Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Sosialisasi dan Edukasi Konservasi Penyu di KKP3K Paloh “Menjaga Penyu, Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan” Agus Yuliono; Ikha Safitri; Mega Sari Juane Sofiana; Hendro Susanto; Zulfian Zulfian
Journal of Community Development Vol. 4 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i3.188

Abstract

Paloh District is a turtle conservation area designated by the Minister of Maritime Affairs and Fisheries. This conservation area is managed by local community groups and the WWF-Indonesia Foundation under the authority of the West Kalimantan Province Maritime and Fisheries Service. Turtles are protected biota because of their endangered status. However, the community, especially local residents, do not yet have awareness of the importance of protecting this biota and also maintaining the balance of the surrounding ecosystem. Several cases occurred in Paloh, namely poaching for turtle eggs, degradation of turtle nesting beach habitat and marine debris pollution. Therefore, socialization and education on turtle conservation needs to be carried out, especially in the Paloh turtle conservation area. Activity participants are pupils, students and the community. The education and socalization provided includes the types of turtles, their conservation status and the protection efforts that can be taken. The aim of this community services was provided awareness for the community so that they participate in efforts to protect turtles and their habitat. Participants were very enthusiastic in taking part in the entire series of activities. There were five (5) participants who answered the questions correctly and received gifts from the organizing committee.
Coastal Clean Up sebagai Upaya Penguatan Strategi Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) Paloh Kalimantan Barat Agus Yuliono; Ikha Safitri; Mega Sari Juane Sofiana; Hendro Susanto; Zulfian Zulfian
Journal of Community Development Vol. 4 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i3.193

Abstract

Paloh District is a coastal area which directly borders to Sarawak (Malaysia) and the Natuna Sea. This area has the potential for marine and coastal resources, such as mangrove ecosystems, coral reefs and turtles, so it has been designated as one of the conservation areas in West Kalimantan. To date, in the management of KKP3K Paloh, there are still many challenges, one of them is plastic waste contamination. Plastic waste is a global and very complex problem, because it can have a negative impact on biota, ecosystems and human health. The results of a report from BKSDA in collaboration with the WWF-Indonesia Foundation, found that 21 young turtles were died on Paloh Beach, West Kalimantan due to plastic waste was found in their digestive tract. Plastic accumulation in the aquatic environment occurs when the rate of input of plastic pollution into an area exceeds the rate of natural removal processes. Therefore, it is needed an action to reduce the amount of plastic waste accumulated in coastal and marine areas. This activity aimed to reduce the amount of plastic waste on Sungai Belacan Beach, Paloh District, West Kalimantan. Apart from that, this activity was an effort to strengthen the management strategy for the Coastal and Small Islands Conservation Area (KKP3K) in Paloh, West Kalimantan. Community Service Activities were carried out at Sungai Belacan Beach. The results found the waste types consisting of plastic bottles, glass bottles, medicine bottles, drink cups/packaging, food and beauty product packaging, stereofoam, plastic bags and ropes, fishermen's fishing gear, and wood. Plastic waste has the highest percentage (95%), then wood waste (3%), and other types of waste (2%).
PERAN RUMAH BACA MELATI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ANAK SEKOLAH DUSUN MELATI DESA KALIMAS Reiki Nauli Harahap; Agus Yuliono; Margaretha Andriani AP; Maretila Asmaradila; Brigitha Nancy; Gregorius Ferdian
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.4341

Abstract

Penyebab kualitas pendidikan rendah salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat literasi atau minat baca di kalangan siswa dan mahasiswa. Peningkatan pendidikan dapat diperoleh di pendidikan formal, informal maupun nonformal. Salah satu tempat bimbingan pendidikan nonformal yaitu Rumah Baca Melati di Dusun Melati yang didirikan atas dasar inisiatif dari pendiri Rumah Baca Melati. Pendirian rumah baca melati ini muncul dari keinginan untuk menjadi sarana bagi anak-anak dalam meningkatkan kemampuan literasi mereka, mengakses berbagai sumber pengetahuan, dan mendapatkan bimbingan belajar yang mendukung pendidikan formal di sekolah serta mengurangi penggunaan gadget pada anak-anak. Terdapat tiga program di Rumah Baca Melati dalam meningkatkan pendidikan dan minat baca anak-anak di dusun Melati yaitu kegiatan literasi dan ruang baca, bimbingan belajar, dan program TPA. Tujuan penelitian untuk menguraikan perananan dari Rumah Baca Malati dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara antara pihak Rumah Baca Melati, orang tua dan anak-anak bimbingan Rumah baca Melati untuk mengukur keberhasilan dalam mencapai tujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih sering membaca buku dan terbantu dengan bimbingan belajar dari rumah baca. Pihak orang tua juga mendukung penuh program dari Rumah Baca Melati karena dapat mengurangi penggunaan gadget pada anak-anak mereka
Stunting Prevention Strategy Through Increasing Community Participation Based on Gender Mainstreaming Antonia Sasap Abao; Zakiah Hasan Gaffar; Annisa Rizqa Alamri; Agus Yuliono
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v8i1.12346

Abstract

This article, "Strategy for Stunting Prevention Through Increasing Community Participation" is based on the "Gender Mainstreaming" Study in Kaliau Village, Sajingan Besar district, Sambas regency. The research uses a qualitative descriptive approach. Our findings indicate that the causes of stunting in children in Kaliau village are inadequate nutrition, low-quality sanitation, poor reproductive health conditions, and decision-making skills, limited health service facilities, relatively low education level of both mothers and fathers and subsequent poor parenting skills. The form of participation carried out by the community is generally vertical in nature, where most child-caring and rearing responsibilities are shouldered by mothers, and fathers' involvement is still very low. We suggest the need to improve educational activities for community health and sanitation, parenting skills, nutritional education on healthy eating patterns for infants, pregnant women, and nursing mothers, and to increase the involvement of men as fathers and posyandu cadres. Furthermore, we need to provide adequate health-service facilities and infrastructure for every community, vitalize the Youth Family Development program (B.K.R.), and improve the coordination among local stakeholders in the area. Lastly, adequate remuneration should be provided for posyandu cadres to help them work more effectively.
Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Hasil Laut dan Diversifikasi Olahannya Sebagai Usaha Menanggulangi Stunting Pada Anak Balita di Kalimantan Barat Mega Sari Juane Sofiana; Agus Yuliono; Warsidah Warsidah; Ikha Safitri
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.121

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan nasional dengan angka prevalensi 38,6% di Provinsi Kalimantan Barat. Kasus stunded cukup tinggi terjadi di beberapa daerah pedalaman, termasuk pulau-pulau kecil di Kalimantan Barat. Virus Covid-19 yang muncul dalam setahun terakhir dapat menyerang dengan cepat anak berstatus gizi buruk karena sistem imunitas yang rendah. Oleh karena itu, pemerintah dan akademisi perlu mencegah terjadinya stunting, salah satunya adalah memberikan edukasi dan informasi ke masyarakat dengan memanfaatkan pangan hasil laut yang melimpah di Kalimantan Barat. Kandungan nutrisi yang tinggi seperti protein, vitamin, mineral dan asam amino banyak terdapat pada ikan, kerang dan rumput laut. Nutrisi ini sangat penting untuk ibu hamil, ibu menyusui dan pertumbuhan pada balita dan meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu edukasi yang dilakukan oleh Universitas Tanjungpura adalah webinar “Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Hasil Laut dan Diversifikasi Olahannya sebagai Usaha Menanggulangi Stunting pada Anak Balita di Kalimantan Barat”. Webinar dihadiri oleh 256 peserta yang terdiri dari perwakilan tenaga kesehatan, ahli gizi, siswa dan guru SMA, serta kader kesehatan dari masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Barat. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan membagikan angket kepada 150 responden yang mengikuti webinar. Pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan terukur dengan indikator hasil kuisioner pre-test dan post-test meningkat dari 40-60% menjadi 90-100%. Peserta juga menunjukkan respon dan antusiasme dengan menyampaikan pertanyaan dan dan ketepatan menjawab pertanyaan.
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Teluk Batang secara Mandiri melalui pembuatan Handsanitizer dan Desinfektan berbasis Eco-Enzyme dari Limbah Sayuran dan Buah Ikha Safitri; Agus Yuliono; Mega Sari Juane Sofiana; Shifa Helena; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Warsidah Warsidah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.248

Abstract

Kesehatan adalah salah satu berkah yang sangat berharga dalam kehidupan. Kondisi pandemi Covid-19 telah melahirkan budaya 3M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Mencuci tangan menggunakan handsanitizer merupakan cara yang praktis untuk membunuh mikroorganisme. Namun, handsanitizer yang tersedia di pasaran memiliki variasi bahan baku yang mengandung Alkohol 96% dan peroksida. Pemakaian yang sering dan dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan efek samping iritasi pada kulit tangan. Selain itu, upaya lain untuk menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan larutan desinfektan. Larutan ini dapat membebaskan lantai, dinding rumah, peralatan rumah tangga, dan udara sekitar dari mikroorganisme. Namun, desinfektan umumnya mengandung komponen kimia yang sangat korosif. Oleh karena itu, kondisi ini mendorong pencarian sumber bahan ramah lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Teluk Batang secara mandiri melalui pembuatan handsanitizer dan desinfektan berbasis eco-enzyme dari limbah sayuran dan buah. Eco-enzyme dibuat dari 5kg sampah campuran sayur dan buah yang difermentasi selama 3 bulan, dihasilkan cairan enzim sebanyak 9 kg dan ampas fermentasi sebanyak 6 kg. Kemudian, handsanitizer diproduksi menggunakan rasio 10% : 40% dengan mencampur 100 mL eco-enzyme dan 400 mL air bersih. Sedangkan larutan desinfektan dibuat menggunakan rasio 50% : 50% dengan mencampur 250 mL eco-enzyme dan 250 mL air bersih. Produk yang dihasilkan kemudian diberi label dan dapat digunakan langsung oleh peserta pelatihan.
Pemanfaatan Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) sebagai Cairan Spray Anti Nyamuk (Repellant) pada Murid SD Muhammadiyah Pontianak Mega Sari Juane Sofiana; Asri Mulya Ashari; Warsidah Warsidah; Agus Yuliono
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.252

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dengan perantara nyamuk anopheles dan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue fever dengan perantara nyamuk Aedes aegepty. Kedua penyakit ini rawan mewabah di wilayah tropis ataupun subtropics terutama saat musim hujan yang menyebabkan terjadinya genangan air di mana-mana. Upaya pemerintah dalam mengintervensi mewabahnya penyakit DBD dan malaria adalah dengan usaha prefentif dan kuratif dari dinas terkait tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan dari gigitan nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit malaria dan DBD. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai salah satu implementasi dari tri dharma perguruan tinggi, dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan sereh wangi sebagai cairan spray anti nyamuk pada siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Pontianak. Metode kegiatan didasarkan pada pembuatan cairan antinyamuk berbahan baku ekstrak minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon nardus) yang dapat diaplikasikan pada botol spray untuk disemprotkan ke dalam suatu ruangan agar tidak dikunjungi oleh nyamuk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak SD Muhammadiyah 2 Pontianak dalam memformulasi minyak antinyamuk cair yang dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Minyak atsiri sereh wangi dibuat dengan metode destilasi uap air di mana sejumlah bobot sampel minyak sereh wangi dipotong kecil disari dalam panci destilasi menggunakan uap air panas, menghasilkan uap panas yang kemudian terkondensasi menjadi tetes-tetes minyak. Tetes minyak yang dihasilkan selanjutnya di larutak dalam sejumlah kecil alkohol agar tercampur homogen antara minyak sereh wangi dengan air yang dengan mudah dapat diaplikasikan ke dalam botol spray. Selanjutnya dilakukan pengujian tentang kemampuan minyak sereh spray dalam mengusir nyamuk dari suatu ruang pengujian. Dari kegiatan PKM yang dihadiri oleh 15 anak SD menunjukkan ada perhatian dan keterampilan baru bagi anak SD dalam mengekstraksi minyak sereh wangi dan memformulasikannya sebagai obat cair yang siap disemprotkan ke dalam ruangan untuk mengusir nyamuk.
Penerapan IPTEK melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah sebagai Sabun Cuci Piring pada Masyarakat Kecamatan Teluk Batang Ikha Safitri; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Mega Sari Juane Sofiana; Agus Yuliono; Warsidah Warsidah; Apriansyah Apriansyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.253

Abstract

Kecamatan Teluk Batang mengalami pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, dimana salah satu dari sembilan bahan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakatnya adalah minyak goreng. Pada umumnya, minyak goreng yang dikonsumsi adalah minyak kelapa yang dapat digunakan sebanyak 1-3 kali penggorengan. Namun, penggunaan secara berulang-ulang akan mengakibatkan perubahan warna dan mengakibatkan asam lemak dalam minyak tersebut menjadi semakin jenuh. Jumlah penduduk yang semakin bertambah, peningkatan kapasitas berbagai industri makanan, restoran, serta usaha kedai fastfood memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah limbah minyak goreng bekas (jelantah). Minyak jelantah dianggap sudah tidak mempunyai nilai ekonomis sehingga sering dibuang langsung ke lingkungan dan tidak diolah kembali. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun merupakan salah satu cara yang dapat dikembangkan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Pelatihan ini bertujuan untuk menerapkan IPTEK dalam pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai sabun cuci piring pada masyarakat Kecamatan Teluk Batang. Pelatihan diawali dengan proses penjernihan sampel minyak jelantah, dilanjutkan dengan proses bleaching, menghilangkan bau (deodorasi) menggunakan karbon aktif, dan proses penyabunan. Untuk memberikan warna dan aroma yang menarik pada produk sabun yang dihasilkan, ditambahkan minyak sereh wangi. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan dapat langsung digunakan untuk keperluan pribadi rumah tangga.
Co-Authors . Apriansyah Abd Kodir Alamri, Annisa Risqa Alamri, Annisa Rizqa Amran, Arman Amriani Amir Andraeni, Vindy Anggi Jessica Anthoni B. Aritonang Anthoni B. Aritonang Antonia Sasap Abao Antonia Sasap Abao Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arkanudin Arkanudin Ashari, Asri Mulya Asri Mulya Ashari Bambang Kurniadi, Bambang Brigitha Nancy BSEP, Donatius Chatarina Umbul Wahyuni Dahniar Th. Musa Desita Sari Dewantara, Jagad Aditya Diaz Restu Darmawan, Diaz Restu Donatius BSEP Dwi Gusmalawati Efriani Efriani Eva Tavita Gregorius Ferdian Habibamirasabania Hanum, Aliyah Nur’aini Harahap, Reiki Nauli Helena, Shifa Hendro Susanto Hendro Susanto Ikha Safitri Ikha Safitri Jannati Jannati Juane, Mega Sari Lestari, Desriani Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Lukitowati, Suci Maretila Asmaradila Margaretha Andriani AP Mega Sari Juane Soafiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Minsas, Sukal Muhammad Radhi Mukhlis Neva Satyahadewi Novia Nurhidayanti Nurul Rushafah Azzahrawani Pamela Pamela Praptantya, Donatianus BSE R Puspito Harimurti Reiki Nauli Harahap Riska Nawila Riska Wati Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rizalinda Rizalinda Rizka Maulidia Rupita Sari, Desita Setiadi Setiadi Sonia Utami Sonyaruri Satiti Sudirman Sudirman Susanto, Hendro Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarifah Ema Rahmaniah utami, sonia Vindy Andraeni Wahyudin Ciptadi Wardani, Dwi Sri Diah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Wati, Riska Yusuf A. Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Zakiah Hasan Gaffar Zulfian Zulfian Zulfian