Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS LOKAL DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BUNTU ASA SECARA BERKELANJUTAN Harmelia Tulak; Daud Rodi Palimbong; Alexander Pakiding; Topanus Tulak; Pefrianto Taruk Lawa; Adelia, Adelia
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i7.9099

Abstract

Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, serta pengembangan yang mengedepankan keberlanjutan merupakan konsep utama kegiatan pengabdian ini. Pembenahan dan pengembangan objek wisata Buntu Asa yang terletak di Lembang La'bo', Kecamatan Sanggalangi', Kabupaten Toraja Utara bertujuan untuk menghidupkan kembali serta meningkatkan daya tarik wisata di lokasi tersebut, sekaligus menyediakan berbagai fasilitas guna mendukung keberlanjutan pariwisata. Metode yang digunakan melibatkan observasi dan partisipasi aktif dalam pembuatan fasilitas wisata. Hasilnya menunjukkan bahwa kolaborasi antara tim pengabdian dan komunitas lokal dapat menciptakan perubahan positif dalam pengelolaan objek wisata
Mengenal Kehidupan Masyarakat Melalui Cerita Rakyat Toraja Mangera, Elisabet; Baan, Anastasia; Simega, Berthin; Dewi, Resnita; Milka, Milka; Tanduk, Rita; Palimbong, Daud Rodi; Mangera, Monika
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v7i2.11227

Abstract

Folklore is a form of cultural heritage that is full of the life values, traditions and worldview of a society. This research aims to examine the life values ​​contained in Toraja folklore and how these values ​​reflect the social and cultural life of the Toraja people. The method used in this research is qualitative analysis with an ethnographic approach, where folk stories are collected and analyzed through in-depth interpretation. The research results show that Toraja folklore depicts the values ​​of togetherness, mutual cooperation, respect for ancestors, as well as respect and fear of customary law and cosmological rules. These values ​​not only function as a guide to life, but also strengthen Toraja cultural identity amidst ongoing social changes. These findings provide deeper insight into how folklore can be a medium for understanding social structures, moral values, and the Torajan people's perspective on life.
Pemanfaatan Tongkonan sebagai Media Literasi Numerasi di Desa Wisata Seribu Longa Lembang Tallung Penanian Langi , Evy Lalan; Palimbong , Daud Rodi; Pakadang , Oktavianus
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): (In Progress)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v9i1.2259

Abstract

Tongkonan adalah rumah adat suku Toraja yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya rumpun keluarga. Lembang Tallung Penanian yang terletak di Kabupaten Toraja Utara, dikenal sebagai Desa Wisata Seribu Longa karena memiliki banyak sekali Tongkonan yang disandingkan dengan beberapa lumbung dengan ciri khas atap berbentuk perahu yang disebut Longa. Dewasa ini, Tongkonan di Lembang Tallung Penanian terkesan sepi dan dimanfaatkan hanya pada saat-saat tertentu saja disebabkan kecenderungan beberapa anggota rumpun keluarga yang lebih memilih tinggal di rumah pribadi. Tim PKM UKI Toraja berkoordinasi dengan pemerintah Lembang Tallung Penanian berinisiatif memanfaatkan Tongkonan sebagai sarana dan media untuk membudayakan literasi numerasi bagi anak-anak sejak dini melalui bimbingan belajar dan seni. Kegiatan PKM ini membangkitkan kembali kecintaan masyarakat Lembang Tallung Penanian terhadap nilai luhur tongkonan dan sekaligus menjadi sarana mempersiapkan generasi muda tongkonan menjadi generasi yang cerdas dan berbudaya.
Preserving Tradition: Cultural Immersion in English Educational Context of University of Western Australia Students in Toraja Girik Allo, Markus Deli; Baka, Charlie; la’biran, Roni; Pongsapan, Nehru P.; Sampelolo, Rigel; Palimbong, Daud Rodi; Ury, Ury
ENGLISH FRANCA : Academic Journal of English Language and Education Vol. 9 No. 1 May (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ef.v9i1 May.11153

Abstract

The objective of this study is to examine the impact of this immersion on both the students and the local community, focusing on the preservation of Toraja cultural traditions.This study adopts a qualitative research design which is particularly suited for exploring the depth and complexity of participants' experiences and perspectives. The participants in this study include students from the University of Western Australia (UWA), faculty members from Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja), and members of the Toraja community. Participant Observation: Researchers closely observed the participants' daily interactions, behaviors, and activities during the immersion program. Detailed field notes were maintained to document the observations. Focus Group Discussions (FGDs): Semi-structured focus group discussions were conducted with the UWA students to explore their learning outcomes, reflections, and overall experiences of the cultural immersion program. Participants were selected using purposive sampling, a non-probability sampling technique where participants are chosen based on specific characteristics and their relevance to the research questions. UWA students were selected based on their active participation in the Bali Studio Program, while UKI Toraja faculty members and Toraja community members were chosen for their roles in facilitating and engaging with the cultural immersion activities. The data collected from participant observations and focus group discussions were analyzed using thematic analysis. The result of this study shows that the positive impact of this immersion on both the students and the local community, focusing on the preservation of Toraja cultural traditions. The evidence depicted that the deep and impactful engagement of UWA students with Toraja culture and the presence of UWA students in the Toraja community had a positive impact on cultural preservation efforts. The study concludes with recommendations for improving the effectiveness of such programs and calls for continued collaboration between universities and indigenous communities in the pursuit of cultural preservation.
Kemarahan karena Bahasa Tutur: Penggunaan Bahasa Tutur yang Memicu Emosi Kemarahan Kaban Sendana, Aris; Patintingan, Mersilina L.; Palimbong, Daud Rodi; Teko Patanduk, Sushy; Sri Monica
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3052

Abstract

Fungsi bahasa sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Bahasa dalam wujud wacana menghubungkan dan menyampaikan maksud dari komunikator terhadap pendengar. Bahasa dalam wujud wacana tidak hanya memberikan dampak positif tapi juga dampak negatif dalam kegiatan interaksi social. Bahasa memang sebuah sarana atau media yang digunakan untuk mengekspresikan segala hal yang ada pada diri kita maupun yang ada di luar diri kita, namun bahasa pula yang menjadi salah satu penyebab munculnya ketidakharmonisan hubungan antar sesama manusia. Akibat dari ketidakharmonisan yang muncul akibat penggunaan bahasa akan berdampak terhadap hubungan, produktivitas dan capaian kinerja, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun dalam lingkungan pekerjaan. Salah satu segi dari kajian wacana yang menjadi fokus penelitian ini adalah wacana sebagai media komunikasi dalam bentuk tuturan lisan. Tuturan lisan inilah yang dominan digunakan dalam berbagai interaksi sosial, dalam berbagai bidang dan bentuk. Dari hasil penelitian tuturan lisan yang menjadi fokus kajian adalah situasi/keadaan, pemilihan diksi dan cara atau gaya penyampaian tuturan wacana tersebut yang berdampak pada terpicuhnya amarah seseorang. Hasil dari penelitian ini penelitian ini adalah kemarahan karena bahasa tutur terjadi karena keadaan psikologis dan situasi yang dialami oleh pengalam. Penelitian ini juga mengukapkan bahwa ungkapan kemarahan diindikasikan dengan kata-kata dan ungkapan yang diucapkan. Kemarahan tersebut diungkapkan dengan intonasi suara yang keras tajam dengan tujuan membuat orang yang dimarahi sakit hati dan tersinggung, sering kali berujung pada perkelahian ketika kemarahannya sudah tidak terkendalikan.
Penerapan Motivasi dan Kesopanan Berbasis Budaya Lokal melalui Media Bahasa dalam Kurikulum Pengajaran di Tingkat SD Kaban Sendana, Aris; Palimbong, Daud Rodi; Kaban Sendana, Lean; Teko Patanduk, Sushy
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penerapan motivasi dan kesopanan berbasis budaya lokal melalui media bahasa dalam kurikulum pengajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan beberapa SD di daerah yang mewakili keberagaman budaya lokal. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, serta kuesioner yang diberikan kepada siswa dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan motivasi dan kesopanan berbasis budaya lokal melalui media bahasa memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran di tingkat SD. Guru yang menggunakan pendekatan ini melaporkan peningkatan dalam partisipasi siswa, motivasi belajar, dan pemahaman materi pelajaran. Siswa juga menunjukkan respon yang positif terhadap penggunaan media bahasa yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal, menyatakan bahwa hal tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan bagi mereka. Selain itu, orang tua juga mengamati perubahan positif dalam perilaku dan minat belajar anak-anak mereka setelah menerapkan pendekatan ini. Mereka melaporkan peningkatan dalam sikap sopan santun dan rasa hormat terhadap budaya lokal mereka. Penerapan motivasi dan kesopanan berbasis budaya lokal melalui media bahasa dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pembelajaran di tingkat SD. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya termasuk pengembangan lebih lanjut terhadap kurikulum yang mengintegrasikan aspek budaya lokal secara menyeluruh, serta pelatihan untuk guru dalam mengimplementasikan pendekatan ini secara efektif.