Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Agroteksos

STUDI POPULASI DAN KARAKTERISTIK POHON TENGGER CELEPUK RINJANI (Otus jolandae) DI ZONA RIMBA RESORT SETILING TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI Doni Prasatya; Endah Wahyuningsih; Maiser Syaputra
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i1.720

Abstract

Celepuk rinjani (Otus jolandae) termasuk dalam salah satu spesies burung hantu terkecil di Indonesia. Sebagai satu-satunya burung endemik, populasi Celepuk Rinjani semakin hari kian menurun. Oleh karena itu, penelitian populasi dan karakteristik pohon tengger Celepuk Rinjani (Otus jolandae) di Zona Rimba Resort Setiling Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi penting untuk dilakukan, guna menambah data ekologi Celepuk Rinjani (Otus jolandae) yang berada di Taman Nasional Gunung Rinjani. Dalam penelitian ini pengukuran populasi Celepuk rinjani (Otus jolandae) menggunakan metode IPA (Indeks Point of Abundance) untuk mengetahui jumlah populasi Celepuk Rinjani (Otus jolandae) dan analisis vegetasi untuk mengetahui karakteristik habitat Celepuk Rinjani (Otus jolandae). Hasil penelitian berdasarkan pengamatan diketahui total populasi Celepuk di Zona Rimba Resort Setiling Taman Nasional Gunung Rinjani berjumlah 62 individu dengan kepadatan sebesar 7,34 individu/ha. Populasi Tertinggi terdapat pada jalur keempat sebanyak 18 individu Celepuk Rinjani (Otus jolandae). Pohon bertengger Celepuk Rinjani (Otus jolandae) diketahui berjumlah 13 jenis, diantaranya yaitu Deduren (Platea exelca), Tanjung gunung (Mimusops elengi), Garu (Dysoxylum sp) dan Bintangor bunut (Callophyllum soulattri burm). Ketinggian bertengger Celepuk rinjani berkisar pada ketinggian 4 -<20m. Diameter pohon bertengger berkisar antara 12cm – 64cm, ketinggan pohon tengger 9m - 25m dan luas tajuk berkisar antara 1,96m² - 13,34m². Suhu rata-rata habitat Celepuk Rinjani (Otus jolandae) berkisar antara 21,64°C – 25,19°C. Kelembaban rata-rata habitat Celepuk Rinjani (Otus jolandae) berkisar antara 74,9% - 93,45% dan Intensitas Cahaya berkisar antara 343,6 lux – 1703,4 lux
JENIS PAKAN DAN PERILAKU MAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI ZONA PEMANFAATAN PULAU SATONDA TAMAN NASIONAL MOYO SATONDA Chatami, Lalu Radinal Ihya; Syaputra, Maiser; Hadi, Islamul
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.973

Abstract

Satonda Island, which is located in Dompu Regency, West Nusa Tenggara Province, is a habitat for long-tailed monkeys. This research aims to determine the type of food and eating behavior of long-tailed monkeys in the utilization zone of Satonda Island. The method used in this research isFocal animal sampling with the alpha long-tailed monkey as the research object. The results of the research show that there are 8 types of food sources for long-tailed monkeys in the utilization zone of Satonda Island, Moyo Satonda National Park, consisting of figs (fig tree), sour (Tamarindus indica), offerings (Lannea coromandelica), ivory coconut (Cocoa nuts), cherries (Muntingia calabura), ketapang (Terminalia catappa), lantana (Lantana montevidensis), and hibiscus (China rose). Acid is the most consumed feed with a percentage of 22.67%. The most eaten part is fruit with a percentage of 42%. Meanwhile, the eating behavior of long-tailed monkeys that appears most often is chewing with a percentage of 30.7%, and swallowing behavior is the least common eating behavior with a percentage of 20.4% in observations of eating behavior Keywords: Types of food, long-tailed monkeys, feeding behavior, Satonda Island.
KARAKTERISTIK HABITAT BURUNG JUNAI EMAS (Caloenas nicobarica) DI ZONA PEMANFAATAN PULAU SATONDA TAMAN NASIONAL MOYO SATONDA Awaludin, Didin; Hadi, Islamul; Syahputra, Maiser
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1050

Abstract

Pulau Satonda yang terletak di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu habitat bagi burung Junai Emas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat burung Junai Emas dan menganalisis struktur vegetasi di habitat burung Junai Emas di zona pemanfaatan Pulau Satonda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Line Transek untuk pengamatan burung dan petak tunggal untuk analisis struktur vegetasi dengan parameter yang diamati meliputi tempat makan (feeding ground), pohon sarang, tempat bermain (playing ground) serta tempat berlindung (shelter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Feeding ground burung Junai Emas merupakan tempat yang relatif terbuka dimana disekelilingnya terdapat semak-semak serta beberapa pepohonan yang berbuah sebagai tempatnya untuk mencari makan. Burung Junai Emas bersarang pada pohon dengan ketinggian sekitar 8 m. Playing ground burung Junai Emas merupakan lantai hutan yang memiliki tutupan vegetasi cukup rapat dan tidak terdapat tumbuhan bawah. Shelter burung Junai Emas merupakan lantai hutan dengan tutupan vegetasi yang relatif rapat serta dipenuhi oleh semak-semak yang rimbun. Vegetasi yang memiliki peranan penting bagi burung Junai Emas adalah Ara (Ficus carica), Bidara (Ziziphus mauritiana), Kersen (Muntingia calabura), Tahi Ayam (Lantana camara) dan Turi (Sesbania grandiflora). Tingkat pertumbuhan vegetasi pada habitat burung Junai Emas (Cloenas nicobarica) tergolong kurang baik.
KARAKTERISTIK, STRUKTUR DAN KOMPOSISI SUMBER PAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca Fascicularis) DI SEPANJANG JALUR WISATA OI MARAI KECAMATAN TAMBORA KABUPATEN BIMA Rosidah, Umdatul; Syahputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1181

Abstract

Wisata Oi Marai terletak di desa kawinda To’i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat yang merupakan habitat bagi monyet ekor panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pakan monyet ekor panjang dan mengetahui struktur dan komposisi sumber pakan monyet ekor panjang di jalur wisata Oi Marai, Kecamatan Tambora. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Line transec untuk mendeteksi keberadaan monyet ekor panjang, ad libitum sampling untuk mengetahui karakteristik tumbuhan pakan dan petak tunggal untuk mengetahu struktur dan komposisi pakan, monyet ekor panjang sebagai objek dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 10 jenis sumber pakan monyet ekor panjang di lokasi penelitian yang terdiri dari Ara (Ficus racemose), Beringin (Ficus Benjamina), Kesemek (Diospyros maritima), Rino (Grewia eriocarpa), Mangga (Mangifera indica), Tembelekan (Lantana camara), Loka (Cyathostemma viridiflorum), Terisi (Albizia lebbeckoides), Kamala (Mallotus philipinensis), dan Rayutan tuba (Derris scandens). Ara menjadi pakan utama yang sering dikonsumsi oleh monyet ekor panjang dengan persentase 25%. Bagian yang paling banyak dimakan adalah buah dengan persentase 95%. INP tertinggi pada tumbuhan Ara yaitu 105,84%. Indeks keanekaragaman shannon-wiener yaitu 1,99.
STUDI KOHABITASI LUTUNG (Trachypithecus auratus) DENGAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN Wulandari, Ni Putu Ayu Siva; Syaputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1199

Abstract

Spangled Ebony Langur and Long-tailed Monkey are species of wild animals that have special characteristics, namely having mammary glands, reproducing by giving birth, their bodies covered with fur or hair, and breathing with their lungs. The IUCN has designated the Spangled Ebony Langur species as vulnerable and the Long-tailed Monkey as an endangered species. To prevent this shortage, important and urgent conservation efforts are needed to save these two species. These two primate species were detected using the same habitat in Kerandangan Nature Tourism Park so there is overlap (cohabitation) in this area. This research aims to analyze patterns of habitat use and space use in Spangled Ebony Langur and Long-tailed Monkey as well as analyzing cohabitation between Spangled Ebony Langur and Long-tailed Monkey in Kerandangan Nature Tourism Park. This research uses the roaming method for habitat use and minimum convex polygon for space use. The results of the research show that there is cohabitation between Spangled Ebony Langur and Long-tailed Monkey, the use pattern for food trees has an association value of 0.12, sleeping trees 0.07, and resting trees 0.08. With an overlap in home ranges in the first and second areas of 0.07 and 0.06, in territorial areas in the first and second areas of 0.08, and in core areas in the first and second areas of 0.1 and 0.09. Using vertical space, the results obtained were 0.22. It can be concluded that habitat use and space use as well as cohabitation between the two primates in Kerandangan Nature Tourism Park are low.
PERILAKU HARIAN, SOSIAL DAN HIERARKI ALPHA MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI SEPANJANG JALUR WISATA OI MARAI TAMAN NASIONAL TAMBORA Anisa, Fiska; Syahputra, Maiser; Webliana, Kornelia
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1185

Abstract

Monyet ekor panjang adalah salah satu jenis satwa liar yang dapat ditemukan di kawasan hutan sekunder, hutan mangrove, pesisir pantai dan hutan di pinggiran sungai dengan ketinggian kurang lebih 2.000 meter di atas permukaan laut. Salah Satu kawasan hutan di Indonesia yang menjadi habitat bagi monyet ekor panjang yaitu Taman Nasional Tambora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian, sosial dan hierarki monyet ekor panjang di kawasan wisata Oi Marai Taman Nasional Tambora. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitaif dan mengguunakan metode focal animal sampling. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku alpha monyet ekor panjang di sepanjang jalur wisata Oi Marai terdiri dari perilaku harian yaitu perilaku foreging 22%, perilaku istirahat 34%, perilaku bergerak 24%, perilaku investigatif 2%, perilaku autogrooming 3%, perilaku sosial alpha monyet ekor panjang terdiri dari allogrooming sebesar 1% dan interaksi 0% dan perilaku hierarki alpha monyet ekor panjang terdiri dari agonistik 5%, perilaku seksual 5% dan perilaku calling 4%. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan upaya pelestarian dan konservasi monyet ekor panjang di wilayah Taman Nasional Tambora dan menambah literasi data terkait monyet ekor panjang.
KEANEKARAGAMAN DAN SEBARAN JENIS ULAR PADA BERBAGAI TIPE HABITAT DI BLOK PEMANFAATAN TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN Irham, Muhammad; Syaputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah; Permatasari, Diah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1305

Abstract

Taman Wisata Alam Kerandangan diketahui menjadi habitat yang potensial bagi berbagai jenis ular. Melihat tingginya dinamika perubahan habitat ular yang menjadi saat ini sehingga penelitian ini menarik untuk dilakukan pada empat perwakilan tipe habitat di blok pemanfaatan yaitu hutan sekunder, riparian, ekoton, dan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, kesamaan, dominansi dan pola sebaran jenis ular. Metode yang dilakukan untuk pengumpulan data yaitu visual Ecounter Survey (VES). Pengamatan ular dilakukan pada pagi dan malam hari di Taman Wisata Alam kerandangan. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 15 jenis ular yang tergolong dalam 7 family. Tingkat keanekaragaman tertinggi ada pada habitat hutan sekunder dan dinilai 1.73. Tingkat kemerataan tertinggi ada pada habitat pekarangan dengan nilai 1. Tingkat kesamaan jenis antara 2 tipe habitat berbeda yang tertinggi ada pada habitat riparian dengan pekarangan. Tingkat dominansi jenis pada masing-masing tipe habitat yaitu, di hutan sekunder jenis yang dominan yaitu trimeresurus insularis, di riparian jenis yang mendominan yaitu trimeresurus insularis, dendrelaphis pictus dan malayophyton reticulatus, di ekoton jenis yang dominan yaitu trimeresurus insularis, psammodynastes purverulantus dan naja sputatrix, di pekarangan jenis yang dominan yaitu trimeresurus insularis, gonyosoma oxycephalum, malayophyton reticulatus, dan cylindrophis ruffus. Pola sebaran ular yang didapatkan dari hasil perhitungan dengan indeks morisita adalah berkelompok (clumped).
Co-Authors ABDUL MUIN Abdul Muta Alli Anwar Adawi, Turmiya Fathal Agung Purnama Sakti Ahmad Jaelani Ahman Alfan Ansori Ainurrofiq Akram, Muhammad Zaki Ali Algifari Rozak Firdaus Amanda Dini Hidayah Andi Chairil Ichsan Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andriyani, Anis Octa Andy C Ichsan Andy C. Ichsan Anisa, Fiska Apriandi Ardian, Bahtiar Agung Asfiyantin, Saral Tri Awaludin, Didin B, Kornelia Webliana Baiq Mega Kurnia Berliana, Aprilia Ika Cahyani, Dina Fathia chairil ichsan, andi Chatami, Lalu Radinal Ihya Dano Syahputra Dea Aswani Delvi Eka Rahayu Diah Permata Sari Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Diah Permatasari Diah Permatasari, Diah Dian Safitri Dita Anggraini Dodi Julianto Doni Prasatya Dr Markum Dudi Septiadi Dwi Ayu Sunarti Dwi Sukma Rini Elwis, Khalid Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Fariq Azhar Fauzan Fahrussiam Fauzan, Ahmad Febrilianto Kusuma Pratama Ferdian Arya Kusuma Feri Bagus Wardani GB Daril Rama Aditia Gefire, Baiq Dean Gina Sonia Hairil Anwar Hasan, Andika Hidayati, Maulia Husnul Khadijah I Gede Gandi Arya Utama I Putu Angga Teja Maya I Putu Eka Indrawan Ihsan Itqanul Amal Imro’atul Hapizah indra wahyu Indrityatno, Indrityatno Indriyatno Indriyatno, Indriyatno Irwan Mahakam Lesmono Aji ISLAMUL HADI Januardi Januardi, Januardi Jurnal Pepadu Karima Paspania Khairunnisa, Nadira Khaliani Rahmatin Khofifa Ratomeci Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B. Kurniawan, Wa'il Lalu Anugrah Wira Anggardikzza Lazuardi Firdaus Lestari, Andi Tri Lina Farida M Rifky Tirta Mudhofir M. Fahed Ramadhan M. Nizar Hamdani Mahmud Mahmud Mahmudin, Ais Muharam Catur Mariun Markum Markum Marwati Maryam Shabrina Mei Nuri Chantika Mei Sukmawati Mizaji Tasnimia Mochammad Restu Julian Muammar Kadafi Muhajirin Muhajirin Muhamad Husni Idris Muhamad Rifky Tirta Mudhofir Muhammad Irham Muhammad Jaelani Muhammad Vandika Trihartawan Nelly Rosanty Safny Ni Luh Putu Yesy Anggreni Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nila Sari Nita Apriliana Nur Latifa Aini Nurdiansyah, Rizal Nurul Afriani Dewi Pahrur Rozi Pande Komang Suparyan Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana Pranata, Dendy Ade Prasetyo, Dhimas Mardyanto Puspitasari, Fini Laelani Putri, A’anggina Pebrianti Putri, Regina Natasnya Putri, Regina Natasya Qashmal Dwi Harianto RAHAYU, WIDYA Rahman, Dedy Raiymond Haris Ramadhan, Nuzul Rizki Rian Wahyuni Rifany Ad’ha Handayani Rima Vera Ningsih Rizky Nurvaningsih Rosidah, Umdatul Rusdianto Salsa Dwi Cahyani Sapitri, Baiq Anita Sarah Lehani Mitchell Seftira, Lora Agista Setiawan, Budhy Shabrina, Hasyyati Shela Hadri Dhuha Sofia Mutmainnah Sonia Wulandari Srimulyaningsih, Reni Sukartono Sulthanulmufti Suraya, Intang Syafaatullah, Lalu Muhammad Syauqi, Shofiyurrahman Tri Lestari Tuti Asmawati Uswatul Ulya Wafiq Laelatul Kodrianingsih Wayan Prabudi Sathya Hindu Sambawa Webliana, Kornelia Wihelmus Jemarut Windi Aulia Apriani Witari Elya Utami Wulandari, Febriana Tri Wulandari, Ni Putu Ayu Siva Yuni Fatmala