Claim Missing Document
Check
Articles

Konformitas Teman Sebaya pada Siswa yang Membolos dan Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Melynia, Adhilla; Zikra, Zikra
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0713cons

Abstract

Membolos adalah siswa yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan, salah satu yang penyebabnya adalah pengaruh teman sebaya atau konformitas teman sebaya. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan konformitas teman sebaya pada siswa yang membolos sekolah dilihat dari aspek pengaruh informasi dan normatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 41 siswa. Instrumen yang digunakan adalah instrumen konformitas teman sebaya dengan model Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konformitas teman sebaya pada siswa yang membolos dilihat dari aspek pengaruh informasi berada pada kategori sesuai dengan persentase 54%. 2) Konformitas teman sebaya pada siswa yang membolos dilihat dari aspek pengaruh normatif berada pada kategori sesuai dengan persentase sebesar 32%. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling berupa layanan informasi, layanan konseling perorangan dan layanan bimbingan kelompok.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PESERTA DIDIK DI SMA Nopriyani, Desy; Zikra, Zikra
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0719cons

Abstract

Tugas perkembangan peserta didik salah satunya memilih dan merencanakan karir. Konsep diri dapat mempengaruhi peserta didik mencapai kematangan karir. Tujuan penelitian untuk menggambarkan dan menguji hubungan konsep diri dengan kematangan karir dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif korelasional. Adapun sampelnya sebanyak 279 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel propotional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket konsep diri  dengan 22 item dari aspek persepsi diri, aspek penghargaan diri, dan aspek kepercayaan diri dan angket kematangan karir dengan 34 item dari aspek perencaan karir, aspek eksplorasi karir, aspek informasi mengenai dunia pekerjaan dan aspek pengambilan keputusan dengan model skala likert. Hubungan kedua variabel menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menemukan: 1) konsep diri siswa pada kategori rendah dengan persentase 55,56%, 2) kematangan karir pada kategori rendah dengan persentase 57,35%, 3) terdapat hubungan positif dan signifikan konsep diri dengan kematangan karir peserta didik dengan rxy? 0,765 dan taraf signifikansi sebesar 0,000.
Hubungan Empati Dengan Perilaku Cyberbulyying di MAN Kota Pariaman Putri, Marfa Adila; Zikra, Zikra
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0855cons

Abstract

Cyberbullying merupakan tindakan membully di media sosial yang ditujukan untuk mengucilkan seseorang. Faktor penyebabnya adalah empati pada seseorang, tujuan Penelitian untuk menganalisis dan mengevaluasi adanya hubungan antara empati dengan perilaku cyberbullying di MAN kota Pariaman, dilihat dari variabel empati terdiri komponen afektif dan komponen kognitif. Instrument cyberbullying dengan aspek flaming, harassment, denigrasion, Impersonation, Outing and trickery, exlusion dan cyberstalking. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan korelasional, teknik pengambilan sampel menggunakan stratifet random sampling berjumlah 183 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa koesioner dengan model Skala Likert. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa empati berada pada kategori rendah presentase 40,98%, perilaku cyberbullying berada pada kategori sedang, presentase 67,21%. Sehinga terdapat hubungan yang signifikan antara empati dengan perilaku cyberbullying pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan guru BK dapat memberikan layanan sesuai kebutuhan siswa salah satunya layanan informasi dengan materi upaya mencegah perilaku cyberbullying pada siswa.
Relationship Between Self Esteem and Cheating Behavior of Junior High School Student Almatin, Fauziah; Zikra, Zikra
Current Issues in Counseling Vol 3, No 2 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0643cic

Abstract

The background of this research is because there are still many cheating behaviors carried out by students at school. Both when completing assignments given by the teacher and during exams. One of the factors that cause cheating behavior is self-esteem. The objectives of this study are: (1) to analyze students' self-esteem; (2) to analyze students cheating behavior; (3) to examine the relationship between self-esteem and students' cheating behavior. This research uses a quantitative method with descriptive and correlational research types. The sample in this study was SMPN 35 Padang students for the 2022/2023 school year, a total of 158 students who were selected using s purposive sampling technique. The instrument used in this study is the instrument of self-esteem and cheating behavior using the Skala model Likert. The data analysis technique used was descriptive analysis and person product moment correlation analysis with the help of SPSS version 20.0 for windows. The research findings show that: (1) student self-esteem is generally in the moderate category with a percentage of 85,44 %, which means that many of the students in the sample have moderate self-esteem; (2) based on the results of the study explained that students cheating behavior were generally in the moderate category with a percentage of 34,18%, which means that some studens still practice cheating behavior; (3) there is a significant relationship between self-esteem and students cheating behavior with a correlation coefficient of -.456 at a significance level of 0.000. This means that the lower the self-esteem, the higher the student’s cheating behavior or vice versa. Based on the research results obtained, it is hoped that counseling teachers can play an active role in preventing and overcoming cheating behavior and helping students increase their self-esteem by providing assistance in the form of services related to self-esteem and cheating behavior. The services provided are information services, content mastery services, individual counseling, and group guidance regarding self-esteem and cheating behavior. 
Hubungan Kelekatan Orangtua dan Anak dengan Disiplin Siswa Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Afrianti, Lina; Zikra, Zikra; Daharnis, Daharnis; Nurfarhanah, Nurfarhanah
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01126cic

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya siswa di SMA Negeri Junjung Sirih yang tidak disiplin dalam mematuhi aturan yang ada di sekolah. Salah satu faktor yang menyebabkan disiplin siswa rendah adalah kelekatan orangtua. Adapun tujuan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Mendeskripsikan kelekatan orangtua dan anak pada siswa di SMA Negeri 1 Junjung Sirih; (2) Mendeskripsikan disiplin siswa di SMA Negeri 1 Junjung Sirih; (3) Menguji hubungan kelekatan orangtua dengan disiplin siswa di SMA Negeri 1 Junjung Sirih. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Junjung Sirih yang terdaftar dalam tahun ajaran 2022/2023, yang secara keseluruhan berjumlah 126 siswa, teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen kelekatan orangtua dan instrumen disiplin siswa dengan skala model likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS versi 20. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa: (1) Kelekatan orangtua pada umumnya berada pada kategori tinggi; (2) Disiplin yang dimiliki siswa pada umumnya berada pada kategori tinggi; (3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kelekatan orangtua dengan disiplin siswa di SMA N 1 Junjung Sirih.
Hubungan antara Harga Diri dengan Kepercayaan Diri Siswa SMP yang Dibesarkan Orangtua Tunggal Oktavia, Siti; Zikra, Zikra; Nurfarhanah, Nurfarhanah; Sukma, Dina
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01109cic

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya siswa yang dibesarkan orangtua tunggal memiliki kepercayaan diri yang rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri adalah harga diri. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) mendeskripsikan harga diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal; (2) mendeskripsikan kepercayaan diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal; (3) menguji hubungan harga diri dengan kepercayaan diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang siswa SMPN 1 Lembah Gumanti yang dibesarkan orangtua tunggal, teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik total sampling. Temuan dalam penelitian ini  adalah: (1) harga diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal pada umumnya berada pada kategori sedang; (2) kepercayaan diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal pada umumnya berada pada kategori sedang; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara harga diri dengan kepercayaan diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal.
Kecenderungan Perilaku Agresif Siswa Ditinjau dari Jenis Kelamin Azizah, Nurul; zikra, zikra
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0994cic

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh individu yang memiliki perilaku agresif yang berbeda-beda, begitu juga dengan perilaku agresif laki-laki dan perempuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresif adalah jenis kelamin, dimana diketahui bahwa laki-laki dan perempuan berbeda secara psikologisnya, sehingga hal ini akan berdampak kepada pengungkapan perilaku yang baik pada laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku agresif siswa yang terkait dengan jenis perilaku agresif siswa, faktor penyebab perilaku agresif siswa dan upaya yang dilakukan guru BK/Konselor untuk mengatasi perilaku agresif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif yang menggambarkan perbedaan perilaku agresif siswa laki-laki dan siswa perempuan. Populasi penelitian ini berjumlah 809 orang, dengan total sampel 104 orang, penarikan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert perilaku agresif yang diolah dengan menggunakan teknik persentase.Untuk menggambarkan perbedaan perilaku agresif siswa laki-laki dan perempuan digunakan teknik t-test.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perilaku agresif siswa laki-laki dan perempuan berada pada kategori rendah, (2) terdapat perbedaan perilaku agresif siswa laki-laki dan perempuan dengan taraf signifikan 0,029, besaran t-hitung sebesar 2,388 dengan derajat kebebasan (db) sebesar 102 dan nilai t-tabel dengan taraf signifikan 0,05 adalah 1,983 dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku agresif siswa laki-laki dan siswa perempuan yang berarti Ha diterima.
The reproductive health understanding: an analysis for the prevention of children sexual harassment Sukmawati, Indah; Engku Kamarudin, Engku Mardiah; Afdal, Afdal; Fikri, Miftahul; Zikra, Zikra; Iswari, Mega; Hariko, Rezki
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 1: March 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i1.23190

Abstract

Understanding reproductive health is an important issue for students with special needs as their specificity does not prevent the acquisition and comprehension including efforts to prevent sexual harassment. Descriptive cross-sectional design was used. The samples selected were 86 students in Indonesia which were 29 males and 57 females, consisting of 36% deaf (n=31), 50% mentally retarded (n=43), and 13.9% autistic (n=12). Data were collected with a questionnaire of 34 items which measured the understanding of reproductive processes, functions, and systems, as well as sexually transmitted diseases, attitudes about reproductive health, media and social influence on sexual activity and ability to communicate. The data were analyzed descriptively and different multivariate tests were carried out based on the type of student's impairment. Consequently, their understanding of reproductive health was discovered to be low, especially in terms of sexually transmitted diseases (STDs), attitudes, and communication skills. The results also showed that there was no significant difference in the understanding of reproductive health in students with special needs concerning the type of disability suffered. These can be used by teachers, counselors, and the subjects plus their parents as initial information on developing an understanding of reproductive health in the future.
Hubungan Self Regulated Leraning dengan Perilaku Menyontek Siswa Pada Saat Ujian Santika, Maria; Zikra, Zikra
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol 3, No 2 (2022): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0800cons

Abstract

Dewasa ini perilaku menyontek banyak terjadi dikalangan siswa baik dari jenjang SD sampai dengan perguruan tinggi. Menyontek terjadi karena siswa cenderung malas berpikir kompleks dan tidak tahu cara menggunakan strategi belajar efektif meliputi strategi self regulated learning. Self regulated learning diindikasikan dengan kemampuan seseorang untuk  mengontrol dan mengawasi diri sendiri, mampu membuat jadwal belajar sendiri sehingga siswa memiliki manajemen belajar yang baik, dimana hal-hal tersebut diharapkan dapat mengurangi keinginan siswa untuk menyontek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self regulated learning dan gambaran perilaku menyontek siswa saat ujian serta menguji hubungan antara self regulated learning siswa dengan perilaku menyontek siswa pada saat ujian di SMP Negeri 36 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 106 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023 dengan sampel penelitian sebanyak 84 siswa yang dipilih dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket self regulated learning dan angket perilaku menyontek dengan Skala model Likert. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis korelasional Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat self regulated learning siswa SMP Negeri 36 Kerinci  berada pada kategori sedang yaitu 72,6%, (2) tingkat perilaku menyontek siswa pada saat ujian SMP Negeri 36 Kerinci berada pada kategori rendah yaitu 54,8%, (3) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara self regulated learning dengan perilaku menyontek siswa pada saat ujian di SMP Negeri 36 Kerinci dengan besar korelasi -0,350 dan nilai signifikansi 0,001.
Hubungan antara harga diri dengan perilaku asertif siswa sekolah menegah atas Syafitri, Tasya Indah; Zikra, Zikra
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001031chr2024

Abstract

Setiap siswa mempunyai hak untuk mengungkapkan perasaan, ide, pendapat dan kemampuan yang dimilikinya. Kemampuan mengungkapkan perasaan, kemampuan mengungkapkan keyakinan dan pemikiran secara terbuka, dan kemampuan mempertahankan hak pribadi disebut perilaku asertif. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku asertif yaitu harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan harga diri siswa SMA, mendeskripsikan perilaku asertif siswa SMA, dan menguji apakah terdapat hubungan antara harga diri dengan perilaku asertif siswa SMA. Metode penelitian kuantitatif dan pendekatan deskriptif korelasional dengan populasi 1195 siswa dan sampel 300 siswa. Teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket harga diri dan angket perilaku asertif dengan model skala likert. Angket harga diri yaitu aspek keyakinan pribadi dan aspek rasa harga diri dengan 31 item valid dan reliabilitas 0,887. Kemudian angket perilaku asertif yaitu aspek kemampuan mengungkapkan perasaan, aspek kemampuan mengungkapkan keyakinan dan pemikiran secara terbuka dan kemampuan mempertahankan hak pribadi dengan 35 item valid dan reliabilitas 0,849. Analisis data menggunakan rumus Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tingkat harga diri siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 106,03 dengan persentase 68,41%, (2) tingkat perilaku asertif siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 120,76 dengan persentase 69,01%, dan (3) terdapat hubungan yang positif signifikan antara harga diri dengan perilaku asertif siswa di SMA Negeri 2 Painan dengan koefisien korelasi 0,415 dengan signifikansi 0,000 pada tingkat hubungan yang sedang. Implikasi hasil penelitian terhadap BK yaitu dengan memberikan layanan informasi, layanan penguasaan konten, layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok.