Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Nilai-Nilai Moral Dalam Seloko Adat Ulur Antar Serah Terimo Adat Perkawinan Masyarakat Desa Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi Sahri, Alfin; Karim, Maizar; Nurfadilah, Nurfadilah
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis nilai-nilai moral yang terkandung dalam seloko adat ulur antar serah terimo pada prosesi adat perkawinan masyarakat Desa Sungai Duren, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi analisis teks seloko, observasi prosesi adat, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat, dan aparat desa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldaña yang terdiri atas tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seloko adat mengandung tujuh nilai moral utama, yaitu kejujuran, menjadi diri sendiri, tanggung jawab, kemandirian, keberanian moral, kerendahan hati, dan sikap kritis. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi acuan perilaku dalam konteks ritual adat, tetapi juga membentuk karakter sosial masyarakat yang menjunjung etika kolektif. Seloko sebagai bagian dari kearifan lokal berperan dalam mentransmisikan nilai-nilai etis dan memperkuat identitas budaya Melayu Jambi melalui mekanisme pewarisan lisan. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa seloko adat ulur antar serah terimo tidak hanya memiliki fungsi estetika dan simbolik, tetapi juga pedagogis dan etis. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai pedoman dalam membangun relasi sosial dan menjaga tatanan adat. Oleh karena itu, pelestarian tradisi seloko penting sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter serta mempertahankan integritas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Problematik Pembelajaran Puisi Rakyat pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi Yansah, Devi; Karim, Maizar; Larlen, Larlen; Akbar, Oky; Oktri Wini, Lusia
Lintang Aksara Vol. 1 No. 2 (2022): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v1i2.22508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Problematik Pembelajaran Puisi Rakyat Siswa Kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi Tahun 2022.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Narasumber dalam penelitian ini adalah siswa danguru kelas VII.Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara mengenai problematikdalam pembelajaran puisi rakyat. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 9 siswa dan 1 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian siswa sudah mampu menulis gurindan dan syair sesuai dengan karateristik puisi rakyat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DALAM MENULIS TEKS PUISI DI KELAS VIII SMP Andriani, Uut; Harahap, Eddy Pahar; Yusra, Hilman; Karim, Maizar; Akbar, Oky
Lintang Aksara Vol. 2 No. 2 (2023): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v2i2.25815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Puisi di Kelas VIII SMP Negeri 12 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan cenderung menggunakan analisis karena penelitian ini beretujuan untuk menggambarkan suatu proses dan hasil yang didapat selama penelitian. Hasil penelitian Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Puisi di Kelas VIII SMP Negeri 12 Kota Jambi berdasarkan langkah-langkah. Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) sudah terlaksana dengan baik, namun pada tahap monitoring kurang berjalan dengan baik karena keterbatasan waktu pembelajaran yang sedikit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Puisi di Kelas VIII SMP Negeri 12 Kota Jambi telah terlaksana sesuai langkah-langkah model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Modul Ajar yang dirancang guru sebelum proses pembelajaran.
Reflection Of 21ST Century Women In Sutan Takdir Alisjahbana’s Novel 'Layar Terkembang': A Semiotic Study Sri Rahayu, Nova; Karim, Maizar; Rustam
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 2 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i2.5668

Abstract

This study aims to analyze the dual roles of women in the novel Layar Terkembang by Sutan Takdir Alisjahbana and how these roles shape their character and demeanor. Method: This research employs a qualitative approach with a text analysis method. The research data is obtained from the text of the novel Layar Terkembang and analyzed using interpretation and descriptive techniques. Results: The study found that women in Layar Terkembang have dual roles, both as individuals and as members of society. These dual roles shape the women into complex, independent, and progressive characters. The characters Tuti and Maria, for instance, demonstrate courage in breaking traditions and pursuing their dreams. The dual roles of women also reflect Sutan Takdir Alisjahbana’s view on women's emancipation during his time. The novel Layar Terkembang not only portrays women as complements to the story but also as messengers conveying the role and potential of women in society. This novel encourages women to transcend traditional boundaries and actively contribute to various aspects of life.
Intertextual Study of the Short Story Menuju Pulang by Indrian Koto and the Short Story Orion by A. Masyitta Euis Shalihah; Maizar Karim
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 2 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i2.5748

Abstract

In this research, researchers used descriptive qualitative methods. In this research, the approach used is an intertextual approach, where this intertextual approach compares two texts that have a connection or relationship and this intertextual approach is also used to find hypograms and transformations in short stories Menuju rumah and the short story Orion. These two short stories have almost the same theme elements, namely about returning home and longing after not returning home for a long time and home is not just a place to live, but home is the first place where we smile and cry.
Akhlak Islami dalam Hikayat Iskandar Zulkarnain: Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Milenial Karim, Maizar
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplanasi wujud akhlak islami dalam Hikayat Iskandar Zulkarnain sebagai basis penguatan pendidikan karakter generasi milenial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode deskriptif-analitik. Objek penelitian ini adalah Hikayat Iskandar Zulkarnain, Suntingan Teks (Soeratno, 1992). Penelitian ini menemukan berbagai akhlak islami sebagai penguatan pendidikan karakter generasi milenial, antara lain: (1) keberanian: kemauan keras, tegas dalam bersikap, perkasa dan terampil berperang, tidak takut menghadapi berbagai tantangan, dan mengakui kesalahan. (2) Amanah: menepati janji, melaksanakan tugas dengan baik, bersemangat, dan penuh tanggung jawab; mementingkan kemaslahatan umat. (3) Pemurah: memberikan hadiah dan imbalan kepada orang lain, sesuai prestasi dan pengabdiannya; bersedekah, simpati dan empati, dan tolong menolong. (4) Keadilan: memberi pertimbangan dalam menghukum, mendudukkan sesuatu pada posisi dan proposisinya, membela kebenaran, dan mempertimbangkan pendapat orang lain. (5) Kesabaran: tidak mengikuti hasrat syahwat, tidak berlebih-lebihan, tidak emosional, tidak tergesa-gesa, suka memaafkan, menghargai orang lain, menjaga kesucian dan kemuliaan, dan mempertahankan harga diri. (6) Ketaatan: menjalankan perintah Allah, tidak melanggar hukum dan etika, setia kepada pemimpin, dan harmonisasi.
Asesmen Diagnostik Menggunakan Design Thinking dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kabupaten Muaro Jambi Rustam, Rustam; Karim, Maizar; Saputra, Ade Bayu; Ningsih, Arum Gati; Wini, Lusia Oktri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.936

Abstract

This community service program aims to help teachers make learning designs in the form of diagnostic assessment portfolios that are in accordance with the content and learning phases, contain diagnostic assessment grids, and integrate them with learning outcomes and learner readiness needs. This community service method consists of four stages: (1) preparation, (2) implementation, (3) evaluation, and (4) reflection. In the preparation stage, preparing materials, determining the system for implementing activities, and preparing pre-test and post-test for teacher reflection in designing cognitive diagnostic assessments using Design Thinking in Indonesian language learning. The implementation stage includes counseling and small group practice (peer teaching). Evaluation is done through diagnostic assessment with initial competency test and post-test. The reflection stage produced a portfolio that recorded the entire process and results of the activity. For the Design Thinking Empathize process, 95% of junior high school Indonesian language teachers understand and interpret diagnostic assessment material. Define, 80% of Indonesian language teachers are able to construct the problems experienced by their students. Ideate, 80% of Indonesian language teachers analyze patterns/types of construction of competency ideas experienced by their learners. Prototype, 70% of Indonesian language teachers are able to find and compile a portfolio of diagnostic assessment instruments. Test, 72% of Indonesian language teachers are able to design cognitive diagnostic assessment instruments and non-cognitive diagnostic assessments.ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu guru membuat rancangan pembelajaran dalam bentuk portofolio asesmen diagnostik yang sesuai dengan content dan fase pembelajaran, memuat kisi-kisi asesmen diagnostik, dan mengintegrasikannya dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan kesiapan peserta didik. Metode pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari empat tahap: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi, dan (4) refleksi. Pada tahap persiapan, menyusun materi, menentukan sistem pelaksanaan kegiatan, serta menyiapkan pre-test dan post-test untuk refleksi guru dalam merancang asesmen diagnostik kognitif menggunakan Design Thinking dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan dan praktik kelompok kecil (peer teaching). Evaluasi dilakukan melalui asesmen diagnostik dengan uji kompetensi awal dan post-test. Tahap refleksi menghasilkan portofolio yang mencatat seluruh proses dan hasil kegiatan. Untuk proses Design Thinking Empathize, 95%, guru bahasa Indonesia SMP memahami dan menginterpretasikan materi asesmen diagnostik. Define, 80% guru bahasa Indonesia mampu mengkonstruksi permasalahan yang dialami peserta didiknya. Ideate, 80% guru bahasa Indonesia menganalisis pola/tipe konstruksi ide-ide kompetensi yang dialami peserta didiknya. Prototype, 70% guru bahasa Indonesia mampu menemukan dan menyusun portofolio instrumen asesmen diagnostik. Test, 72% guru bahasa Indonesia mampu mendesain instrumen asesmen diagnostik kognitif dan asesmen diagnostik non kognitif.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PERSUASI SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 11 KOTA JAMBI TAHUN AJARAN 2021/2022 Dea Juliza, Agna; Karim, Maizar; D., Yusra
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): October
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v3i11.2451

Abstract

This research aims to describe the implementation of a contextual approach in learning to write persuasive texts in class VIII B of SMP Negeri 11 Jambi City. Learning Indonesian cannot be separated from the approach methods in delivering the material. One approach used is a contextual approach. The purpose of this research was to find out how to implement contextual application in Indonesian language learning of persuasive text material for class VIII B students at SMP Negeri 11 Jambi City. This type of research is descriptive qualitative, data collection in this research was carried out by observing teachers, students and classes, interviews and documentation. The subject of this research is the Indonesian language study teacher in class VIII B of SMP Negeri 11 Jambi City. The implementation of the contextual approach was carried out ideally and this has been proven by the researchers' interviews with teachers, students and monitoring carried out during the teaching and learning process and the supporting factors were the enthusiasm of the students in participating in the learning, as well as adequate facilities and infrastructure. Based on the research results, it can be concluded that the application of a contextual approach to learning to write persuasive texts for class VIII B students at SMP Negeri 11 Jambi City has been implemented quite well.
Analisis Makna Konotatif dalam Seloko Adat Perkawinan Masyarakat Dusun Kebun Tanjung Jabung Barat Febriyanti, Dilva; Karim, Maizar; Nurfadilah, Nurfadilah
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2025): DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seloko as an oral tradition in Jambi Malay traditional weddings in Kebun Hamlet not only functions as a language aesthetic, but also as a medium for transmitting cultural values. This study aims to uncover the connotative meanings contained in the traditional wedding seloko, which have not been widely explored in cultural linguistic studies. This study uses a qualitative approach with a hermeneutic method. Data in the form of seloko texts were collected through non-participant observation, video documentation of the wedding process on December 8, 2024, and semi-structured interviews with traditional leaders. Data were analyzed through reduction, presentation, and interpretive conclusion techniques, with data validity tested through triangulation of sources and methods. This study reveals complex connotative meanings in four main processions. (1) Ulur Antar Serah Terimo Adat and Lembago mean responsibility and commitment; (2) Ulur Antar Serah Terimo Pengantin means resilience and togetherness in the household; (3) Buka Lanse means sacredness, learning, and openness; (4) Tunjuk Ajar Tegur Sapo means advice and trust. The natural and cultural symbols in the seloko represent the integration of spiritual, social, and ecological values ​​of the Jambi Malay community. In traditional marriages, the seloko serves as a multidimensional cultural communication system, serving not only as a guideline for married life but also as a mechanism for preserving local wisdom. This research emphasizes the importance of a hermeneutic approach to understanding the flexibility and dynamics of meaning in oral traditions amidst social change.
Aspek Simbol dalam Tradisi Naik Garudo pada Adat Perkawinan di Desa Mersam Kabupaten Batanghari Rohmadani, Leni; Karim, Maizar; Saputra, Ade Bayu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3802

Abstract

Tradisi Naik Garudo merupakan salah satu prosesi penting dalam upacara perkawinan adat masyarakat Mersam, Kabupaten Batanghari, yang sarat dengan simbol-simbol budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbol atau menafsirkan unsur-unsur simbolik yang terkandung dalam tradisi Naik Garudo, yang meliputi bentuk Garudo, tandu pengantin, busana adat, arak- arakan, serta iringan musik tradisional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengam menggunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Pierce yang berfokus pada simbolnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam tradisi ini menggambarkan nilai kekuatan, kehormatan, perlindungan, keseimbangan, serta pengakuan sosial bagi pasangan pengantin. Tradisi Naik Garudo juga memiliki fungsi sosial, ritual, dan estetika yang memperkuat identitas budaya lokal serta mengokohkan hubungan antarkomunitas. Selain itu, tradisi ini berperan sebagai warisan budaya yang terus dilestarikan dan menjadi sarana pewarisan nilai kehidupan kepada generasi muda. Dengan demikian, Naik Garudo bukan hanya prosesi seremonial, tetapi merupakan representasi filosofi hidup masyarakat Mersam yang kaya makna.