p-Index From 2021 - 2026
4.922
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Madrasah Dalam Konstelasi Era Global (Studi Kasus Di Mts Yapika Petanahan Kebumen) M.Slamet Yahya
Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.204 KB) | DOI: 10.37251/jpaii.v3i1.614

Abstract

Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah Memaparkan tentang aspek-aspek yang dikembangkan dalam model pengembangan madrasah di MTs YAPIKA Petanahan Kebumen. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, dan sebagian guru mapel yang terkait. Pengumpulan datanya menggunakan interview (wawancara), observasi (pengamatan), metode dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah trianggulasi data. Temuan Utama: Hasil penelitian ini adalah pertama; pengembangan visi misi disesuaikan dengan perkembangan Iptek dengan tetap mengedepankan nilai-nilai islami, kedua; pengembangan kurikulum menjadi multi triple curriculum, ketiga; pengembangan kegiatan pembelajaran yang meliputi; kegiatan takror malam, kegiatan tahfidz, kegiatan tahsin, pengembangan bahasa, pembentukan akhlakul karimah, pengembangan pendidikan berwawasan lokal dan global, ketiga; pengembangan pengabdian masyarakat dalam bentuk partisipasi kerjabakti desa, perawatan janazah, pembagian zakat fitrah, pembagian zakat mal, dan pembagian hewan qurban, keempat; pengembangan tata kelola madrasah secara internal antara siswa, guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, secara eksternal antara sekolah dengan yayasan dan komita sekolah, kelima; pengembangan networking dengan orangtua siswa, alumni, instansi pemerintah, perguruan tinggi, dan instansi lainnya, keenam; MTs YAPIKA merupakan madrasah terpadu yakni siswa madrasah ini selain mendapatkan pendidikan formal juga mendapatkan Pendidikan Pesantren atau dikatakan sebagai siswa MTs YAPIKA dan santri pondok pesantren al-Istiqomah. Keterbaruan/Keaslian dari Penelitian: Sebagai pengembangan ilmu pendidikan Islam terkait pengelolaan pengembangan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam konteks kedaerahan.
Konsep Pembelajaran PAI Berbasis Media Digital Melalui Pendekatan Humanistik Asdlori Asdlori; Muhamad Slamet Yahya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1646

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)—paling tidak sampai saat ini—belum mampu secara efektif membentuk perilaku dan kepribadian peserta didik. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan humanistik yang memuat sekian nilai-nilai dasar kemanusiaan dianggap mampu melakukan pembentukkan moral peserta didik. Tujuan dari penelitian ini hendak menganalisis pengembangan konsep pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan memanfaatkan media digital melalui implementasi pendekatan humanistik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif berupa studi pustaka (library research). Ditinjau dari aspek metodenya, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan content analisis (analisis isi) sebagai teknik analisis. Hasilnya, implementasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan menggunakan metode diskusi, tanya jawab, ceramah, pemberian soal atau tugas, dan pemecahan masalah (problem solving). Sedangkan penggunaan media digital melalui pemanfaatan media komunikasi interpersonal, partisipatoris, pencarian informasi, dan permainan interaktif dalam pembelajaran PAI menghasilkan nilai-nilai humanisme yang sejalan dengan tujuan pembelajaran PAI yang moderat. Disimpulkan bahwa penggunaan media digital dalam pengembangam pembelajaran PAI melalui pendekatan humanistik secara khusus dapat memberikan dampak yang positif dalam menjawab tantangan perkembangan zaman dan globalisasi yang turut berdampak pada dunia pendidikan, terutama dalam rangka menghadapi era Society 5.0.
Kepercayaan Air Suci Kalibacin: Sebuah Kajian Antropologi Budaya dan Agama Masyarakat Banyumas Meti Muji Pangestika; M. Slamet Yahya
Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies Vol 4 No 2 (2024): Tarbiatuna:  Journal of   Islamic Education Studies 
Publisher : PKP Pusat Jurnal LPPM IAi Nasional Laaroiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/tarbiatuna.v4i2.6670

Abstract

This research aims to understand Kalibacin holy water beliefs in the cultural and religious context of the Banyumas community. This research was conducted using qualitative methods, which included participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The research results show that the Kalibacin holy water belief has long historical roots and is closely related to the culture and religion of the Banyumas people. This belief is believed to have the power to cure disease, provide good luck, and protect from danger. Kalibacin holy water is obtained by performing a special ritual at the Kalibacin spring, which is located in Kalibacin Village, Banyumas District, Banyumas Regency. This ritual is led by a caretaker, who is a descendant of the founder of the Kalibacin spring. The Kalibacin holy water belief has a deep symbolic meaning for the people of Banyumas. Kalibacin holy water is considered an embodiment of purity and supernatural power. This belief also functions as a tool to strengthen social solidarity and cultural identity of the Banyumas people. This research has important implications for understanding the culture and religion of the Banyumas people. This research shows that the Kalibacin holy water belief is an integral part of the lives of the Banyumas people and has an important role in preserving local culture and religion.
Konsep Tri Pusat dalam Pendidikan Sekolah Berbasis Pesantren: Memperkuat Dimensi Spiritual, Akademik, dan Sosial Muhamad Slamet Yahya
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i2.8279

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Tri Pusat concept in pesantren education at SMK Ma’arif 6 Kebumen and examine its contribution to strengthening the spiritual, academic, and social dimensions of students. A qualitative approach was employed, involving classroom observations, interviews, and document analysis. The findings indicate that SMK Ma’arif 6 Kebumen has successfully implemented the Tri Pusat concept holistically. The spiritual dimension is reinforced through religious instruction and regular religious practices. The academic dimension is emphasized through a comprehensive curriculum and practical learning. Meanwhile, the social dimension is developed through extracurricular activities and community service. The implementation of the Tri Pusat concept benefits students in their spiritual, academic, and social development. Despite challenges in implementation, continuous efforts are made to improve its effectiveness. In conclusion, the implementation of the Tri Pusat concept at SMK Ma’arif 6 Kebumen makes a positive contribution to strengthening the spiritual, academic, and social dimensions of students.
Strategi Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Remaja: Analisis Dampak Media Sosial di Desa Sibrama Fian, Khafifatul; Muhamad Slamet Yahya
Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v12i1.9838

Abstract

Perlunya pembinaan terhadap akhlak remaja untuk membentuk akhlak baik dalam dirinya. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi orang tua dalam membina akhlak remaja dengan analisis dampak dari penggunaan media sosial di Desa Sibrama. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui proses wawancara. Guna mendukung hasil wawancara disertakan pula hasil persentase terkait penggunaan media sosial yang diperoleh melalui google formulir sekaligus untuk memperkuat analisis dampak dari media sosial bagi remaja. Setelah data dikumpulkan, berikutnya data direduksi yang selanjutnya dianalisis dan dilengkapi dengan penelitian terdahulu yang sesuai dengan pembahasan. Setelah tahapan tersebut dilakukan, berikutnya adalah langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi orang tua dalam melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja dengan cara pembatasan penggunaan media sosial serta dengan pemberian nasihat-nasihat. Sebesar 70,8% remaja menyatakan bahwa dirinya sering menggunakan media sosial dan mayoritas media sosial yang digunakan yaitu Instagram serta Whatsapp dengan perolehan persentase sebesar 8,3%. Dampak dari penggunaan media sosial terhadap akhlak remaja yaitu perubahan pola pikir dan perilaku. Sebesar 62,5% menyatakan bahwa remaja pernah menunda pekerjaan dan lebih asyik dengan media sosial. Berikutnya faktor pendorong dalam melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja berkaitan dengan fasilitas yang tersedia sedangkan faktor penghambatnya adalah lingkungan atau pengaruh dari teman sebaya.
Peranan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja di MTs Ma’arif Sikampuh Kroya Cilacap Maulidah, Khotimatul; Yahya, M. Slamet
Matan : Journal of Islam and Muslim Society Vol 5 No 1 (2023): Matan: Journal of Islam and Muslim Society Vol 5 (No 1) 2023
Publisher : Institute of Research and Public Service Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.matan.2023.5.1.7615

Abstract

This research aims to discover the forms of student delinquency, the factors that cause student delinquency, and how MTs Ma'arif Sikampuh's efforts in overcoming the problem. This research is field research with primary data obtained through observation techniques and interviews with Islamic Education teachers, principals, and Counselling Guidance teachers of MTs Ma'arif Sikampuh, Kroya, Cilacap. The results showed that there are several kinds of delinquency of MTs Ma'arif Sikampuh students, which include absent without information, leaving home but not arriving at school, coloured hair and strange cut models, clothes are not inserted, fights between students, damaging school facilities, bullying through social media, storing and distributing pornographic photos or videos, saying dirty words or lacking manners towards students and teachers, hanging out outside during school hours, cheating during exams (leaving the room), bullying, and smoking in the school environment, skipping class, coming to school late, not doing homework, and making noise during the teaching and learning process. Factors that influence student delinquency are often due to lack of parental attention (broken home), the influence of friends, and from themselves because they are lazy and afraid of teachers. The school's efforts to overcome student delinquency are preventive through religious activities or providing religious education, guiding extra-curricular activities, and increasing the effectiveness of parental and community relations (public relations).
MEMBANGUN IKLIM INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM YANG BERORIENTASI ETOS KERJA Mustajab, Mustajab; Yahya, M. Slamet
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v3i2.38

Abstract

Persoalan yang sering muncul dalam masalah dalam produktivitas lembaga pendidikan yakni salah satunya disebabkan oleh iklim dan budaya institusi yang kurang menunjang. Produktivitas institusi pendidikan, hakikatnya untuk memperoleh berbagai keuntungan baik yang bersifat material maupun non material. Institusi pendidikan merupakan institusi non profit, namun untuk mencapai tujuan pendidikan diperlukan adanya produktivitas seluruh komponen atau personil dalam lingkungannya. Penerapan iklim dan budaya institusi dapat mempengaruhi perilaku institusi secara positif, maka pengaruh iklim institusi terhadap perilaku institusi mengarah pada sifat positif dan dapat bersifat negatif, misalnya hubungan atasan dan bawahan, kebijakan lembaga, ruangan yang nyaman dan bersih, etos kerja, serta motivasi kinerja. Hal tersebut menimbulkan kepuasan kinerja baik personal maupun institusi. Kemudian dari iklim/ budaya institusi pendidikan, apabila nilai dan budaya yang ada sudah diinternalisasi dalam pribadi masing-masing untuk membangun etos kerja. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator sebagai tolok ukur etos kerja antara lain: yakni motivasi, produktivitas, disiplin dan efesiensi.
Implementasi Akhlak Al-Karimah dalam Praktik Sosial Masyarakat Desa Majatengah Fadhilah, Awaliya Nur; Yahya, Muhamad Slamet
Arfannur Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : The Magister of Islamic Education IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/arfannur.v4i3.2109

Abstract

This research aims to explore how the scope of morals can be implemented in daily practice. The research method used is qualitative research. The research approach used is a phenomenological approach. The research used data collection techniques in the form of interviews. The validity of the research data uses source triangulation. Data analysis techniques in the form of data collection, data reduction, presenting data and drawing conclusions. The results of the research used, namely the implementation of the scope of morals in daily practice, can be concluded as follows, morals to Allah SWT, namely worship only to Allah SWT, being grateful for the blessings given by Allah SWT, being sincere, carrying out Allah’s commands and staying away from his prohibitions, performing prayers, zakat, fasting, sunnah worship, and dhikr. Morals to others consist of morals to the Messenger of Allah, namely emulating the morals of the Prophet, sticking to honesty and good prejudice, carrying out the obligatory and sunnah practices carried out by the Prophet, reading shalawat and the story of the Prophet. The morals to the family are loving the family, living in harmony, respecting the family, being devoted to parents, helping the partner’s work, not arguing when told by obeying parents’ orders, doing work sincerely, and trying to make the partner and family happy. The morals to oneself are keeping oneself from things prohibited by Allah Swt, being istiqomah, patient, shidiq, tawadhu, istiqomah, honest, loving oneself by being grateful so as not to feel insecure and maintaining health. Manners to society, namely being tolerant, helping each other, qonaah, humble, patient, praying to Allah Swt for the common good, helping neighbors in difficulty, and giving to each other. Manners to nature, namely taking good care of the environment, not polluting the environment, not littering, maintaining environmental safety, not destroying nature, loving the environment by not doing whatever they want to the environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelajahi bagaimana ruang lingkup akhlak dapat di implementasikan dalam praktik sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan fenomenologis. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang digunakan yaitu implementasi ruang lingkup akhlak dalam praktik sehari-hari dapat disimpulkan sebagai berikut, akhlak kepada Allah SWT yaitu ibadah hanya kepada Allah Swt, bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Swt, bersikap ikhlas, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, menunaikan shalat, zakat, puasa, ibadah sunah, dan berzikir. Akhlak kepada sesama terdiri dari akhlak kepada Rasulullah Saw yaitu meneladani akhlak Rasulullah, berpegang teguh pada kejujuran dan berprasangka baik, menjalankan amalan wajib dan sunah yang dikerjakan Rasulullah, membaca shalawat dan kisah Rasulullah. Akhlak kepada keluarga yaitu mencintai keluarga, hidup rukun, menghormati keluarga, berbakti kepada orang tua, membantu pekerjaan pasangan, tidak membantah apabila disuruh dengan menaati perintah orang tua, melalukan pekerjaan dengan ikhlas, dan berusaha membuat pasangan serta keluarga senang. Akhlak kepada diri sendiri yaitu menjaga diri dari hal-hal yang dilarang Allah Swt, bersikap istiqomah, sabar, shidiq, tawadhu, istiqomah, jujur, mencintai diri sendiri dengan bersyukur sehingga tidak merasa insecure dan menjaga kesehatan. Akhlak kepada masyarakat yaitu bersikap toleransi, saling tolong menolong, qonaah, rendah hati, sabar, berdoa kepada Allah Swt untuk kebaikan bersama, membantu tetangga yang kesulitan, dan saling memberi. Akhlak kepada alam yaitu menjaga lingkungan dengan baik, tidak mencemari lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga keamanan lingkungan, tidak merusak alam, mencintai lingkungan dengan tidak berbuat seenaknya kepada lingkungan. Kata kunci: Implementasi; Akhlak; Praktik Sosial Masyarakat.
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Rumpun PAI di MTs Minhajut Tholabah Purbalingga Yahya, M. Slamet; Wicaksono, Herman; Mustajab, Mustajab; Aqvi, Elvis Nadhaftul
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i2.8763

Abstract

Terlepas dari kontroversi yang ada, nampaknya Kurikulum Merdeka kini berangsur-angsur mulai dapat diterima masyarakat akademik khususnya di jenjang sekolah atau pun madrasah. Saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang mengadopsi atau menerapkan Kurikulum Merdeka.. Hal ini terbukti hampir di setiap kabupaten/kota sudah ada sekolah yang menerapkannya, di antaranya ialah MTs MTs Minhajut Tholabah Purbalingga. Penelitian kualitatif-deskriptif ini dilakukan pada awal Juli hingga akhir Agustus 2023 dengan mengambil lokasi penelitian di MTs Minhajut Tholabah Purbalingga dengan mengambil fokus pada kelas VII. Data kualitatif yang diperoleh melalui survei, observasi, dan dokumentasi dianalisa sedemikian rupa hingga ditarik beberapa simpulan untuk menjawab rumusan masalah. MTs Minhajut Tholabah Purbalingga merupakan Pilot Project implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Purbalingga untuk jenjang MTs khususnya MTs swasta. MTs Minhajut Tholabah Purbalingga merupakan madrasah yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Minhajut Tholabah Purbalingga. Untuk itu, dalam penerapannya, lembaga ini telah mengintegasikan pembelajaran di madrasah dengan pembelajaran di pesantren khususnya untuk mata pelajaran rumpun PAI. Dalam praktiknya, mata pelajaran rumpun PAI disajikan menggunakan kitab-kitab yang juga dikaji di pesantren. Dari segi waktu pembelajaran, khusus mata pelajaran rumpun PAI dilaksakan mulai jam 13.00 sampai selesai. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik lebih fokus untuk mempelajari materi-materi keagamaan.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Bidayah Al-Hidayah Karya Imam Al-Ghazali Yahya, M. Slamet; Syahriyah, Eri
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i3.9019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan akhlak penting untuk pembentukan karakter yang baik. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk melanjutkan penelitian sebelumnya tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Bidāyah Al-Hidāyah karena peneliti beranggapan terdapat research gap dengan penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih dalam tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Bidāyah Al-Hidāyah dan relevansinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan dan mengolah data yaitu  editing, organizing, dan penemuan hasil temuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab Bidāyah Al-Hidāyah diantaranya akhlak kepada Allah SWT meliputi; akhlak mempunyai niat yang baik dalam menuntut ilmu dan akhlak memperbanyak żikir/mengingat Allah SWT, akhlak kepada diri sendiri meliputi; akhlak memanfaatkan waktu dengan baik dan akhlak menjaga diri dan menjauhi larangan-Nya, akhlak kepada sesama manusia meliputi; akhlak sebagai seorang pendidik/guru, akhlak sebagai seorang peserta didik/murid, akhlak terhadap orang tua, akhlak terhadap orang awam, akhlak terhadap sahabat, dan akhlak terhadap orang yang baru di kenal. Kemudian nilai pendidikan akhlak tersebut mempunyai relevansi terhadap pendidikan karakter di indonesia diantaranya; religius, toleransi, disiplin, demokratis, bersahabat /komunikatif,  peduli sosial, dan tanggung jawab.