Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Banjir Sungai Sesayap Malinau Kota Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Fayiz, Naufal Muhammad; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.27

Abstract

Rain with high intensity, which causes an overflow in the Sesayap river is one of causes of flooding. Overflow in Sesayap River also can be happened by many factors, which one is failed existing cross-section which cannot accommodate the existing water because the cross-sectional reservoir decreases and causes flooding, and also based on the Spatial Plan of Malinau Town, the area will be developed into a central office area and development integrated residential area in Malinau Town. Then, its importamt to analyze the flooding of the Sesayap River in Malinau Town using the Zhong Xing HY21. This analysis requires a hydrological analysis to earn design flood discharge. The method being use is the Nakayasu Synthesis Unit Hydrology with a Q50 year return period. After getting the design flood discharge, a flood propagation analysis was carried out using Zhong Xing HY21. The Results found that all villages were flooded with  flood area is 51.93 km2. Therefore, an Emergency Action Plan was made with a priority to evaluate the villages of Malinau Hulu, Pelita Kanaan, Malinau Town, Batu Lidung, Tanjung Keranjang, and Malinau Hilir.Hujan dengan intensitas yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya luapan di sungai Sesayap merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir. Terjadinya luapan di Sungai Sesayap disebabkan banyak faktor juga, salah satunya kegagalan penampang yang ada yang tidak bisa menampung air yang ada dikarenakan tampungan penampang terkurangi lalu banjir, dan juga berdasarkan rencana RTRW Malinau Kota, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi daerah pusat perkantoran dan pengembangan daerah pemukiman terpadu di Malinau Kota. Maka dari itu diperlukan analisis banjir Sungai Sesayap di Malinau Kota menggunakan Zhong Xing HY21. Analisis tersebut membutuhkan hidrologi pengalisisan untuk memperoleh debit banjir rencana. Penggunaan metodenya dengan Hidrologi Satuan Sintesis Nakayasu dengan Q50 th. Setelah mendapatakan debit banjir rancangan, maka dilakukan analisis rambatan banjir menggunakan Zzhong Xing HY21. Berdasarkan hasil analisis didapatkan seluruh desa tergenang banjir dengan total luasan banjir 51,93 km2. Maka dibuat Rencana Tindak Darurat dengan prioritas evkausai desa Malinau Hulu, Pelita Kanaan, Malinau Kota, Batu Lidung, Tanjung Keranjang, dan Malinau Hilir.
Analisis Banjir Sungai Remu Kota Sorong Papua Barat Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Analysis of the Remu River Flood Sorong City West Papua Using the Zhong Xing HY21 Application Siregar, Muhammad Rafi; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.40

Abstract

Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya luapan di Sungai Remu merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Sorong. Terjadinya banjir di sekitar Sungai Remu disebabkan banyak faktor juga, salah satunya perubahan tata guna lahan di bagian hulu yang mengalami perubahan menjadi lahan pertanian, dan juga kegagalan penampang yang ada tidak bisa menampung air yang menyebabkan banjir. Maka dengan adanya hal tersebut perlu dilakukan analisis rambatan banjir Sungai Remu menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Analisis ini membutuhkan perhitungan hidrologi dan statistika untuk memperoleh debit banjir rencana. Penggunaan metodenya dengan Hidrologi Satuan Sintesis Nakayasu dengan Q25 th. Setelah mendapatkan debit banjir rancangan, kemudian dilakukan analisis rambatan banjir menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan seluruh desa tergenang banjir dengan total luasan banjir 2.183 km2. Sehingga dibuatnya Rencana Tindak Darurat sangat penting dengan membuat kelas prioritas dengan urutan evakuasi yaitu, Remu Selatan, Remu Utara, Malamso, Remu, Malawei, Malabutor, dan Malaingkedi.High rainfall causes overflow in the Remu River which is one of the causes of flooding in Sorong City. The occurrence of flooding around the Remu River is also caused by many factors, one of which is the change in land use in the upstream area which has changed to agricultural land, and also the failure of the existing cross section to not be able to accommodate water which causes flooding. So with this, it is necessary to analyze the flood propagation of the Remu River using the Zhong Xing HY21 application. This analysis requires hydrological and statistical calculations to obtain the design flood discharge. The use of the method with the Nakayasu Synthesis Unit Hydrology with Q25 th. After getting the design flood discharge, then a flood propagation analysis was carried out using the Zhong Xing HY21 application. Based on the results of the analysis, it was found that all villages were flooded with a total flood area of 2,183 km2. So it is very important to make an Emergency Action Plan by making priority classes in the order of evacuation, namely, South Remu, North Remu, Malamso, Remu, Malawei, Malabutor, and Malaingkedi.
Studi Evaluasi Stabilitas Bendung dan Perencanaan Rehabilitasi Bendung Margopadang di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Nisa, Awwalin Rakhmatun; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.43

Abstract

This study aims to plan the main building of Margopadang Weir as an effort to achieve the needs of water on Margopadang irrigation area by considering the safety factors that occur through stability analysis after being rehabilitated. Stilling basin planning is a recommendation that can reduce the impact due to local scouring. This allows the building to be last longer in ages. In this case, the programming application, Plaxis version 20.0, also provides assistance in determining the calculation of stability analysis that allows to accumulate the safety factors of a weir. The results of this study showed that 1a) Re-planning the dimensions of the Margopadang Weir obtained a weir height of 1.3 m by radius of 0.5 m and a slope of 1: 0.67. 1b) The Stilling basin type bucket according to the conditions of the river transporting boulder rocks. 1c) Intakes only need cleaning. 1d) Re-planning of the weir is stronger with reinforcement concrete 25 cm thick. 1e) The retaining wall includes a gravity wall of approximately 3 m. height 2) Stability analysis determined safe against rolling and shearing based on 6 conditions. 3) Stability analysis using Plaxis Version 20.0 software is declared safe, too.Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan bangunan utama BendungMargopadang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air irigasi DI. Margopadangdengan mempertimbangkan faktor keamanan yang terjadi melalui analisa stabilitassetelah direhabilitasi. Perencanaan kolam olak menjadi rekomendasi yang dapatmengurangi dampak yang terjadi akibat gerusan lokal. Hal ini memungkinkan agarumur bangunan dapat bertahan lebih lama. Dalam hal ini aplikasi pemrograman,Plaxis versi 20.0, turut memberikan bantuan dalam penentuan perhitungan analisastabilitas yang memungkinkan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktorkeamanan suatu bangunan air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1a)Perencanaan ulang dimensi Bendung Margopadang didapat tinggi bendung 1,3 mdengan mercu jari-jari 0,5 m dan kemiringan 1:0,67. 1b) Kolam olak bak tenggelamsesuai dengan keadaan sungai yang mengangkut batuan boulder. 1c) Intake hanyaperlu pembersihan. 1d) Perencanaan ulang bendung lebih kuat dengan beton tanpatulangan setebal 25 cm. 1e) Dinding penahan gravitasi dengan tinggi kurang lebih 3m. 2) Perhitungan analisa stabilitas dinyatakan aman terhadap guling dan geserNisa, A. R. et al., Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Air Vol. 3 No. 1 (2023) p. 502-515503berdasarkan 6 keadaan:. 3) Analisa stabilitas menggunakan software Plaxis V20dinyatakan aman juga terhadap guling dan geser berdasarkan 6 keadaan.
Studi Perencanaan Embung sebagai Upaya Pengendalian Banjir Sungai Kemuning Kabupaten Sampang Madura Provinsi Jawa Timur Aditiya, Achmad Rizkiawan; Dermawan, Very; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.03

Abstract

Embung merupakan bangunan air yang berfungsi menampung air hujan dan air limpasan. SungaiiKemuning yang berlokasikan di Kabupaten Sampang, Madura dengan panjang sungai utama kurang lebih 58 km tiap tahunnya saat musim hujan tidak dapat menampung debit banjir yang terjadi dan juga mengalami kekeringan pada saat musing kemarau. Pembangunan embung diharapkan mampu menahan air banjir untuk mengurangi volume debit air yang mengalir dan dapat digunakan di saat musim kemarau terjadi. Pada perencanaan pelimpah direncanakan 3 lokasi embung pada Sungai Kemuning. Tujuanistudi iniiadalah untuk mengetahui besar debit banjir rancangan sungai Kemuning serta pengaruh adanya pembangunan embung terhadap besar reduksi banjir yang terjadi. Perhitungan debit banjir rancangan menggunakan metode  Nakayasu. Analisa menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.2 dengan menggunakan debit banjir Q25th. Menghitung reduksi dengan adanya perencanaan embung pada sungai Kemuning. Hasil analisa debit banjir rancangan Q25th pada Embung Daleman didapatkan sebesar 255,102 m3/dt, pada Embung Rohayu sebesar 353,868 m3/dt, dan pada Embung Komis sebesar 344,046 m3/dt. Perencanaan 3 embung pada studi ini mereduksi banjir sebesar 17,79% berdasarkan penampang yang melimpas dan 4,85% berdasarkan debit yang terjadi. Retarding basin is a water structure that functions to collect rainwater and runoff water. The Kemuning River which is located in Sampang Regency, Madura, with the main river length of approximately 58 km, every year during the rainy season cannot accommodate the flood discharge but drought during the dry season. The construction of the retarding basin is expected to be able to reduce the volume of flood discharge and also can be used on dry season. It is planned to have 3 locations of retarding basins on the Kemuning River. Calculation of design flood discharge using Nakayasu method. The Q25th design flood discharge at Daleman was 255.102 m3/s, at Rohayu was 353.868 m3/s, and at Komis was 344.046 m3/s. Analysis using the HEC-RAS 6.2 application of Q25th flood discharge. The highest water depht in the downstream Kemuning River is 2.15 m on the left and 1.83 m on the right cross-section. The planning of 3 retarding basins has a flood reduction of 17.79% based on the overflow section and 4.85% based on previous flood design discharge.
Studi Penilaian Indeks Kinerja Irigasi Dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Daerah Irigasi Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Fathinun Najib; Asmaranto, Runi; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.02

Abstract

Strategi peningkatan produksi pangan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin bertambah, salah satunya dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Agar keberlangsungan aset irigasi yang sudah dikelola dapat bertahan, maka harus dilakukan evaluasi secara berkala sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) No. 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Aset Irigasi. Dari hasil survei yang dilakukan di Daerah Irigasi (D.I) Ngajum, ditemukan 6 titik kerusakan yang terdiri dari 4 kerusakan lining saluran, dan 2 saluran yang dipenuhi oleh tanaman liar, sampah dan sedimen. D.I Ngajum mendapatkan nilai indeks kinerja sebesar 77,10% dan masuk ke kategori kondisi sedang (60-79%) dengan nilai aspek prasarana fisik senilai 36,29%, aspek produktivitas tanaman senilai 14,51%, aspek sarana penunjang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) senilai 7,38%, aspek organisasi personalia senilai 8,72%, aspek dokumentasi senilai 4,10%, aspek Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) senilai 6,10%. Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) yang didapatkan dari hasil perhitungan pada D.I Ngajum sebesar Rp. 235.172.711,00. A strategy to increase food production is needed to fulfill the increasing demand for food, one of which is the construction and rehabilitation of irrigation networks. For the sustainability of irrigation assets that have been managed to survive, periodic evaluations must be carried out according to Ministerial Regulation  No. 23 of 2015 concerning the Management of Irrigation Assets. From the results of a survey conducted in the Ngajum Irrigation Area, 6 damage points were found consisting of 4 damage to the channel lining, and 2 channel filled with weeds, plastic waste, and sediment. Ngajum Irrigation Area got a performance index score of 77.10% and categorized into the moderate condition category (60-79%) with a physical infrastructure aspect value of 36.29%, a plant productivity aspect of 14.51%, an Operation, and Maintenance support facility aspect (O&M) of 7.38%, personnel organization aspect of 8.72%, documentation aspect of 4.10%, Association of Water User Farmers of 6.10%. The real Cost Value of Maintaining and Operating Irrigation obtained from the calculation outcomes at Ngajum Irrigation Area is Rp. 235,172,711.00.
Pengaruh Angin Terhadap Dimensi Rip-Rap Bendungan: Studi Kasus : Bendungan Sengguruh Hafifah, Dwi Tiya Ayu; Asmaranto, Runi; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.06

Abstract

Rip-rap Bendungan Sengguruh berfungsi sebagai peredam energi yang dapat mereduksi hempasan ombak agar tidak terjadi penggerusan tanah pada lereng hulu bendungan. Studi ini bertujuan menganalisa potensi terjadinya gelombang air yang diakibatkan oleh angin yang dapat merusak material pada Rip-rap Bendungan Sengguruh dilihat berdasarkan tinggi gelombang yang dihasilkan serta perubahan dimensi Rip-rap yang dihitung dari metode perhitungan angin desain (VMPH). Data yang dibutuhkan yaitu kecepatan angin bulanan (U), dataarah angin yang digunakan untuk menentukan nilai panjang fetch (F), data berat jenis batuan dan kemiringan rip-rap bendungan untuk menghitung berat masing-masing fragmen batuan (W). Dari perhitungan tinggi gelombang menggunakan metode perhitungan angin desain (VMPH) tidak dihasilkan gelombang airakibat pengaruh angin pada Bendungan Sengguruh, diakibatkan nilai fetch (F) pada Bendungan Sengguruh <1 km yaitu sebesar (0,850 km). Pada penelitian kaliini tidak dijumpai pengaruh angin yang signifikan yang dapat merusak rip-rap Bendungan Sengguruh. Berdasarkan perhitungan dan dilihat dari kondisi riprap Bendungan Sengguruh saat ini masih dapat dikatakan aman dari pengaruh angin dan gelombang.
Analisa Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Usia Guna Waduk Ngancar Juldah, Hailal; Asmaranto, Runi; Sholichin, Moh
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.01

Abstract

Rusaknya suatu daerah tangkapan air (DTA) akibat penggunaan lahan yang kurang tepat akan mempengaruhi besarnya erosi di lahan dan besar sedimen yang masuk ke waduk sehingga akan mempengaruhi usia guna waduk itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di Waduk Ngancar yang terletak di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan pada DTA Ngancar serta pengaruhnya terhadap usia guna waduk Ngancar. Dalam studi ini perhitungan erosi menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE).Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data curah hujan tahunan tahun 2001-2020, peta jenis tanah, peta kemiringan lereng, peta tata guna lahan pada tahun 2011, 2016 dan 2020  dari hasil analisa perubahan tata guna lahan didapatkan Pada DTA Ngancar setiap tahunnya luasan permukiman dan luasan ladangnya bertambah . Dari analisa USLE dan perhitungan laju sedimen didapatkan pada tahun 2011 besar erosi lahan sebesar 97.028,49 ton/tahun dan laju sedimentasi sebesar 22.529,18 m3/tahun. Pada tahun 2016 besar erosi lahan sebesar 100.432,21 ton/tahun dan laju sedimentasi sebesar 100.432,21 ton/tahun. Pada tahun 2020 besar erosi lahan sebesar 103.628,90 ton/tahun dan laju sedimentasi sebesar 23.235,07 ton/tahun. Sehingga didapatkan sisa usia guna waduk ngancar pada tahun 2020 tersisa 3,7 tahun. Damage to a catchment area (DTA) due to improper land use will affect the amount of erosion in the land and the amount of sediment that enters the reservoir so it will affect the useful age of the reservoir itself. This research was conducted at the Ngancar Reservoir located in Wonogiri Regency, Central Java. The purpose of this research was to determine the effect of land use changes on the Ngancar DTA and its effect on the useful life of the Ngancar reservoir. In this study, the calculation of erosion used the USLE (Universal Soil Loss Equation) method. The data needed in this study are annual rainfall data for 2001-2020, soil type maps, slope maps, and land use maps in 2011, 2016, and 2020 from the results of the analysis of land use changes obtained at the Ngancar DTA every year the area of settlements and the area of the fields increase. From the USLE analysis and sediment rate calculations, it was found that in 2011 the amount of land erosion was 97,028.49 tons/year and the sedimentation rate was 22,529.18 m3/year. In 2016, land erosion was 100,432.21 tons/year and sedimentation rate was 100,432.21 tons/year. In 2020, the top land erosion was 103,628.90 tons/year and the sedimentation rate was 23,235.07 tons/year. After calculating erosion and sedimentation, the remaining age of the Ngancar reservoir in 2020 will be 3,7 years left.
Evaluasi Saluran Drainase Untuk Menanggulangi Genangandi KelurahanLowokwaru,KecamatanLowokwaru, Kota Malang Sari, Rika Rahma; Asmaranto, Runi; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.044

Abstract

Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, merupakan kelurahan dengan masalah genangan yang sering terjadi tiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena saluran drainase kecil, sedimentasi drainase, dan kurangnya inlet. Studi ini dilakukan untuk mengetahui genangan yang terjadi dan alternatif penanganannya. Aplikasi SWMM 5.1 digunakan untuk menggambarkan simulasi genangan dan mengetahui besarnya genangan pada daerah studi. Hasil pada simulasi SWMM 5.1 menunjukkan kemampuan saluran drainasedi lokasi studiyang dianalisis dengankala ulang 5 tahun menyebabkanbeberapa saluran mengalami luapan, yaitu di Jalan Nusa Indah, Jalan Tirtonadi, Jalan Sarangan, Jalan Anggrek Vanda, Jalan Mawar, Jalan Bungur, Jalan Cempaka Kuning, dan Jalan Mawar IV.Oleh karena itu, diperlukan alternatif penanganan genangan banjir, yaitu pembersihan saluran di Jalan Nusa Indah, penambahan inletdi Jalan Tirtonadi dan Jalan Sarangan, pengerukan sedimen di Jalan Cempaka Kuning dan Jalan Mawar IV, dan pelebaran saluran di Jalan Nusa Indah, Jalan Anggrek Vanda, Jalan Mawar, Jalan Bungur, Jalan Tirtonadi, dan Jalan Sarangan.
Studi Penanganan Genangan di Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar Rasyid, Feby Fetryanti; Asmaranto, Runi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.054

Abstract

Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar salah satu kabupaten yang beradadi Provinsi Jawa Timur dansering mengalami genangan maupun banjir akibat perubahan tata guna lahan, dan penyempitan saluran drainase. Contoh penanganan genangan yang digunakan yaitu dengan penerapan sumur resapan yang bertujuan untuk mengurangi air limpasan permukaan di lokasi studi, selain itu juga dilakukan pelebaran dan memperdalam saluran yang memiliki dimensi kecil. Untuk menganalisanya, pemodelan genangan ini menggunakan data dari curah hujan selama 22 tahun dengan kala ulang 5 tahun serta10 tahun menggunakan aplikasi Storm Water Management Model(SWMM). Hasil kalibrasi menunjukkan nilai RootMean Square Error(RMSE) sebagaitemuankapasitas0,0028. Berdasarkan temuan simulasi, 9 dari 13 saluran drainase eksisting meluap ketika kemampuan sistem pembuangan air yang ada dengan interval pengujian 5 tahun dan 10 tahun telah terpenuhi.Denganpenerapan sumur resapanpada 7 daerah tangkapan air dengan jumlah 51 sumur.Nilai efektivitas penerapan sumur resapan pada EPA SWMM dengandurasiulang 5 tahun memperoleh sebesar 76%-96,23%, jugadurasiulang 10 tahun75,75%-96,21%.
Perbandingan Hasil Stabilisasi Menggunakan Volcanic Ash dan Kapur Pada Tanah Ekspansif di Kawasan Citraland Surabaya Ramadhanti, Banyu Bening; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.011

Abstract

Lempung ekspansif adalah jenis tanah problematik karena mudah mengembang dan menyusut akibat perubahan kadar air tanah. Struktur perkerasan jalan, gedung dan jembatan yang dibangun di atas tanah jenis ini akan mengalami kerusakan atau keruntuhan. Untuk meningkatkan daya dukung dan kekuatannya, proses perbaikan tanah berupa stabilisasi telah sering digunakan. Pada studi ini, material abu vulkanik (volcanic ash) dari Gunung Kelud dan bubuk kapur komersial digunakan sebagai stabilizer untuk meningkatkan karakteristik kekuatan lempung ekspansif yang diambil dari wilayah barat kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur Indonesia. Di laboratorium, benda uji eksperimental diambil dengan cara menyampurkan 15% bahan volcanic ash dan kapur dengan tanah ekspansif untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap kuat tekan bebasnya (unconfined compression strength, UCS). Nilai kadar air optimum (OMC) dan kepadatan kering maksimum (MDD) didapat dari pemadatan Standard Proctor. Dari hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa volcanic ash dan kapur mampu menurunkan harga indeks plastisitas lempung ekspansif. Peningkatan tertinggi nilai UCS diamati pada benda uji yang distabilisasi dengan 15% volcanic ash. Pada proses pemadatan, penambahan volcanic ash dan kapur dapat meningkatkan kepadatan kering maksimum tetapi menurunkan kadar air optimum dari benda uji lempung ekspansif.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhiwirawan, Patria Aditiya, Achmad Rizkiawan Agus Budiarto Aini Amalia, Ayu Khurotul Al Huda, Reja Palevi Andini, Rika Septian Andre Primantyo Hendrawan Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Ardiyansah, Ilham Ari Wahjudi Aristantha, Fatan Assajjad, Nurrohman Adi Ayu, Mirsa Azzahra, Arrum Berlian Gari Amrina Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Bias Angga Permana Cunanda, Yana Denny Widhiyanuriyawan Denny Widhiyanuriyawan Dermawan , Very Dhoni Maranata Dian Sisinggih Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Efendy, Fatkhulloh Utsman Emma Yuliani Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fathurrahman, Alfa Anshori Fayiz, Naufal Muhammad Firmanda, Andry Riski Fitria Nur Khoirina, Fitria Nur Ghaisani, Amalia Hafifah, Dwi Tiya Ayu Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Handini, Maya hari siswoyo Haris Djafar, Haris Hendrawan, Andre Heri Suprijanto Hezron, Yoel Dongan Hidayat, Muhammad Nurjati Ibnu Romadona, Teuku Ihza Ibnu Widodo Ilmiawan, Ahlun Nazar Islami, Fikry Asri Jadfan Sidqi Fidari Juldah, Hailal Kasyful Haq, Muhammad Fariz Leo Arbi Wibowo Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri M. Ruslin Anwar Maftuch Maftuch Majid, Haidar Naufal Mangku Purnomo Mangku Purnomo mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Maulida, Diah Fitri Melvin Al Ishar Mike Yuanita Milleanisa, Khofifah Endar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muammar, Adhitya Zein Muhammad Adhitya Aldi Muhammad Rifai Muhtasar, Iqbal Maulana Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nadjadji Anwar Nisa, Awwalin Rakhmatun Nugroho, Ibnu Sam Nurhaliza, Salma Palla, Anna Pane, Yasmin Pebriani Sitorus Pangestu, Bima Aji Pitojo Juwono Pitojo Tri Juwono Pramana, Fabian Raditya pratama putra, i wayan ari yoga Pratama, Rizki Ramadhani Prima Hadi Wicaksono Purnomo, Yehezkiel Christian qoidulhaq, fayyadh Rahmah Dara Lufira Rahman, Kurdianto Idi Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ramadhanti, Banyu Bening Rasyid, Feby Fetryanti Redi Bintarto, Redi Ria Asih Aryani Soemitro Rio Trianto, Rio Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizqy, Nabilah Rosdiyono, Anangga Rubianto, Prasetyo Rubiantoro, Prasetyo Rudianto Raharjo Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sanwa, Niken Wibasari Sari, Rika Rahma Setiawan, Ribut Setiawan, Yahya Eko Maryanto Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sri Sudaryanti, Sri Subhan Ramdlani Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sumanto, Hari Suryono, Antonius Suwanto Marsudi Syafira, Annisa Zuyyinani'ma Teguh Dwi Widodo Torimtubun, Angelina Tuhepaly, Firman Syarif Ussy Andawayant, Ussy Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Sejati Wardana, Fathurrozi Ibnu Widodo, Yudo Wahyu Wirda Wirda Yahya, Irsyad Musthofa ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma