Claim Missing Document
Check
Articles

Deteksi Dispensing Error Pada Peresepan Sediaan Kapsul Racikan di Apotek Wilayah Kecamatan Samarinda Ulu Muhamad Etsya Putra; Mirhansyah Ardana; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.014 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.276

Abstract

Dispensing error adalah kegagalan dalam proses pengobatan berupa pembagian obat yang mengarah atau berpotensi membahayakan pasien dan menyebabkan kerugian pasien. Angka kejadian kesalahan dalam permintaan obat resep cukup tinggi, yaitu antara 0,03 hingga 16,9%. Dari beberapa kejadian medication error sebesar 3,66% adalah dispensing error. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kejadian medication error berupa dispensing error dalam bentuk keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan di 10 Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian observatif dengan pengambilan data dari resep obat pasien pada beberapa Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu periode Juli-September 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan persentase keseragaman bobot yaitu 30% memenuhi syarat dan 70% tidak memenuhi syarat.
Uji Aktivitas Tabir Surya Kombinasi Fraksi Etil Asetat Annona muricata Linn Folium, Artocarpus champeden Spreng Folium dan Plectranthus scutellaroides Folium Secara In Vitro Rachma Nadya Utami; Agung Rahmadani; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.784 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.278

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata Linn folium), daun cempedak (Artocarpus Champeden Spreng folium) dan daun miana (Plectranthus scutellaroides L folium) merupakan tanaman yang telah terbukti memiliki aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya kombinasi fraksi etil asetat daun sirsak, daun cempedak dan daun miana secara in vitro serta nilai SPF. Aktivitas tabir surya dan nilai SPF diuji menggunakan spektrofotometri. Aktivitas tabir surya pada 292,5-372,5 nm dan nilai SPF pada 290-320 nm. Hasil penelitian menunjukan perbedaan aktivitas tabir surya pada tanaman tunggal dan tanaman kombinasi yaitu pada tanaman kombinasi memiliki aktivitas tabir surya dan nilai SPF yang lebih tinggi dari pada tunggalnya. Pada tanaman kombinasi daun sirsak, daun cempedak dan daun miana mampu mencapai kategori aktivitas tabir surya tertinggi yaitu sebagai sunblock dan nilai SPF sebagai proteksi ultra.
Analisis Minimalisasi Biaya (Cost-Minimization Analysis) Pasien Gastritis Rawat Inap di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Muhammad Akbar; Mirhansyah Ardana; Hadi Kuncoro
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 7 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.146 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v7i1.285

Abstract

Biaya pelayanan kesehatan, khususnya biaya obat, telah meningkat beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah obat gastritis. Tingkat kejadian penyakit gastritis di Indonesia adalah 40, 8%, dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. Banyak masyarakat membutuhkan obat-obat yang lebih ekonomis dan efisien, sehingga dibuat suatu analisis yaitu analisis farmakoekonomi yang menggambarkan dan menganalisa biaya obat untuk sistem perawatan kesehatan. Salah satunya adalah CMA (Cost-Minimization Analysis) dimana metode ini digunakan untuk mengetahui atau membandingkan dua atau lebih terapi yang memiliki biaya paling minimal dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini terdapat 15 kasus pada periode 2017. Obat gastritis yang paling sering digunakan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie yaitu ranitidine dan pantoprazol dimana 5 kasus yang menggunakan terapi ranitidine dan 10 kasus yang menggunakan terapi pantoprazole. Hasil penelitian menunjukkan obat Ranitidin memiliki biaya paling minimal yaitu sebesar Rp.5.200.079,- dibandingkan dengan Pantoprazol sebesar Rp.14.256.345,-.
Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Miana (Coleus atropurpureus L. Benth) Husnul Khotimah; Risna Agustina; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.781 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.295

Abstract

Daun miana (Coleus atropurpureus L. Benth.) merupakan tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan alami.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap aktivitas antioksidan dan flavonoid totalekstrak daun Miana (Coleus atropurpureus L. Benth.) pada penyimpanan suhu sejuk. Dilakukan pengujian flavonoid total serta uji aktivitas antioksidanmenggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis, kemudian dihitung nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun miana yang disimpan pada suhu sejuk mengalami peningkatan aktivitas dan setelah dua minggu penyimpanan aktivitas antioksidan mulai mengalami penurunan,hal ini tidak sejalan dengan kadar flavonoid total yang mengalami penurunan pada hari ketiga setelah penyimpanan. Oleh karena itu diduga terdapat senyawa lain yang juga berperan memberikan aktivitas antioksidan seperti tanin yang positif terkandung dalam daun miana pada hasil pengujian metabolit sekunder dan tanin merupakan salah satu senyawa yang dapat mendukung aktivitas antioksidan dari ekstrak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas antioksidan daun miana mengalami peningkatan selama seminggu penyimpanan pada suhu sejuk dan mulai menurun setelah dua minggu penyimpanan.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Stabilitas Warna Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus Brriton and Rose) Eka Widiya Wati; Nur Mita; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.495 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.299

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap stabilitas sari buah naga.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder sari buah naga merah dan mengetahui stabilitas pigmen warna dari sari buah naga terhadap pengaruh suhu dan lama penyimpanan. Identifikasi metabolit sekunder sari buah naga dilakukan dengan menguji alkaloid, flavonoid, antosianin, steroid, tanin dan saponin, pengukuran suhu dan lama penyimpanan dilakukan dengan mengukur absorbansi sari buah naga merah dengan menggunakan spektrofotometer uv-vis pada panjang gelombang antosianin (534 nm) pada variasi suhu dingin (14°C) dan suhu ruang (30°C) pada durasi waktu hari ke-0, 1, 2, 4, 5,6, dan 7 hari. Hasil penelitian diperoleh sari buah naga mengandung alkaloid, flavonoid, antosianin, dan saponin, dan hasil pengukuran menunjukkan stabilitas warna sari buah naga merah lebih baik pada suhu dingin (14°C) dibandingkan dengan suhu ruang (30°C).
Pengaruh Penambahan Ekstrak Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) terhadap Sifat Alir Beberapa Jenis Bahan Pengisi Hana Luthfiani; Mirhansyah Ardana; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.509 KB)

Abstract

Sifat alir zat aktif maupun bahan tambahan sangat penting diketahui untuk pembuatan tablet yang baik, laju alir yang baik akan memudahkan serbuk mengalir pada mesin cetak dan mengisi ruang cetak sehingga bobot sediaan padat memiliki kerapatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat alir dari avicel PH 102, starch 1500 dan spray dry lactose yang ditambahkan ekstrak umbi bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) sebagai bahan aktif. Kemudian semua bahan pengisi tersebut dievaluasi sehingga dapat dibandingkan bahan pengisi yang paling kompatibel dengan ekstrak umbi bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa avicel PH 102 memiliki sifat alir terbaik sebesar 8,8237 (g/s) dengan sudut diam 22,2684o, bulk density 0,3986, tapped density 0,4932, kompressibilitas 19,1603 % dan kelembaban 6,58 %.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Sitrat dan Asam Tartrat terhadap Sifat Fisik Granul Effervescent dari Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) Nor Zuraidah; Welinda Dyah Ayu; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.398 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.302

Abstract

Daun nangka (Artocarpus heterophllus L.) mengandung senyawa kimia yang memiliki efek antioksidan. Berdasarkan efek farmakologi tersebut, sediaan yang dapat diformulasikan adalah granul. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asam sitrat dan asam tartrat terhadap sifat fisik granul effervescent meliputi organoleptik, laju alir, sudut diam, densitas, kompresibilitas, pH larutan, waktu dispersi dan kelembaban. Penyarian daun nangka dilakukan dengan maserasi, menggunakan etanol 96%. Granul effervescent dibuat menjadi 3 formula dengan variasi konsentrasi asam sitrat dan asam tartrat F1(1:2), F2(1:1), dan F3(2:1) menggunakan metode granulasi basah. Data uji sifat fisik granul dianlisis dengan pendekatan teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi asam sitrat dan asam tartrat berpengaruh terhadap sifat fisik granul effervescent dengan menghasilkan F1 yang paling memenuhi persyaratan dibandingkan F2 dan F3 yaitu pada nilai laju alir, sudut diam, pH larutan dan waktu dispersi.
Studi Penggunaan Analgesik dan Antibiotik pada Pasien Fraktur Novita Dwi Sulistiani; Mirhansyah Ardana; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.524 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.308

Abstract

Analgesik dan antibiotik merupakan terapi utama pada pasien fraktur. Berbagai macam jenis fraktur mendapatkan terapi analgesik dan antibiotik yang berbeda-beda. Oleh karena itu perlu diketahui pola penggunaan obat pada pasien fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis fraktur serta pola penggunaan analgesik dan antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik tahun 2017 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang di diagnosis fraktur femur terbesar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 22 orang (51,17%) dan fraktur radius terbesar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 17 orang (53,15%). Fraktur femur banyak terjadi pada usia remaja (15-24) sebanyak 17 orang (39,53%) dan fraktur radius banyak terjadi pada usia dewasa (25-44) sebanyak 11 orang (34,39%). Fraktur femur dan radius banyak terjadi pada jenis tertutup dengan persentasi 83,73% dan 84.37%. Hasil menunjukkan seftriakson adalah antibiotik yang paling banyak digunakan pada kedua fraktur, digunakan selama operasi dan juga pasca operasi dengan 100% dan 90,7% pada fraktur femur dan 100% dan 93,75% dalam fraktur radius. Hasil menunjukkan natrium metamizol adalah analgesik yang paling banyak digunakan pada kedua fraktur, digunakan selama operasi dan juga pasca operasi dengan 100% dan 86,05% pada fraktur femur dan 96,87% dan 93,75% dalam fraktur radius.
Cost Minimization Analysis (CMA) Antibiotika Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) Di RSUD Kota Samarinda Siti Sulaeha; Mirhansyah Ardana; Nurul Annisa
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.38 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.316

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu istilah yang menggambarkan adanya infeksi melibatkan saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Penggunaan antibiotika pada pasien yang berbeda dapat memberikan biaya yang berbeda beda juga, dimana dengan biaya yang telah dikeluarkan tersebut belum tentu menjamin efektivitas kesembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya yang dikeluarkan dan efektivitas penggunaan antibiotika ISK menggunakan analisis Farmakoekonomi dengan metode Cost Minimization Analysis (CMA). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dan dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien ISK di RSUD Kota Samarinda periode Januari 2017 - Juni 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa antibiotika pasien ISK yang paling banyak digunakan adalah seftriakson dan siprofloksasin, analisis menunjukkan bahwa biaya perawatan pasien dengan seftriakson sebesar Rp.3.600.138,- dan siprofloksasin sebesar Rp.3.635.140,-. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa biaya yang dikeluarkan cenderung sama, maka dibutuhkan evaluasi ekonomi lain untuk menilai ke efektivan antibiotika dengan metode Cost Effective Analysis (CEA).
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine americana L (Merr)) terhadap Aktivitas Antibakteri Yulita Seja; Mirhansyah Ardana; Fika Aryati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.267 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.317

Abstract

Bawang Dayak ( Eleutherine Americana ) merupakan tanaman khas Kalimantan yang berasal dari Amerika Tropik yang digunakan secara empiris sebagai antibakteri. Dan kemampuan tumbuhan sebagai antibakteri berhubungan dengan stabilitas tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen, pengaruh kondisi penyimpanan dan lama penyimpanan ekstrak terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode meliputi penentuan rendemen, uji skrining fitokimia, pengujian stabilitas serta uji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 0,08%, 1% dan 12% menggunakan metode sumuran. Pengujian stabilitas dilakukan pada suhu kulkas dan suhu kamar lalu dilakukan pengamatan dan pengujian kadar flavonoid total dan aktivitas antibakteri pada hari ke 0, 3, 7 . Hasil penelitian ini menghasilkan rendemen ekstrak bawang dayak sebesar 7,85%, dan aktivitas ekstrak antibakteri yang efektif pada konsentrasi 1%.