Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis ArcGIS pada DAS Parangjoho Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah Tuhepaly, Firman Syarif; Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.26

Abstract

Waduk Parangjoho yang berlokasi di Desa demesan Kecamatan eromoko Wonogiri Jawa Tengah ini merupakan waduk multiguna yang berfungsi sebagai irigasi. Studi ini bertujuan untuk mencari nilai laju erosi dan sedimen beserta tingkat bahaya erosi pada DAS Waduk Parangjoho. Eksplorasi ini juga akan membawa perlindungan lahan untuk diterapkan di lokasi pemeriksaan. Dalam pengujian ini, untuk menentukan nilai laju disintegrasi menggunakan USLE. Penulis menggunakan data jumlah hujan bulanan, data jumlah hari hujan, data hujan harian maksimum untuk menentukan nilai R, kemudian data jenis tanah untuk menentukan nilai K, data kemiringan lereng untuk menentukan nilai LS, data koefisien CP untuk menentukan tata guna lahan, Perhitungan menggunakan metode USLE diperoleh nilai laju erosi rata-rata sebesar 62,322 ton/ha/tahun. Hasil analisis tingkat bahaya erosi diperoleh di sangat ringan sejumlah 30,63%, ringan 42%, sedang 19,74%, berat 6,27%, dan sangat berat 1,5%. Berdasarkan perhitungan Sediment delivery ratio (SDR), didapatkan hasil perkiraan sedimen sebesar 42.832 ton/tahun. Hasil estimasi sedimen di Waduk 39.254 m3/tahun maka waktu pengendapan dari berbagai elevasi dikomulatifkan didapatkan usia guna waduk 32 tahun. Setelah itu dilakukan penanganan Konservasi lahan dilakukan dengan 2 metode yaitu metode vegetatif dan metode mekanis. Hasil konservasi lahan tersebut dapat dilakukan secara optimal karena dapat mengurangi laju erosi dan tingkat bahaya erosi.
Studi Perencanaan Dinding Penahan Sebagai Upaya Penanganan Kelongsoran Lereng Pada Ruas Jalan Trenggalek - Ponorogo Provinsi Jawa Timur Rosdiyono, Anangga; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.46

Abstract

Kegagalan lereng dan tanah longsor masih menjadi masalah serius dan sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Bila terjadi kegagalan lereng ini maka dapat menyebabkan kerugian baik secara materil dan imateril. Studi kegagalan lereng ini berada di ruas jalan Trenggalek – Ponorogo (Km 16+650 – Km 17+750) dan (Km 17+400 – Km 17+550) Provinsi Jawa Timur dimana memiliki kondisi topografi curam. Dari berbagai macam faktor penyebab kegagalan lereng dan tanah longsor maka perlu mengetahui faktor aman lereng pada ruas jalan Trenggalek – Ponorogo. Dari hasil analisis stabilitas lereng asli menggunakan bantuan software Geo5 didapatkan hasil bahwa nilai faktor aman terhadap stabilitas lereng  ≤ 1,5 tanpa adanya pengaruh gempa. Sedangkan untuk stabilitas lereng dengan pengaruh gempa didapatkan hasil faktor aman terhadap lereng alami ≤ 1,1. Berdasarkan analisis nilai faktor aman kondisi eksisting yang menyatakan bahwa lereng asli tidak aman oleh sebab itu, perlu adanya perbaikan lereng menggunakan dinding penahan sebagai upaya penanganan kelongsoran lereng. Dari hasil analisis stabilitas lereng kembali setelah adanya perbaikan lereng dengan dinding penahan menunjukan nilai angka aman yang lebih baik dengan kondisi tanpa gampa dengan nilai ≥ 1,5 dan nilai angka aman ≥ 1,1 akibat beban gempa. Sedangkan untuk mengatasi masalah kegagalan lereng menggunakan dinding penahan membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp. 11.934.155.000,00.
Aplikasi Stability Chart untuk Idealisasi Desain Tanggul Kali Lamong di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur Sanwa, Niken Wibasari; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.43

Abstract

Keruntuhan tanggul adalah salah satu kecelakaan di bidang teknik yang menyebabkan bencana banjir. Hal tersebut disebabkan karena proses perencanaan yang tidak benar sehingga tidak memenuhi persyaratan teknis. Salah satu kasusnya terjadi di Kali Lamong, Jawa Timur. Kali Lamong memiliki permasalaan banjir yang disebabkan oleh keruntuhan tanggul hampir setiap tahunnya. Tujuan dari studi ini yaitu adanya suatu pedoman yang digunakan untuk merencanakan struktur tanggul yang aman dan bertahan lama. Dengan bantuan grafik sederhana disebut stability chart yang memiliki hubungan antara nilai faktor keamanan dengan dimensi tanggul. Studi ini menggunakan dua parameter, yaitu parameter dimensi dan parameter jenis tanah. Untuk parameter jenis tanah dibagi lagi menjadi empat variasi jenis tanah berdasarkan nilai parameternya. Setelah diinput ke dalam aplikasi geostudio 2018 didapatkan bahwa desain variasi I dan III dinyatakan aman sedangkan variasi II dan IV tidak aman. Desain yang tidak aman tersebut dibutuhkan perkuatan sehingga ditambahkan berm dan pile dan menghasilkan semua variasi dinyatakan aman. Maka penggunaan berm dan pile sebagai perkuatan dinyatakan efektif untuk meningkatkan nilai faktor keamanan.
Analisis Angkutan Sedimen Sungai Welang Pasuruan Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal; Sisinggih, Dian; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.06

Abstract

Welang River is one of the rivers that cross Pasuruan Regency with the upper reaches of the river being on Mount Welirang. The capacity of the Welang River is no longer able to accommodate and flow the magnitude of flood discharge, one of the causes is erosion and sedimentation. Therefore, it is necessary to carry out sediment transport analysis using the HEC-RAS application. To be able to model, several data are needed, including topographic data, dominant discharge data (14,91 m3/second), plan flood data (435,04 m3/second), and gradation data of Welang River sediment grains. Before modeling, it is necessary to calibrate and validate to determine the transport method that is closest to the existing field conditions. Calibration is carried out by conducting sedimentation modeling in 2019 – 2021, the result is the method that is closest to Meyer Peter Muller with an NSE value of 0,69. Sediment transportation modeling carried out for 5 years (2022-2027) found that the magnitude of Welang River sediment transportation was 1,86 x 10 tons per year with changes in aggradation and degradation of an average of 0,4 m. Normalization planning is carried out by improving the slope due to sedimentation with a volume of excavations 110.669 m3, as well as adding an embankment with an average height of 1,4 m so that runoff does not occur.Sungai Welang merupakan salah satu sungai yang melintasi Kabupaten Pasuruan dengan hulu sungai berada di Gunung Welirang. Daya tampung Sungai Welang sudah tidak mampu menampung dan mengalirkan besarnya debit banjir, salah satu penyebabnya adalah karena terjadi erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis angkutan sedimen menggunakan aplikasi HEC-RAS. Untuk dapat melakukan pemodelan dibutuhkan beberapa data antara lain data topografi, data debit dominan (14,91 m3/detik), data banjir rencana (435,04 m3/detik), dan data gradasi butiran sedimen Sungai Welang. Sebelum dilakukan pemodelan, perlu dilakukan kalibrasi dan validasi untuk menentukan metode pengangkutan yang paling mendekati dengan kondisi lapangan yang ada. Kalibrasi dilakukan dengan melakukan pemodelan sedimentasi pada tahun 2019 – 2021, hasilnya adalah metode yang paling mendekati Meyer Peter Muller dengan nilai NSE 0,69. Pemodelan angkutan sedimen yang dilakukan selama 5 tahun (2022-2027) didapatkan bahwa besar angkutan sedimen Sungai Welang adalah sebesar 1,86 x 10 ton per tahunnya dengan perubahan agradasi dan degradasi rata-rata sebesar 0,4 m. Perencanaan normalisasi dilakukan dengan perbaikan slope akibat sedimentasi dengan volume galian sebesar 110.669 , serta penambahkan tanggul dengan tinggi rata-rata 1,4 m agar tidak terjadi limpasan.
Analisis Kerentanan Intrinsik dan Spesifik Airtanah Terhadap Pencemaran di Sub DAS Amprong, Malang, Jawa Timur Analysis of Intrinsic and Specific Groundwater Vulnerability to Pollution in Amprong Sub-watershed, Malang, East Java Hezron, Yoel Dongan; Asmaranto, Runi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.19

Abstract

Airtanah menjadi sumber air yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perkembangan aktivitas masyarakat di daerah Sub DAS Amprong mengakibatkan potensi airtanah untuk tercemar semakin tinggi. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kerentanan intrinsik dan spesifik airtanah di wilayah Sub DAS Amprong dan mengetahui zonasi kerentanan airtanah berdasarkan klasifikasi kerentanan di wilayah Sub DAS Amprong. Metode analisis pada penelitian kali ini yaitu kerentanan airtanah dengan metode Susceptibility Index (SI) oleh Ribeiro. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah kedalaman muka airtanah, media akuifer, imbuhan airtanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Klasifikasi kerentanan airtanah dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian ini adalah (1) kerentanan intrinsik terdiri atas tingkat kerentanan rendah seluas 149.702 km² kerentanan sedang seluas 173.698 km² dan kerentanan tinggi seluas 9.203 km². (2) Kerentanan spesifik terdiri atas tingkat kerentanan rendah seluas 113.34 km², kerentanan sedang seluas 119.471 km² dan kerentanan tinggi seluas 99.792 km². (3) Kerentanan rendah terdapat di bagian hulu, kerentanan sedang terdapat di bagian tengah dan hilir, dan kerentanan tinggi terdapat pada bagian hilir Sub DAS Amprong.Groundwater is a source of water needed by humans for a living. Population growth in the Amprong sub-watershed causes the potential for groundwater to be polluted to be higher. The purpose of this study was to determine the intrinsic and specific groundwater vulnerability in the Amprong sub-watershed and to determine the zoning of groundwater vulnerability in the Amprong sub-watershed. The method used in this study is groundwater vulnerability using the Susceptibility Index (SI) method by Ribeiro. The parameters used in this study are the depth of the groundwater table, recharge, aquifer media, slope, and land use. The classification of groundwater vulnerability consists of three classes based on the level of groundwater vulnerability, low, medium, and high. The results of this study are (1) Intrinsic vulnerability consists of a low vulnerability of 149,702 km², a medium vulnerability of 173,698 km², and a high vulnerability of 9,203 km². (2) Specific vulnerability consists of a low vulnerability of 113.34 km², a medium vulnerability of 119,471 km², and a high vulnerability of 99,792 km². (3) Low vulnerability is upstream, medium vulnerability is in the middle and downstream, and high vulnerability is downstream of the Amprong sub-watershed.
Analisis Banjir Sungai Sesayap Malinau Kota Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Fayiz, Naufal Muhammad; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.27

Abstract

Rain with high intensity, which causes an overflow in the Sesayap river is one of causes of flooding. Overflow in Sesayap River also can be happened by many factors, which one is failed existing cross-section which cannot accommodate the existing water because the cross-sectional reservoir decreases and causes flooding, and also based on the Spatial Plan of Malinau Town, the area will be developed into a central office area and development integrated residential area in Malinau Town. Then, its importamt to analyze the flooding of the Sesayap River in Malinau Town using the Zhong Xing HY21. This analysis requires a hydrological analysis to earn design flood discharge. The method being use is the Nakayasu Synthesis Unit Hydrology with a Q50 year return period. After getting the design flood discharge, a flood propagation analysis was carried out using Zhong Xing HY21. The Results found that all villages were flooded with  flood area is 51.93 km2. Therefore, an Emergency Action Plan was made with a priority to evaluate the villages of Malinau Hulu, Pelita Kanaan, Malinau Town, Batu Lidung, Tanjung Keranjang, and Malinau Hilir.Hujan dengan intensitas yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya luapan di sungai Sesayap merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir. Terjadinya luapan di Sungai Sesayap disebabkan banyak faktor juga, salah satunya kegagalan penampang yang ada yang tidak bisa menampung air yang ada dikarenakan tampungan penampang terkurangi lalu banjir, dan juga berdasarkan rencana RTRW Malinau Kota, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi daerah pusat perkantoran dan pengembangan daerah pemukiman terpadu di Malinau Kota. Maka dari itu diperlukan analisis banjir Sungai Sesayap di Malinau Kota menggunakan Zhong Xing HY21. Analisis tersebut membutuhkan hidrologi pengalisisan untuk memperoleh debit banjir rencana. Penggunaan metodenya dengan Hidrologi Satuan Sintesis Nakayasu dengan Q50 th. Setelah mendapatakan debit banjir rancangan, maka dilakukan analisis rambatan banjir menggunakan Zzhong Xing HY21. Berdasarkan hasil analisis didapatkan seluruh desa tergenang banjir dengan total luasan banjir 51,93 km2. Maka dibuat Rencana Tindak Darurat dengan prioritas evkausai desa Malinau Hulu, Pelita Kanaan, Malinau Kota, Batu Lidung, Tanjung Keranjang, dan Malinau Hilir.
Analisis Banjir Sungai Remu Kota Sorong Papua Barat Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Analysis of the Remu River Flood Sorong City West Papua Using the Zhong Xing HY21 Application Siregar, Muhammad Rafi; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.40

Abstract

Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya luapan di Sungai Remu merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Sorong. Terjadinya banjir di sekitar Sungai Remu disebabkan banyak faktor juga, salah satunya perubahan tata guna lahan di bagian hulu yang mengalami perubahan menjadi lahan pertanian, dan juga kegagalan penampang yang ada tidak bisa menampung air yang menyebabkan banjir. Maka dengan adanya hal tersebut perlu dilakukan analisis rambatan banjir Sungai Remu menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Analisis ini membutuhkan perhitungan hidrologi dan statistika untuk memperoleh debit banjir rencana. Penggunaan metodenya dengan Hidrologi Satuan Sintesis Nakayasu dengan Q25 th. Setelah mendapatkan debit banjir rancangan, kemudian dilakukan analisis rambatan banjir menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan seluruh desa tergenang banjir dengan total luasan banjir 2.183 km2. Sehingga dibuatnya Rencana Tindak Darurat sangat penting dengan membuat kelas prioritas dengan urutan evakuasi yaitu, Remu Selatan, Remu Utara, Malamso, Remu, Malawei, Malabutor, dan Malaingkedi.High rainfall causes overflow in the Remu River which is one of the causes of flooding in Sorong City. The occurrence of flooding around the Remu River is also caused by many factors, one of which is the change in land use in the upstream area which has changed to agricultural land, and also the failure of the existing cross section to not be able to accommodate water which causes flooding. So with this, it is necessary to analyze the flood propagation of the Remu River using the Zhong Xing HY21 application. This analysis requires hydrological and statistical calculations to obtain the design flood discharge. The use of the method with the Nakayasu Synthesis Unit Hydrology with Q25 th. After getting the design flood discharge, then a flood propagation analysis was carried out using the Zhong Xing HY21 application. Based on the results of the analysis, it was found that all villages were flooded with a total flood area of 2,183 km2. So it is very important to make an Emergency Action Plan by making priority classes in the order of evacuation, namely, South Remu, North Remu, Malamso, Remu, Malawei, Malabutor, and Malaingkedi.
Studi Evaluasi Stabilitas Bendung dan Perencanaan Rehabilitasi Bendung Margopadang di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Nisa, Awwalin Rakhmatun; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.43

Abstract

This study aims to plan the main building of Margopadang Weir as an effort to achieve the needs of water on Margopadang irrigation area by considering the safety factors that occur through stability analysis after being rehabilitated. Stilling basin planning is a recommendation that can reduce the impact due to local scouring. This allows the building to be last longer in ages. In this case, the programming application, Plaxis version 20.0, also provides assistance in determining the calculation of stability analysis that allows to accumulate the safety factors of a weir. The results of this study showed that 1a) Re-planning the dimensions of the Margopadang Weir obtained a weir height of 1.3 m by radius of 0.5 m and a slope of 1: 0.67. 1b) The Stilling basin type bucket according to the conditions of the river transporting boulder rocks. 1c) Intakes only need cleaning. 1d) Re-planning of the weir is stronger with reinforcement concrete 25 cm thick. 1e) The retaining wall includes a gravity wall of approximately 3 m. height 2) Stability analysis determined safe against rolling and shearing based on 6 conditions. 3) Stability analysis using Plaxis Version 20.0 software is declared safe, too.Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan bangunan utama BendungMargopadang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air irigasi DI. Margopadangdengan mempertimbangkan faktor keamanan yang terjadi melalui analisa stabilitassetelah direhabilitasi. Perencanaan kolam olak menjadi rekomendasi yang dapatmengurangi dampak yang terjadi akibat gerusan lokal. Hal ini memungkinkan agarumur bangunan dapat bertahan lebih lama. Dalam hal ini aplikasi pemrograman,Plaxis versi 20.0, turut memberikan bantuan dalam penentuan perhitungan analisastabilitas yang memungkinkan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktorkeamanan suatu bangunan air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1a)Perencanaan ulang dimensi Bendung Margopadang didapat tinggi bendung 1,3 mdengan mercu jari-jari 0,5 m dan kemiringan 1:0,67. 1b) Kolam olak bak tenggelamsesuai dengan keadaan sungai yang mengangkut batuan boulder. 1c) Intake hanyaperlu pembersihan. 1d) Perencanaan ulang bendung lebih kuat dengan beton tanpatulangan setebal 25 cm. 1e) Dinding penahan gravitasi dengan tinggi kurang lebih 3m. 2) Perhitungan analisa stabilitas dinyatakan aman terhadap guling dan geserNisa, A. R. et al., Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Air Vol. 3 No. 1 (2023) p. 502-515503berdasarkan 6 keadaan:. 3) Analisa stabilitas menggunakan software Plaxis V20dinyatakan aman juga terhadap guling dan geser berdasarkan 6 keadaan.
Studi Perencanaan Embung sebagai Upaya Pengendalian Banjir Sungai Kemuning Kabupaten Sampang Madura Provinsi Jawa Timur Aditiya, Achmad Rizkiawan; Dermawan, Very; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.03

Abstract

Embung merupakan bangunan air yang berfungsi menampung air hujan dan air limpasan. SungaiiKemuning yang berlokasikan di Kabupaten Sampang, Madura dengan panjang sungai utama kurang lebih 58 km tiap tahunnya saat musim hujan tidak dapat menampung debit banjir yang terjadi dan juga mengalami kekeringan pada saat musing kemarau. Pembangunan embung diharapkan mampu menahan air banjir untuk mengurangi volume debit air yang mengalir dan dapat digunakan di saat musim kemarau terjadi. Pada perencanaan pelimpah direncanakan 3 lokasi embung pada Sungai Kemuning. Tujuanistudi iniiadalah untuk mengetahui besar debit banjir rancangan sungai Kemuning serta pengaruh adanya pembangunan embung terhadap besar reduksi banjir yang terjadi. Perhitungan debit banjir rancangan menggunakan metode  Nakayasu. Analisa menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.2 dengan menggunakan debit banjir Q25th. Menghitung reduksi dengan adanya perencanaan embung pada sungai Kemuning. Hasil analisa debit banjir rancangan Q25th pada Embung Daleman didapatkan sebesar 255,102 m3/dt, pada Embung Rohayu sebesar 353,868 m3/dt, dan pada Embung Komis sebesar 344,046 m3/dt. Perencanaan 3 embung pada studi ini mereduksi banjir sebesar 17,79% berdasarkan penampang yang melimpas dan 4,85% berdasarkan debit yang terjadi. Retarding basin is a water structure that functions to collect rainwater and runoff water. The Kemuning River which is located in Sampang Regency, Madura, with the main river length of approximately 58 km, every year during the rainy season cannot accommodate the flood discharge but drought during the dry season. The construction of the retarding basin is expected to be able to reduce the volume of flood discharge and also can be used on dry season. It is planned to have 3 locations of retarding basins on the Kemuning River. Calculation of design flood discharge using Nakayasu method. The Q25th design flood discharge at Daleman was 255.102 m3/s, at Rohayu was 353.868 m3/s, and at Komis was 344.046 m3/s. Analysis using the HEC-RAS 6.2 application of Q25th flood discharge. The highest water depht in the downstream Kemuning River is 2.15 m on the left and 1.83 m on the right cross-section. The planning of 3 retarding basins has a flood reduction of 17.79% based on the overflow section and 4.85% based on previous flood design discharge.
Studi Penilaian Indeks Kinerja Irigasi Dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Daerah Irigasi Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Fathinun Najib; Asmaranto, Runi; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.02

Abstract

Strategi peningkatan produksi pangan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin bertambah, salah satunya dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Agar keberlangsungan aset irigasi yang sudah dikelola dapat bertahan, maka harus dilakukan evaluasi secara berkala sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) No. 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Aset Irigasi. Dari hasil survei yang dilakukan di Daerah Irigasi (D.I) Ngajum, ditemukan 6 titik kerusakan yang terdiri dari 4 kerusakan lining saluran, dan 2 saluran yang dipenuhi oleh tanaman liar, sampah dan sedimen. D.I Ngajum mendapatkan nilai indeks kinerja sebesar 77,10% dan masuk ke kategori kondisi sedang (60-79%) dengan nilai aspek prasarana fisik senilai 36,29%, aspek produktivitas tanaman senilai 14,51%, aspek sarana penunjang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) senilai 7,38%, aspek organisasi personalia senilai 8,72%, aspek dokumentasi senilai 4,10%, aspek Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) senilai 6,10%. Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) yang didapatkan dari hasil perhitungan pada D.I Ngajum sebesar Rp. 235.172.711,00. A strategy to increase food production is needed to fulfill the increasing demand for food, one of which is the construction and rehabilitation of irrigation networks. For the sustainability of irrigation assets that have been managed to survive, periodic evaluations must be carried out according to Ministerial Regulation  No. 23 of 2015 concerning the Management of Irrigation Assets. From the results of a survey conducted in the Ngajum Irrigation Area, 6 damage points were found consisting of 4 damage to the channel lining, and 2 channel filled with weeds, plastic waste, and sediment. Ngajum Irrigation Area got a performance index score of 77.10% and categorized into the moderate condition category (60-79%) with a physical infrastructure aspect value of 36.29%, a plant productivity aspect of 14.51%, an Operation, and Maintenance support facility aspect (O&M) of 7.38%, personnel organization aspect of 8.72%, documentation aspect of 4.10%, Association of Water User Farmers of 6.10%. The real Cost Value of Maintaining and Operating Irrigation obtained from the calculation outcomes at Ngajum Irrigation Area is Rp. 235,172,711.00.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhitya Zein Muammar Adhiwirawan, Patria Aditiya, Achmad Rizkiawan Agus Budiarto Aini Amalia, Ayu Khurotul Andini, Rika Septian Andre Primantyo Hendrawan Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Ardiyansah, Ilham Ari Wahjudi Aristantha, Fatan Assajjad, Nurrohman Adi Ayu, Mirsa Azzahra, Arrum Berlian Gari Amrina Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Bias Angga Permana Denny Widhiyanuriyawan Denny Widhiyanuriyawan Dermawan , Very Dhoni Maranata Diah Fitri Maulida Dian Sisinggih Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Efendy, Fatkhulloh Utsman Emma Yuliani Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fathurrahman, Alfa Anshori Fayiz, Naufal Muhammad Firmanda, Andry Riski Fitria Nur Khoirina, Fitria Nur Ghaisani, Amalia Hafifah, Dwi Tiya Ayu Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Handini, Maya hari siswoyo Haris Djafar, Haris Hendrawan, Andre Heri Suprijanto Hezron, Yoel Dongan Hidayat, Muhammad Nurjati Hidayat, Mustafa Mukti Ibnu Romadona, Teuku Ihza Ibnu Widodo Ilmiawan, Ahlun Nazar Islami, Fikry Asri Jadfan Sidqi Fidari Juldah, Hailal Leo Arbi Wibowo Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri M. Ruslin Anwar Maftuch Maftuch Majid, Haidar Naufal Mangku Purnomo Mangku Purnomo mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Melvin Al Ishar Mike Yuanita Milleanisa, Khofifah Endar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muhammad Adhitya Aldi Muhammad Rifai Muhtasar, Iqbal Maulana Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nadjadji Anwar Nisa, Awwalin Rakhmatun Nugroho, Ibnu Sam Nurhaliza, Salma Pane, Yasmin Pebriani Sitorus Pitojo Juwono Pitojo Tri Juwono Pramana, Fabian Raditya pratama putra, i wayan ari yoga Prima Hadi Wicaksono qoidulhaq, fayyadh Rahmah Dara Lufira Rahman, Kurdianto Idi Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ramadhanti, Banyu Bening Rasyid, Feby Fetryanti Redi Bintarto, Redi Ria Asih Aryani Soemitro Rio Trianto, Rio Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizki Ramadhani Pratama Rizqy, Nabilah Rosdiyono, Anangga Rubianto, Prasetyo Rudianto Raharjo Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sanwa, Niken Wibasari Sari, Rika Rahma Setiawan, Ribut Setiawan, Yahya Eko Maryanto Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sri Sudaryanti, Sri Subhan Ramdlani Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sumanto, Hari Suryono, Antonius Suwanto Marsudi Syafira, Annisa Zuyyinani'ma Teguh Dwi Widodo Torimtubun, Angelina Tuhepaly, Firman Syarif Ussy Andawayant, Ussy Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Sejati Wardana, Fathurrozi Ibnu Widodo, Yudo Wahyu Wirda Wirda Yana Cunanda ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma