Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA SUKAMO BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MEMBACA PERMULAAN SISWA SD Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah; Setya Yuwana Sudikan; Wahyu Sukartiningsih; Nurul Istiq'faroh; M. Bambang Edi Siswanto; Hendratno Hendratno
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13738

Abstract

The low level of early reading skills among elementary school students remains a challenge in early literacy instruction. This study aims to develop the Montessori Syllable (SUKAMO) teaching material using a valid, practical, and effective Deep Learning approach to improve the early reading skills of first-grade elementary school students. The novelty of this study lies in the integration of Montessori principles with the characteristics of Deep Learning through manipulative, exploratory, collaborative, and reflective activities, thereby creating a conscious, meaningful, and enjoyable learning experience. The study employed the Research and Development (R&D) method using a modified 4-D development model consisting of three stages: define, design, and develop. The “disseminate” stage was not implemented due to time and budget constraints. The study combined quantitative and qualitative data through expert validation, observation, interviews, questionnaires, and early reading proficiency tests. The research subjects consisted of 64 first-grade students at Al Islah Elementary School in Surabaya, divided into an experimental class and a control class, each comprising 32 students. The results showed that the SUKAMO teaching material met validity criteria based on assessments by subject matter experts, media experts, and language experts. The material was also deemed practical based on teachers’ feedback that it was highly practical, positive student responses, and students’ active engagement during lessons. The results of the Analysis of Covariance (ANCOVA) demonstrated that the use of SUKAMO had a significant effect on students' beginning reading skills after controlling for their initial reading ability. The improvement in beginning reading skills achieved by the experimental group was greater than that of the control group, indicating that integrating Montessori-based media with the Deep Learning approach effectively enhanced students' ability to recognize letters, read syllables, and read simple words. Therefore, the SUKAMO media is considered appropriate for use in beginning reading instruction at the elementary school level and contributes to the development of Montessori-based literacy media that supports student-centered, mindful, meaningful, and joyful learning. ABSTRAK Rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran literasi awal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Suku Kata Montessori (SUKAMO) melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi prinsip Montessori dengan karakteristik Pembelajaran Mendalam melalui aktivitas manipulatif, eksploratif, kolaboratif, dan reflektif sehingga menciptakan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu define, design, dan develop. Tahap disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian. Penelitian mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif melalui validasi ahli, observasi, wawancara, angket, serta tes kemampuan membaca permulaan. Subjek penelitian terdiri atas 64 siswa kelas I SD Al Islah Surabaya yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media SUKAMO memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Media juga dinyatakan praktis berdasarkan respons guru yang sangat praktis, respons siswa yang positif, serta aktivitas belajar siswa yang aktif selama pembelajaran. Hasil uji Analysis of Covariance (ANCOVA) menunjukkan bahwa penggunaan media SUKAMO memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan setelah kemampuan awal siswa dikendalikan. Peningkatan kemampuan membaca pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang menunjukkan bahwa integrasi media Montessori dengan Pembelajaran Mendalam mampu mengoptimalkan kemampuan mengenal huruf, membaca suku kata, dan membaca kata sederhana. Dengan demikian, media SUKAMO layak digunakan sebagai media pembelajaran membaca permulaan di sekolah dasar serta berkontribusi dalam pengembangan media literasi yang mendukung pembelajaran berpusat pada siswa, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Measuring the Efficacy of Interactive Flipbooks in Boosting Reading Interest: Evidence from a Systematic Literature Review Sri Kurnianingsih; Hitta Alfi Muhimmah; M. Bambang Edi Siswanto
Jurnal Paedagogy Vol. 13 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v13i2.19592

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of interactive flipbook media in enhancing elementary school students’ reading interest. A systematic literature review was conducted following PRISMA guidelines. Relevant studies were retrieved from Scopus, Web of Science, ERIC, Google Scholar, and Consensus AI databases. Data were analyzed using descriptive statistical synthesis and thematic analysis to identify implementation patterns and student outcomes. The results indicate that interactive flipbook media consistently produces significant positive effects on students’ reading interest, with reported improvements ranging from 11% to 32% across studies. The media is particularly effective in enhancing visual literacy, digital literacy, and cultural appreciation, alongside traditional reading skills. However, several implementation challenges were identified as barriers to widespread adoption. This review concludes that interactive flipbooks represent a promising pedagogical tool for elementary education. Successful implementation, however, requires adequate technological infrastructure, comprehensive teacher training, and further research across diverse educational contexts and subject areas.
EFEKTIVITAS​ DARI POP- UP MEDIA BUKU DI SEKOLAH DASAR SEKOLAH SAINS PEMBELAJARAN : SUATU SISTEMATIS LITERATUR TINJAUAN Nur Wisuda Wati; Suryanti; M. Bambang Edi Siswanto
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/phpz8d36

Abstract

Abstract This systematic literature review examines the effectiveness of pop-up book media in enhancing elementary school science learning outcomes. The study analyzes 24 research articles published between 2022-2025, focusing on three main dimensions: the effectiveness of pop-up books in improving science learning outcomes, the application of constructivist learning theory in visual media development, and the impact of various media on teaching metamorphosis concepts. The analysis reveals that both conventional and digital/augmented reality (AR) pop-up books demonstrate significant effectiveness in improving students' learning outcomes, motivation, and conceptual understanding. Key findings indicate that pop-up books facilitate the visualization of abstract concepts, increase student engagement, and receive high validation from experts, with effectiveness rates ranging from 80-95%. The integration of pop-up books with active learning models and problem-based learning (PBL) approaches shows particularly strong results, with N-gain scores between 0.53-0.71. However, limitations include narrow subject/material scope and small sample sizes across most studies. The review concludes that pop-up book media, when grounded in constructivist principles, serves as an effective pedagogical tool for elementary science education, though further research with larger populations and cross-curricular applications is recommended. Keyword: Pop-up Book, Science Learning, Visual Media Constructivism, Learning Outcomes Abstrak Tinjauan literatur sistematis ini meneliti efektivitas media buku pop-up dalam meningkatkan hasil belajar sains di sekolah dasar. Studi ini menganalisis 24 artikel penelitian yang diterbitkan antara tahun 2022-2025, dengan fokus pada tiga dimensi utama: efektivitas buku pop-up dalam meningkatkan hasil belajar sains, penerapan teori pembelajaran konstruktivis dalam pengembangan media visual, dan dampak berbagai media pada pengajaran konsep metamorfosis. Analisis menunjukkan bahwa buku pop-up konvensional dan digital/augmented reality (AR) menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan pemahaman konseptual siswa. Temuan utama menunjukkan bahwa buku pop-up memfasilitasi visualisasi konsep abstrak, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendapat validasi tinggi dari para ahli, dengan tingkat efektivitas berkisar antara 80-95%. Integrasi buku pop-up dengan model pembelajaran aktif dan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) menunjukkan hasil yang sangat kuat, dengan skor N-gain antara 0,53-0,71. Namun, keterbatasan meliputi cakupan subjek/materi yang sempit dan ukuran sampel yang kecil di sebagian besar studi. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa media buku pop-up, jika didasarkan pada prinsip-prinsip konstruktivis, berfungsi sebagai alat pedagogis yang efektif untuk pendidikan sains di sekolah dasar, meskipun penelitian lebih lanjut dengan populasi yang lebih besar dan aplikasi lintas kurikulum direkomendasikan. Kata Kunci: Buku Pop-up, Pembelajaran Sains, Media Visual Konstruktivisme, Hasil Belajar
The use of web-based digital media to develop oral literacy skills of elementary school students: systematic literature review Ika Kurnia Setya Anggara; Wahyu Sukartiningsih; M. Bambang Edi Siswanto
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 14 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v14i1.43724

Abstract

Oral literacy skills are fundamental competencies that elementary school students must master as a foundation for communication and lifelong learning. The development of digital technology opens new opportunities in language learning by integrating web-based media, increasing students' engagement, and improving the effectiveness of their speaking skill development. This study aims to systematically analyse the effectiveness of web-based digital media, particularly Google Sites and digital storytelling applications, in developing elementary school students' oral literacy skills. The systematic literature review method was used by analyzing 24 scientific articles published between 2020 and 2025 from trusted academic databases. Inclusion criteria include research that addresses web-based digital media, oral or spoken literacy skills, and learning contexts in primary schools. Data analysis was carried out thematically by identifying the patterns, advantages, limitations, and recommendations of each study. The results showed that digital storytelling media and web-based platforms were effective in improving students' speaking skills, with an average score increase of 15-35%, while integrating the Think Talk Write learning model with digital media was highly effective in developing social communication and collaboration. The discussion revealed that the successful implementation of digital media depends on proper instructional design, adequate technology support, and comprehensive teacher training. The conclusion of this study recommends the development of a web-based interactive digital platform that integrates constructivist pedagogical approaches to optimize oral literacy learning in primary schools.
Efektivitas Penggunaan Media Buku Cerita Bergambar Interaktif terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman dan Kemampuan Mengkomunikasikan Bacaan Siswa Kelas IV SD Negeri 016 Sepaku Indriyani Khoirum Nisa; Handratno Handratno; M. Bambang Edi Siswanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media buku cerita bergambar interaktif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengomunikasikan bacaan siswa sekolah dasar. Permasalahan awal menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan memahami ide pokok, informasi rinci, dan alur cerita, serta belum mampu menyampaikan kembali isi bacaan secara runtut dan ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest tanpa kelompok kontrol, melibatkan 25 siswa kelas IV SD Negeri 016 Sepaku. Instrumen penelitian terdiri atas tes membaca pemahaman dan rubrik penilaian kemampuan mengomunikasikan bacaan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada kedua kemampuan setelah penggunaan media interaktif. Nilai rata-rata membaca pemahaman meningkat dari 58,40 menjadi 82,60, sedangkan kemampuan mengomunikasikan bacaan meningkat dari 55,20 menjadi 80,40. Uji t berpasangan memperkuat hasil tersebut dengan nilai t-hitung 12,87 untuk membaca pemahaman dan 13,54 untuk kemampuan mengomunikasikan bacaan, serta nilai p < 0,05 pada kedua variabel. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan buku cerita bergambar interaktif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa. Secara keseluruhan, media buku cerita bergambar interaktif terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran yang mampu memperkuat pemahaman teks sekaligus meningkatkan kemampuan verbal siswa dalam menyampaikan kembali isi bacaan. Media ini dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi di sekolah dasar.