, but implementation choices and numerical targets require local evaluation.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN SYAMSUTH THOLIBIN PAKUNIRAN MAESAN BONDOWOSO Poppy Rachman
Edumanajerial : Journal of Educational Management Vol. 2 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/fgw0zc49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen pendidikan Islam di Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin Pakuniran Maesan Bondowoso. Jenis penelitian ini adalah Field Research atau penelitian lapangan, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep manajemen Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin  adalah dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan program pengembangan manajemen pendidikan di Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin Pakuniran Maesan Bondowoso berupa menetapkan visi, misi dan tujuan pesantren, merumuskan tujuan pengembangan dan menetapkan biaya dan kebijakan. Pengorganisasian Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin Pakuniran Maesan Bondowoso dipimpin oleh KH. Mahfudz Fuadi. Dalam hal Pelaksanaan program pengembangan manajemen pendidikan, Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin Pakuniran Maesan Bondowoso mengembangkan kurikulum pesantren dan kurikulum pemerintah, peningkatan kualitas guru, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kemitraan pesantren dengan masyarakat. Adapun dalam hal pengawasan sebagaimana diketahui bahwa kewenangan tertinggi Pondok Pesantren Syamsuth Tholibin  terletak pada pimpinan pondok pesantren yaitu KH. Mahfudz Fuadi. Beliau yang meneliti kinerja para majelis guru dan memastikan segalanya sesuai yang direncanakan.
TRANSFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM ERA DIGITAL Poppy Rachman
Edumanajerial : Journal of Educational Management Vol. 2 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/t5dkgm72

Abstract

Transformasi manajemen pendidikan Islam dalam era digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi informasi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknologi digital diintegrasikan ke dalam sistem manajemen pendidikan Islam, serta dampaknya terhadap efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Metode studi literatur digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai strategi transformasi yang telah diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital, seperti sistem informasi manajemen pendidikan, platform pembelajaran online, dan media sosial, telah meningkatkan efisiensi operasional, aksesibilitas pendidikan, dan interaksi antara pendidik dan peserta didik. Namun, adaptasi yang sukses memerlukan peningkatan kompetensi digital bagi manajer pendidikan dan pemahaman yang mendalam tentang etika Islam dalam penggunaan teknologi. Transformasi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan Islam yang holistik dalam era yang semakin terhubung secara digital.
Exploring the Learning Experiences of Students at Sekolah Indonesia Kuala Lumpur in Fingermathics Training: Cognitive and Kinesthetic Perspectives on Basic Arithmetic Operations Faridatul Nur Andini; Wahyu Lestari; Poppy Rachman; Eka Rahayu
Noumerico: Journal of Technology in Mathematics Education Vol. 4 No. 2 (2026): Noumerico, September 2026
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtme.v4i2.9787

Abstract

Numeracy is a fundamental skill in elementary mathematics learning; however, the learning process often remains oriented toward memorization and mechanical procedures. Fingermathics uses finger movements as a concrete representation to understand basic arithmetic operations. This study explores the learning experiences of students at Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) participating in Fingermathics training from cognitive and kinesthetic perspectives. This study employed a qualitative approach with a descriptive design. Participants included fourth-, fifth-, and sixth-grade students who participated in the Fingermathics training, as well as teachers serving as supporting informants. We collected data through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed them using Braun and Clarke’s six-stage thematic analysis. We established data trustworthiness through source triangulation, technique triangulation, member checking, and persistent observation. The findings identified three dimensions of students’ learning experiences: cognitive, kinesthetic, and overall learning experience. In the cognitive dimension, finger movements served as number representations that helped students understand concepts, follow arithmetic procedures, and reduce reliance on memorization. From the kinesthetic dimension, finger-movement activities were associated with students’ concentration, engagement, and self-confidence. Integrating cognitive and kinesthetic aspects fostered an active, concrete, and meaningful learning experience. These findings indicate that Fingermathics can serve as an alternative approach to basic arithmetic instruction centered on students’ learning experiences.