Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Building Information Modelling Untuk Guru SMK N 2 Payakumbuh Amiruddin, Mukhlis; Suardi, Enita; Lusyana, Lusyana; Yurisman, Yurisman; Hidayati, Rahmi
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/japepam.v2i1.16

Abstract

Kesalahan sering terjadi pada tahap perencanaan proyek dengan menggunakan metode konvensional, seperti perhitungan volume yang kurang akurat dan perhitungan yang memakan waktu lama. Kesalahan perhitungan selama tahap perencanaan sangat merugikan kontraktor. Untuk itu diperlukan suatu cara untuk membantu mengurangi permasalahan yang sering muncul jika menggunakan cara tradisional (perhitungan manual). Salah satu metode yang digunakan adalah Building Information Modelling (BIM). Pemodelan dengan BIM sejauh ini merupakan salah satu metode yang paling efektif. BIM membantu memodelkan bentuk bangunan yang akan dibangun, dimulai dengan bentuk 2D seperti fasad, penampang, dan denah, kemudian memodelkan dengan bentuk bangunan tiga dimensi (3D). Selain itu, BIM juga membantu dalam menyelesaikan masalah penjadwalan proyek dan masalah estimasi harga. Metode yang akan digunakan dalam acara ini adalah kunjungan langsung ke lokasi, konsultasi/pelatihan melalui demonstrasi dan latihan pemodelan menggunakan program BIM. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, adalah dapat mentransfer ilmu berupa memberikan pelatihan pada guru-guru SMK tentang Building Information Modelling yang selanjutnya akan menstransfer ilmu tersebut ke masyarakat dan murid-murid SMK.
Mamakiah: A Local Wisdom-Based Character Building Strategy for Multiculturalist Ulama in Minangkabau Azwar, Welhendri; Yurisman, Yurisman; Permatasari, Yuli Permatasari; Ulil Amri, Mufti Ulil Amri
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 10 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v10i2.8643

Abstract

This study explains the essence of mamakiah tradition, which is currently misunderstood by society, which simply sees mamakiah as begging for sadakah or alms and begging. This research was conducted on several surau that still carrie out the mamakiah tradition. This study uses qualitative approaches, such as conducting in-depth interviews with surau or madrasa leaders, as well as students studying at surau, including those who still embrace the mamakiah tradition and those who have abandoned it. Observations were also made on how the mamakiah process is carried out. This study found that mamakiah tradition was a religious expression in the past. However, in its development, this custom was used as a method for developing the mindsets (mental testing) of students learning in surau in order to become future ulama. At the same time, this tradition provided an opportunity for these students to implement their religious knowledge (kaji) into practice in Surau.
Analisis Penurunan Muka Air Akibat Pembangunan Floodway di Muara Sungai Batang Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan Syofyan, Elvi Roza; Umar, Zahrul; Yurisman, Yurisman; Utama , Nursahaya; Husadi, Anisa Endah
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2024.V1101.056-64

Abstract

Pesisir BaratPesisir Barat Provinsi Sumatera Barat memiliki panjang pantai ±540 km dan sungai yang mengalir ke pantai barat kurang lebih 63 sungai salah satunya Batang Air Haji di Kabupaten Pesisir Selatan. Selain airnya digunakan untuk pertanian, muara Batang Air Haji juga digunakan sebagai tempat bersandar perahu nelayan. Saat ini muara Batang Air Haji membelok ke selatan sejauh 3 km. Hal ini terjadi karena arah gelombang laut di lokasi ini dominan datang dari utara dan menyebabkan muara Batang Air Haji lebih panjang dengan kemiringan dasar sungai yang sangat landai. Hal ini menyebabkan kecepatan aliran air menjadi sangat lambat dan ketika terjadi debit sungai yang besar maka banjir terjadi di bagian hulu muara Batang Air Haji yaitu Kenagarian Air Haji. Kajian ini berisi tentang pengaruh pembangunan floodway yang dibangun tegak lurus pantai dengan memperpendek muara Batang Air Haji terhadap penurunan muka air banjir di Kenagarian Air Haji Kabupaten Pesisir Selatan. Data yang digunakan adalah data hujan harian maksimum tahunan, analisis frekuensi curah hujan dengan menggunakan Distribusi Probablitas Normal, Distribusi Probablitas Gumbel, Distribusi Probablitas Log Normal, Distribusi Probablitas Log Person Tipe III. Uji distribusi probablitas dilakukan dengan menggunakan metode chi kuadrat dan metode smirnov kolmogorof. Analisis debit banjir rencana dengan menggunakan metode rasional, metode hasper, metode HSS Nakayasu. Kemudian software HECRAS 5.0.3 digunakan sebagai pembuatan model hidrologi dalam bentuk model tiruan sungai Batang Air Haji. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa penurunan muka air di Muara Batang Air Haji akibat pembangunan floodway adalah setinggi  0,510 m. Propinsi Sumatera Barat memiliki panjang pantai ±540 km dan sungai yang mengalir ke pantai barat kurang lebih 63 sungai salah satunya Batang Air Haji di Kabupaten Pesisir Selatan. Selain airnya digunakan untuk pertanian, muara Batang Air Haji juga digunakan sebagai tempat bersandar perahu nelayan. Saat ini muara Batang Air Haji membelok ke selatan sejauh 3 km. Hal ini terjadi karena arah gelombang laut di lokasi ini dominan datang dari utara dan menyebabkan muara Batang Air Haji lebih panjang dengan kemiringan dasar sungai yang sangat landai. Hal ini menyebabkan kecepatan aliran air menjadi sangat lambat dan ketika terjadi debit sungai yang besar maka banjir terjadi di bagian hulu muara Batang Air Haji yaitu Kenagarian Air Haji. Kajian ini berisi tentang pengaruh pembangunan floodway yang dibangun tegak lurus pantai dengan memperpendek muara Batang Air Haji terhadap penurunan muka air banjir di Kenagarian Air Haji Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis dilakukan dengan menggunakan aplikasi pemodelan numerik HEC-RAS. Hasil dari penelitian ini mengetahui penurunan muka air di Muara Batang Air Haji akibat pembangunan floodway adalah setinggi  0,510 m.
Keberadaan Silek Pangean Batino di Nagari Tanjung Lolo Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Azizah, Srida Yena; Yurisman, Yurisman; Endrizal, Endrizal
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 3 No 1 (2023): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jikons.v3i1.119

Abstract

This research discusses the existence of silek Pangean Batato in Nagari Tanjung Lolo. This study uses qualitative methods with data collection techniques by observation, interviews and documentation. The theory used in this thesis is Jeun Paul Satre's Existentialism theory. The results of this study indicate that the existence of silek pangean Batino discusses the history of silek pangean Batino at the Malin Batuah Nagari Tanjung Lolo website, the differences between Silek Pangean Batino and Silek Pangean Jantan, organizational structure of Malin Batuah College/Laman, characteristics of silek Pangean College, and the moves that characterize typical of the Pangean silek college on the Malin Batuah site. The development of silek Pangean Batato in Nagari Tanjung Lolo includes the beginning of the existence of Silek Pangean in Nagari Tanjung Lolo, the development of Silek Pangean, the physical condition of the pages of Pangean Batato, and Silek Pangean Batato in several activities. In terms of the values contained in silek Pangean Batato are spiritual values, which are divided into truth values, religious values, moral/ethical values.
Faktor Yang Berpengaruh Pada Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi Berbasiskan Aplikasi Mobile Phone Rianda, Hasbi; Yurisman, Yurisman; Putra, Dodi Ichwana; Ekariani, Shelvi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15157

Abstract

Abstrak Indonesia terletak pada pertemuan lempeng tektonik aktif, jalur pegunungan aktif, sehingga menjadikan sebagian besar wilayahnya rawan terhadap bencana alam Gempa Bumi. Berdasarkan teori dan konsep manajemen bencana (disasters management) yang meliputi beberapa tahapan, yaitu: tahap tanggap darurat (response phase), tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, tahap preventif dan mitigasi, dan tahap kesiapsiagaan (preparedness); maka upaya perencanaan sistem peringatan dini gempa bumi harus dipersiapkan dengan efisien untuk dapat mengurangi risiko yang diakibatkan. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi berbasis Mobile phone, maka informasi dan komunikasi bukanlah suatu hal yang sulit terutama pada saat tanggap bencana. Variabel-variabel yang diukur berupa media alat peringatan, prosedur penyelamatan diri, mobilisasi sumber daya dan pengetahuan menghadapi bencana gempa bumi. Variabel-variabel tersebut didapat dari studi literatur, kemudian setelah itu didapatkan faktor-faktor yang menyusun sistem peringatan dini (early warning system) gempa bumi yang akan ditambahkan ke dalam aplikasi. Setelah itu, survey dilakukan kepada masyarakat untuk mengetahui pengaruh tambahan fitur EWS (early warning system) bencana gempa bumi. Dari hasil survey yang telah diperoleh dan perhitungan mengunakan aplikasi SPSS dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden sangat setuju. Dengan persentase rata-rata dari semua pertanyaan di atas 50% bahwa adanya penambahan fitur earthquake early warning system dapat membuat masyarakat yang menggunakan aplikasi lebih waspada terhadap bencana gempa bumi. Kata Kunci: Sistem Peringatan Dini, Gempa Bumi, Manajemen Bencana
Model Pemerintahan Adat pada Nagari di Sumatera Barat Azwar, Welhendri; Hasanuddin, Hasanuddin; Muliono, Muliono; Permatasari, Yuli; Amri, Mufti Ulil; Yurisman, Yurisman
Jurnal Bina Praja Vol 12 No 1 (2020)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.12.2020.33-42

Abstract

Law No. 6 of 2014 concerning Villages provides opportunities for indigenous communities to form indigenous village governments. Nagaris have an established government system, and yet it is getting blurry and dysfunctional institutionally as rules and regulations concerning village governments change. This study aims to explore and rediscover the nagari government models according to the Minangkabau customs. Data were collected with a mixed-method approach, including survey, observation, interview, and focus group discussion (FGD) methods. This study found that, first, there are two nagari government models in the Minangkabau customs, namely the aristocratic model and the democratic model. Second, the cultural identity of the Minangkabau society is reflected in the concept of banagari, as the traditional system and the government system as an autonomous and independent entity. Third, the nagari government system accommodates two systems that are running simultaneously, namely the state government system and the indigenous government system, in the context of banagari life by using a system that divides the government into three branches, namely an executive, a legislature, and a judiciary.
Makna Nyanyian Dalam Pengambilan Aia Niro di Nagari Supayang, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar Jannah, Putri Nur; Yurisman, Yurisman
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7950

Abstract

Penelitian yang berjudul “ Makna Nyanyian Pada Pengambilan AiaNiro di Nagari Supayang, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar” ini membahas makna sebuah nyanyian dalam proses pengambilan aia niro di Nagari Supayang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana prosesi dan makna yang disampaikan dalam nyanyian pada pelaksanaan pengambilan aia niro. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interpretatif simbolik dari Clifford Geertz. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif di mana peneliti melakukan observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan, yaitu : reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Proses penelitian ini menunjukkan bahwa pada proses pelaksanaan pengambilan aia niro membutuhkan keterampilan dan keahlian sehingga dalam pelaksanaan panen nantinya akan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan oleh para petani aren. Dalam prosesinya ada beberapa proses yang harus dilakukan seperti : membersihkan area sekitar pohon aren, pemasangan sigai pada pohon aren, memukul mayang aren, mengayun mayang aren, memotong mayang dan pengambilan air aren, yang tidak kalah pentingnya pada proses ini adalah petani akan menyanyikan beberapa bait lagu pada setiap proses yang yang dilakukan. Selanjutnya membahas makna yang ada pada nyanyian dalam pengambilan aia niro ini seperti : makna bagi petani aren, makna terhadap lingkungan, makna bagi masyarakat.
Makna Upacara Kematian di Nagari Sumpur Kudus Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat Anggraini, Wilya; Yurisman, Yurisman
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7962

Abstract

Skripsi ini berjudul “Makna Upacara Kematian di Nagari Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna upacara kematian yang dilaksanakan oleh masyarakat di Nagari sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan teori interpretative simbolik dari Clifford Geerzt untuk memahami makna simbolik dari tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi upacara kematian terdiri atas beberapa tahapan prosesi, yaitu pemberitahuan kematian, bahgak limau, memandikan, mengkafani, menyolatkan, penguburan dan pemasangan kain kafan di atas kuburan. Latar belakang munculnya pemasangan kain kafan di atas kuburan baru ini berkaitan dengan sejarah kedatangan Syekh Ibrahim ke Sumpur Kudus dalam penyebaran agama Islam. Tradisi ini memiliki makna sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah, ungkapan rasa cinta dan kasih sayang terhadap almarhum, serta mencerminkan nilai-nilai adat dan upaya pelestarian adat istiadat masyarakat setempat.
Kearifan Lokal Sawah Gadang Satampang Baniah pada Suku Dalimo Panjang di Dusun Kapalo Koto Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Hasnah, Miftahul; Yurisman, Yurisman
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7949

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Kearifan Lokal Sawah Gadang Satampang Baniah Pada Suku Dalimo Panjang di Dusun Kapalo Koto, Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosesi menanam padi pada Sawah Gadang Satampang Baniah sebagai kearifan lokal suku dalimo panjang dan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam prosesi menanam padi pada Sawah Gadang Satampang Baniah bagi kaum suku dalimo panjang di Dusun Kapalo Koto, Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Kearifan Lokal oleh Robert Sibarani (2012:177). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dan studi Pustaka. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah prosesi menanam padi pada Sawah Gadang Satampang Baniah yang melakukan beberapa proses yaitu, Musyawarah bersama pemimpin suku dalimo panjang, membersihkan tempat pasumaian baniah, mampanaik an baniah, mailian aia, mambajak sawah, mambucuik baniah, mandosoan padi tujuah rumpun, batanam padi, basiang padi, maambiak induak padi, manyabik padi, mairiak padi, manggerai padi, manganidiang padi, dan barangkuik padi. Hasil dalam penelitian kedua yaitu nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung didalam prosesi menanam padi pada Sawah Gadang Satampang Baniah pada suku dalimo panjang di Dusun Kapalo Koto, Nagari Pariangan yaitu nilai sosial, nilai religi, dan nilai ekologi.