Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ALIH KODE DALAM TUTURAN GURU PADA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SMPN 1 TIKALA KECAMATAN TIKALA Anita Tika Amping; Daud Rodi Palimbong; Rita Tanduk
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v5i1.1938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dalam tuturan guru pada kegiatan belajar mengajar.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa  bentuk alih kode dalam tuturan guru pada kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Tikala. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik simak, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Bentuk alih kode dalam tuturan guru pada kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Tikala Kecamatan Tikala yaitu, Tag-Switching, Intrasentential Switching, dan Intersentential Switching. (2) Faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode meliputi (a) Kurangnya kemampuan berbahasa penutur; (b) Konteks situasi berbahasa; (c) Untuk menegaskan sesuatu; (d) Keefisienan suatu pembicaraan;  dan (e) Menjalin keakaban antarmitra tutur.
MAKNA UNGKAPAN KADA SIMUANE TALLANG DALAM TUTURAN RITUAL ADAT TORAJA (TINJAUAN SEMIOTIK) Daud Rodi Palimbong; Srikandi Salamba; Anastasia Baan
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 3 No 2 (2021): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v3i2.1949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Makna Ungkapan Kada Simune Tallang dalam Tuturan Ritual Adat Toraja dengan menggunakan kajian Semiotik. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu bersumber dari narasumber yang berkecimpung di dunia sastra Toraja yang benar-benar paham tentang makna ungkapan kada simuane tallang dalam tuturan ritual adat Toraja. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan yaitu teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat dan teknik dokumentasi. Hasil enelitian ini  menujukan bahwa tuturan ritual adat Toraja yaitu tentang ungkapan kada simuane tallang merupakan ungkapan atau ucapan yang saling bergandengan yang memiliki makna yang sama yang diucapkan Tomina pada saaat upacara rambu tuka’ maupun upacara  rambu solo’.
Needs Analysis of Students in Dialectology Learning at Toraja Christian University of Indonesia Resnita Dewi; Daud Rodi Palimbong; Theresyam Kabanga; Roni La’biran
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.3980

Abstract

This research aims to analyze the needs of students at the Toraja Christian University of Indonesia in dialectology learning. The study is beneficial in providing profound insights into the needs and preferences of students in dialectology learning, assisting the university in developing a more relevant and effective dialectology course. Furthermore, by understanding the student's needs, the university can allocate learning resources more efficiently, including providing more suitable teaching materials, effective teaching methods, and improving learning facilities. This research is a mixed-methods study, combining both quantitative and qualitative analyses. Data for this study were obtained from 46 students in the Indonesian Language and Literature Education Program at Toraja Christian University of Indonesia who enrolled in the Dialectology course during the academic year 2022/2023. Data were collected through survey and interview techniques. The results of the research indicate that students' needs in dialectology learning include understanding the learning materials, effective teaching methods, required learning resources, and desired practical experiences. Students' expectations and motivations in dialectology learning vary, ranging from deepening their understanding of language and culture and learning about dialectal differences in their society to contributing to language preservation.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan Sefrin Siang Tangkearung; Daud Rodi Palimbong; Sarah Maramba'
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2024): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/rd91rp96

Abstract

This research is very important in order to face future educational challenges, an integrated approach between humans and artificial intelligence is very necessary. Artificial intelligence can be a very useful tool for educators, students and school administrators to achieve better and relevant educational goals in today's times. This research aims to describe the role of artificial intelligence in facing future educational challenges. The type of research used in this research is descriptive qualitative research. The subjects in this research were teachers, school principals and students. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. The results of this research include the ability of artificial intelligence to process large data quickly and extract complex patterns, artificial intelligence makes a significant contribution in various aspects of education, from personalizing learning to increasing the efficiency of school administration, accommodating students' individual needs through personalizing learning, adapting the curriculum and learning methods according to the needs and learning speed of each student. enabling educators to provide more relevant and effective learning experiences, increase student motivation, and reduce gaps in academic achievement. Not only in the classroom, artificial intelligence also plays a role in simplifying administrative tasks for educators and school staff. By automating processes such as scheduling, student data management, and performance evaluation, artificial intelligence reduces administrative workload, allowing educators to focus more on direct interactions with students and curriculum development. Overall, artificial intelligence has a promising role to play in facing future educational challenges. With thoughtful application and responsiveness to relevant issues, AI can become a powerful tool to improve the quality of education, preparing future generations to face the demands of an increasingly complex society and job market.
Kajian Wujud Makna Referensial Dalam Koran Kompas Edisi November 2012 Daud Rodi Palimbong
AgroSainT Vol 4 No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i3.662

Abstract

Makna merupakan objek dari semantik yang mempelajari tentang suatu arti atau maksud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud makna referensial dalam Koran kompas edisi November 2012. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana data primer bersumber dari Koran kompas edisi November 2012, sedangkan data sekunder bersumber dari buku-buku semantik yang membicarakan makna referensial. Hasil penelitian ini menyimpulkan tentang wujud makna referensial dalam Koran kompas edisi November 2012 khususnya kata yang merujuk ke kata benda ditemukan kata benda abstrak dan dan kata benda kongkrit.
Referensi Sebagai Penanda Kohesi dalam Surat Kabar Kareba Edisi Oktober 2011 Daud Rodi Palimbong
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.707

Abstract

Bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa tidak dirinci dalam bentuk bunyi, frasa, ataupun kalimat secara terpisah-pisah, melainkan bahasa dipakai dalam wujud kalimat yang saling berkaitan. Rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain itu membentuk kesatuan yang dinamakan wacana. Untuk dapat menyusun sebuah wacana yang apik, yang kohesif dan koheren diperlukan berbagai alat wacana, baik yang berupa aspek gramatikal maupun aspek leksikal. Menurut Tarigan (1987:70), wacana yang ideal adalah wacana yang mengandung seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan kepaduan atau kohesi. Di samping itu, juga dibutuhkan keteraturan susunan yang menimbulkan koherensi. Dalam kenyataannya tidak semua penutur bahasa dapat memahami aspek-aspek tersebut sehingga tidak jarang dijumpai wacana yang kurang kohesif. Suatu teks atau wacana benar-benar bersifat kohesif apabila terdapat kesesuaian secara bentuk bahasa (Language form) terhadap ko-teks (situasi dalam bahasa). keseluruhan kohesi dibedakan menjadi dua, yaitu kohesi gramatikal (grammatical cohesion) dan kohesi leksikal (lexical cohesion). Kohesi gramatikal meliputi penunjukkan (reference), penggantian (substitution), dan pelesapan (ellipsis). Kohesi leksikal meliputi perpaduan leksikal. Sementara itu, penghubung atau perangkaian (conjunction) terletak antara kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Referensi yang bersifat penunjukkan merupakan kata ganti persona.
MENGEMBANGKAN LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM THREE IN ONE ROLLING SESSION (BIMBINGAN BASIC ENGLISH, CERITA LISAN, PENGENALAN KOMPUTER DAN MEDIA DIGITAL) Sendana, Aris Kaban; Palimbong, Daud Rodi; Patintingan, Mersilina L.; Srimonica, Srimonica; Palloan, Herlita; Rara, Tiku; Kila, Aldianto
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2 No 2 (2023): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : FKIP UKI TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/tongkonan.v2i2.2381

Abstract

Pada umumnya sarana prasarana yang digunakan masih di bawah standar yang tentunya diharapkan bisa menyesuaikan sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu kurikulum yang diberlakukan masih cenderung sama dengan kurikulum KTSP. Dampak dari keadaan ini bisa berakibat pada capaian mutu pendidkan yang rendah bagi siswa di SDN 160 Tanete. Persoalan terkait kurangnya literasi siswa tentang bahasa khususnya bahasa Inggris, wawasan tentang budaya sebagai kearifan local, dan wawasan terkait media digital perlu diatasi dengan program bimbingan dengan pengembangan literasi siswa sekolah dasar melalui progran three in one rolling session (bimbingan basic english, ceritra lisan, dan pengenalan komputer dan media digital). Luaran PKM ini adalah publikasi jurnal nasional terindeks sinta 4. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan masa pengabdian yaitu bulan Januari sampai dengan April 2023
English Learning Material for Journalism Courses: What are Students’ Needs? Dewi, Resnita; Daud Rodi Palimbong; Roni La’biran; Reski Kambuno
Journal of English Education and Teaching Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of English Education and Teaching
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.8.1.64-87

Abstract

This study aims to analyze student needs for learning materials for journalism courses at Indonesian Language and Literature Education, Toraja Indonesian Christian University. Using a qualitative approach, the study collected data through a series of in-depth interviews, surveys, and focus groups with students enrolled in journalism courses. The main objective of the study was to identify specific aspects of the learning material that students consider important, areas they find challenging, and suggestions for curriculum improvement. The results show that students value a combination of theoretical and practical learning, with particular emphasis on real-life case studies, multimedia skills, and the use of social media in journalism. Students also highlight the need for greater interaction with professional journalistic practitioners and field practice opportunities such as internships. Key difficulties students face include understanding journalistic investigative concepts, ethics, and legal aspects, as well as the development of technical skills such as writing, editing, and media analysis. This research suggests the need for a flexible and responsive curriculum that integrates the latest technology, provides teaching materials relevant to industry developments, and strengthens students' practical skills. These findings contribute to the development of more effective journalism teaching practices, which focus on preparing students for real challenges in the journalism industry.
SYMBOLIC MEANING IN THE MOVIE DUA GARIS BIRU THE WORK OF GINATRI S. NOER AND THE INTERNALIZATION OF SEX EDUCATION Andi Tenri Sua; Daud Rodi Palimbong; Andi Nurhabibi Marwil; Antika Utami Putri; Elihami Elihami
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 17, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v17i2.55954

Abstract

The research aims to find out the symbolic meaning of the film Dua Garis Biru by Ginatri S. Noer, the impact of early marriage and how to internalize sex education in the younger generation. This research uses a qualitative descriptive research design using Roland Barthes's Semiotic Analysis Method with connotation and denotation meanings. The subject of this study is the film Dua Garis Biru, with the object of the research is the symbolic meaning that is found in the film Dua Garis Biru Ginatri S.Noer's work (Bara and Bima) as the internalization of Sex Education in the younger generation. Data is collected through, observations, documentation and interviews using Rolland Barthes' semiotic analysis that emphasizes the observation of phenomena and requires strong instincts. Data analysis phases include data reduction, data presentation, and conclusion. As  for the scientific implications that can be concluded through this research that the film. The film Dua Garis Biru portrays the consequences faced by two young individuals after engaging in sexual intercourse, significantly impacting their lives. It underscores the critical role of parents in their children's lives, particularly in communicating sexual information. The findings suggest that films with relevant content can effectively address and promote an understanding of sexual health issues among young audiences. This study contributes to the understanding of sex education in movies, illustrating how cinematic narratives can serve as educational tools for sexual health.
Penerapan Motivasi dan Kesopanan Berbasis Budaya Lokal melalui Media Bahasa dalam Kurikulum Pengajaran di Tingkat SD Aris Kaban Sendana; Daud Rodi Palimbong; Lean Kaban Sendana; Sushy Teko Patanduk
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penerapan motivasi dan kesopanan berbasis budaya lokal melalui media bahasa dalam kurikulum pengajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan beberapa SD di daerah yang mewakili keberagaman budaya lokal. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, serta kuesioner yang diberikan kepada siswa dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan motivasi dan kesopanan berbasis budaya lokal melalui media bahasa memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran di tingkat SD. Guru yang menggunakan pendekatan ini melaporkan peningkatan dalam partisipasi siswa, motivasi belajar, dan pemahaman materi pelajaran. Siswa juga menunjukkan respon yang positif terhadap penggunaan media bahasa yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal, menyatakan bahwa hal tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan bagi mereka. Selain itu, orang tua juga mengamati perubahan positif dalam perilaku dan minat belajar anak-anak mereka setelah menerapkan pendekatan ini. Mereka melaporkan peningkatan dalam sikap sopan santun dan rasa hormat terhadap budaya lokal mereka. Penerapan motivasi dan kesopanan berbasis budaya lokal melalui media bahasa dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pembelajaran di tingkat SD. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya termasuk pengembangan lebih lanjut terhadap kurikulum yang mengintegrasikan aspek budaya lokal secara menyeluruh, serta pelatihan untuk guru dalam mengimplementasikan pendekatan ini secara efektif.