Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Zebrafish (Danio rerio) Sebagai Model Hewan Coba pada Pengujian Aktivitas Obat Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 11 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.354 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v11i1.398

Abstract

Perkembangan metode penelitian menggunakan hewan coba sering terkendala pada aspek 3R (reduce, replace, refinement). Untuk melakukan skrining aktivitas peneliti sering dihadapkan pada pilihan menggunakan hewan coba golongan rodent dalam jumlah banyak. Sedangkan pilihan menggunakan larva udang menawarkan pilihan jenis pengujian yang terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji keunggulan dan kelemahan metode uji aktivitas menggunakan model zebrafish (Danio rerio). Penelitian dilakukan secara metaanalisis menggunakan berbagai literatur yang diakses dari Pubmed, Sciencedirect, dan Google Scholar. Metode pengujian menggunakan zebrafish menunjukkan keunggulan pada pengamatan perilaku setelah pemberian bahan uji, terutama yang berkaitan dengan sistem saraf. Sedangkan untuk pengujian aktivitas terhadap jantung, pengamatan perilaku fisik kurang menunjukkan perbedaan yang berarti, namun penelusuran aktivitas terhadap otot jantung dapat dilakukan dengan metode pewarnaan histopatologi. Pengamatan molekular tersebut mampu menunjukkan kemampuan kontraksi dan relaksasi otot jantung. Pengamatan pada fungsi pengaturan tekanan darah dan fungsi sistem pencernaan juga dapat terpantau jelas jika menggunakan model zebrafish transgenik. Model zebrafish hasil rekayasa ini dapat terlihat bening sehingga ritme kerja organ dalamnya terrekam menghasilkan data pengamatan yang valid. Sehingga, untuk penelitian skrining uji aktivitas suatu bahan, penggunaan zebrafish menjadi salah satu pilihan yang tepat.
Potensi Sari Kurma (Phoenix dactylifera) sebagai Peluruh Kristal Kalsium Oksalat Secara In Vitro Wilujeng Ayu; Wisnu Cahyo Prabowo; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1764.018 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.400

Abstract

Dates (Phoenix dactilyfera) contain chemical compositions that can be used as traditional medicine for Calcium oxalate of kidney stone decay. Compound in palm juice can make Calcium oxalate dissolving is flavonoid and calium . The purpose of this study was to determine the effect of Palm dates juice dissolving calcium oxalate to determine the relationship between the concentration of dates palm juice with calcium solubility in kidney stones. To test its activities carried out in vitro using calcium oxalate which incubated for 3 hours with shaken out every 20 minutes at 37oC Determination of the solubility of calcium in date palm juice is by weighs insoluble calcium oxalate. Palm's juice concentration is divided into 60%, 50%, 40%, 30% and 20%. The results of these concentrations can be concluded that the juice of dates has the activity of dissolving calcium oxalate from kidney stones with average result weight in sequence 0.02 + 0.005 g; 0.02 + 0.005 g; 0.03 + 0.005 g; 0.04 + 0.005 g and 0.05 + 0.005 g. Positive control (batugin elixir) 60%, 50%,40%, 30% and 20% with in sequence result 0.08 + 0.001 g; 0.08 + 0.001 g; 0.08 + 0.005 g; 0.09 + 0.005 g; and 0.1 + 0.005 g. Negative Control result 0.11 g. The results obtained from the standard deviation are 0.031. Calcium oxalate that is not dissolved at most in the sample is 20% with an average of 0.05 + 0.005 g and the positive control is 20% of the batugine with an average of 0.1 + 0.005 g.Based on the weighing of calcium oxalate from each concentration the higher the concentration will cause the least insoluble calcium oxalate.
Upaya Deklorofilisasi Ektrak Etanol Daun Kokang (Lepisanthes amoena) Alexander Mansyuria; Hajrah Hajrah; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.988 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.405

Abstract

Daun kokang (Lapisanthes amoena L) secara empiris digunakan sebagai pembersih tubuh dan wajah oleh masyarakat Suku Dayak dan Kutai sebagai pengganti fungsi sabun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder dan membandingkan pelarut dalam proses deklorofilisasi klorofil pada daun kokang untuk melihat aktivitas antioksidan dan tabir surya. Proses deklorofilisasi dilakukan menggunakan 2 pelarut berbeda yang bersifat non polar untuk menarik senyawa klorofil pada simplisia dan hasil deklorofilisasi di maserasi menggunakan pelarut etanol untuk menarik semua senyawa aktifnya. Ekstrak yang didapatkan langsung diidentifikasi senyawanya, diuji aktivitas antioksidan, dan aktivitas tabir surya. Jumlah rendemen ekstrak daun kokang yang didapat dari 120 g simplisia adalah 20,25 % sedangkan ekstrak daun kokang deklorofilisasi aseton dari 107 g simplisia adalah 18,18%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Senyawa yang terkandung pada ekstrak daun kokang ialah flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan senyawa yang terkandung pada ekstrak daun kokang yang telah dideklorofilisasi menggunakan aseton ialah saponin dan tanin. Jumlah klorofil total yang ditarik oleh pelarut aseton ialah 4,191 mg/ml sedangkan N-heksan sebanyak 1,238 mg/ml. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kokang mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, sedangkan ekstrak daun kokang terdeklorofilisasi aseton mengandung senyawa saponin dan tanin. Jumlah rendemen yang didapat adalah 20,25% dan 18,18% serta pelarut yang paling banyak menarik klorofil adalah aseton.
Efektivitas Asam Mefenamat terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Berdasarkan Numeric Rating Scale Kiki Fitria Anggraeni; Nurul Fitriani; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.207 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.409

Abstract

Dismenore pada remaja adalah hal yang wajar untuk dirasakan ketika siklus menstruasi datang. Asam mefenamat merupakan terapi farmakologis yang sering digunakan oleh perempuan dismenore untuk mengurangi ketidaknyamanan nyeri haid dengan menginhibisi enzim siklooksigenase (COX-2) yang dapat mencegah pembentukan asam arakidonat serta prostaglandin yang akan menstimulasi kontraksi atau nyeri saat haid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar efektivitas asam mefenamat terhadap penanganan dismenore dengan penilaian skala NRS. Metode penelitian dengan quasi experimental terdiri dari 2 kelompok uji-kontrol dengan penilaian nyeri pretest-postest berdasarkan skala NRS. Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon rata-rata penurunan 4,50 dari data pretest-postest kelompok uji sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata penurunan 2,50 pada data pretest-postest kelompok kontrol. Hasil perbandingan tiap kelompok (uji-kontrol) nilai signifikansi p=0,002 (p
Efek Aromaterapi Peppermint (Mentha arvensis L.) pada Penurunan Tekanan Darah Tiya Nur Aini; Nur Mita; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1786.024 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.414

Abstract

Mint leaves (Mentha arvensis L.) are an example of a plant that can produce essential oils. The distinctive aroma of mint leaves provides a relaxing effect that affects the blood pressure of hypertensive patients. This study aims to look at the characteristics, patient response, and the effect of presenting peppermint aromatherapy to hypertensive patients at Puskesmas Mamburungan Tarakan. The research method used a quasy experimental research design with one group pretest and posttest design with a sample size of 20 people. The criteria for respondents who were the subject of the study were 50% of the sexes of women and men. The age with the highest proportion is 56-60 years old as much as 50%. The occupation with the highest proportion was housewives as much as 30%. The results of the study of the patient's response to aromatherapy preparations obtained the respondent's preferred level with a proportion of 90%. The effect of giving aromatherapy felt by the respondents was 75% fresh and 25% relaxed. Respondents would prefer it if peppermint oil was made in roll on dosage form (70%), compared to spray form (25%) and diffuser (5%). The results showed that there was an effect of peppermint aromatherapy on systolic blood pressure before the intervention took place with an average of 162,117 mmHg and after intervention it was 150,683 mmHg, diastolic blood pressure before intervention was 98.63 mmHg and after intervention it became 93.23 mmHg. The results of the descriptive research on peppermint aromatherapy are in line with the results of statistical analysis using the wilcoxon method and the paired sample t-test which has a p value of
Kajian Literatur Potensi Tanaman-Tanaman Obat Untuk Mengatasi Luka Bakar Maharani Adelia Zeline; Fika Aryati; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.939 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.418

Abstract

Luka bakar adalah suatu macam cedera parah dibanding cedera lainnya, dengan permasalahan yang kompleks dan angka mortalitas maupun morbiditas yang tinggi. Saat ini minat masyarakat Indonesia untuk kembali pada pengobatan tradisional semakin meningkat, karena pengobatan menggunakan ramuan tradisional dari bahan alami lebih murah daripada obat kimia sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tanaman yang paling berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi untuk luka bakar berdasarkan konsentrasi uji dan waktu kesembuhan luka bakar, serta memperkirakan senyawa-senyawa yang diduga aktif mempercepat penutupan luka bakar. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengumpulkan skripsi dan jurnal ilmiah secara online yang telah di publikasikan melalui Google Scholar dari tahun 2012-2020 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan tanaman obat yang berpotensi mengatasi luka bakar berdasarkan waktu dan persentase kesembuhan yang dibandingkan dengan kontrol positif yaitu daun mengkudu (21 hari, 97%), daun rumput bermuda (21 hari, 80%), daun kitolod (14 hari, 63%), bunga kecombrang (12 hari, 72%), daun kersen (14 hari, 93,3%), herba pegagan (14 hari, 100%), daun jambu biji (20 hari, 100%), daun pepolo (21 hari, 92,5%), kulit buah manggis (21 hari, 83%), daun srikaya (16 hari, 100%), dan daun sukun (19 hari, 100%). Kandungan senyawa dalam tanaman obat yang diduga mempercepat penutupan luka bakar antara lain flavonoid, tanin, saponin, polifenol, alkaloid, vitamin C, vitamin B, triterpenoid dan steroid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi yaitu herba pegagan, daun jambu biji, daun srikaya, dan daun sukun.
Kajian Literatur Mengenai Tingkat Keamanan Tanaman Kelor (Moringa Oleifera L.) dari Hasil Uji Toksisitas Akut dan Subkronis Frety Aula Nur Islamika; Fika Aryati; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.63 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.419

Abstract

Kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang kaya nutrisi dan bermanfaat bagi manusia. Kandungan nutrisi kelor tersebar ke seluruh bagian tanaman dari daun, kulit batang, bunga, biji, hingga akar yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan penyakit maupun kekurangan nutrisi. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keamanan tanaman kelor dari hasil uji toksisitas akut dan subkronis. Metode penelitian yang digunakan ialah kajian literatur dengan cara mengambil original artikel melalui search egine google scholar tanaman kelor dengan range tahun 2011-2020 kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian literatur menunjukkn bahwa tanaman kelor bagian daun, kulit batang, dan akar pada uji toksisitas akut menggunakan tikus dan mencit didapatkan hasil bahwa nilai LD50 pada akar 15,9-17,8 g/kg, pada daun >3000 mg/kg,dan pada kulit batang praktis tidak toksik dalam dosis tunggal, kemudian untuk uji toksisitas sub-kronik menggunakan tikus didapatkan hasil bahwa relatif aman digunakan, namun perlu didiperhatikan jika digunakan dalam waktu yang lama, kemudian pada parameter tes hematologi, kreatinin, dan urea tidak terjadi perbedaan yang signifikan dengan nilai p tidak lebih dari 0,05 (p?0,05) dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan hasil mengkaji data uji toksisitas akut dan sub-kronik dapat disimpulkan bahwa tanaman kelor praktis tidak toksik dan relatif aman digunakan, namun jika digunakan dalam jangka panjang perlu diperhatikan.
Kajian Literatur Toksisitas Tanaman Ruku-Ruku (Ocimum sanctum L.) Andi Asti Ainun; Risna Agustina; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.39 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.420

Abstract

Tanaman ruku-ruku merupakan tanaman yang memiliki berbagai manfaat dan khasiat bagi kesehatan. Seluruh bagian tanaman ruku-ruku dapat digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan tanaman ruku-ruku dari hasil uji toksisitas umum maupun khusus. Metode penelitian yang digunakan ialah dengan mengkaji literatur yang diperoleh melalui google scholar dan pubmed dari tahun 2002-2020 kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa ekstrak daun maupun seluruh bagian tanaman ruku-ruku untuk toksisitas akut ialah relatif tidak membahayakan dengan nilai LD50 >7g/kgBB terhadap mencit dan >15g/kgBB terhadap tikus. Untuk toksisitas sub-akut dinyatakan aman karena tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap berat badan, parameter hematologi, dan biokimia serta histopatologi jaringan (hati, ginjal, limpa, jantung, dan testis/ovarium). Toksisitas khusus untuk uji reproduksi tidak memiliki efek yang merugikan terhadap sistem reproduksi hewan coba termasuk total kelahiran, rasio jenis kelamin, dan jumlah anak yang hidup pada hari ke-0 dibandingkan dengan kelompok kontrol, indeks kesuburan hewan coba betina, fekunditas, dan kehamilan serta indeks kesuburan hewan coba jantan. Berdasarkan hasil uji toksisitas umum dan khusus, tanaman ruku-ruku dinyatakan aman dan tidak memiliki efek yang merugikan bagi tubuh.
Formulasi Lip Balm Minyak Almond dan Ekstrak Biji Kesumba Keling (Bixa orellana L.) Sebagai Pewarna Alami: Lip Balm Formulation of Almond Oil and Kesumba Keling (Bixa orellana L.) Seed Extract as Natural Colorants Hafifah Sarwanda; Nurul Fitriani; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 13 (2021): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.755 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v13i1.447

Abstract

lip balm is a preparation used on the lips as a moisturizer and lip protector. there have been many innovations lip balm with moisturizers and dyes natural ingredients. In general, the lip balms on the market use chemicals that can cause irritation. Therefore, almond oil is used which is a natural oil as an emollient and the kesumba keling Plant is a natural dye derived from the extraction of the kesumba keling seeds. The method used was experimental research, namely the formulation of lip balm with various concentrations of almond oil. 5%, 10%, 15%, and 20% and stability testing of preparations covering organoleptic, homogeneity, pH, dispersibility, which was carried out for 28 days, in addition to that, the melting point test was carried out. The results obtained in the organoleptic test were reddish orange in color, a distinctive odor of lip balm, with a semi-solid consistency. Result of Homogeneity test is the absence of coarse grains (homogeneous). The result of pH test is pH of the lip balm preparation stable at pH 5. The result of spreadability test is a diameter range of 2.5 - 4 cm. And the result of melting point test is a range of 54 - 580C. Based on the evaluation results, the lip balm has better physical quality and is stable in the 20% almond oil lip balm formulation.
Uji Aktivitas Minyak Atsiri Daun Pala (Myristica fragrans Houtt.) Sebagai Antibakteri: Activity Test of Nutmeg Leaf Essential Oil (Myristica fragrans Houtt.) as Antibacterial Halimathussadiah Halimathussadiah; Dewi Rahmawati; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 13 (2021): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.358 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v13i1.448

Abstract

Antibacterials are compounds that are useful in controlling bacterial growth that can harm humans and avoid pathogens that can be a source of disease for the body. Nutmeg essential oil (Myristica fragrans Houtt.) Is known to contain various compounds including flavonoids, alkaloids, phenols and terpenoids which can be used as antibacterial agents. The purpose of this study was to determine the activity of nutmeg essential oil as an antibacterial. The antibacterial test method uses the well diffusion method using a 6 mm buffer. Nutmeg essential oil is made in 4 concentration series, namely F1 (40%), F2 (60%), F3 (80%), F4 (100%), 10% DMSO control. The data analysis method is a descriptive method in the form of data that is presented in the form of tables and figures. The results of the antibacterial activity test showed that the essential oil of nutmeg leaves had antibacterial activity against Escherchia coli, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Staphylococcus epidermidis in the best concentrations, namely 100% respectively of 6.79mm ? 0.67; 5.56mm ? 0.18; 6.75mm ? 0.82; 14.61mm ? 1.10; 17.03 mm ? 3.90; 5.39mm ? 0.75; control there is no antibacterial activity. The response of each bacteria was medium-strong and the best concentration was taken from the highest concentration because the higher the essential oil concentration of nutmeg leaves, the greater the bacterial inhibitory activity.