Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Optimalisasi Layanan Program Posyandu Lansia di Gampoeng Juli Mee Teungoeh Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Abdul Razak; Nazaruddin Nazaruddin; Arinanda Arinanda; Aiyub Aiyub; Murniati Murniati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Posyandu Lansia di Gampoeng Juli Mee Teungoh, Kabupaten Bireuen, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan posyandu telah berjalan rutin setiap bulan melalui pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan, namun belum optimal karena partisipasi lansia masih rendah. Faktor penghambat meliputi ketidakpastian jadwal, kurangnya sosialisasi, keterbatasan sarana, serta kondisi kesehatan lansia, sedangkan faktor pendukung berupa kerja sama dengan puskesmas, dukungan perangkat gampong, dan komitmen kader. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan komunikasi, penjadwalan, dan fasilitas guna meningkatkan partisipasi lansia serta kualitas pelayanan secara berkelanjutan
Pemberdayaan UKM Industri Tahu dalam Meningkatkan Kapasitas Produksi: Pengabdian Ti Aisyah; Muhammad Hasyem; Muklir Muklir; Aiyub Aiyub; Syamsuddin Syamsuddin; Asrul Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6699

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan UKM industri tahu di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, dalam meningkatkan kapasitas produksi. Industri tahu memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, tenaga kerja, teknologi produksi, dan sarana pendukung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UKM industri tahu dilakukan melalui pembinaan oleh pemerintah gampong, pembimbingan tenaga kerja, upaya menjaga ketahanan dan keberlanjutan usaha, pemberdayaan kapasitas alat produksi, serta pengembangan jaringan pemasaran. Pembinaan yang diberikan meliputi bantuan modal usaha, pengawasan pengelolaan limbah, dan dukungan pemasaran produk. Meskipun demikian, peningkatan kapasitas produksi belum optimal karena jumlah tenaga kerja terbatas, penggunaan teknologi yang masih sederhana, dan minimnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akses permodalan, modernisasi peralatan produksi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan jaringan pemasaran untuk mendukung keberlanjutan dan daya saing industri tahu.
Penguatan Metode Pembelajaran untuk Integrasi Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Tsanawiyah Yusnaini Yusnaini; Nuriman Nuriman; Zulfikar Zulfikar; Fauzi Fauzi; Aiyub Aiyub
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penguatan metode pembelajaran di MTsN 2 Lhokseumawe melalui integrasi pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (Love-Based Curriculum). Sebagai madrasah tsanawiyah negeri, lembaga ini menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan kurikulum umum dan keagamaan di tengah keterbatasan waktu, sekaligus menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Partisipatory Action Research (PAR). Data telah dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala madrasah dan guru serta tiga orang siswa disamping juga digunakan tenik pengumpulan data yang melibatkan Fokus Group Discussion (FGD). Analisis dokumen perangkat pembelajaran juga digunakan dalam kegiatan penguatan pembelajaran kurikulum berbasis cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan model pembelajaran dilakukan melalui tiga strategi utama. Pertama, penerapan pendekatan Deep Learning yang menekankan pembelajaran bermakna mengenai kurikulum berbasis cinta. Kedua, internalisasi nilai-nilai Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah, Rasul, diri sendiri, sesama, dan lingkungan, yang diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Ketiga, penguatan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan berkelanjutan dan praktik peer teaching. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, inspiratif, serta mampu mengembangkan kecerdasan intelektual dan karakter peserta didik secara seimbang dan berkelanjutan.
Collaborative Governance in Heritage Preservation Kolaborasi dalam Pelestarian Warisan Budaya Nazaruddin Nazaruddin; Ahmad Yani; Muslem Muslem; Maryam Maryam; Aiyub Aiyub; Muryali Muryali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian situs sejarah menghadapi tantangan besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK) Malaysia, dan Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH) di Aceh Utara bertujuan memperkuat pelestarian warisan budaya Kerajaan Samudra Pasai melalui pendekatan collaborative governance. Metode yang digunakan meliputi koordinasi antarlebaga, gotong royong membersihkan makam Sultan Malikussaleh, konservasi artefak, serta pembacaan inskripsi nisan. Mahasiswa dari kedua universitas berperan aktif dalam kegiatan edukatif dan kultural, termasuk tinggal bersama keluarga angkat untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya. Hasilnya, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antarnegara, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya, serta memperkuat diplomasi budaya. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi, masyarakat, dan lembaga pelestarian dalam keberlanjutan pelestarian budaya, serta memberikan contoh konkret penerapan collaborative governance dalam pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.