Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Aliran Supply Chain Management pada Project Manufacture 12 Sets Off Screen Spray Bar di PT XYZ Zulaikhah, Siti; Waluyo, Minto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam supply chain management, terdapat tiga aliran utama yaitu aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi tiga aliran utama supply chain management pada project manufacture 12 sets off screen spray bar. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode kualitatif. Data yang didapatkan adalah data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui studi pustaka artikel. Hasil yang diperoleh adalah aliran produk mengalir dari vendor menuju perusahaan kemudian ke transportasi terakhir ke client. Aliran keuangan mengalir dari client menuju transportasi dan perusahaan yang kemudian oleh perusahaan dialirkan ke vendor. Aliran informasi saling mengalir pada setiap mata rantai sehingga aliran informasi berjalan secara dua arah. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan memastikan bahwa setiap proses yang dilaksanakan sebagai bagian dari proyek ini berjalan secara baik dan tepat.
Interpertasi Fungsi Pendidikan Informal sebagai Dasar Penyelenggaraan Pembelajaran PAUD Tanto, Octavian Dwi; Saputri, Senny Weyara Dienda; Hapsari, Sinta Maulida; Tittandi, Nindya Alifia; Zulaikhah, Siti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.855

Abstract

Berbagai fakta faktual mengenai rendahnya keterlibatan orang tua Indonesia pada lembaga pendidikan anak usia dini mencerminkan belum optimalnya pelaksanaan fungsi pendidikan di lingkungan informal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi keterlibatan orang tua dalam lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini dalam berbagai perspektif yang menjadi landasan pemikiran. Metode penelitian Systematic Literature Review (SLR) ini digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengintepretasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan fungsi pendidikan informal dalam penyelenggaraan PAUD. Data-data penelitian diambil dari mesin pencari Google Schoolar dan Science Direct dan dianalisis dengan menggunakan teknik ekstrasi data yang mensistesis hasil interpertasi setiap artikel yang masuk dalam kategori kriteria inklusi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan fungsi pendidikan dalam keluarga mempunyai makna mendasar dalam proses pembelajaran anak di lembaga pendidikan anak usia dini. Temuan analisis multiperspektif ini menunjukkan bahwa orang tua mempunyai peran pedagogi, guru di sekolah transisi, penunjang prestasi akademik, pelengkap Tri Pusat Pendidikan bidang pendidikan informal.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-IKHLAS FAJAR BULAN LAMPUNG BARAT ALICIA, SYIFA; SUSANTI, AGUS; ZULAIKHAH, SITI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i3.3275

Abstract

This study aims to determine the planning, implementation and evaluation of the independent curriculum in the subject of fiqh at Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Fajar Bulan West Lampung. The method used in this study is descriptive qualitative which is used to collect narrative data from primary and secondary sources. The study shows that the planning of the Independent Curriculum in the subject of fiqh reflects the high commitment of the school in providing adaptive and relevant education. Teachers at this school are proactive in adjusting learning methods to student characteristics and subject matter. The role of the deputy head of curriculum is very important in overseeing the implementation of the curriculum. Despite challenges in teacher understanding and limited facilities, Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Fajar Bulan West Lampung has taken concrete steps such as teacher training and improving facilities. Through the active involvement of teachers and students, as well as the school's strong commitment to integrating the principles of the Independent Curriculum, this school has succeeded in creating a responsive and innovative learning environment. The implementation of the Independent Curriculum in the subject of fiqh is carried out by adjusting learning to student characteristics and subject matter, and emphasizing independent learning and student collaboration. This is done to create education that is relevant and adaptive to the needs of students in an era that is constantly changing. Evaluation of the implementation of the Independent Curriculum in the subject of fiqh at Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Fajar Bulan Lampung Barat uses a holistic approach that includes cognitive aspects, skills, character, and student satisfaction. This evaluation is carried out through diagnostic, formative, and summative assessments to monitor student understanding and development. In addition, the evaluation also includes measuring practical skills and assessing student character in accordance with the principles of the Independent Curriculum. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikukulum merdeka pada mata pelajaran fikih di Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Fajar Bulan Lampung Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mengumpulkan data yang bersifat naratif dari sumber primer dan sekunder. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran fikih mencerminkan komitmen yang tinggi dari sekolah dalam menyediakan pendidikan yang adaptif dan relevan. Guru-guru di sekolah ini proaktif dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran. Peran wakil kepala kurikulum sangat penting dalam mengawasi implementasi kurikulum. Meskipun terdapat tantangan dalam pemahaman guru dan keterbatasan fasilitas, Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Fajar Bulan Lampung Barat telah mengambil langkah-langkah konkret seperti pelatihan guru dan peningkatan fasilitas. Melalui keterlibatan aktif guru dan siswa, serta komitmen sekolah yang kuat dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, sekolah ini berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang responsif dan inovatif. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran fikih dilakukan dengan menyesuaikan pembelajaran terhadap karakteristik siswa dan materi pelajaran, serta menekankan pembelajaran mandiri dan kolaborasi siswa. Hal ini dilakukan untuk menciptakan pendidikan yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan siswa di era yang terus berubah. Evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran fikih di Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Fajar Bulan Lampung Barat menggunakan pendekatan holistik yang meliputi aspek kognitif, keterampilan, karakter, dan kepuasan siswa. Evaluasi ini dilakukan melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif untuk memantau pemahaman dan perkembangan siswa. Selain itu, evaluasi juga mencakup pengukuran keterampilan praktik dan penilaian karakter siswa sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.
The Role of Career Guidance in Preparing Vocational School Students in the Building Construction Department for the Workforce Zulaikhah, Siti; Sutopo, Yeri; Kusumawardani, Rini; Supraptono, Eko; Fuad, Muhammad Nur; Nurfitriyani, Sintya Andryati
Journal of Vocational and Career Education Vol. 9 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v9i2.27472

Abstract

The Central Bureau of Statistics indicates that the open unemployment rate for vocational high school graduates remains one of the highest categories at 9.60%. In vocational education, particularly in the Design Modeling and Building Information program, this gap is also evident in the low preparedness of students in understanding the career paths available and the lack of strategies they have to enter the workforce. This study aims to analyze the role of career guidance in preparing vocational high school students for the workforce. The role of career guidance is focused on three main directions for vocational high school graduates: working in industry, continuing education to higher education, and entrepreneurship. This study uses a quantitative approach with a sample of 72 students from Vocational High School Negeri 3 Semarang, divided into two classes. The sampling technique used is total sampling. Data collection was conducted through work readiness and career guidance questionnaires, as well as interviews with instruments that were previously validated by experts. Data analysis included tests for normality, homogeneity, linearity, and simple linear regression. The results showed that career guidance plays a very significant role in the work readiness of students with a value of 68.8%. Meanwhile, the remaining 31.2% is influenced by other factors not explored in the study, such as motivation, interests, talents, and effort. This was supported by interview results, where students stated that career guidance helped them recognize their potential, explore job opportunities, and begin planning their next steps, whether for employment, continuing education, or entrepreneurship.
PENINGKATAN PROFIT MELALUI BRANDING DAN REKAYASA ALAT PRESS UKM PRODUSEN SABUN CURAH Subodro, Rohmat; Setyarini, Adhista; Zulaikhah, Siti; Ady, Rony Arpinto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34035

Abstract

Kemasan dan branding produk sangat penting, Pengemasan bukan hanya pembungkus, pengemasan adalah branding, apapun jenis barang atau produk yang akan dijual, ketika dikemas dan diberi merk, kemasan yang bagus dan karakter yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan saat memilih produk. Ini adalah salah satu cara merek menunjukkan karakternya kepada konsumen. Salah satu UKM Produsen sabun curah di Surakarta masih menjual produknya tanpa kemasan dan belum memiliki merek, sehingga produk yang mereka buat tidak dikenal banyak orang. Tujuan pengabdian yang dilakukan oleh tim PKM Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta yaitu untuk memberikan pelatihan pentingnya Branding dan Pengemasan produk dengan alat press bagi UKM sabun curah di Surakarta. Metode pengabdian yang digunakan menggunakan metode Service Learning yang meliputi beberapa tahapan seperti Engagement, Reflection, Reciprocity dan Public Dissemination. Dari pengabdian yang telah dilakukan tim PKM UNU Surakarta, mitra pengabdian sudah berhasil memiliki merek sendiri serta mempunyai kemasan produk yang dibuat memakai alat press dimana kemasan menjadi lebih menarik dan aman bagi konsumen.
Academic Procrastination: How Does it Correlate with Students’ Self-Efficacy in Higher Education? Pratama, Desta Nanda; Zulaikhah, Siti; Irawan, Rudy
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2534

Abstract

Academic procrastination remains a pervasive issue in higher education, negatively impacting both students' academic performance and psychological well-being. One key factor influencing procrastination is self-efficacy, defined as the belief in one’s ability to complete academic tasks. This study investigated the relationship between self-efficacy and academic procrastination among 120 students from the Islamic Education Department (PAI), 22nd cohort, enrolled in the Innovation in Learning course at UIN Raden Intan Lampung. Using a quantitative correlational design and total sampling, data were collected through two closed-ended questionnaires: a 25-item self-efficacy instrument (Cronbach’s α = 0.875) and a 20-item academic procrastination instrument (Cronbach’s α = 0.892). The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test in SPSS version 26, after confirming normality via the Kolmogorov-Smirnov test. The results showed a significant negative correlation between self-efficacy and academic procrastination, indicating that students with higher self-efficacy are less likely to procrastinate, while those with lower self-efficacy tend to delay tasks more. Additionally, the coefficient of determination (R² = 0.312) revealed that 31.2% of the variance in academic procrastination can be explained by self-efficacy, with the remaining variance influenced by other factors such as motivation and time management. These findings highlight the importance of enhancing self-efficacy to reduce procrastination and improve academic outcomes. The study contributes to academic psychology literature and offers practical insights for educators to develop strategies that strengthen self-efficacy and reduce procrastination.