Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT GAMBUT MELALUI OPTIMALISASI TEKNOLOGI INFORMASI DI BUM-RW 33 Mukhlis; BSEP, Donatius; Harahap, Reiki Nauli; Yuliono, Agus
PROFICIO Vol. 6 No. 1 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i1.4123

Abstract

Kelurahan Siantan Hilir di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memiliki potensi besar dalam sumber daya alam dan budaya. Melalui Badan Usaha Milik RW (BUM-RW), organisasi sosial-ekonomi masyarakat yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Darma Putra Dalam, berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan di lahan gambut. Salah satu inisiatif utama BUM-RW adalah program Edu-Agro Wisata yang menggabungkan pertanian, pelestarian lingkungan, dan pariwisata. Namun, terbatasnya pengetahuan dan pengalaman dalam penggunaan teknologi, khususnya media sosial, menghambat kemajuan program tersebut. Pengabdian masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman anggota BUM-RW 33 tentang pemanfaatan teknologi melalui sosialisasi dan survei. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan optimisme masyarakat terhadap promosi dan pemasaran produk lokal di media sosial. Pemberdayaan ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan gambut
Stunting Prevention Strategy Through Increasing Community Participation Based on Gender Mainstreaming Antonia Sasap Abao; Zakiah Hasan Gaffar; Annisa Rizqa Alamri; Agus Yuliono
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v8i1.12346

Abstract

This article, "Strategy for Stunting Prevention Through Increasing Community Participation" is based on the "Gender Mainstreaming" Study in Kaliau Village, Sajingan Besar district, Sambas regency. The research uses a qualitative descriptive approach. Our findings indicate that the causes of stunting in children in Kaliau village are inadequate nutrition, low-quality sanitation, poor reproductive health conditions, and decision-making skills, limited health service facilities, relatively low education level of both mothers and fathers and subsequent poor parenting skills. The form of participation carried out by the community is generally vertical in nature, where most child-caring and rearing responsibilities are shouldered by mothers, and fathers' involvement is still very low. We suggest the need to improve educational activities for community health and sanitation, parenting skills, nutritional education on healthy eating patterns for infants, pregnant women, and nursing mothers, and to increase the involvement of men as fathers and posyandu cadres. Furthermore, we need to provide adequate health-service facilities and infrastructure for every community, vitalize the Youth Family Development program (B.K.R.), and improve the coordination among local stakeholders in the area. Lastly, adequate remuneration should be provided for posyandu cadres to help them work more effectively.
Implementasi Pendekatan Behavioral Mapping pada Seting Ruang Berkumpul di Area Tepian Sungai Kapuas R Puspito Harimurti; Muhammad Radhi; Wahyudin Ciptadi; Neva Satyahadewi; Agus Yuliono
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.8277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendekatan behavioral mapping terhadap model seting ruang berkumpul informal pada kampung Budaya Tambelan Sampit yang mendukung aktifitas wisata budaya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik-kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif terhadap fenomena lingkungan perilaku yang ada pada ruang berkumpul informal masyarakat di Tambelan Sampit, Pontianak. Hasil penelitian menemukan lima karakteristik setting ruang berkumpul informal masyarakat ditepian sungai. Simpulan penelitian ini adalah: (a). Terdapat 6 (enam) model bentuk ruang berkumpul informal disepanjang area tepian Sungai, (b). Aktifitas informal masyarakat pada ruang-ruang berkumpul informal-nya, berlangsung dalam dua periode waktu, yaitu siang dan malam hari, (c). Area-area ruang berkumpul di tepian Sungai, digunakan selain untuk kegiatan berkumpul, juga merupakan bagian pendukung kegiatan wisata Budaya di Tambelan Sampit. Kata Kunci: Behavioral Mapping, Deskriptif-Kualitatif, Setting Ruang Berkumpul.
Perilaku Adaptif Mahasiswi yang telah Menikah dalam Penyelesaian Studi Wardani, Dwi Sri Diah; Musa, Dahniar Th.; Yuliono , Agus
CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua Vol 5 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jap.v5i1.3555

Abstract

This research describes the adaptive behavior of married female students while studying from an anthropological perspective. The main focus of this research is how female students manage their dual roles as wives and students, with special emphasis on adaptive behavior. A qualitative approach was used, involving participant observation and in-depth interviews with female students who faced this situation. The results show that college students who marry while studying develop unique adaptive behavioral strategies to overcome daily challenges. This dual role not only impacts academic aspects, but also the social and emotional dimensions of female students. Cultural factors, social support, and community expectations play a major role in shaping the adaptive behavior of female students. This research makes an important contribution to understanding how female students can successfully manage their dual roles, especially in specific cultural contexts. In conclusion, this research describes in detail the complex dynamics of adaptive behavior of married female students in anthropological studies.Top of Form
Nurturing Healthy Media Consumption Habits in Early Childhood: A Social Campaign Approach Lukitowati, Suci; Hanum, Aliyah Nur’aini; Yuliono, Agus
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2023): CHANNEL: Jurnal Komunikasi 23rd Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v11i2.549

Abstract

In contemporary society, the pervasive presence of digital devices has profoundly influenced the media consumption patterns of young children, presenting challenges and opportunities for their development. This study explores the impact of media content on early childhood and the urgent need for informed parental supervision. Utilizing a Research and Development (R&D) methodology, a comprehensive social campaign titled "Healthy Watching" was developed and implemented in Pontianak, Indonesia. The campaign aimed to empower parents, particularly mothers, with the knowledge and skills necessary to guide their children's media interactions effectively. Through educational seminars, videos, stickers, and social media platforms, the campaign fostered awareness about age-appropriate content, screen time limits, and the importance of active parental engagement. The campaign's efficacy was evaluated through stakeholder engagement and behavioral assessments of eight target mothers. The results indicate significant improvements in knowledge, attitudes, and behaviors, emphasizing the campaign's success in promoting healthy media consumption habits. This study provides valuable insights into the design and implementation of social campaigns to address the challenges of digital media in early childhood.
Edukasi dan upaya pencegahan kekerasan seksual pada remaja Sari, Desita; Rahmaniah, Syarifah Ema; Yuliono, Agus; Alamri, Annisa Risqa; Utami, Sonia; Andraeni, Vindy; Wati, Riska
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i1.19818

Abstract

Desa Gunungrejo yang terletak di Kecamatan Singasari Kabupaten Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Mempawah, kasus kekerasan seksual terjadi peningkatan. Kekerasan seksual ini kerap kali menimbulkan korban yang dianggap sebagai oknum-oknum yang lemah seperti perempuan dan anak–anak yang masih di bawah umur.  Hadirnya kekerasan seksual ini tentunya menjadi sebuah permasalahan yang cukup besar yang mana hal ini akan menimbulkan dampak yang negatif kepada korban. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan penguatan upaya pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di lingkungan remaja dan sekolah. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Aksi dilaksanakan dengan model ceramah, diskusi dan disertai game di SMPN 2 Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Adapun materi yang disampaikan oleh kami berisikan tentang materi pengertian kekerasan seksual, pentingnya edukasi seksual, bentuk-bentuk dari kekerasan seksual, macam-macam kekerasan seksual, dampak dari kekerasan seksual dan hukum yang mengatur & melindungi korban tindak pidana dalam kekerasan seksual.  Kasus kekerasan seksual terjadi peningkatan dari tahun ke tahun dan remaja menjadi kelompok rentan yang menjadi korban. kasus pelecehan seksual ini bisa terjadi karena adanya pemain kekuasaan (Quid Pro Quo). Penting untuk pihak sekolah membuat kebijakan untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual.  Para remaja juga mesti tahu apa yang dilakukan ketika mendapat kekerasan seksual. Selain itu perlu membuat gerakan upaya apa saja yang bisa mereka lakukan untuk melawan kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan, afektif dan psikomotor terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
Peningkatan Keterampilan dan Perekonomian Masyarakat Pesisir Pulau Lemukutan melalui Pelatihan Pembuatan Snack Berbasis Rumput laut Safitri, Ikha; Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane; Yuliono, Agus
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 4 No 2 (2021): 2021: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.247 KB) | DOI: 10.22146/bakti.1872

Abstract

The waters of Lemukutan Island have the potential of natural resources, including seaweed. Since 2011, Lemukutan Island has been the largest seaweed cultivation center in West Kalimantan. However, the Covid-19 pandemic has attacked all sectors and caused a decline in prices for fishery-based food commodities. This condition causes the farmers to suffer losses and the seaweed cultivation activity also decreases. Training on making snacks and seaweed jelly boba has been carried out to revive the economy of the coastal communities of Lemukutan Island. This activity involves all levels of the community through representatives of each RT using a hybrid method. Training is carried out with strict health protocols. This activity aims to improve the skills of coastal communities in processing seaweed-based foods. The training participants were very enthusiastic, from the presentation about the benefits of consuming seaweed for human health to the practice of making seaweed snacks and jelly. ===== Perairan Pulau Lemukutan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah termasuk rumput laut. Sejak 2011, Pulau Lemukutan menjadi sentra usaha budi daya rumput laut terbesar di Kalimantan Barat. Namun, pandemi Covid-19 telah menyerang semua sektor kehidupan dan menyebabkan kemerosotan harga pada komoditas pangan berbasis perikanan. Kondisi ini mengakibatkan pembudi daya mengalami kerugian dan usaha budi daya rumput laut di Pulau Lemukutan juga menurun. Pelatihan pembuatan snack krenyes dan jelly boba rumput laut telah dilaksanakan untuk menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat pesisir Pulau Lemukutan. Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat Pulau Lemukutan melalui perwakilan tiap RT dengan metode hibrid. Pelatihan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang tegas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah makanan berbasis rumput laut. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan, mulai dari pemaparan materi tentang manfaat dari mengonsumsi rumput laut bagi kesehatan manusia hingga praktik pembuatan snack dan jelly rumput laut.
Monitoring Penyu sebagai Upaya dalam Pengelolaan KKP3K Paloh Kalimantan Barat Safitri, Ikha; Yuliono, Agus; Susanto, Hendro; Zulfian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Paloh merupakan salah satu kawasan konservasi di Kalimantan Barat dengan target utama konservasi yaitu penyu untuk perlindungan penuh habitat peneluran dan alur migrasi penyu. Jenis penyu yang banyak ditemukan yaitu penyu hijau (Chelonia mydas) dengan status konservasi terancam punah dan masuk ke dalam appendix I. Hingga saat ini, dalam pengelolaan KKP3K Paloh masih banyak dihadapkan dengan permasalahan dan tantangan. Permasalahan utama yaitu eksploitasi telur penyu, yang disebabkan karena masih rendahnya kesadartahuan masyarakat terhadap pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Hal ini terjadi karena masih adanya permintaan telur penyu di pasar, masih adanya kesalahan persepsi masyarakat terhadap manfaat telur penyu, kurangnya jumlah SDM yang melakukan patroli/pengawasan, serta masih lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi. Oleh karena itu, diperlukan tindakan nyata secara kolaboratif dari para pemangku kepentingan. Kegiatan monitoring penyu di Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus merupakan salah satu upaya dalam mendukung pengelolaan KKP3K Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Pendataan Potensi Bioekologi sebagai Data Time Series dalam Pengelolaan KKP3K Paloh Safitri, Ikha; Yuliono, Agus; Susanto, Hendro; Zulfian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 93/KEPMEN-KP/2020 Tahun 2020 menetapkan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Paloh dengan target konservasi yaitu penyu, mangrove, dan terumbu karang. Penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan jenis yang paling banyak ditemukan mendarat dan bertelur di pesisir Paloh. Selain itu, potensi lainnya adalah hutan mangrove. Vegetasi mangrove tersebar di Desa Sebubus, Desa Nibung, Desa Malek dan Desa Temajuk. Paloh memiliki tingkat keanekaragaman jenis mangrove tinggi, dengan jenis yang banyak ditemukan yaitu Rhizhopora, Avicennia, Bruguiera, dan Nypa. Ekosistem terumbu karang ditemukan di perairan Desa Temajuk. Beberapa karang mengalami pemutihan, dan kerusakan akibat adanya sampah plastik, jaring nelayan yang tersangkut, lepas jangkar nelayan, dan kerusakan akibat wisatawan yang kurang teredukasi. Inventarisasi potensi sumberdaya alam laut dan pesisir merupakan salah satu strategi pengelolaan keanekaragaman hayati di wilayah pesisir. Pendataan potensi bioekologi sebagai data time series dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengelolaan dan program kegiatan di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
COMMUNITY STRUCTURE OF MACROALGAE IN LEMUKUTAN ISLAND WATERS, WEST KALIMANTAN Safitri, Ikha; Juane, Mega Sari; Warsidah, Warsidah; Helena, Shifa; Minsas, Sukal; Yuliono, Agus
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 8 NUMBER 1, 2022
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jiks.v8i1.17914

Abstract

Macroalgae or known as seaweed is one of the potential resources and is responsible for primary productivity in marine waters. Macroalgae plays an important role in marine ecosystems, provides food, oxygen, and habitat for several types of marine biota. Moreover, macroalgae have been reported as renewable resources in marine environment and widely used in various fields. The biodiversity and abundance of macroalgae are strongly influenced by aquatic environmental factors. Lemukutan Island is the largest inhabited island located in Bengkayang Regency, West Kalimantan and has the potential natural resources, including macroalgae. This Island can become a center for producing macroalgae that can be used to meet food needs both locally and domestically. The main objective of this study were to determine the community structure of macroalgae and the condition of the environmental physico-chemical parameters. The sampling locations were carried out in-situ at three stations and the determination of the sampling site was done by purposive random sampling method, by selecting an area based on the presence of macroalgae. The sampling of macroalgae was carried out using a quadratic transect with size of 10x10 m2 and the water quality parameters were measured using the AZ 8603 of WQC instrument. The study found 6 genera of macroalgae, such as Caulerpa, Halimeda, Padina, Turbinaria, Sargassum, and Gracillaria. Among the identified macroalgae, Phaeophyceae have the highest per cent contribution (50%), and Padina had the highest abundance (29.84 ind/m2). Lemukutan Island waters had a moderate level of diversity, high macroalgae uniformity, and dominance index in the low category. The aquaatic environmental factors influenced the abundance of macroalgae in Lemukutan Island waters.  
Co-Authors . Apriansyah Abd Kodir Alamri, Annisa Risqa Alamri, Annisa Rizqa Amran, Arman Amriani Amir Andraeni, Vindy Anggi Jessica Anthoni B. Aritonang Anthoni B. Aritonang Antonia Sasap Abao Antonia Sasap Abao Antonia Sasap Abao, Antonia Sasap Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arkanudin Arkanudin Ashari, Asri Mulya Asri Mulya Ashari Bambang Kurniadi Bambang Kurniadi, Bambang Brigitha Nancy BSEP, Donatius Chatarina Umbul Wahyuni Dahniar Th. Musa Desita Sari Dewantara, Jagad Aditya Diaz Restu Darmawan, Diaz Restu Donatius BSEP Dwi Gusmalawati Efriani Efriani Eva Tavita Gaffar, Zakiah Hasan Gregorius Ferdian Habibamirasabania Hanum, Aliyah Nur’aini Harahap, Reiki Nauli Helena, Shifa Hendro Susanto Hendro Susanto Ikha Safitri Ikha Safitri Jannati Jannati Juane, Mega Sari Lestari, Desriani Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Lukitowati, Suci Maretila Asmaradila Margaretha Andriani AP Mega Sari Juane Soafiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Minsas, Sukal Muhammad Radhi Mukhlis Neva Satyahadewi Novia Nurhidayanti Nurul Rushafah Azzahrawani Pamela Pamela Praptantya, Donatianus BSE R Puspito Harimurti Reiki Nauli Harahap Riska Nawila Riska Wati Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rizalinda Rizalinda Rizka Maulidia Rupita Sari, Desita Setiadi Setiadi Sonia Utami Sonyaruri Satiti Sudirman Sudirman Susanto, Hendro Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarifah Ema Rahmaniah utami, sonia Vindy Andraeni Wahyudin Ciptadi Wardani, Dwi Sri Diah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Wati, Riska Yusuf A. Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Zakiah Hasan Gaffar Zulfian Zulfian Zulfian