Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemanfaatan tumbuhan dalam ritual Adat Suku Komering: kajian etnobotani di Desa Kotanegara, OKU Timur Harmida; Agustini, Bunga; Aminasih, Nita
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat masyarakat Suku Komering di Desa Kotanegara, Kabupaten OKU Timur, melalui pendekatan etnobotani. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif berdasarkan tingkat pengetahuan dan keterlibatan dalam praktik adat.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis ritual adat yang masih dilaksanakan, dengan melibatkan 32 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 21 famili. Analisis kuantitatif menggunakan indeks Species Use Value (SUV) dan Family Use Value (FUV) menunjukkan bahwa Cocos nucifera memiliki nilai guna spesies tertinggi, sedangkan famili Magnoliaceae memiliki nilai guna famili tertinggi. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah bunga, yang umumnya berkaitan dengan fungsi simbolik dan estetika dalam ritual.Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat tidak hanya didasarkan pada aspek fungsional, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai budaya dan sistem kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengetahuan etnobotani memiliki peran penting dalam pelestarian budaya serta mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Strategi edukatif dan partisipatif dalam pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk kemandirian kesehatan Desa Pulau Semambu Nita Aminasih; Hary Widjajanti; Yuniar Harvianti; Trissa Silvian; Khosy Khoirunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38658

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, organisasi perempuan tingkat desa (PKK) Desa Pulau Semambu dalam budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). TOGA dipilih sebagai alternatif peningkatan kemandirian kesehatan berbasis potensi lokal. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi kesehatan terkait jenis tanaman obat, manfaat, serta teknik pengolahan dan pemanfaatannya untuk penanganan penyakit ringan. Selain itu, belum tersedia media edukasi yang dapat diakses sebagai panduan praktik berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap: survei awal, sosialisasi, pelatihan budidaya dan pengolahan TOGA, penyediaan buku saku dan media digital, serta pendampingan lapangan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang tanaman obat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mayoritas peserta menyatakan mendapat pemahaman baru terkait budidaya TOGA dan mulai menerapkannya di pekarangan rumah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai solusi kesehatan yang mudah diakses, ekonomis, dan ramah lingkungan. Rencana tindak lanjut berupa pembentukan Kelompok TOGA Desa Pulau Semambu dan pendampingan lanjutan disusun untuk menjamin keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah kemampuan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan mendukung pelestarian kearifan lokal berbasis tanaman obat. Kata kunci: tanaman obat keluarga; literasi kesehatan; keterlibatan masyarakat; pelestarian pengetahuan lokal; ketahanan kesehatan keluarga. Abstract This community service program was developed to address low health literacy regarding medicinal plants and inadequate access to educational resources in Semambu Island Village. The initiative aimed to enhance PKK women's knowledge and skills in cultivating and using Family Medicinal Plants (TOGA) as a sustainable, accessible health solution. Through a participatory approach encompassing surveys, socialization activities, hands-on training in TOGA cultivation and processing, distribution of educational materials, and continuous field mentoring, the program engaged community members directly in the learning process. Results revealed significant improvements in participants' understanding of medicinal plant types, their health benefits, and processing techniques. Most notably, the majority of participants successfully implemented TOGA cultivation in their home gardens and began applying herbal remedies to manage minor illnesses. Beyond individual skill acquisition, the program fostered collective awareness about medicinal plants as an economical and environmentally friendly alternative to conventional healthcare. To ensure long-term sustainability, the Semambu Island Village TOGA Group was established with plans for ongoing mentoring. This initiative not only enhanced community capacity and health literacy but also strengthened family health resilience while preserving valuable local knowledge about medicinal plants for future generations. Keywords: family medical plants; health literacy; community engagement; local wisdom preservation; family health resilience.