Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Optimalisasi Layanan Program Posyandu Lansia di Gampoeng Juli Mee Teungoeh Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Abdul Razak; Nazaruddin Nazaruddin; Arinanda Arinanda; Aiyub Aiyub; Murniati Murniati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Posyandu Lansia di Gampoeng Juli Mee Teungoh, Kabupaten Bireuen, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan posyandu telah berjalan rutin setiap bulan melalui pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan, namun belum optimal karena partisipasi lansia masih rendah. Faktor penghambat meliputi ketidakpastian jadwal, kurangnya sosialisasi, keterbatasan sarana, serta kondisi kesehatan lansia, sedangkan faktor pendukung berupa kerja sama dengan puskesmas, dukungan perangkat gampong, dan komitmen kader. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan komunikasi, penjadwalan, dan fasilitas guna meningkatkan partisipasi lansia serta kualitas pelayanan secara berkelanjutan
Pemberdayaan UKM Industri Tahu dalam Meningkatkan Kapasitas Produksi: Pengabdian Ti Aisyah; Muhammad Hasyem; Muklir Muklir; Aiyub Aiyub; Syamsuddin Syamsuddin; Asrul Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6699

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan UKM industri tahu di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, dalam meningkatkan kapasitas produksi. Industri tahu memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, tenaga kerja, teknologi produksi, dan sarana pendukung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UKM industri tahu dilakukan melalui pembinaan oleh pemerintah gampong, pembimbingan tenaga kerja, upaya menjaga ketahanan dan keberlanjutan usaha, pemberdayaan kapasitas alat produksi, serta pengembangan jaringan pemasaran. Pembinaan yang diberikan meliputi bantuan modal usaha, pengawasan pengelolaan limbah, dan dukungan pemasaran produk. Meskipun demikian, peningkatan kapasitas produksi belum optimal karena jumlah tenaga kerja terbatas, penggunaan teknologi yang masih sederhana, dan minimnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akses permodalan, modernisasi peralatan produksi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan jaringan pemasaran untuk mendukung keberlanjutan dan daya saing industri tahu.
Penguatan Metode Pembelajaran untuk Integrasi Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Tsanawiyah Yusnaini Yusnaini; Nuriman Nuriman; Zulfikar Zulfikar; Fauzi Fauzi; Aiyub Aiyub
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penguatan metode pembelajaran di MTsN 2 Lhokseumawe melalui integrasi pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (Love-Based Curriculum). Sebagai madrasah tsanawiyah negeri, lembaga ini menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan kurikulum umum dan keagamaan di tengah keterbatasan waktu, sekaligus menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Partisipatory Action Research (PAR). Data telah dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala madrasah dan guru serta tiga orang siswa disamping juga digunakan tenik pengumpulan data yang melibatkan Fokus Group Discussion (FGD). Analisis dokumen perangkat pembelajaran juga digunakan dalam kegiatan penguatan pembelajaran kurikulum berbasis cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan model pembelajaran dilakukan melalui tiga strategi utama. Pertama, penerapan pendekatan Deep Learning yang menekankan pembelajaran bermakna mengenai kurikulum berbasis cinta. Kedua, internalisasi nilai-nilai Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah, Rasul, diri sendiri, sesama, dan lingkungan, yang diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Ketiga, penguatan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan berkelanjutan dan praktik peer teaching. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, inspiratif, serta mampu mengembangkan kecerdasan intelektual dan karakter peserta didik secara seimbang dan berkelanjutan.
Collaborative Governance in Heritage Preservation Kolaborasi dalam Pelestarian Warisan Budaya Nazaruddin Nazaruddin; Ahmad Yani; Muslem Muslem; Maryam Maryam; Aiyub Aiyub; Muryali Muryali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian situs sejarah menghadapi tantangan besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK) Malaysia, dan Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH) di Aceh Utara bertujuan memperkuat pelestarian warisan budaya Kerajaan Samudra Pasai melalui pendekatan collaborative governance. Metode yang digunakan meliputi koordinasi antarlebaga, gotong royong membersihkan makam Sultan Malikussaleh, konservasi artefak, serta pembacaan inskripsi nisan. Mahasiswa dari kedua universitas berperan aktif dalam kegiatan edukatif dan kultural, termasuk tinggal bersama keluarga angkat untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya. Hasilnya, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antarnegara, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya, serta memperkuat diplomasi budaya. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi, masyarakat, dan lembaga pelestarian dalam keberlanjutan pelestarian budaya, serta memberikan contoh konkret penerapan collaborative governance dalam pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.
Pengaruh Internship Experience, Soft Skills Danself-Efficacy Terhadap Kesiapan Kerjamahasiswa Manajemen Angkatan 2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malkussaleh Mauliza Rahmi; Ibrahim Qamarius; Aiyub Aiyub; Likdanawati Likdanawati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Internship Experience, Soft Skills, dan Self-Efficacy terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Manajemen Angkatan 2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya angka pengangguran terdidik di Indonesia, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi, yang menunjukkan adanya permasalahan terkait kesiapan kerja mahasiswa.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Manajemen angkatan 2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Internship Experience (X1), Soft Skills (X2), dan Self-Efficacy (X3), sedangkan variabel dependen adalah Kesiapan Kerja (Y).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, Internship Experience, Soft Skills, dan Self-Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Kerja mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pengalaman magang, soft Skill, dan keyakinan diri yang dimiliki oleh mahasiswa, maka semakin tinggi pula kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, serta pihak terkait lainnya dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja.
Kolaborasi Lintas Sektor Dalam Pelatihan Teknik Pemasaran dan Pemanfaatan Teknologi Digital Bagi UMKM di Kota Lhokseumawe Maryam; Aiyub; Muryali; Saharuddin; Ade Muana Husniati; Maisyura
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v4i1.11764

Abstract

Digital marketing training and the use of digital technologies have become essential in today’s business environment. Increasing competition requires MSMEs to adapt by improving digital literacy and skills, particularly among groups with limited prior knowledge. In this context, stakeholders play a strategic role in providing knowledge, facilities, and sustained support to enable MSMEs to leverage digital channels and expand market access. This article examines a digital marketing and digital technology utilization training program for MSME practitioners in Lhokseumawe City, covering training materials, implementation methods, benefits, impacts, participant feedback, and follow-up recommendations. The program aimed to strengthen basic digital competencies, especially digital marketing strategies and the use of digital media to promote processed food products, which are predominantly produced by women-led MSMEs. The training was implemented through cross-sector collaboration involving government, academia, and MSME communities. The results indicate a meaningful impact, reflected in increased participants’ understanding of digital marketing, stronger motivation to promote their businesses through digital media, and initial actions such as creating accounts on online platforms. These findings suggest that digital marketing and digital media training can serve as a driving force for strengthening MSME capacity. Therefore, similar programs should be continuously promoted to generate long-term benefits for the economic sustainability of MSMEs in Lhokseumawe City.
EMPOWERING THE MEUNASAH ALUE VILLAGE COMMUNITY IN FLOOD DISASTER MITIGATION THROUGH ENVIRONMENTAL EDUCATION AND ACTION IN MUARA DUA DISTRICT, LHOKSEUMAWE CITY." Adnan; Aiyub; Muhammad Roni; Munardi; Maisyura
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19442650

Abstract

Flooding is a natural disaster that frequently affects coastal areas in Aceh, including Meunasah Alue Village in Muara Dua District, Lhokseumawe City. This condition is caused by high rainfall, suboptimal drainage systems, and low public awareness of environmental cleanliness. This community service activity aims to increase community capacity and awareness in flood mitigation through participatory-based environmental education and action programs. The implementation method uses the Participatory Action Research (PAR) and Community-Based Disaster Risk Reduction (CBDRR) approaches that directly involve the community in the planning, implementation, and evaluation of activities. The program was implemented for three months through stages of flood mitigation education, environmental actions (cleaning ditches, planting vegetation, and creating biopores), and the formation of Village Flood Alert Groups (KSBD). The results of the activity showed a 38% increase in community understanding, a decrease in inundation points from 14 to 6 points, and increased active participation of residents in maintaining environmental cleanliness. In addition to the physical impact, this activity also strengthened collective awareness, social solidarity, and coordination between the community and the village government. Thus, community empowerment through environmental education and action has proven effective in building community resilience to flood risks at the local level and can be used as a model for replication in other areas with similar characteristics.
Pengaruh Motivasi Kerja, Fasilitas Kerja Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja Pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bireun Em Yusuf Iis; Rida Aulia; Aiyub Aiyub; Azhar Azhar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi kerja, fasilitas kerja, dan karakteristik individu terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja pegawai dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas organisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Populasi penelitian mencakup seluruh pegawai BAPPEDA Kabupaten Bireuen, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial motivasi kerja dan fasilitas kerja memiliki pengaruh positif, namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Sebaliknya, karakteristik individu terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada BAPPEDA Kabupaten Bireuen. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa karakteristik individu merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kinerja pegawai. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pegawai dapat dilakukan melalui penguatan karakteristik individu, seperti kemampuan, sikap, minat, dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan
EVALUATION OF THE INTEGRATED POPULATION COURT PROGRAM IN COLLABORATION WITH THE DISTRICT COURT (SEDU KOPI) AT THE POPULATION AND CIVIL REGISTRATION SERVICE IN BENER MERIAH Rizaldi Win Arif; Aiyub; Arinanda
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 1 (2025): DECEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v5i1.1587

Abstract

This study aims to evaluate the Integrated Population Court Collaboration with the District Court (SEDU KOPI) Program implemented by the Population and Civil Registration Office of Bener Meriah Regency. This program is a form of public service innovation that aims to facilitate the public in processing population documents that require court decisions, such as name changes, birth certificate corrections, child recognition, and adoption, without having to come directly to the courthouse. This study uses a qualitative method with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted using William N. Dunn's public policy evaluation theory, which emphasizes three main indicators, namely effectiveness, efficiency, and equity. The results of the study indicate that the SEDU KOPI program is quite effective in providing convenience to the public because it shortens service time and increases access to population legal services. However, its implementation has not been optimal due to several obstacles, such as a minimal implementation budget, lack of socialization to the public, a low number of incoming applications, and a limited number of assigned judges. This condition resulted in irregular program implementation and even stopped. Based on the evaluation results, it can be concluded that the SEDU KOPI program is a beneficial and relevant innovation in improving the quality of population administration services. However, to ensure the program's sustainability, adequate budget support, improved inter-agency coordination, and intensified community outreach are needed to optimally achieve the program's primary objectives.
POSYANDU PROGRAM FOR THE ELDERLY AT THE RANTAU DISTRICT PUBLIC HEALTH CENTER REGENCY ACEH TAMIANG Dwi Camelia; Nur Hafni; Bobby Rahman; Ti Aisyah; Aiyub
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 1 (2025): DECEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v5i1.1589

Abstract

This study is a descriptive qualitative research that examines the Implementation of the Elderly Health Service Program at the Rantau Subdistrict Community Health Center (Puskesmas), Aceh Tamiang Regency. The focus of this research is to analyze the program's mechanism, its implementation, and the obstacles faced in providing elderly health services. This study employs Grindle's theory of policy implementation, which emphasizes that the success of implementation is influenced by the content of the policy and the context of its implementation. The method used in this research is descriptive qualitative with data collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed by combining field findings with the theoretical framework. The results show that the elderly health program at the Rantau Subdistrict Puskesmas has been implemented through planning, organizing, implementation, and monitoring and evaluation, which are realized in activities such as the Elderly Clinic (Poli Lansia), Elderly Integrated Service Post (Posyandu Lansia), elderly gymnastics, health counseling, and home visits. The program implementation has followed the guidelines and increased elderly participation; however, it remains limited to basic health services. The main obstacles in implementation include a shortage of medical personnel, inadequate facilities and infrastructure, limited accessibility for elderly in remote areas, and suboptimal cross-sectoral coordination. Based on these findings, this research recommends strengthening the implementation mechanism through data-based planning, capacity building for health workers and elderly health cadres, provision of more complete health facilities and infrastructure, and the establishment of cross-sectoral coordination forums. Furthermore, the role of families and communities needs to be enhanced to support the sustainability of elderly health services.