Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alexithymia pada mahasiswa berdasarkan usia dan jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini melibatkan 309 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di indonesia yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala alexithymia yang terdiri dari dimensi Kesulitan mengidentifikasi perasaan atau Difficulty Identifying Feelings (DIF), Kesulitan mendeskripsikan perasaan atau Difficulty Describing Feelings (DDF), dan berpikir berorientasi eksternal atau Externally-Oriented thingking (EOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki memiliki rata-rata skor alexithymia lebih tinggi dibandingkan mahasiswa perempuan. Selain itu, berdasarkan usia, kelompok mahasiswa berusia 21-24 tahun menunjukkan kecenderungan skor alexithymia yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 17-20 tahun. Temuan ini mengindikasikan adanya variasi tingkat alexithymia berdasarkan karakteristik demografis mahasiswa, sehingga layanan konseling di perguruan tinggi perlu diarahkan pada penguatan literasi emosional mahasiswa.