Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Uhf 436 Mhz Dengan Polarisasi Sirkular Untuk Telemetry, Tracking, And Command Satelit Mikro Ardian Nugraha; Heroe Wijanto; Agus Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena merupakan salah satu komponen subsistem komunikasi satelit, baik di sisi space segment dan di sisi ground station. Telkom University mengembangkan satelit berukuran mikro yang umumnya disebut satelit mikro. Satelit ini berbentuk kubus yang akan mengorbit pada lintasan Low Earth Orbit (LEO) pada ketinggian 500-1500 km dari permukaan bumi. Satelit memiliki fungsi dasar operasi yaitu melakukan Telemetry Tracking and Command (TT&C) yaitu operasi telemetri, penjejakan (tracking) satelit dan operasi pengiriman data perintah (command). Data operasi TT&C tersebut dikirim melalui antena UHF transmitter ke stasiun bumi. Untuk mengirim informasi data dari payload TT&C ke stasiun bumi, transmitter bekerja pada frekuensi UHF yaitu 436 MHz. Pada penelitian ini jenis antena dipilih mikrostrip karena bobotnya yang ringan, mendukung polarisasi sirkular, ukuran yang relatif kecil, dan konfigurasi yang low profile. Sehingga antena ini dapat disesuaikan dengan desain bentuk dan kebutuhan peralatan komunikasi modern, khususnya teknologi satelit mikro. Antena mikrostrip dirancang dengan menggunakan truncated corner agar didapatkan polarisasi sirkular untuk mengantisipasi efek rotasi Faraday akibat putaran ion yang ada di atmosfer. Teknik catuan yang digunakan adalah probe coaxial. Hasil perancangan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu berbasis Finite Integration Technique (FIT) dengan menggunakan bahan substrat epoxy FR-4 dengan nilai µr = 4.3. Hasil antena yang dirancang pada penelitian ini bekerja pada frekuensi UHF-Band 435 sd 437 MHz pada VSWR ≤ 1,5 menghasilkan polarisasi sirkular (AR < 3 dB) yaitu sebesar 0.37 dB dan pola radiasi omnidireksional. Sedangkan lebar pita yang bekerja atau effective bandwidth pada antena tersebut saat VSWR ≤ 1,5 dengan AR < 3 dB adalah ≈ 1.117 MHz. Kata Kunci : Antena mikrostrip, Telemetry Tracking and Comand (TTC), Satelit Mikro
Desain Dan Realisasi Antena Bts Gsm Frekuensi 1710-1805 Mhz Omnidirectional Dengan Metode Discone Wire Riga Marga Limba; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dikembangkan antenna yang dapat digunakan untuk telekomunikasi mobile. Antenna yang dirancang dengan modifikasi dari antenna discone, yang terdapat 2 bagian, patch dan ground. Patch yang berbentuk dish dan groun berbentuk cone. Perancangan antenna ini untuk dipergunakan pada teknologi pikocell atau microcell yang dapat di gunakan pada posisi blank area, seperti di dalam gedung bertingkat, di daerah perkantoran dan mall. Antenna yang dirancang pada frekuensi 1,71 GHz sampai dengan 1,805 GHz dengan memiliki kelebihan dari polaradiasi berbentuk omni direksional, kesegala arah pada satu bidang tertentu, dengan besar gain sebesar 1,786 dBi pada simulasi dan 2,444 dBi pada pengukuran fabrikasi. VSWR yang di dapat bernilai 1,22 untuk simulasi dan 1,071 untuk fabrikasi. Secara keseluruhan, antenna yang dirancang, di simulasikan dan fabrikasi tidak banyak mengalami perbedaan, dan spesifikasi antenna yang di rancang sesuai dengan kebutuhan dari antenna picocell dan microcell. Kata Kunci : GSM, Antena, Gain dan discone
Perancangan Dan Implementasi Antena Mikrostrip Fraktal Koch Untuk Aplikasi Ultra Wideband (3.1 Ghz – 10.6 Ghz) Satria Taruna Wirawan; Heroe Wijanto; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian tugas akhir ini dirancang sebuah antena mikrostrip fraktal Koch pada iterasi orde ke-2 dengan merekayasa bentuk feed strip line dan optimasi pada kombinasi bentuk groundplane. Setelah itu antena fraktal disimulasikan dan direalisasikan pada aplikasi UWB (3.1-10.6) GHz yang kemudian dibandingkan antara hasil simulasi dan pengukuran. Sehingga dari ke dua teknik ini akan dianalisa perubahan parameter antena agar bekerja secara optimal untuk dapat digunakan pada aplikasi UWB. Hasil dari tugas akhir ini menunjukan bahwa dengan merekayasa teknik catuan micostrip line dengan menempelkan patch fraktal Koch serta mengkombinasikan bentuk groundplane dengan bentuk lingkaran mampu memperbaiki return loss pada performansi antena. Dari hasil optimasi perancangan antena didapatkan, untuk ukuran dimensi antena 38.3 mm × 24.5 mm × 1 mm. Kemudian untuk hasil parameter antena pada frekuensi kerja 3.1 GHz, 6.85 GHz, dan 10.6 GHz nilai VSWR berturut-turut 1.382, 1.413, dan 1.462. Serta besarnya gain dengan frekuensi kerja yang sama pula, berturut-turut yaitu 2.211 dB, 1.275 dB, 2.486 dB, dan polaridiasi yang dihasilkan yaitu bidireksional, serta polarisasi ellips. Kata kunci : Antena Fraktal, Koch, Ultra Wideband, Iterasi Orde-2
Perencanaan Capacity Coverage Pada Access Link Dan Backhaul Menggunakan Minilink Pada Jaringan Lte Di Daerah Kota Bandung Muchlisin Muchlisin; Heroe Wijanto; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi berbasis Internet Protocol (IP) yang mendukung transfer paket data dengan rate yang tinggi dibandingkan teknologi sebelumnya pada HSDPA release 5, meskipun user bergerak dengan kecepatan tinggi. Teknologi ini akan dapat memenuhi kebutuhan para user akan komunikasi data yang terus meningkat beberapa tahun belakangan. Meningkatnya kebutuhan user akan data rate yang tinggi berdampak pada meningkatnya kebutuhan jaringan untuk dapat menyalurkan seluruh data source trafik dari eNodeB ke user (access) maupun eNodeB ke jaringan inti (backhaul). Perangkat Microwave Minilink merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menyalurkan data dari eNodeB ke jaringan core (backhaul) dengan kapasitas yang tinggi hingga 1 Gbps. Pada hasil tugas akhir ini backhaul yang di rancang menggunakan Minilink TN menghasilkan nilai network througput sebesar 7,38 Gbps, dengan hasil tersebut untuk jaringan akses didapatkan Mandalajati : 5 site, Cidadap : 5 site,dan Sukasari 8 site. Pada perencanaan jaringan backhaul skenario 1 diperoleh free space loss rata-rata 121,47 dB, signal level rata-rata -64 dBm, fading margin rata-rata 30,79 dB, membutuhkan 4 hop dan 64 backhaul minilink. Sedangkan pada skenario 2 diperoleh free space loss rata-rata 119,08 dB, signal level rata-rata -64 dBm, fading margin rata-rata 27,24 dB, membutuhkan 4 hop dan 34 backhaul minilink Hasil yang dicapai pada tugas akhir ini pada skenario 1 memiliki jalur yang lebih banyak, sehingga kemungkinan paket gagal terkirim lebih sedikit, karena memiliki banyak jalur alternatif atau jalur cadangan. Dan handover lebih efektif karena jalur trafiknya melewati X2 interface sehingga tidak perlu ke MME. Sedangkan untuk skenario yang kedua memiliki free space loss rata-rata yang lebih rendah, sehingga power yang disediakan tidak banyak hilang. Dan fading margin kecil sehingga asumsi terjadi fading lebih kecil. Karena itu pada perancangan jaringan backhaul dalam tugas akhir ini dipilih skenario pertama. Hal ini disebabkan karena secara teknis enodeB harus saling terhubung agar handover yang terjadi lebih efektif.. Kata kunci: LTE, minilink TN, C/(I+N) , hop , throughput,star, mesh
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Inset-fed Rektangular Dengan U-slot Untuk Aplikasi Radio Over Fiber Pada Frekuensi 10 Ghz Rissa Rahmania; Heroe Wijanto; Pamungkas Daud
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan telekomunikasi jaringan pada komunikasi nirkabel dan optik juga berkembang. Penggunaan fiber optik dengan memanfaatkan perkembangan komunikasi nirkabel dikenal sebagai radio over fiber. Pada jaringan tersebut dibutuhkan suatu antena untuk mendukung proses penerima menangkap gelombang radio kemudian dimodulasi dengan gelombang cahaya. Antena pada Radio over Fiber dapat bekerja pada frekuensi 10 GHz dalam komunikasi WPAN. Frekuensi wireless yang ditangkap melalui antena kemudian dapat dimodulasi dan langsung didistribusikan melalui seutas serat optik sesuai dengan kebutuhan. Karakteristik antena yang harus dipenuhi diantaranya berukuran kecil, memiliki tingkat matching yang baik, hanya mengkonsumsi sedikit arus listrik, dan memiliki pola radiasi unidirectional. Pada Tugas Akhir ini, dengan menggunakan simulator elektromagnetik, dirancang dan disimulasikan antena mikrostrip array inset fed rektangular dengan U-Slot untuk aplikasi Radio over Fiber dalam komunikasi WPAN yang dapat digunakan secara optimal pada frekuensi 10 GHz. Hasil simulasi dengan performa optimum selanjutnya diimplementasikan dan diamati performanya pada frekuensi 10 GHz. Hasil dari perancangan dan realisasi ini adalah antena mikrostrip array inset-fed patch rektangular dengan U-Slot yang bekerja pada frekuensi 10 GHz dengan pola radiasi unidirectional; gain ≥ 3dBi ; impedansi input = 50Ω; dan VSWR ≤ 1,5. Kata kunci : WPAN, Radio over Fiber, Antena Mikrostip Array Inset Fed Rektangular, U-Slot.
Perancangan Dan Realisasi Rectenna Pada Frekuensi Wifi Untuk Elektomagnetic Harvesting ( Panen Gelombang Elektromagnetik ) Sus Sulianti Natalia Aritonang; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi tidak akan dapat dimusnakan oleh siapa pun akan tetapi dapat dirubah bentuknya dalam energi yang satu ke energi yang lainnya.hal ini lah yang menyebabkan manusia mau berusaha untuk dapat mencari energi yang baru agar dapat di gunakan dan memanfaatkan energi yang terbuang atau berhamburan terbuang dengan sia-sia agar menjadi bermanfaat bagi manusia. Getaran pada suatu benda dapat menyimpan potensi energi yang dapat di bangkitkan dan dapat juga digunakan sebagai energi alternatif. Penelitian ini membahas tentang perancangan dan pembuatan rectenna (rectifier antenna) sebagai pengubah daya elektromagnetik menjadi output DC yang bekerja pada frekuensi WIFI. Pemanenan energi ini merupakan salah satu alternatif konversi energi, di mana melalui proses ini dapat menghasilkan daya listrik yang dapat digunakan pada perangkat yang membutuhkan daya yang kecil. Dalam proses perancangan dan pembuatan rectenna ini dilakukan simulasi dengan menggunakan software NI Multisim untuk mengetahui kinerja dan daya yang dihasilkan dari rectifier. Rangkaian rectifier yang digunakan dalam rectenna ini adalah Voltage Doubler tiga stage. Pada rangkaian rectifier ini menggunakan enam buah diode schottky tipe BAT17. Pada tugas akhir ini, nilai VSWR, return loss dan impedansi bergerser pada frekuensi 2,470 GHz – 2,521 GHz. VSWR pada frekuensi 2.47 GHz setelah pengukuran sebesar 1.889, frekuensi 2,492 GHz sebesar 1,453 dan pada frekuensi 2,521 GHz sebesar 1,908 dan hasil gain pada frekuensi 2,4 GHz sebesar 3,32 dBi. Pada pengujian rectenna voltage doubler tiga stage saat pengukuran nilai tegangan pada jarak lima puluh cm meter lebih besar dibandingkan dengan jarak satu meter. Semakin dekat jarak yang ditentukan semakin besar tegangan yang didapatkan dan semakin besar frekuensi yang dittentukan maka semakin kecil tegangan yang didapatkan. Kata kunci : rectenna, rectifier, antenna, panen energi, dioda schottky Abstract Energy will not be destroyed by anyone but can be changed the shape of in one energy to other energy. This is the reason why people want to be looking for a new energy to be used and take advantages of energy is wasted or strew to be useful for people. Vibration of an object can save the potential energy that can be raised up and also can be used as an alternative energy.This research discuss about design and manufacture of rectenna (rectifier antenna) as a modifiers of electromagnetic power become DC Output working on WIFI frequency. Harvesting is one of energy conversy alternative, by this process can generate electrical power can use on device that need a little power. In the process of rectenna design the simulation do by using NI Multisim software to find out the performance and the power results from the rectenna. A series of rectifier that used in this Voltage Doubler 3 stage. In this series of the rectifier using six schottky diode with BAT 17 type. In this final project, the value of VSWR, return loss and impedance move to the frequency of 2,470 GHz – 2,521 GHz. VSWR at frequency 2.47 GHz after the measurement amount to 1889, the frequency of 2,492 amount to 1,453 and on the frequency of 2,521 amount to 1,908. The gain at frequency of 2.4 GHz amount to 3,32 dBi, in testing of rectenna and the series of rectifier voltage doubler 3 stage when the measurement value of the voltage on the rectifier is higher than antenna of rectifier and the closer distance is determine that it is the larger voltage obtained. Kata kunci : rectenna, rectifier, antenna, energy harvesting, dioda schottky
Analisis Perencanaan Jaringan Long Term Evolution Menggunakan Metode Soft Frequency Reuse Di Kawasan Telkom University Muhammad Iqbal; Heroe Wijanto; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jumlah mahasiswa Telkom University bertambah setiap tahunnya yang menyebabkan kebutuhan trafik semakin meningkat serta penggunaan layanan berbasis data semakin meningkat setiap tahunnya. Jaringan UMTS (3G) masih belum mampu memberikan layanan yang optimal untuk peningkatan trafik yang selalu bertambah. Badan standarisasi 3GPP memperkenalkan generasi ke-4 Long Term Evolution (LTE) guna mengatasi peningkatan permintaan kebutuhan akan layanan komunikasi. Dalam perancanaan LTE dibutuhkan skema yang dapat mengefisiensi spektrum frekuensi dan mengoptimalkan kualitas sinyal di cell edge. Soft Frequency Reuse (SFR) dapat mengefisiensi spektrum frekuensi dan interferensi di cell edge pun kecil. SFR menerapkan sebuah skema 2 sel yaitu cell center dan cell edge dengan menggunakan daya pancar yang berbeda untuk mengatasi permasalahan akan kurang optimalnya jaringan di cell edge. Tugas akhir kali ini, perencanaan jaringan LTE FDD 1800 MHz studi kasus yang dilakukan pada wilayah Telkom University menggunakan SFR. Perencanaan coverage pada wilayah Telkom University dirancang jaringan micro cell dengan radius sebesar 1,5 km dan didapat nilai kapasitas cell centre 72,04 Mbps dan cell edge 36 Mbps sehingga didapat 1 site untuk perencanaan di Telkom University. Perencanaan ini dianalisis dengan membandingkan perencanaan SFR dengan non SFR (Frekuensi Reuse 1).Beberapa parameter yang dianalisis menggunakan skema SFR dapat meningkatkan nilai rata – rata quality -0,01, throughput 713 kbps, nilai C/(I+N) 0,71 dB , dan coverage daya signal sejauh 2 meter. Kata Kunci : Long Term Evolution (LTE), cell edge, cell centre, coverage, capacity, Soft Frequency Reuse .
Antena Log Periodik Mikrostrip Ku-band Untuk Electronic Support Measure Muhammad Denny; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah negara harus dilengkapi dengan kekuatan militer yang memadai. Peran militer sangat penting untuk melindungi daerah teritorial negara dari serangan luar. Electronic Support Measure (ESM) adalah perangkat teknologi Electronic Warfare (EW) yang berfungsi menerima gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu benda kemudian diproses dan didapatkan titik koordinat dimana lokasi benda berada serta identitas dari pengirim gelombang elektromagnetik tersebut. Perancangan ESM bekerja pada rentang frekuensi KU-Band (12-18 GHz). Metode yang digunakan adalah Log Periodic Dipole Array (LPDA) dengan menggunakan substrat Rodger 5880 yang memiliki tebal 2,2 mm dan konduktor sebagai bahan patch berupa copper (tebal = 0,035mm). Metode Log periodic dipole array menggunakan sembilan elemen. Dengan melakukan optimasi, diperoleh dimensi antena sebesar 13,9x5.02 cm. Hasil pengukuran antena menghasilkan beberapa parameter. VSWR pada frekuensi 12 GHz adalah 1,32, pada 13 GHz sebesar 1,39, pada 14 GHz sebesar 1,43, pada 15 GHz sebesar 1,42, pada 16 GHz sebesar 1,53, pada 17 GHz 1,92, pada 18 GHz sebesar 1,77. Polarisasi yang terbentuk ellips. Gain 7,53 dB. Pola radiasi bidireksional.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Sirkular Susunan Linier S-band Untuk Radar Kapal Aidil Fitriadi; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indones ia memiliki luas perairan dua kali lipat dari luas kepulauannya. Kayanya s umber daya laut Indones ia membuat kapal-kapal as ing dengan leluas a memas uki wilayah perairan Indones ia. Karena keterbatas an panca indera manus ia, diperlukan teknologi untuk mendeteks i keberadaan kapal -kapal as ing ters ebut. Teknologi ini dinamakan RADAR (Radio Detection and Ranging ). Alat ini dapat mendeteks i keberadaan s uatu objek yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik pada jarak tertentu melebihi indra penglihatan manus ia. Radar ini bekerja pada S -Band, bagus untuk cuaca hujan dan berkabut. Salah s atu komponen penting pada RADAR yaitu antena. Antena berfungs i untuk mengirim dan menerima s inyal. Pada Tugas Akhir ini perancangan dibantu dengan s imulator CST 2014 untuk s imulas i antena mikrostrip dengan bentuk patch s irkular menggunakan teknik pencatuan mikrostrip line yang memiliki 8 elemen yang dibuat s ecara bers us un. Setelah dilakukan perancangan lalu antena direalis as ikan dan diukur. Has il pengukuran parameter-parameter antena menunjukkan bahwa pada frekuens i 3 GHz, memiliki VSWR s ebes ar 1,035 dengan return loss -35,254 dB, impedans i 48,455 Ω - j711,027 mΩ , gain 11.975 dB dan bandwidth 166 MHz pada perpotongan VSWR 1,5 . Kata kunci : Radar, Antena Mikros trip, Sirkular.
Desain Dan Realisasi Mikrostrip Hybrid Coupler 90º Frekuensi 2300 Mhz Time Division Duplex (tdd) Untuk Aplikasi 4g Lte Ryo Wisman Fransiscus Gultom; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan komunikasi bergerak semakin mengalami peningkatan dalam dunia teknologi yang ada saat ini, dan kini telah hadir teknologi terbaru yaitu Long Term Evolution (LTE). Dengan teknik duplex jenis Frequency Division Duplex (FDD), dirancanglah duplexer yang mampu melakukan proses pengiriman dan penerimaan dalam satu waktu dengan frekuensi yang berbeda antara uplink dan downlink. Pada penelitian ini penulis mencoba merancang dan merealisasikan sebuah mikrostrip hybrid coupler 900. Dimana salah satu tujuan jangka panjang dari penelitian ini yaitu penulis bisa memasarkan alat ini kepada para operator seluler. Tugas akhir ini dimulai dengan menghitung dimensi coupler sesuai rumus yang ada. Dimensi hasil perhitungan akan digunakan pada proses simulasi. Modifikasi dimensi coupler digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang optimum dalam simulasi, kemudian dimensi optimum tersebut digunakan dalam proses pabrikasi. Hybrid Coupler yang dirancang menggunakan metode Hybrid Coupler 90º, yaitu Coupler yang memiliki kopling -3 dB serta beda fasa 90º pada keluarannya. Dengan frekuensi resonan berada pada 2300 MHz. Pada tugas akhir ini, secara keseluruhan hasil simulasi dan pengukuran sudah sesuai dengan spesifikasi awal.Semoga ada kelanjutan dari penelitian ini, sehingga ada perkembangan yang lebih baik dari penelitian ini. Kata Kunci : Coupler, Uplink, Downlink dan Hybrid
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Rama Setya Anggara Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi