Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TOURISM COMPONENT DEVELOPMENT OF JAMBU TOURIST VILLAGE KAYENKIDUL DISTRICT KEDIRI REGENCY Wulandari, Irawati; Meidiana, Christia; Prayitno, Gunawan
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.2

Abstract

Tourist village is a rural area that has several special characteristics to become a tourist destination. The development of tourist villages has become an important strategy in strengthening the local economy, preserving cultural heritage, and improving the welfare of people in Indonesia, one of which is in Kediri Regency, East Java Province. Jambu Village is one of the villages and the only tourist village in Kayen Kidul District, Kediri Regency. Jambu Tourist Village is an independently managed tourist village, which has led this village to receive an award from the Governor of East Java as a Smart Mandiri Sejahtera Tourist Village (DEWI CEMARA) in October 2019. Despite its success, Jambu Tourist Village also experienced problems in its development process. Development of five tourism components (attraction, accessibility, accommodation, amenity, and ancillary) still faces many problems. The purpose of this study is to ensure sustainable tourism development by aligning the expectations of the community and visitors with the quality of service. Many issues remain persistent, particularly in the areas of public transportation, road infrastructure, and pedestrian facilities. To address these challenges, this study aims to measure the level of alignment between tourist satisfaction and the importance of various tourism components using the Importance-Performance Analysis (IPA) method. The results show a level of conformity of 68.97%, with 16 attributes falling into critical Quadrant I, indicating immediate priority for improvement. These results emphasize the need for strategic intervention to improve the overall quality of tourism services in Jambu Tourism Village.
Revitalisasi Ekonomi Desa melalui Desain Pujasera Berbasis Ketahanan Pangan dan Sinergi Kelembagaan Lokal Prayitno, Gunawan; Wijaya, I Nyoman Suluh; Iyati, Wasiska; Wahyuni, Sri; Susanti, Lilya; Najid, Salsa Alifia; Nisak, Fajar Fadhilatun; Subagiyo, Aris
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/0q3v2d91

Abstract

Pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) sebagai basis pembangunan ekonomi berkelanjutan menjadi isu strategis dalam pengelolaan ruang pedesaan di Indonesia. Studi ini bertujuan merumuskan model masterplan partisipatif Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, yang berfokus pada pembangunan pujasera dua-node sebagai pusat kuliner dan anchor integrasi antara sektor pertanian, UMKM, dan eduwisata. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), Focus Group Discussions (FGD), serta pendekatan perancangan arsitektur partisipatif yang memadukan data spasial, sosial, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua lokasi strategis—Zona A (balai desa) dan Zona B (koridor jalan utama)—memiliki potensi optimal untuk pengembangan pujasera karena faktor aksesibilitas, visibilitas, dan kedekatan fasilitas umum. Desain arsitektural yang kontekstual dengan lingkungan, tata sirkulasi yang efisien, penerapan sistem sanitasi–drainase, serta integrasi vegetasi lokal menjadikan pujasera sebagai ruang publik sehat dan ramah pengguna. Keterlibatan aktif masyarakat serta sinergi kelembagaan antara BUMDes dan Gapoktan berperan penting dalam menjaga keberlanjutan operasional. Dampak pembangunan pujasera terbukti signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani dan UMKM, penciptaan lapangan kerja baru, serta penguatan ketahanan pangan desa. Kajian ini menegaskan bahwa pujasera berbasis TKD dapat berfungsi sebagai policy instrument untuk revitalisasi ekonomi desa, promosi eduwisata pertanian, dan model pengelolaan aset desa yang berkelanjutan.